Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Hilang Pacar Dapat Adik


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mengantarkan Cindy pulang Sadewa menanyakan segala hal tentang Luna dan Kenzo juga termasuk sejak kapan mereka jadian.


Cindy menjawab semua pertanyaan Sadewa tanpa berani berbohong.


"Kakak Ken mulai mendekati Luna ketika kakak Ken pindah ke Jepang, dia selalu menyuruh aku memberikan coklat kepada Aluna setiap hari.. tapi sepertinya mereka resmi jadiannya setelah Luna masuk SMA " jawab Cindy.


Dasar si Ken.. berani-beraninya dia macarin adik gw dari kecil.. sekarang malah dibuat patah hati.


Sadewa terlihat kesal atas apa yang Kenzo lakukan pada adik kesayangannya.


"Luna merahasiakan hubungannya dengan kakak Ken karena merasa masih kecil dan belum pantas untuk pacaran " lanjut Cindy.


"Memang benar..Luna masih kecil jadi belum pantas punya pacar " jawab Sadewa.


"Tidak juga kak.. teman-teman kami juga banyak yang sudah punya pacar " pungkas Cindy.


Sadewa menoleh kearah Cindy yang baru saja mulai berani menyela ucapannya


"Ma..maaf kak " Cindy menutup mulutnya menyadari kesalahannya yang terlalu banyak bicara.


"Selama mereka pacaran apakah mereka sering pergi berduaan ?" Sadewa kembali mengintrogasi Cindy.


"Setau aku sih tidak pernah..Ya mereka pasti takut ketauan lah kalau sering jalan bareng..mereka itu sangat pintar menyembunyikan rahasia " oceh Cindy


Ucapan Cindy ada benarnya. Sadewa sendiri tidak menyangka jika selama ini sebenarnya Luna dan Kenzo pacaran karena mereka terlihat biasa saja di depan keluarga.


Setelah mengantarkan Cindy pulang dan berhasil mengorek semua rahasia Luna dan Kenzo Sadewa pun pulang.


Bagas dan Felisha juga Nakula tentu saja kaget ketika Sadewa menyampaikan apa yang Cindy katakan.


"Bagaimana bisa kita tidak menyadari kalau mereka itu sebenarnya pacaran " gumam Felisha.


"Mungkin Luna belum berani memberitahu kepada kita Sayang " ujar Bagas.


"Abi pernah lihat Kakak Luna video call sama kakak Ken waktu Mommy dan Daddy di Surabaya " Abimanyu mengadu.


"Oh ya..kenapa Abi tidak cerita sama Daddy ?"


"Abi lupa Dad " jawab Abimanyu.


Bagas, Felisha dan si kembar sepakat untuk pura-pura tidak tau, mereka lebih mengutamakan menghibur Luna daripada membahas hubungan Aluna dengan Kenzo yang sudah kandas.


Tokyo


Kenzo masih menjalani pengobatan di University of Tokyo Hospital. Berbulan-bulan Kenzo terpaksa harus duduk di kursi roda .


Untuk mengusir rasa jenuh karena tidak bisa beraktivitas normal seperti dulu Kenzo kembali menekuni hobby lamanya yaitu melukis.


Kedua orangtua Kenzo menyiapkan ruangan khusus untuk Kenzo menyalurkan hobi melukis disela-sela rutinitas nya menjalani pengobatan di University of Tokyo Hospital.


Selama berbulan-bulan menjalani pengobatan, cedera di kedua kaki Kenzo perlahan mulai ada kemajuan.Kedua kaki Kenzo sudah bisa digerakkan.Namun dokter masih menyarankan agar Kenzo tetap menggunakan kursi rodanya sampai kedua kakinya benar-benar pulih.


"Kakak tidak kangen sama Luna? " tanya Cindy ketika ia datang bersama keluarganya untuk menengok Kenzo.

__ADS_1


Kenzo tidak mengindahkan pertanyaan Cindy, Ia fokus menyapukan kuas diatas kanvas.


"Kakak tidak takut Luna diambil orang? Luna sebentar lagi masuk perguruan tinggi loh " Oceh Cindy.


"Bukannya dia baru akan naik ke kelas 12 tahun ini ?" tanya Kenzo.


"Seharusnya..tapi dia kan ikut kelas akselerasi lagi. Jadi tahun ini ia ngeduluin aku lulus SMA nya " jawab Cindy.


"Apakah dia Sekarang sudah punya pacar ?" tanya Kenzo tetap fokus pada lukisannya


"Aku tidak tau..dia sekarang jadi tertutup sama aku " jawab Cindy.


"Mungkin dia masih sakit hati sama kakak..jadi aku yang kena imbasnya " Cindy tampak cemberut.


"Luna bukan orang seperti itu " bela Kenzo.Ia sangat tau sendiri bagaimana Luna.


"Lagian kakak juga sih malah menjauhi Luna.. kalau Luna diambil orang baru tau rasa " Oceh Cindy.


"Dan ingat..jangan minta tolong lagi sama aku buat ngedeketin Luna lagi " ancam Cindy.


"Iya..lagian mana mau Luna dideketin sama orang cacat seperti kakak " ucap Kenzo.


"Kakak jangan ngomong begitu..tadi om bilang katanya pengobatan kaki kakak itu berhasil.


Jadi kemungkinan besar kakak akan bisa sembuh dan bisa berjalan normal seperti semula "


"Aamiin " jawab Kenzo.


*


"Daddy..kenapa tidur dengan Abi ?" Luna tampak heran ketika pagi itu ia mendapati Daddy nya tengah tertidur dikamar Abimanyu.


"Daddy tidak sedang bertengkar dengan Mommy kan ?" tanya Luna menyelidik.


"Daddy tidak tau Kak.. tiba-tiba saja semalam Mommy mengusir Daddy dari kamar..coba kakak cari tau ada apa dengan Mommy kamu " jawab Bagas.


Luna termenung, tidak biasanya Mommy dan Daddy nya seperti itu.Seingatnya Luna tidak pernah melihat Mommy dan Daddynya bertengkar apalagi sampai tidur terpisah.


"Iya nanti kakak cari tau " jawab Luna.


Terdorong rasa penasaran yang sangat besar, Luna pun bertanya kepada Felisha ketika mereka sedang berada di dapur.


"Mommy tidak tahan dengan bau Daddy kak.. makanya Mommy suruh pindah tidurnya sama Abi " jawab Felisha.


"Maksud Mommy Daddy bau ?.. Masa sih..Daddy kan selalu wangi.Kakak saja paling suka nyium wangi Daddy " Ujar Luna heran.


"Beneran Kak..sekarang Daddy bau..bikin mual " jawab Felisha.


Bagas yang kebetulan masuk ke dapur untuk mengambil minum heran ketika Luna tiba-tiba memeluknya dan mengendus baju Bagas.


"Ada apa kakak peluk-peluk Daddy..pasti ada maunya nih " tanya Bagas curiga.


"Kata Mommy Daddy itu sekarang bau..tapi tidak kok..wangi banget malah " Luna memeluk pinggang Bagas manja.

__ADS_1


"Hidung Mommy sepertinya sedang bermasalah.. sebaiknya kita harus bawa Mommy ke dokter THT kak " ujar Bagas yang langsung disambut wajah cemberut Felisha.


Bagas tertawa kemudian beranjak keluar dari dapur meninggalkan Luna dan Felisha yang masih berdebat tentang bau tubuh Bagas.


Sore harinya Bagas benar-benar memaksa membawa Felisha ke dokter. Dengan terpaksa Felisha pun menuruti keinginan Bagas.


Selama dekat dengan Bagas Felisha selalu memakai masker membuat Bagas jadi sedikit kesal.


"Kamu itu maksa sekali bawa aku ke dokter " Felisha tidak berhenti menggerutu.


"Mas takut ada yang tidak beres dengan penciuman kamu, makanya kamu harus ke dokter THT " jawab Bagas santai.


"Enak saja bilang penciuman aku tidak beres.. kamu kali yang jorok makanya badannya jadi bau " Felisha menggerutu.


Bagas tidak menanggapi Omelan Felisha, ia tampak santai melajukan mobilnya menuju tempat praktek dr Sofi..dokter kandungan yang dulu menangani ketika Felisha hamil Abimanyu.


"Loh..kenapa kesini ?" Felisha semakin protes.


"Jangan cerewet .ikut saja " Bagas menuntun Felisha memasuki ruang praktek sahabatnya itu tanpa melalui ruang pendaftaran.


Kedatangan mereka rupanya sudah ditunggu oleh dr Sofi. Ia langsung menyiapkan pemeriksaan untuk Felisha.


"Feeling kamu biasanya benar Gas..seperti kehamilan Felisha sebelumnya " ucap dr Sofi.


"Dia itu sok tau mbak " cibir Felisha.


"Bukan sok tau Sayang..tapi aku itu yang nanam benihnya jadi aku pasti tau kapan benih itu akan tumbuh " jawab Bagas santai yang langsung disambut tawa lebar dr Sofi.


"Tidak usah berdebat..lebih baik kita buktikan sekarang " dr Sofi menengahi dengan mulai melakukan pemeriksaan USG di perut Felisha.


"Feeling kamu kuat Gas..ini lihat bakal janinnya sudah kelihatan " dr Sofi menunjukan pada titik hitam dilayar komputer.


Felisha akhirnya merasa malu sendiri karena tidak percaya pada ucapan Bagas. Ternyata Bagas lebih peka dibanding dirinya yang sama sekali tidak merasa jika ia sedang berbadan dua.


Selesai dari tempat praktek dr Sofi, Bagas langsung memborong banyak susu hamil untuk Felisha.


"Kamu ini seperti mau buka toko susu saja " keluh Felisha ketika melihat Bagas memenuhi troli dengan susu hamil.


"Buat persediaan " jawab Bagas santai.


Setelah selesai berbelanja mereka pun pulang. Luna menyambut kedatangan mereka dengan wajah yang khawatir.


"Bagaimana Dad..apa penciuman Mommy tidak apa-apa ?" tanya Luna.


"Tidak kak..yang bermasalah justru di perut Mommy " jawab Bagas sambil meletakan satu kantung besar belanjaan diatas meja.


"Maksudnya apa Dad ?" Luna terlihat semakin khawatir begitu juga dengan Abimanyu. Bocah itu langsung mendekat kearah Felisha.


"Karena di perut Mommy ada bayinya..kalian akan punya adik lagi " jawab Bagas.


"Aku mau punya adik Dad ?" Abimanyu langsung memeluk Felisha senang begitu juga dengan Luna.


"Aku mau adiknya laki-laki " Abimanyu mengusap perut Felisha.

__ADS_1


"Kakak mau adiknya perempuan " Luna tidak mau kalah.


__ADS_2