Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Klarifikasi


__ADS_3

Keesokannya Luna memutuskan pergi ke Bandung dan memilih tidak masuk kerja.


Luna tidak menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada Mommy dan Daddy nya juga Nakula.


Meskipun Luna menyembunyikannya dari Mommy dan Daddynya juga Nakula, namun akhirnya mereka pun tahu ketika keesokannya Oliver dan tunangannya datang ke rumah Luna untuk meminta maaf.


Oliver meminta maaf atas kesalah fahaman yang terjadi antara Luna dengan tunangannya. Oliver memang mengakui jika ia beberapa kali meminta Luna menemani nya membeli perhiasan dan baju untuk tunangannya.Oliver tidak menyangka jika itu akan menimbulkan gosip yang menyudutkan Luna. Ditambah Sandra yang memperkeruh suasana.


Bagas dan Felisha yang tidak mengetahui kejadian itu tentu saja kaget.Pantas saja hari ini Luna memilih pergi ke Bandung dan tidak masuk kerja.


Kenzo yang baru pulang dari kantor langsung mendapat Omelan dari Bagas dan Felisha.


"Kenapa kamu tidak cerita sama Mommy dan Daddy " omel Bagas.


"Aku pikir Kakak cerita " jawab Kenzo.


"Biar aku jemput kakak ke Bandung sekarang " ujar Kenzo.


"Sudah tidak usah, kakak perginya bawa mobil " Bagas melarang.


Seandainya Kenzo menjemput ke Bandung pun mereka akan pulang dengan mobil masing-masing.


Walaupun Bagas melarang namun Kenzo memaksa pergi dengan menggunakan travel.


*


"Luna sudah tidur ?" tanya Sadewa ketika Cindy keluar dari kamar Luna.


"Sudah.. kecapean perjalanan sama capek nangis " jawab Cindy sambil duduk di pangkuan Sadewa.


"Dia ngadu apa sama kamu hmm ?" tanya Sadewa sambil mengelus paha mulus Cindy.

__ADS_1


"Ada kesalah pahaman sama tunangan bosnya..ditambah kakak Ken ikutan cemburu " jawab Cindy.


"Si Ken seperti anak kecil saja " sungut Sadewa sambil mengendus dan menggigit kecil leher Cindy.


"Malu kak nanti dilihat pelayan " Cindy menjauhkan kepala Sadewa dari lehernya.


"Ya sudah kita pindah ke kamar " Sadewa langsung mengangkat tubuh Cindy dan dibawa ke kamar.


Sesampainya di kamar Sadewa langsung melemparkan tubuh Cindy keatas kasur empuk mereka. Begitu tubuh Cindy mendarat Sadewa langsung meloncat dan men smaxdown Cindy. Tubuh mungil Cindy pun meronta-ronta dibawah tubuh kekar Sadewa.


"Lepas kakak berat tau " Cindy terus meronta.


Namun tidak lama kemudian Cindy berhenti meronta ketika Sadewa menyatukan bibir mereka.


Tidak ada suara hanya decapan bibir mereka yang terdengar. Tampaknya Cindy pun begitu menikmati ciuman panas pak Polisi yang sedang menguasai tubuhnya itu.


Sadewa melepaskan sejenak tautan bibir mereka. kini tangan kekar itu mulai melucuti semua kain yang menempel ditubuh Cindy.


Cindy membuka kedua pahanya memberi ruang agar tubuh kekar Sadewa berada disana.


Namun pada saat akan melakukan penyatuan mereka terganggu dengan suara ponsel Sadewa yang terus berdering.


"Angkat dulu kak takutnya penting " bisik Cindy.


" Tidak usah..tanggung Yang " jawab Sadewa sambil menekan kuat-kuat pinggulnya kemudian mulai bergerak maju mundur diantara kedua paha Cindy.


Karena ponselnya terus berdering akhirnya Sadewa pun berhenti sejenak untuk menerima panggilan telepon yang ternyata dari Kenzo.


"Apaan sih Lo ganggu gw sama bini gw saja " omel Sadewa masih dari atas tubuh Cindy.


"Jemput gw ..sebentar lagi travelnya nyampe " ujar Kenzo

__ADS_1


"Si Ken minta dijemput..dasar ganggu tu anak " Sadewa menyimpan ponselnya kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


"Jemput dulu kak..kasian " ujar Cindy.


"Iya...tapi nanti setelah selesai ini dulu " jawab Sadewa sambil melahap dua benda kenyal didada Cindy dengan rakus.


Tubuh Cindy terus terguncang seiring hentakan tubuh Sadewa yang semakin cepat dan dalam. Tidak lama kemudian setelah mendapatkan pelepasan bersama tubuh Sadewa pun ambruk diatas tubuh Cindy.


"Kakak..jemput kak Ken dulu.Kasian sudah malam " bisik Cindy ditelinga Sadewa.


"Satu kali lagi ya..baru jemput " pinta Sadewa.


"Nambahnya nanti saja setelah jemput kakak Ken " jawab Cindy sambil mengelus rambut cepak Sadewa.


"Argh..dasar si Ken " Sadewa turun dari tubuh Cindy sambil menggerutu.


Setelah mandi dan berpakaian Sadewa pun pergi dengan mobilnya untuk menjemput Kenzo.


Satu jam kemudian Sadewa sudah kembali ke rumah bersama Kenzo. Begitu sampai Kenzo langsung mencari Luna ke kamarnya.


"Mau kemana Lo..adik gw sudah tidur jangan diganggu " Sadewa menahan tubuh Kenzo agar tidak masuk ke kamar Luna.


"Gw cuma mau lihat saja " jawab Kenzo.


"Awas kalau macam-macam " ancam Sadewa.


Akhirnya Sadewa pun mengijinkan Kenzo masuk ke kamar Luna dalam pengawasan nya.


Setelah memastikan keadaan Luna baik-baik saja Kenzo pun beristirahat dikamar yang disediakan untuknya.


Sadewa kembali ke kamarnya untuk melanjutkan ronde keduanya, namun begitu masuk ke kamar Sadewa pun harus kecewa karena Cindy sudah tertidur dengan pulasnya.

__ADS_1


"Gara-gara si Ken " sungut Sadewa. Ia pun naik keatas kasur empuknya dengan lesu.


__ADS_2