
Suasana di rumah Bagas menjadi lebih ramai dengan berkumpulnya semua anggota keluarga. Ditambah Cindy yang selalu membuat kehebohan-kehebohan kecil yang selalu bikin Bagas dan Felisha geleng-geleng kepala.
Sore harinya mereka mengisi waktu dengan berenang kebetulan Mamih dan Papih Kenzo pergi ke Bali tadi pagi.
Nakula, Sadewa, Kenzo dan Abimanyu mengajak Alysha, Arka dan Satria berenang.
Sementara Luna memilih menonton sambil menjaga si kembar yang terlihat senang melihat Daddy nya berenang.
Cindy dan Zhifana sibuk menyiapkan makanan dan minuman.
"Dek..Mommy dan Daddy kemana ?" Zhifana mencolek lengan Luna ketika ia tidak melihat keberadaan Bagas dan Felisha.
"Paling lagi pacaran di kamar..Mommy dan Daddy kan pintar mencuri waktu untuk berduaan " jawab Luna sambil terkikik.
"Emang Lo tidak ?" tanya Cindy.
"Ya gw juga ngikutin lah " jawab Luna sambil nyengir.
"Eh tau ga..kemarin gw sama kakak Ken mencoba sensasi baru dengan pacaran di dalam mobil " ucap Luna dengan suara pelan yang hanya dapat didengar oleh Cindy dan Zhifana.
Cindy dan Zhifana langsung melotot kearah Luna. " Serius dek ?"
Luna mengangguk sambil cekikikan. Zhifana dan Cindy mendengarkan dengan serius sambil melongo ketika Luna menceritakan kejadian didalam mobil di basement gedung bioskop.
"Gila Lo..kalau ketauan security gimana ?" tanya Cindy.
"Tidak ketauan kok " jawab Luna.
"Iya kalian sedang beruntung saja, lain kali jangan begitu " nasehat Zhifana.
"Kalian kan bisa cari hotel terdekat biar aman " nasehat Zhifana.
"Aku juga bilang gitu sama si sipit, eh dia bilang belum nyoba main di mobil ya aku nurut saja..kan aku istri yang Solehah " jawab Luna.
"Bukan istri Solehah..tapi istri solehot " Cindy menoyor kepala Luna.
"Lo mau nyoba ga Cin ? kalau kakak Zhi dijamin ga akan mau " tanya Luna.
" Gw pengen nyoba sih..tapi kalau ketauan gimana nanti viral seorang anggota Polisi ditangkap karena sedang berbuat mesum dengan istrinya di dalam mobil..oh no..bisa kena sangsi kak Dewa di kantornya " Cindy bergidik ngeri.
Luna dan Zhifana tertawa melihat Cindy yang ketakutan sendiri dengan pikirannya.
Kenan dan Keana yang berada dalam stroller nya tampak melongo menatap Mommy dan kedua tantenya yang tampak asik ngobrol sambil cekikikan.
"Kakaak aku syudaah " Alysha naik dari kolam dengan dibantu Abimanyu kemudian menghampiri ketiga kakaknya yang masih terlihat cekikikan.
Zhifana mengambil Alysha untuk dimandikan. Setelah selesai mandi dan memakai baju Cindy memberikan coklat hangat untuk Alysha.
Tidak lama kemudian Arka dan Satria pun naik. Cindy dan Zhifana mengambil putra mereka untuk dimandikan.
Dikolam renang masih ada Nakula, Sadewa, Kenzo dan Abimanyu yang akan berlomba berenang.
Sewaktu kecil diantara Nakula, Sadewa dan Kenzo Sadewa lah yang paling jago berenang.
Kini setelah mereka menikah dan punya anak Sadewa masih tetap unggul dari Nakula dan Kenzo. Disusul oleh Abimanyu di urutan kedua.
Setelah puas berlomba renang keempat pria tampan itu pun mulai naik. Dengan tubuh masih basah Kenzo menghampiri kedua buah hatinya yang terlihat senang melihat kedatangan Daddy mereka.
Kenan dan Keana menggerakkan kedua kaki dan tangannya ingin di gendong.
"Tunggu ya Daddy nya mandi dulu " Kenzo mengambil handuk dan baju ganti yang sudah disiapkan oleh Luna.
Setelah selesai mandi Kenzo menggendong Kenan dan Keana ditangan kanan dan kirinya. Pria tampan bermata sipit itu tampak sudah ahli menggendong si kembar sekaligus.
__ADS_1
Luna buru-buru mengambil Keana ketika melihat Kenan yang mulai tidak bisa diam dalam gendongan Kenzo.
Nakula dan Sadewa juga Abimanyu yang selesai mandi berkumpul di kursi yang ada di pinggir kolam sambil menikmati minuman hangat dan satu piring kue.
Disaat semua sedang berkumpul barulah Bagas dan Felisha datang dan bergabung.
"Lihat rambut Mommy dan Daddy basah " Cindy mencolek lengan Luna dan Zhifana.
"Ssttt..." Zhifana meletakan telunjuk dimulutnya menyuruh Cindy untuk tutup mulut. Cindy pun menurut dan memilih menyuapi Alysha,Arka dan Satria puding coklat.
Pada saat berkumpul Bagas menyarankan agar Sadewa mengajukan mutasi ke Jakarta. Sebetulnya bukan hal sulit bagi Bagas untuk memindahkan putranya ke Jakarta, namun Sadewa menolak dengan alasan Cindy yang masih harus menyelesaikan kuliahnya di Bandung.
Kebersamaan seluruh keluarga Bagas harus berakhir ketika keesokannya Sadewa dan Cindy harus kembali ke Bandung.
Sebelum kembali ke Bandung mereka mampir ke rumah orangtua Cindy dan menginap satu malam disana.
*
Cindy menurunkan Satria yang tertidur diatas ranjangnya sementara Sadewa menurunkan tas dan semua barang bawaan dari dalam mobil.
"Sayang mau aku buatkan kopi ?" tanya Cindy ketika melihat Sadewa yang langsung terkapar diatas kasur empuknya.
"Boleh " jawab Sadewa
"Sayang..pake susu tidak ?" tanya Cindy sebelum pergi ke dapur.
"Tidak..susu buat malam saja " jawab Sadewa sambil memejamkan matanya. Cindy melongo sambil memegang dadanya mencoba mencerna apa arti ucapan suaminya.
"Katanya mau buatkan kopi ?" tanya Sadewa ketika melihat Cindy malah bengong.
"I..iya " Cindy pun buru-buru berlalu ke dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya
Tidak lama kemudian Cindy sudah kembali dari dapur dengan membawa satu cangkir kopi ditangannya.
"Kamu kalau lagi di Jakarta keliatan happy banget " Sadewa duduk disofa tepat disebelah istrinya.
"Ya iyalah..siapa yang tidak senang bisa kumpul sama keluarga..bisa ngobrol sambil berghibah " jawab Cindy sambil tertawa.
"Jangan suka berghibah..tidak baik " nasehat Sadewa sambil menyesap kopinya.
"Iya Pak " jawab Cindy.
"Sayaaang kemarin Luna bercerita sama aku dan kakak Zhi " Cindy menggeser duduknya merapat kearah Sadewa.
"Cerita apa ?" tanya Sadewa setelah meletakan cangkir kopi di atas meja.
"Luna cerita kalau dia dan kakak Ken mencoba sensasi baru " jawab Cindy.
"Sensasi baru apa ?" dahi Sadewa mengernyit.
"Luna dan Kakak Ken main didalam mobil di basement bioskop " jawab Cindy sambil berbisik ditelinga Sadewa.
"Dasar Luna..yang seperti itu seharusnya tidak perlu diceritakan kepada orang lain " gumam Sadewa.
"Ih.. sayaaang. Aku dan kakak Zhi kan bukan orang lain.. lagian tidak ada salahnya berbagi pengalaman biar tidak membosankan " jawab Cindy.
"Lalu apa manfaatnya buat kita.. jangan-jangan kamu ingin mengikuti seperti mereka ?" tanya Sadewa menyelidik.
"Iya " jawab Cindy jujur.
"Kakak tidak mau..nanti kalau sampai ketauan orang lain bagaimana ? jangan suka yang aneh-aneh !" ujar Sadewa sambil menyentil kening Cindy.
"Ih kakak tidak asik " Cindy mencubit tangan Sadewa sambil berlalu keluar dari kamar dengan wajah yang cemberut.
__ADS_1
"Dasar si Ken bawa pengaruh jelek ke istri gw " gumam Sadewa sambil kembali menyesap kopinya.
Beberapa jam kemudian Cindy tampaknya sudah melupakan obrolan tidak berfaedah itu.
Cindy sudah kembali bersikap manis dan galak seperti biasa.Hari itu mereka tampak kompak mengajari Satria belajar berjalan.
Diusianya yang mau menginjak satu tahun Satria memang sedang belajar berjalan. Bocah yang mewarisi ketampanan ayahnya itu baru bisa berjalan satu dua langkah.
Satria tampak sama sekali tidak menangis meski beberapa kali harus tersungkur diatas karpet. Sampai menjelang sore bocah tampan itu sudah mampu berjalan sampai lima langkah. Sadewa dan Cindy terus menghadiahi bocah tampan itu dengan ciuman di pipi bulatnya.
Karena lelah setelah seharian belajar berjalan, akhirnya Satria lebih cepat tertidur dari biasanya.
"Si Aa sudah tidur ?" tanya Sadewa ketika Cindy masuk ke kamar setelah meninggalkan Satria di kamarnya bersama pengasuhnya.
"Sudah " jawab Cindy sambil duduk di depan meja riasnya dan mulai mengaplikasikan skincare nya ke wajah cantiknya.
Setelah selesai dengan perawatan wajahnya Cindy yang hendak naik keatas ranjang terkejut ketika tiba-tiba Sadewa menarik tangannya.
"Eeh..mau pergi kemana ?" tanya Cindy ketika melihat Sadewa menyambar kunci mobil yang tergeletak diatas nakas.
"Sayaaang sebentar aku pake jaket dulu, masa pake baju tidur tipis begini " Cindy berusaha menahan langkahnya.
"Tidak perlu " jawab Sadewa sambil menggusur Cindy menuju garasi.
"Kita mau kemana sih Sayang..ya sudah nanti aku tidak usah turun dari mobil " Cindy terus mengoceh dengan wajah bingung.
Sadewa memasukkan Cindy kedalam mobil. Kemudian ia menyalakan AC dan memutar lagu romantis dari perangkat audio mobilnya.
"Kita mau kemana Ayaaah ?" tanya Cindy ketika Sadewa tidak juga melajukan mobilnya.
"Tadi siang kamu bilang ingin main di mobil seperti Luna dan Kenzo " jawab Sadewa.
"Jadi maksudnya kita akan main di mobil ?" mata Cindy langsung membola. Sadewa mengangguk.
"Baiklah Saayaang " Cindy langsung meloncat keatas pangkuan Sadewa kemudian menerkam bibir kenyal Sadewa dengan rakus.
Sadewa menarik tuas dikanan kursinya membuat posisi duduknya menjadi setengah berbaring.
"Tadi katanya tidak mau yang aneh-aneh " Cindy melepaskan kaos yang Sadewa pakai.
"Kalau di garasi tidak masalah karena aman " jawab Sadewa sambil meloloskan dalaman Cindy kemudian ia pun meloloskan celana piyamanya.
Sadewa memejamkan matanya ketika mereka mulai melakukan penyatuan.
Cindy yang sedari awal sangat menginginkannya tampak lebih mendominasi apalagi dengan posisinya diatas pangkuan Sadewa membuat Cindy yang lebih banyak bergerak.
"Arrgh..Sayang..aargh.." Sadewa terus mengerang ketika Cindy terus bergerak dengan lincahnya.
Sepertinya mengikuti gaya bercinta Luna dan Kenzo bukan pilihan yang buruk dan Sadewa terlihat sangat menikmatinya.
Cindy bergerak semakin lincah ketika Sadewa melahap kedua dadanya dan menghisap puncaknya dengan kuat.
Mobil Pajero sport yang terlihat gagah itu tampak bergoyang didalam garasi.
Akhirnya gempa lokal pun berakhir setelah mereka mendapatkan pelepasan bersama dan Cindy pun tampak terengah sambil mencengkram rambut Sadewa.
Sadewa dan Cindy saling tatap kemudian keduanya tertawa bersama.
Ketika Cindy akan beringsut turun tangan Sadewa menahannya.
"Lagi ya Sayang " pinta Sadewa dengan mata memohon.
"Baiklah " jawab Cindy sambil menyatukan bibirnya dengan bibir Sadewa. Dan tidak lama kemudian mobil Pajero sport itu pun kembali bergoyang diguncang gempa lokal.
__ADS_1