Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Keponakan Baru


__ADS_3

Keesokannya Luna dan Kenzo terbangun karena mendengar suara ketukan dipintu kamarnya yang terdengar berulang-ulang.


"Biar kakak yang buka " Kenzo turun dari ranjang dan memakai celananya. Sementara Luna menenggelamkan tubuhnya yang masih polos dibawah selimut tebalnya.


Dengan bertelanjang dada Kenzo membuka pintu kamar. Ternyata pelayannya membawa meja dorong berisi penuh makanan dan minuman


Kenzo melirik jam di dinding biasanya jam segini Mamih dan Papihnya memang sudah pergi ke kantor.


"Sayang..makan dulu " Kenzo duduk disisi ranjang dan membangunkan Luna yang kembali tertidur dibawah selimut tebalnya.


"Aku masih ngantuk kak " Luna enggan membuka matanya.


"Makan dulu..semalam kamu tidak makan malam..nanti sakit " Kenzo terus membangunkan Luna dengan mengusap kepalanya lembut.


"Kakak aku malas turun..badan aku sakit semua " keluh Luna.


"Ya sudah biar kakak suapin " Kenzo mengangkat tubuh Luna agar duduk bersandar di headboard.


Luna menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya sampai dada. Kenzo pun mulai menyuapi Luna.


Luna makan dengan lahap karena semalam ia melewatkan makan malamnya.


"Kakak juga makan dong..bukannya semalam kakak juga tidak makan malam ?" tanya Luna.


"Iya kakak juga makan " Kenzo pun ikut makan dari piring yang sama.


"Hari ini mau jalan-jalan tidak ? mumpung kita masih disini " tanya Kenzo.


"Badan aku masih lelah kak..kemarin habis jalan-jalan sama Mamih.. ditambah semalam kita juga habis jalan-jalan " jawab Luna.


"Jalan-jalan ?" dahi Kenzo mengerut.


"Jalan-jalan ke nirwana " jawab Luna sambil berbisik di telinga Kenzo membuat pria tampan bermata sipit itu tertawa.


"Kalau nanti siang kakak ajak jalan-jalan ke nirwana lagi kamu masih kuat tidak ?" tanya Kenzo sambil mengerling nakal.


"Jangan hari ini dong..badan aku masih sakit " jawab Luna.


"Baiklah " jawab Kenzo sambil terus menyuapi Luna hingga hampir semua makanan tandas.


Setelah selesai makan Kenzo menyiapkan air hangat di bathtub untuk Luna berendam. Karena Luna masih merasa kesakitan dibagian bawah tubuhnya akhirnya Kenzo membopong tubuh Luna dan menurunkannya didalam bathtub. Kenzo pun memandikan Luna dengan penuh kasih sayang.


Selama di Jepang mereka mengunjungi beberapa tempat yang romantis dalam suasana musim dingin. Setelah satu Minggu akhirnya mereka pun pulang ke Jakarta.


Kepulangan Luna dan Kenzo disambut suasana rumah yang sepi. Menurut pelayan di rumah Luna semua pergi ke rumah sakit karena Zhifana melahirkan.


"Kakak Zhi melahirkan, aku ingin menengok " Luna tampak senang


"Sebaiknya kita istirahat dulu, memangnya kamu tidak lelah ?" tanya Kenzo.


"Iya istirahat dulu, aku juga lelah " jawab Luna sambil menuntun Kenzo masuk ke kamarnya.


Kenzo tampak terpaku ketika masuk ke kamar Luna. Ini adalah untuk yang pertama kalinya Kenzo masuk ke kamar Luna.

__ADS_1


"Bukannya kamar kamu dulu semua serba hello Kitty ?" tanya Kenzo.


"Kamar itu sekarang menjadi kamar Alysha " jawab Luna sambil menjatuhkan dirinya diatas kasur empuknya yang sudah satu minggu lebih ia tinggalkan.


"Kangen kamar sendiri " gumam Luna.


Kenzo duduk disisi kasur empuk Luna. " Nanti kamu pindah ke rumah kita ya di sebrang "


"Iya..tapi bilang Mommy dan Daddy dulu " ujar Luna.


"Iya nanti kakak yang bilang sama Mommy dan Daddy " ujar Kenzo sambil ikut berbaring disebelah Luna.


"Kamar kamu cantik..seperti yang punya " puji Kenzo.


"Tapi tidak sebesar kamar kakak " jawab Luna.


Karena lelah Luna dan Kenzo pun tertidur sambil saling berpelukan. Saking pulasnya mereka tidak tahu ketika Bagas dan Felisha juga Abimanyu dan Alysha pulang.


Bagas dan Felisha pun tidak mau mengganggu sepasang pengantin baru yang sedang kelelahan karena baru pulang dari Jepang.


Keesokannya Luna dan Kenzo baru bertemu dengan Bagas dan Felisha juga Abimanyu dan Alysha pada saat sarapan.


"Bayi nya kakak laki-laki atau perempuan Mom ?" tanya Luna.


"Laki-laki kak..mirip banget Nakula.. ya kan Mas " jawab Felisha.


"Iya " jawab Bagas


"Kapan kalian akan menengok ?" tanya Bagas


"Sadewa sama Cindy juga bilangnya mau ke Jakarta hari ini, mau lihat bayi juga " ujar Felisha.


"Kalau begitu kita bareng mereka saja menengok bayinya " saran Luna


"Iya " jawab Kenzo.


Mereka masih belum selesai sarapan ketika yang mereka bicarakan datang.


"Aduuh pengantin baru kapan datang dari Jepang ?" Cindy langsung heboh begitu melihat Luna dan Kenzo sudah pulang dari Jepang.


"Kemarin " jawab Luna.


Setelah mencium tangan Bagas dan Felisha mereka pun langsung bergabung di meja makan untuk sarapan.


"Kakak dari Bandung jam berapa pagi-pagi begini sudah sampai ?" tanya Felisha.


"Habis solat subuh kita langsung jalan Mom..Cindy tidak sabar ingin melihat keponakan barunya " jawab Sadewa sambil melirik Cindy yang duduk tepat disebelah nya.


"Kalau tidak langsung jalan kakak kan sudah subuh pasti tidur lagi, terus bangunnya mau Dzuhur " jawab Cindy dengan bibir mengerucut.


"Kalau mau lihat bayi lebih baik agak siangan soalnya hari ini mau pulang jadi kalian langsung ke rumah tidak usah ke rumah sakit " ujar Bagas.


"Iya Dad " jawab Kenzo dan Sadewa.

__ADS_1


Setelah sarapan Luna membongkar koper yang berisi oleh-oleh dari Jepang dan membaginya kepada orang-orang tersayang nya.


Untuk Bagas dan Sadewa juga Nakula Luna dan Kenzo membelikan jam tangan, sedangkan untuk Felisha, Zhifana dan Cindy mereka membelikan tas. Sedangkan untuk Abimanyu mereka membelikan sepatu. Khusus untuk si kecil Alysha Luna membelikan beberapa boneka khas Jepang.


Setelah acara bagi-bagi oleh-oleh selesai Luna dan Kenzo pun bersiap-siap untuk ke rumah Nakula bersama Sadewa dan Cindy.


"Kak Mommy titip ini buat Zhifana " Felisha menitipkan satu kantung berisi makanan untuk Zhifana.


"Habis melahirkan harus banyak makan biar cepat pulih apalagi menyusui " ujar Felisha.


"Iya Mom " jawab Luna.


"Kalau aku nanti melahirkan Mommy tidak akan ngirim makanan seperti pada kakak Zhi karena jauh " Ujar Cindy dengan wajah sedih.


"Makanya nanti lahirnya disini saja biar banyak yang ngurusin " jawab Felisha.


"Iya aku mau lahiran disini saja " jawab Cindy.


Luna membawa kantung berisi makanan dan dimasukkan kedalam mobil. Kemudian mereka pun pergi bersama menggunakan mobil Kenzo.


Di jalan mereka sempat beberapa kali berhenti karena Cindy menginginkan jajanan yang dilihatnya di jalan. Sadewa dengan sabar membelikan semua yang Cindy mau tanpa mengeluh sedikitpun.


Selama Sadewa turun untuk membelikan makanan keinginan Cindy diam-diam Kenzo tersenyum sambil membayangkan jika yang sedang berbadan dua itu Luna..dan ia akan menuruti semua keinginan Luna.


Kenzo menghentikan lamunannya ketika Sadewa masuk dengan membawa satu plastik kecil jajanan cilok dan diberikan kepada Cindy.


"Kalau di Bandung banyak cilok yang enak, tidak tau kalau disini " gumam Cindy.


"Mau dek ?" Cindy menawari Luna yang duduk disebelahnya.


"Mau " jawab Luna.


Kenzo yang sudah melajukan mobilnya diam-diam memperhatikan Luna yang anteng makan cilok bersama Cindy di kursi belakang.


"Gitu kalau bocah..jajanannya cilok " ujar Sadewa sambil tertawa.


"Enak saja ngatain.. di Bandung kalau aku jajan cilok bukannya kakak juga suka minta " semprot Cindy.


"Iya..iya " jawab Sadewa tidak ingin berdebat.


"Kakak.. perasaan dulu Cindy yang takut sama kakak..tapi sekarang kenapa kebalik, malah kakak yang takut sama Cindy " ledek Luna.


"Kakak kamu takut tidak dikasih jatah sama Cindy Yang " ledek Kenzo


"Sialan Lo..gw yakin Lo juga akan begitu pada bini Lo..bucin " Sadewa balas meledek.


Mereka berempat berhenti berdebat ketika mobil Kenzo mulai memasuki halaman rumah Nakula.


Begitu masuk mereka langsung disambut suara tangis bayi yang sangat nyaring. Wangi kayu putih dan bedak bayi langsung menguar di indera penciuman mereka.


Zhifana tampak sedang berusaha menyusui bayinya dengan dibantu oleh Mamanya dan Baby Sitter.


Bayi tampan itu menangis kencang ketika ****** Zhifana tidak sampai ke mulutnya. Zhifana pun harus menahan putingnya agar pas masuk ke mulut bayinya.

__ADS_1


"Liatin no..bentar lagi kan kamu juga menyusui " ujar Luna sambil mencolek lengan Cindy.


"Kak..ternyata lebih susah menyusui bayi ya daripada menyusui bapaknya " celoteh Cindy yang sukses membuat wajah Sadewa merah padam.


__ADS_2