
Pagi ini Luna dibawa oleh Dio dan Kinanti menghadiri acara ulang tahun anak teman sekantor Dio.Luna yang sudah cantik tampak girang ketika Dio dan Kinanti datang menjemputnya.
"Dadah mommy..dadah Daddy " Luna melambaikan tangannya kepada Bagas dan Felisha sebelum masuk ke mobil Dio.
Setelah mobil Dio yang membawa Luna menjauh,kini giliran Bagas yang pamit kepada Felisha untuk pergi ke kantor.
"Sayang..Mas Pergi dulu ya..dedek jangan nakal ya diperut mommy " Bagas mencium perut Felisha yang semakin buncit.
Ketika Bagas akan melangkah menuju mobilnya,langkahnya terhenti karena Felisha memeluknya dari belakang.
"Kenapa sayang ?" tanya Bagas
Felisha tidak menjawab,ia membenamkan wajahnya dipunggung Bagas dan semakin mengeratkan pelukannya.
Bagas tau apa maunya Felisha tapi ia pura-pura tidak mengerti.
"Mas mau berangkat sayang..ini sudah telat setengah jam " Bagas mengelus tangan Felisha yang membelit perutnya.
"Aku tidak ada teman ngobrol di rumah " ujar Felisha lirih.
"Mau ikut ke kantor ?" tanya Bagas
"Emang boleh ?" tanya Felisha
"Siapa yang berani larang istri boss ikut ke kantor ?" tanya Bagas sambil tersenyum.
"Aku siap-siap dulu " Felisha buru-buru masuk ke kamar untuk siap-siap ikut Bagas ke kantornya.
Bagas tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Felisha yang menurutnya sama seperti Luna.Mungkin ini adalah pengaruh dari kehamilannya.
Setelah siap Bagas pun membawa Felisha ke kantornya.Semua karyawan Bagas tersenyum ramah menyambut kedatangan bos mereka yang menggandeng istrinya dengan perut buncitnya.
"Mau saya buatkan minuman Bu ?" sekertaris Bagas menawarkan sesuatu kepada Felisha
"Teh hangat saja,kalau untuk bapak kopi " jawab Felisha.
"Baik Bu " wanita yang sudah cukup lama mengabdi di perusahaan Bagas pun pergi.
Tak lama ia kembali dengan membawa satu cangkir teh hangat untuk Felisha dan satu cangkir kopi untuk Bagas.
Bagas mulai sibuk dengan beberapa berkas yang menumpuk di meja sementara Felisha duduk di sofa sambil menikmati teh dan cemilan yang ia bawa dari rumah.
Sambil memeriksa berkas,sesekali Bagas menoleh kearah Felisha yang kini sibuk dengan ponselnya.
"Mau makan sesuatu ?" Bagas menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap kearah Felisha
"Tidak " jawab Felisha
Felisha tidak merasa lapar karena makanan yang ia bawa cukup banyak,Ia hanya merasa mulai bosan.
"Kalau lelah lebih baik kamu tidur " titah Bagas.
"Tidak sayang " jawab Felisha
Mendengar jawaban dari Felisha,Bagas pun kembali fokus pada pekerjaannya.
Satu jam kemudian Felisha pun merasa sangat bosan.Ia bangkit kemudian menghampiri Bagas dan duduk dipangkuannya.
"kerjaannya masih banyak mas ?" tanya Felisha tangannya mulai iseng mengusap dagu Bagas.
"Kenapa..kamu bosan ?" tanya Bagas sambil menyingkirkan jari Felisha yang mulai mempermainkan bibirnya.
"Tadi bosan.. Sekarang tidak lagi " jawab Felisha.
"Tidak bosan karena tangan kamu jahil " Bagas menangkap jari Felisha yang semakin jahil meraba seluruh wajah Bagas.
"Bukan jahil sayang..tapi aku sedang mengagumi wajah kamu yang ganteng " jawab Felisha.
__ADS_1
Bagas akhirnya menyerah,ia pun meletakkan berkas di meja.Kini fokusnya hanya pada istrinya yang sedang duduk dipangkuannya. Bagas hanya pasrah sambil memejamkan matanya ketika jari jemari Felisha menyusuri setiap inci wajahnya.
"Kok malah tidur Yang ?" Felisha membuka paksa matanya.
"Dielus kamu malah ngantuk " jawab Bagas
"Jangan tidur !" Felisha menggigit bibir bawah Bagas.
"Auw..sakit sayang..jahil banget sih kamu " Bagas meringis.
"Cara cium yang benar itu bukan digigit tapi begini.." Bagas pun menyatukan bibir mereka.
Felisha yang tidak siap mendapat ciuman dari Bagas sedikit kelabakan,namun sejurus kemudian ia dapat mengimbangi serangan Bagas yang tiba-tiba.
Mereka buru-buru saling melepaskan diri ketika sekertaris Bagas datang membawa amplop berwarna coklat.
"Ups..maaf pak " Wina buru-buru keluar dari ruangan Bagas.
Felisha yang masih berada diatas pangkuan Bagas hanya melongo dengan wajah memerah.
"Aduuh..malu banget sayang ketauan mbak Wina " Felisha turun dari pangkuan Bagas
"Makanya jangan suka mancing-mancing " ujar Bagas kembali melanjutkan pekerjaannya.
Felisha kembali duduk manis diatas sofa sambil melihat situs belanja online di ponselnya.
"Sayang..kapan kita akan membeli perlengkapan bayi ?" tanya Felisha
"Weekend end ya..biar anak-anak ikut " jawab Bagas tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer didepannya.
"Iya " jawab Felisha.
Bagi Felisha pergi dengan membawa semua anak-anak lebih menyenangkan.Suasana lebih terasa hangat dengan kehadiran ketiga anak mereka.
Mendekati jam makan siang,Bagas merapikan semua pekerjaannya.Beberapa berkas yang berserakan dimeja sudah mulai ia susun dengan rapi.
"Kita makan siang..kamu mau makan siang dimana ?" tanya Bagas
"Bos besarnya kan kamu " Bagas menjawil dagu Felisha.
"Kalau begitu terserah suami ku tercinta saja " jawab Felisha sambil menggelendot dilengan Bagas. "Apapun yang kamu pesan pasti aku makan,karena dedek di perut aku sudah lapar "
"Ya sudah kalau begitu terserah mas ya " Bagas menuntun Felisha mencari tempat untuk mereka makan siang.
Bagas membawa Felisha ke sebuah resto yang berada tidak jauh dari kantor Bagas
Bagas memesan dua beef steak black pepper sauce untuk mereka.
"Kamu harus coba Sayang..ini menu andalan resto ini " ujar Bagas ketika pesanan mereka sudah datang.
Bagas mengambil piring milik Felisha dan memotong beef steak itu menjadi potongan kecil agar memudahkan istrinya itu memakannya.
"Nanti kita ajak anak-anak kesini ya mas " ujar Felisha sambil mulai mengunyah. Iya teringat pada kedua putra kembarnya yang sedang banyak makan.Berbeda dengan Luna yang masih harus dibujuk untuk makan.
"Iya " jawab Bagas
Ketika mereka sedang menikmati steak,perhatian keduanya tertuju pada dua orang yang baru datang dan sedang mencari meja.
"Sayang..itu kak Ezra sama Ajeng " bisik Felisha
"Sstt.. biarkan saja jangan ganggu mereka.Kita pura-pura tidak lihat saja " jawab Bagas.
"Iya sayang " jawab Felisha sambil melanjutkan makannya.
Meja Bagas dan Felisha yang berada di sudut membuat Ezra dan Ajeng tidak melihat keberadaan mereka.
Setelah Bagas dan Felisha menghabiskan makanannya mereka pun pulang.Bagas sempat membayar tagihan makan Ezra dan Ajeng.
__ADS_1
"Pulang ke kantor atau ke rumah ?" tanya Bagas
"Terserah..aku ngikut saja kemana suamiku membawaku pergi " jawab Felisha sambil menyandarkan kepalanya dibahu kiri Bagas.
Bagas tertawa sambil mengacak rambut Felisha. "Kita pulang saja ya,biar kamu bisa istirahat "
"Baik boss " jawab Felisha.
Bagas kembali tertawa,Hatinya benar-benar bahagia melihat istrinya begitu manja kepadanya.
Jika berpikir ke belakang,Bagas merasa dirinya manusia yang paling bodoh karena telah menyia-nyiakan Felisha dan Luna yang kini justru menjadi sumber kebahagiaan nya.
Sepanjang perjalanan pulang,tangan kiri Bagas sesekali mengusap perut Felisha yang sudah semakin membesar menandakan jika buah cinta mereka tumbuh dengan sehat di perut istrinya itu.
"Mau sesuatu ?" tanya Bagas
Felisha menggeleng,dalam sehari entah berapa puluh kali Bagas menanyakan itu.Sepertinya Bagas tidak mau jika ada keinginan dari calon buah hatinya yang tidak terpenuhi.
"Perut aku sudah semakin sesak saja mas dari tadi makan terus " jawab Felisha
"Kan biar dedeknya sehat " ujar Bagas
"Ya..tapi tetap tidak boleh berlebihan Yang " jawab Felisha.
"Iya..iya.." jawab Bagas sambil tersenyum.Ia sangat menyukai ketika Felisha menyebutnya Yang.
"Sayang..jika bayi ini lahir kamu mau laki-laki atau perempuan ?" tanya Felisha sambil mengusap perutnya.
"Laki-laki atau perempuan sama saja " jawab Bagas.
"Iya " jawab Felisha
"Mas berharap dengan adanya anak ini membuat hubungan kita semakin kokoh.Kamu semakin baik sama suami..kalau sama anak-anak sih sudah tidak diragukan lagi " ujar Bagas.
"Kok ngomongnya begitu sih ? jadi selama ini menurut mas Bagas aku itu kurang baik ?" Felisha langsung cemberut.
"Selama ini kamu galak Yang..kadang suka membantah " jawab Bagas.
"Abisnya kamunya sih posesif banget..Ini tidak boleh..itu tidak boleh..dan cemburuan "
"Mas posesif karena mas itu sayang banget sama kamu..kalau soal cemburuan..ya karena mas takut kehilangan kamu " jawab Bagas jujur
"Dulu saja waktu kamu kabur ke Bandung mas cari, apalagi sekarang kamu lagi hamil,mas harus pastikan kamu baik-baik saja " sambung Bagas
"Jadi sekarang mas minta kamu itu nurut sama suami dan jangan suka membantah " pinta Bagas.
"Iya aku usahain " jawab Felisha
"Bukan aku usahain..tapi janji " pinta Bagas
"Iya sayang..janji !" jawab Felisha
"Pinter " ujar Bagas kembali mengacak rambut Felisha.
"Tapi kamu juga harus janji sayang " pinta Felisha
"Janji apa ?" tanya Bagas
"Mas harus setia..tidak ada wanita lain dikepala kamu selain Felisha.. FELISHA !" ujar Felisha
"Tidak bisa yang..untuk saat ini ada dua wanita dihati mas " jawab Bagas
"Jadi kamu mendua ?" Felisha langsung melotot.Bagas mengangguk
"Iya..ada dua wanita dihati mas yaitu Felisha binti Irawan dan Aluna Bagas Hadipranoto " jawab Bagas
"Sayaaang..aku pikir kamu selingkuh.Kalau sampai kamu selingkuh aku sunat punya kamu !" ancam Felisha
__ADS_1
Bagas bergidik ngeri sambil menutup selangkangannya dengan tangannya.
Tetap Dukung ya Readers..like,komen dan Vote nya.. happy reading 😘😘😘