
Kabar tentang Luna yang mendapatkan juara pertama lomba mewarnai akhirnya sampai kepada Kenzo dan Papih Mamihnya. Keesokannya Kenzo datang dengan membawa hadiah untuk Luna.
"Ini untuk Luna.. kalau hadiah dari mamih nanti sepulang mamih dari Bali " Kenzo memberikan dua batang coklat untuk Luna.
"Makasih kakak Ken " Luna tampak senang mendapat coklat dari Kenzo
"Hadiah apa Ken..Tante tidak mengerti ?" tanya Felisha
"Mamih janji mau kasih hadiah buat Luna kalau Luna juara " jawab Kenzo.
"Ooh begitu " ujar Felisha sambil tersenyum
"Aku tidak minta mom..Mamih kakak Ken yang mau kasih " ujar Luna.
"Iya Sayang " jawab Felisha.
Setelah memberikan coklat untuk Luna, si kembar mengajak Kenzo untuk berenang di kolam renang yang ada di belakang rumah.
Kenzo buru-buru pulang untuk mengambil celana renangnya. Melihat kedua kakaknya dan Kenzo asik berenang Luna pun akhirnya ikut berenang dengan diawasi mbak Mia.
Weekend ini anak-anak sepertinya sedang betah di rumah. Mereka tidak merengek ingin menginap di rumah bunda seperti biasanya.
Ketika anak-anak anteng berenang, Bagas dan Felisha pun anteng berduaan di dalam kamar.
Felisha tampak duduk diatas pangkuan Bagas dengan bibir saling bertautan.
Tidak ada suara disana kecuali suara deru napas yang saling memburu dan suara decapan dari bibir keduanya.
Felisha mendesah ketika bibir Bagas mulai merambat turun menyusuri leher dan berhenti di dada Felisha yang membusung padat.
Bagas menulikan dirinya ketika Felisha mengeluh jika dadanya sakit karena Bagas tidak sengaja menggigitnya dengan gemas.
Bagas terus mengeksplorasi benda kesukaannya itu dengan mulut dan lidahnya, sementara tangannya mulai menyusup disela-sela paha Felisha.
Dari luar terdengar suara teriakan Luna yang sedang memberi semangat kepada ketiga ABG ganteng yang sedang berlomba renang.
Disebelahnya mbak Mia pun ikut bertepuk tangan.
Felisha semakin asik menggoyangkan pinggulnya diatas pangkuan Bagas, sementara Bagas sendiri terlihat menyandarkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam dan mulut yang tidak berhenti meracau memanggil nama Felisha.
"Aarghh..Fe.. Felisha.."
__ADS_1
Melihat Bagas terus menyebut namanya membuat Felisha semakin semangat bergerak . Seperti seorang musafir yang sedang kehausan Bagas kembali melahap dada Felisha yang tampak bergerak-gerak seirama pergerakan pinggulnya.
Felisha memanggil nama Bagas ketika ia akan sampai pada puncaknya, begitu juga dengan Bagas.Keduanya mengerang saling menyebutkan nama sebelum akhirnya Felisha lemas dengan napas tersengal-sengal diatas pangkuan Bagas.
Felisha dan Bagas kembali saling menautkan bibir dengan senyum puas terpancar diwajah keduanya.
"Mau lagi ?" tanya Bagas menggoda.
"Tidak.. sebentar lagi anak-anak selesai berenang " jawab Felisha dengan tangan masih membelit leher Bagas.
"Mereka tidak akan selesai dengan cepat, apalagi ada Kenzo " ujar Bagas.
"Iya tapi jagoan kecil kita sudah bangun Yang " Felisha menunjuk kearah Abimanyu yang mulai bergerak-gerak diatas ranjang.
"Aarrgh..Abi tidak pengertian sekali sama Daddy " keluh Bagas sambil menenggelamkan wajahnya didada Felisha.
"Kamu lucu sekali Mas..kalau seperti ini kamu tidak ada bedanya sama Abi " Felisha terkikik
"Like father like son " jawab Bagas tersenyum bangga.
Bagas baru melepaskan Felisha ketika Abi sudah benar-benar bangun. Bocah tampan itu melongo melihat Mommy dan Daddy nya sedang pangku-pangkuan.
Namun tidak lama kemudian tangis Abi langsung pecah ketika melihat miliknya sedang dinikmati oleh Daddy nya.
"Ya.. sekarang gantian Abi.. Daddy sudah kenyang " ujar Bagas sambil menurunkan Felisha dari pangkuannya.
"Dasar kanebo mesum " umpat Felisha sambil beranjak menggendong Abimanyu yang masih menangis tidak ikhlas melihat miliknya dinikmati oleh Daddy nya.
Felisha membawa Abimanyu ke kolam renang dimana kakak-kakaknya sedang asik berenang. Melihat kakak-kakaknya berenang tangis Abimanyu pun langsung berhenti.
Abimanyu tertawa melihat Luna yang sedang berenang dengan balon bebeknya.Tangan dan kaki nya bergerak-gerak lincah ingin turun.
Bagas yang sudah selesai mandi menyusul Felisha dan Abi ke kolam. Luna langsung heboh begitu Daddy nya datang.
"Daddy..tadi kakak Nakula dan Sadewa balapan renang sama kakak Ken..yang menang kakak Dewa " oceh Luna.Bagas tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Kamu mandi gih Sayang...atau mau mas mandiin di kolam sama anak-anak ?" bisik Bagas sambil mencolek pinggang Felisha.
Setelah menyelesaikan olahraga bersama dengan kanebo mesumnya dikamar, Felisha memang tidak sempat membersihkan dirinya karena Abi keburu bangun dan menangis.
"Iya..aku mau mandi " jawab Felisha sambil menyerahkan Abi kepada Bagas. Abimanyu terus terlonjak-lonjak dalam gendongan Bagas ingin bergabung dengan kakak-kakaknya.
__ADS_1
Setelah puas berenang, anak-anak mulai naik dan mandi. Luna dimandikan oleh mbak Mia sementara Felisha pun sedang membersihkan dirinya di kamar mandi kamarnya.
Selesai mandi Felisha menyuruh pelayan untuk membuatkan makanan dan minuman untuk anak-anak yang baru selesai berenang.
Melihat pelayan datang membawa makanan dan minuman anak-anak pun langsung berhamburan memburu makanan yang diletakkan di meja dekat kolam.
Meskipun tubuh Luna yang paling kecil, namun ia tidak mau kalah mengambil makanan dan minuman lebih dulu.
*
Beberapa hari kemudian Mamih dan Papih Kenzo yang baru pulang dari Bali untuk urusan bisnis datang ke rumah Bagas bersama Kenzo.
Mereka membawa beberapa hadiah untuk Luna.
"Ini semua untuk Luna ?" tanya Luna tidak percaya.
"Iya..itu semua hadiah untuk Luna " jawab Mamih Ken sambil tersenyum.
"Banyak banget " ucap Luna senang sambil membuka satu persatu hadiah nya.
Bagas dan Papih Kenzo hanya tersenyum melihat Luna yang sibuk sendiri membuka hadiahnya. sementara Kenzo dan si kembar anteng di kamar atas.
Luna sangat senang mendapatkan hadiah peralatan sekolah lengkap dan beberapa mainan edukatif yang sengaja Mamih Kenzo pilihkan untuk anak seusia Luna.
"Terimakasih Mamih kakak Ken " Luna mendekat kearah Mamih Ken dan mencium pipinya.
"Sama-sama Sayang " Mamih Ken sangat terharu mendapatkan ciuman dari Luna.
"Kenapa cuma Mamih kakak Ken yang dikasih cium..Papih kakak Ken tidak dapat cium ?" Papih Ken merasa iri
Dengan malu-malu Luna menghampiri Papih Ken kemudian mencium kedua pipinya.
"Akhirnya merasakan lagi dicium anak kecil " seloroh Papih Ken sambil memegang pipinya.
Bagas dan Felisha tertawa melihat Papih Ken yang sangat senang mendapat ciuman dari Luna.
"Ken sudah besar..sudah tidak mau mencium Papihnya " keluh Mamiih Kenzo sambil tertawa.
"Nakula dan Sadewa juga begitu..dia sudah tidak mau mencium Daddy nya.. kalau mencium Mommy nya masih mau " ujar Bagas.
Dua pasang orangtua itu anteng mengobrol. Bagas dan Papih Ken tampak serius membicarakan bisnis sementara Felisha dan Mamih Kenzo memilih dapur sebagai tempat mereka ngobrol sambil menyuapi Luna makan.
__ADS_1
Mamih Kenzo menceritakan mimpinya untuk memiliki seorang putri yang tidak pernah kesampaian. Itulah sebabnya ia dan suaminya sangat senang jika Luna sering bermain ke rumahnya. Apalagi Kenzo pun terlihat sangat menyayangi Luna seperti adiknya sendiri.