
Pagi ini setelah Nakula dan Sadewa pergi sekolah dengan mobil jemputan nya, Felisha menyiapkan semua keperluan untuknya dan anak-anak nginep di rumah bunda.
Satu tas berisi baju Felisha dan anak-anak sudah Bagas masukan ke dalam mobil, begitu juga koper milik Bagas.
"Ini dibawa jangan? " Bagas menunjuk boneka kesayangan Luna.
"Iya dibawa " jawab Felisha sambil membangunkan Luna.
"mommy.. aku masih ngantuk "
"Kan kita mau ke rumah enin.. sekalian mommy mau antar daddy ke bandara "
Felisha membantu Luna membuka bajunya ketika Luna sudah membuka matanya dengan sempurna.
Felisha membawa Luna ke kamar mandi untuk dimandikan, sementara Bagas duduk di sopa kamar mereka menunggu Luna dan Felisha siap-siap.
Setelah kedua wanita itu siap, mereka pun pergi ke rumah bunda untuk mengantarkan Luna. Di jalan Felisha menyempatkan menyuapi Luna makan karena ia buru-buru harus mengantarkan Bagas ke bandara.
"Selama daddy tidak ada Luna tidak boleh nakal ya " pesan Bagas
Luna menjawab dengan anggukan karena mulutnya penuh dengan makanan.Bagas tersenyum sambil mengusap pipi Luna gemas.
Setelah menitipkan Luna pada mertuanya, Bagas dan Felisha pun berangkat ke bandara. Dio sudah pergi duluan diantar ayah.Sepanjang perjalanan ke bandara keduanya tak ada yang bersuara.
"Fe... kamu belum menjawab pertanyaan saya kemarin " Bagas tiba-tiba membuka suara.
"Pertanyaan yang mana? " tanya Felisha
"Apakah kamu mau menerima cinta saya " jawab Bagas. Felisha tertawa
"Kenapa kamu tertawa? " tanya Bagas
"Orang tuh kalau menyatakan cinta sambil makan malam romantis.. mas Bagas ngungkapin cinta sambil ngeloyor ke kamar mandi " jawab Felisha
"Saya bukan pria yang romantis " jawab Bagas
"Tapi jika kamu mau, saya akan belajar "
__ADS_1
Felisha diam, ia menatap sekilas kepada Bagas .
"Tidak perlu memaksakan.. cukup jadi diri sendiri saja " jawab Felisha. Bagas mengangguk
"Jadi.. sudah punya jawaban untuk saya? " tanya Bagas
"Apakah mas Bagas akan membiarkan jika saya memilih mundur? " Felisha menjawab pertanyaan Bagas dengan sebuah pertanyaan
"Tidak akan " jawab Bagas tegas
"Jadi.. untuk apa mas Bagas repot-repot menanyakan jawaban kepada saya jika mas Bagas sudah tau jawabannya "
"Apa itu artinya kamu kamu menerima cinta saya.. dan memberikan kesempatan kedua? " tanya Bagas lagi. Felisha mengangguk
"Terimakasih Fe " Bagas menggenggam tangan Felisha dengan tangan kirinya.
"Saya pastikan kamu tidak akan menyesal telah memberi saya kesempatan kedua " ujar Bagas.
Sesampainya di bandara, Bagas enggan turun dari mobil
"Kenapa saya jadi malas pergi ya " ujar Bagas
"Sana pergi.. cari uang yang banyak " Felisha mendorong Bagas untuk keluar dari kursi kemudi.
"Iya.. iya.. saya pergi "
Sebelum keluar dari mobil, Bagas merangkum wajah Felisha dan mencium bibir Felisha lembut. Sekilas namun cukup membuat lutut Felisha kembali lemas.
"Saya pergi.. jaga anak-anak " pesan Bagas sebelum keluar dari mobil. Felisha mengangguk. Bagas menarik koper kecilnya meninggalkan Felisha didalam mobilnya.
Setelah Bagas tidak terlihat Felisha pun melajukan mobilnya menuju kantor. Hari ini ia sedikit terlambat datang ke kantor.
Bagas
Sebelum aku pergi, aku ingin mendengar jawaban dari pertanyaan ku kemarin.
"Pertanyaan mana? " dia malah bertanya padaku. Sepertinya dia lupa jika kemarin aku memintanya menerima cintaku.. atau dia sengaja pura-pura lupa? entahlah
__ADS_1
"Apakah kamu mau menerima cinta saya? " kuulangi pertanyaan kemarin.
Diluar dugaan dia malah tertawa. Dia protes dengan caraku menyatakan cinta padanya. Oke.. aku cukup paham. Sepertinya aku harus mengajaknya makan malam romantis untuk membuat nya senang.
Semua perdebatan berakhir... dia menerima cintaku dan memberikan kesempatan kedua padaku.
Bahagia.. sudah pasti. Akhirnya wanita yang diam-diam mengisi kekosongan dalam hatiku setelah ditinggalkan Kinara itu kini akan menjadi miliku seutuhnya.
Dan kepergianku kali ini menjadi berbeda. Seperti ada yang membebani langkahku melarangku untuk jauh dari wanita yang masih termangu didalam mobilnya setelah bibirnya aku cium sekilas.
Jika saja dia tidak harus pergi ke kantor, ingin sekali kubawa dia ke Bali bersamaku dan ku eksekusi disana. Tapi semua pikiran gila itu ku tepis jauh-jauh. Aku tak ingin anak-anak panik mencari ibunya.. Aku masih bisa bersabar selama dua hari lagi.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Felisha baru saja menidurkan Luna dan si kembar. Setelah memastikan anak-anak tidur, Felisha mengambil ponselnya. Satu pesan masuk dari nomer dengan nama kontak daddy nya anak-anak.
*Anak-anak sedang apa?
Baru tidur* jawab Felisha
oke balas Bagas
Hanya anak-anak yang ditanya,Felisha pun mengerucutkan bibirnya. Namun sejurus kemudian senyum Felisha mengembang ketika panggilan Video dari Bagas masuk.
"Anak-anak sudah tidur " Felisha mengarahkan kamera ponselnya ke anak-anak yang terlelap diranjang.
"Tadi kan kamu sudah bilang.. sekarang saya ingin lihat mommy nya " ujar Bagas.
"Mommy nya sedang tidak ingin dilihat " Felisha tetap mengarahkan kamera ponselnya kepada Luna dan si kembar.
"Kenapa? " tanya Bagas
"Tidak mau saja " jawab Felisha, tidak mungkin ia mengatakan pada Bagas jika ia malu ketika bertatapan dengannya.
"Ya sudah.. saya kasih kesempatan kamu dua hari untuk menghindar dari saya.. setelah itu jangan harap kamu bisa lolos dari saya " ujar Bagas penuh peringatan.
Felisha menelan ludah kasar.. Sepertinya Felisha harus terbiasa menghadapi Bagas yang jauh dari kata romantis... lebih tepatnya kaku seperti kanebo kering.
__ADS_1