
Setelah puas berenang Bagas pun membawa anak-anak dan istrinya pulang.Mereka masih akan menginap satu malam lagi di Bandung.
Kenzo memang meminta ijin kepada Mamih dan Papihnya di Bandung selama dua hari.
Malamnya Mamihnya Kenzo sempat menelpon Felisha untuk menanyakan putranya, Felisha bilang anak-anak baik-baik saja bahkan sekarang Kenzo sudah tertidur.
"Siapa Yang ?" tanya Bagas setelah Felisha mengakhiri sambungan telepon dengan Mamih Kenzo.
"Mamihnya Kenzo " jawab Felisha.
"Oooh " ujar Bagas sambil meletakan kepalanya dipangkuan Felisha. Disebelah nya Aluna dan Abi terlelap dengan nyenyak.
"Besok mau ajak anak-anak main kemana lagi Mas ?" tanya Felisha.
"Sepertinya ke peternakan teman Mas yang dulu pernah kita kunjungi..tuan putri masih ingin naik kuda " jawab Bagas sambil melirik Luna.
Felisha tertawa ketika Bagas menyebut Luna tuan putri. Selama ini Bagas memang memperlakukan Luna layaknya seperti seorang putri.
"Atau kamu ingin pergi ke suatu tempat ?" tanya Bagas.
"Kemanapun aku ikut..asal sama kamu " jawab Felisha sambil memainkan bibir Bagas dengan jarinya.
Felisha menurunkan kepala Bagas dari pangkuannya ketika Abimanyu terjaga dan merengek mencari Felisha.
"Mommy ada Sayang " Felisha mengusap-usap punggung Abimanyu sampai bocah itu kembali tertidur.
Setelah Abimanyu kembali tertidur, Felisha kembali menidurkan bayi besarnya yang tidak kunjung tidur juga.
"Cepetan tidur..besok pasti akan sangat melelahkan membawa anak-anak bermain lagi " Felisha mencubit tangan Bagas yang iseng mencolek-colek pinggang Felisha.
'Kamu seperti tidak tau suami kamu saja..mana bisa Mas tidur kalau tidak.."
Bagas tidak melanjutkan ucapannya karena Felisha langsung melotot kearahnya.
"Tidur aku bilang !"
"Iya.. iya..galak banget sih kamu " Bagas meringkuk disebelah Felisha.
Namun ketika Felisha mulai merebahkan dirinya disamping Bagas, pria itu kembali beraksi. Tangannya kembali menyelinap dibalik baju Felisha mencari sesuatu yang enak untuk ia genggam..dan akhirnya ia pun menemukannya.
"Maaas..ih kamu tu...mmmm " ucap Felisha ketika Bagas mulai meremasnya dan memainkan puncaknya dengan ibu jarinya.
Karena merasa pergerakan tangannya tidak leluasa Bagas pun menyuruh Felisha membuka bajunya.Felisha pun terpaksa menurut karena Bagas terus merengek.
"Seperti Abi saja " Felisha mencubit ujung hidung Bagas.Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya Bagas pun tertidur sambil menangkup dada Felisha.
Keesokannya setelah sarapan anak-anak langsung masuk kedalam mobil. Hari ini Bagas akan membawa mereka ke peternakan Kuda
untuk mengikuti permintaan si cantik Luna yang ingin naik kuda.
__ADS_1
Sesampainya di peternakan kuda milik teman Bagas, Luna sedikit kecewa karena kuda yang biasa ia tunggangi tidak ada.
Disana hanya ada tiga ekor kuda yang siap untuk ditunggangi. Bagas dan Felisha memilih menunggu anak-anak menunggangi kuda keliling perkebunan.
Kali ini Luna naik kuda bersama Kenzo, sedangkan Nakula dan Sadewa menunggangi kuda sendiri-sendiri.
Sepanjang perjalanan Luna tidak henti-hentinya berceloteh. Kenzo yang memeluk Luna dari belakang tampak begitu sabar menanggapi semua ocehan Luna.
"Kakak Ken..nanti kalau kita liburan lagi kakak ikut saja biar rame " ajak Luna.
"Iya nanti kakak ikut lagi " jawab Ken.
"Nanti kakak juga harus ikut kalau kita menginap di rumah Enin..disana ada dedek Alyn..keciiil banget seperti dedek Abi dulu " oceh Luna.
"Oh ya " Ken tertawa ketika melihat Luna mengatakan kecil dengan mimik yang lucu.
"Kalau Enin kakak dimana ?" tanya Luna
Kenzo mengernyit..mungkin yang Luna sebut Enin adalah grandma nya.
"Enin kakak ada di Jepang..dan di Bali " jawab Kenzo.
"Kakak punya dua eninnya ?" tanya Luna
"Iya " jawab Kenzo
"Kalau Luna cuma satu " Luna mengangkat jari telunjuknya.
Setelah anak-anak turun dari kuda mereka langsung disuguhi empat gelas susu hangat.
Melihat ketiga kakaknya turun dari kuda Abimanyu terlihat senang.Tangannya menggapai-gapai sambil mengeluarkan suara celotehan.
"Luna dan sibungsu mirip kamu banget Gas "
"Iya Dong " jawab Bagas bangga.
"Sepertinya mereka lebih manja dibanding si kembar "
"Iya..Luna dan Abi memang lebih manja daripada Nakula dan Sadewa..namun yang paling manja ya Luna..Apalagi waktu Feli hamil Abi..Feli tidak boleh dekat-dekat aku. " ujar Bagas sambil tertawa mengingat ulah Luna ketika Felisha hamil Abimanyu.
"Kalau yang itu anak siapa ?"
"Itu Kenzo..teman sekolah si kembar, kebetulan kami bertetangga " jawab Bagas.
"Campuran Bali-Jepang..jadi matanya agak sedikit sipit " ucap Bagas dengan suara pelan.
Selagi para orang dewasa mengobrol, sikembar dan Kenzo membawa Luna melihat-lihat pemandangan disekitar perkebunan. Luna yang centil menjadi sasaran bidikan kamera ketiga ABG tampan itu.
"Sudah ah capek " Luna menolak ketika Kenzo ingin mengambil photo Luna didekat kolam ikan.
__ADS_1
"Satu kali saja..nanti kakak belikan coklat " bujuk Kenzo.
"Tapi coklatnya dua " Luna mengangkat dua jarinya.
"Iya..nanti kakak kasih dua " jawab Kenzo.
Setelah terjadi kesepakatan akhirnya Luna pun mau menjadi photo model Kenzo.
Kenzo tersenyum menatap galeri ponselnya yang dihiasi beberapa photo Luna yang lucu-lucu.
Setelah puas bermain mereka pun pulang. Mereka beristirahat sejenak sebelum mereka kembali ke Jakarta pada sore harinya.
*
Ajeng menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. Disampingnya Ezra duduk dengan wajah terlihat bingung.
Siang tadi Ajeng meminta kepada Ezra untuk diantarkan ke rumah Felisha. Ajeng merasa rindu kepada keempat keponakannya setelah hampir dua Minggu tidak bertemu. Namun sesampainya disana Ajeng dibuat kecewa karena ternyata semua sedang pergi ke Bandung.
"Besok kita kesana lagi..mereka pasti sudah pulang " bujuk Ezra.
Ajeng tidak menjawab, ia tetap bersembunyi dibawah selimutnya.
"Sayang.. bagaimana kalau kita makan diluar " ajak Ezra.
"Tidak mau " Ajeng menolak.
"Ya sudah kalau tidak mau " Ezra tidak memaksa. Ia pun memilih merebahkan dirinya disamping Ajeng sambil mengelus perut buncit nya.
"Sehat-sehat ya diperut Mama " bisik Ezra diperut Ajeng.
Mendapat elusan diperutnya Ajeng pun menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang..kamu kok sabar banget sih menghadapi aku yang suka mengesalkan ?" tanya Ajeng sambil menatap intens wajah suaminya.
"Ya karena kamu istri aku..dan sekarang sedang mengandung anak aku " jawab Ezra.
"Kalau aku tidak sedang mengandung bagaimana ?" tanya Ajeng.
"Ya aku akan berusaha terus buat kamu hamil " jawab Ezra.
"Maksud aku..apa kakak akan sesabar ini menghadapi aku ?" tanya Ajeng
"Ya pasti dong.. karena kamu kan istri aku " jawab Ezra.Ajeng terlihat terharu mendengar jawaban dari Ezra. Tanpa diduga-duga Ajeng langsung menghambur memeluk Ezra erat.
"Kalau mau peluk jangan grasak-grusuk begitu.. ingat diperut kamu ada calon buah hati kita " omel Ezra.
"Maaf Sayang " jawab Ajeng.
"Malam ini dedek mau ditengok tidak ?" tanya Ezra
__ADS_1
"Mau " jawab Ajeng lirih.
"Baiklah " ujar Ezra langsung bergabung dengan Ajeng dibawah selimut.