Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Nembak Maksa


__ADS_3

Cindy yang sedang bersantai di rumahnya kaget ketika tiba-tiba ada seorang wanita cantik bernama Zhifana datang ke rumahnya.


Sore itu Zhifana memang sengaja datang ke rumah Cindy Karena disuruh Felisha untuk menjemput Cindy.


Cindy yang belum mengenal Zhifana tentu saja menolak.Karena Cindy terus menolak akhirnya Zhifana mengadu kepada Felisha.


Mendengar Cindy menolak ikut dengan Zhifana Felisha pun langsung menelpon Cindy.


"Tante tidak mau tau..kamu ikut dengan Zhi sekarang ke rumah " perintah Felisha.


Dengan terpaksa Cindy pun mau ikut dengan Zhifana. Selama beberapa tahun berteman dengan Luna Cindy baru tahu jika Felisha itu orangnya tidak bisa dibantah.


"Walaupun galak dan tidak suka dibantah tapi Tante Fe itu orangnya baik loh " Zhifana menyentuh lengan Cindy.


"Ngapain sih aku disuruh kesana kak ?" tanya Cindy lirih


"Tante Fe lagi pengen ngumpul kali..kan Sadewa sedang ada di Jakarta " jawab Zhifana.


"Kak Sadewa ada di Jakarta ?..kak aku pulang saja ya..perut aku tiba-tiba mules " Cindy mengurungkan niatnya untuk datang ke rumah Felisha bersama Zhifana.


"Ga boleh..bisa dipecat aku dari calon menantu kalau tidak berhasil bawa kamu " jawab Zhifana sambil tertawa. Cindy pun langsung mengkerut.


"Kamu itu mau ketemu pacar sendiri kenapa takut ?" tanya Zhifana.


Pacar ? Cindy sendiri lupa jika ia tidak sengaja telah menerima lamaran Felisha tempo hari.


"Sejak kapan kamu jadian sama Sadewa ?" tanya Zhifana penasaran.


"A..aku lupa " jawab Cindy tergagap.


"Kenapa harus malu " Zhifana tertawa melihat Cindy yang tampak gugup Ketika ditanya tentang hubungannya dengan Sadewa.


Kegugupan Cindy semakin bertambah ketika mobil Zhifana mulai memasuki halaman rumah megah Bagas.


Kedatangan Zhifana langsung disambut ciuman mesra dari Nakula yang sudah menunggu di teras.


Zhifana menuntun Cindy masuk. Sadewa yang sedang bercanda dengan Abimanyu kaget ketika melihat Zhifana datang bersama Cindy.


Sadewa melirik kearah Cindy yang terus menunduk mengikuti langkah Zhifana menuju dapur dimana Felisha dan Luna berada.


"Sudah ketemu Sadewa ?" tanya Felisha kepada Cindy.


"Su..sudah Tan barusan " jawab Cindy.


"Tante sengaja nyuruh Zhi jemput kamu. Tante ingin malam ini kita ngumpul..mumpung Sadewa sedang ada di Jakarta " ujar Felisha.

__ADS_1


"Iya Mom..susah banget ketemu sama kak Dewa..sibuk terus " keluh Luna.


"Ya namanya tugas negara harus diutamakan.. ya kan Cin ?" Felisha melirik kearah Cindy,


"I..iya Tan " jawab Cindy.


Malam itu mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Diantara semua yang berkumpul di meja makan hanya Cindy lah yang lebih banyak diam dan tidak banyak bicara.


Cindy hanya bersuara ketika ada yang bertanya kepadanya.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan dengan mengobrol. Namun tidak lama kemudian Bagas dan Felisha masuk ke kamar mereka begitu juga dengan Abimanyu.


Cindy sempat dibuat bingung ketika Zhifana pamit pergi bersama Nakula dan kemungkinan akan langsung pulang.


"Nanti kamu pulang kakak antar " ucap Sadewa menjawab kebingungan Cindy.


Tidak lama kemudian Luna dan Kenzo pun meninggalkan Sadewa dan Cindy, mereka berpindah tempat ke teras depan meninggalkan Cindy dan Sadewa berdua di ruang keluarga.


"Kapan ujian ?" tanya Sadewa memecah keheningan diantara mereka setelah ditinggalkan oleh Nakula dan Luna beserta pasangannya.


"Bulan depan " jawab Cindy.


"Jadi kuliah di Bandung ?" tanya Sadewa lagi


"Belum tau.. bagaimana nanti saja " jawab Cindy.


"Kalau perlu nanti kakak bantu ngomong sama Mama dan Papa kamu " sambung Sadewa.


"Tidak usah kak " Cindy menolak niat baik dari Sadewa.


Ketika hari semakin malam Cindy akhirnya meminta pulang.


"Kakak pamit dulu sama Om dan Tante " ucap Cindy.


"Mereka pasti sudah tidur " jawab Sadewa sambil mengambil dompet dan kunci mobilnya.


Disaat yang bersamaan Kenzo pun akan pulang ke rumahnya.


"Mau kakak yang antar pulang ?" tanya Kenzo kepada saudara sepupunya.


"Gw saja yang antar " jawab Sadewa sambil menuntun Cindy masuk kedalam mobilnya.


ketika dalam perjalanan pulang Sadewa tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang gelap.


"Kenapa berhenti disini ?" tanya Cindy ketakutan.

__ADS_1


"Kakak mau tanya sesuatu sama kamu " jawab Sadewa.


"Tanya nya sambil jalan saja..aku takut " ujar Cindy.


"Kakak baru mau jalan kalau kamu sekarang bilang mau jadi pacar kakak " ucap Sadewa.


"Kenapa begitu ? ini namanya pemaksaan " jawab Cindy.


"Anggap saja begitu " jawab Sadewa santai sambil membuka kaca mobilnya dan menyulut sebatang rokok.


"Kakak jangan dibuka kacanya aku takut " Cindy mengguncang-guncang tangan Sadewa.


"Makanya jawab dulu..bilang mau jadi pacar kakak " jawab Sadewa sambil menyesap rokoknya.


"I..Iyya aku mau.. tapi jalan sekarang " jawab Cindy lirih.


"Sebentar tanggung ngabisin satu batang dulu " ujar Sadewa santai.


"Aku mau pulang sekarang..kalau tidak aku akan berubah pikiran " ancam Cindy.


"Oke..kita pulang sekarang " Sadewa membuang rokoknya yang masih panjang dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Berarti mulai malam ini kamu resmi jadi pacar kakak..selama jadi pacar kakak selain nurut sama Mama dan Papa kamu juga harus menurut sama kakak " Sadewa memberikan sederet aturan yang wajib Cindy patuhi.


"Tidak mau..semua aturan dari kakak itu memberatkan aku..aku mau semua aturan yang kakak buat itu juga berlaku untuk kakak " jawab Cindy.


"Baiklah " jawab Sadewa tersenyum..ternyata Cindy bisa juga bersikap tegas.


"Sampai kamu ujian sekolah kakak tidak akan ganggu kamu biar kamu fokus belajar..tapi kakak pastikan kamu akan kuliah di Bandung " ujar Sadewa yakin.


"Bagaimana caranya ?" tanya Cindy.


"Itu urusan kakak..kamu cukup ikuti saja perintah kakak " jawab Sadewa.


"Baiklah " jawab Cindy.


Setelah terjadi kesepakatan mereka pun melanjutkan perjalanan. Sadewa diam-diam tersenyum ketika melihat Cindy sudah mulai terlihat santai ketika berbicara dengannya.


Ketika mereka sudah sampai, Cindy langsung turun dari mobil.


"Kakak tidak disuruh mampir dulu ?" tanya Sadewa.


"Ini sudah malam kak..aku nya juga sudah ngantuk mendingan kakak langsung pulang saja...dadaah " Cindy melambaikan tangannya sambil masuk kedalam rumah.


"Gw diusir sama anak kecil ..awas saja besok-besok gw pastikan bocah itu ga akan berani ngusir gw lagi " gumam Sadewa sambil tertawa dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Cindy.

__ADS_1


Keesokannya Sadewa pulang ke Bandung. Ia tidak sempat menemui Cindy terlebih dahulu karena gadis itu.sudah pergi ke sekolah.


Setelah resmi jadian Sadewa benar-benar menepati janjinya untuk tidak mengganggu sampai Cindy selesai ujian. Sadewa ingin Cindy fokus pada pelajaran nya. Begitu juga dirinya yang fokus pada pekerjaan nya.


__ADS_2