
Jam 11 siang Felisha membangunkan anak-anak dan calon mantu yang masih terkapar diatas kasur.
"Kakak masih ngantuk Mom..semalam dedek tidak mau tidur maunya main terus " keluh Luna diantara sisa kantuknya.
"Tapi ini sudah siang..cepetan kalian mandi " titah Felisha.
Diantara mereka berempat Cindy lah yang buru-buru pergi ke kamar mandi. Sedangkan Luna, Kenzo dan Sadewa masih mengumpulkan nyawa mereka.
Keesokannya mereka semua kembali ke Jakarta. Hanya Sadewa sendiri yang langsung terbang ke Bandung karena tugas negara yang sudah menantinya.
Beberapa hari setelah kepulangan mereka dari Bali tanpa sepengetahuan Cindy Felisha mendatangi rumah Cindy untuk membicarakan kelanjutan hubungan Cindy dengan Sadewa.
Kedua orangtua Cindy yang sudah cukup dekat mengenal keluarga Bagas tidak keberatan ketika Felisha meminta untuk segera menyiapkan berkas pernikahan Cindy dan Sadewa.
Semua berkas yang Sadewa minta sudah hampir lengkap semua, tinggal satu yang belum yaitu pas photo gandeng Sadewa dan Cindy.
Pada saat pulang ke Jakarta Sadewa mengajak Cindy ke sebuah studio photo. Tanpa sepengetahuan Cindy Sadewa telah menyiapkan Pdh lengkap dengan segala atributnya di dalam mobil.
Pada saat akan dilakukan sesi photo Cindy termangu ketika Sadewa mengganti bajunya dengan seragam Pdh yang sudah ia siapkan.
"Ini untuk apa sih kak, pake seragam polisi segala ?" tanya Cindy heran.
"Salahsatu persyaratan biar kamu bisa kuliah di Bandung " jawab Sadewa.
"Masa sih..ngapain juga harus pake photo beginian " gumam Cindy. Namun jujur Cindy sempat terkagum-kagum melihat Sadewa yang terlihat tampan dan gagah dengan seragam Polisi nya.
Sadewa hanya tersenyum tipis mendengar gumaman Cindy.
Setelah selesai Sadewa kembali mengganti bajunya dan menggantung baju dinasnya untuk dimasukan kedalam mobil.
"Kalau semua urusan ini selesai nanti kamu kakak kasih hadiah " ucap Sadewa ketika mereka meninggalkan studio photo.
"Hadiah apa ?" tanya Cindy.
"Rahasia " jawab Sadewa.
"Paling juga coklat..kayak kakak Ken saja ngedeketin Luna pake coklat..untung tuh gigi Luna tidak bolong-bolong kebanyakan makan coklat " cibir Cindy. Sadewa hanya tertawa.
Setelah urusan pemberkasan selesai Cindy masih harus menjalani serangkaian tes yang terdiri dari psikotes, wawancara dan tes kesehatan.
Dari sanalah akhirnya Cindy tau jika Sadewa ternyata sedang mengajukan permohonan nikah kantor.
Setelah selesai melakukan serangkaian tes, Cindy dan Sadewa pun menjalani sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk) ditempat Sadewa berdinas.
Sidang BP4R dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan anggota dan pasangannya untuk melakukan pernikahan dengan anggota Polri mengingat tugas dan tanggung jawab Polri yang berat.
Tahun ini adalah tahun yang cukup berat untuk Cindy. Selain mempersiapkan persyaratan masuk ke perguruan tinggi, Cindy juga harus melakukan serangkaian persyaratan pernikahan dengan Sadewa.
"Sekarang kamu sudah resmi menjadi anggota Bhayangkari " ujar Sadewa begitu mereka pulang dari kantor tempat Sadewa berdinas.
"Iya " jawab Cindy dengan wajah lelahnya.
Cindy tidak mengira jika ia akan secepat ini menikah dengan Sadewa. Padahal mereka berpacaran hanya hitungan bulan itupun karena ditodong oleh Felisha.
"Acara akad nikah dan resepsi mau di Jakarta atau di Bali ?" tanya Sadewa.
"Terserah kakak " jawab Cindy sambil menguap.
Sadewa hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum ketika tidak lama kemudian Cindy pun tertidur di dalam mobil.
Setelah beberapa bulan yang lalu keluarga Bagas menikahkan Nakula, kini keluarga Bagas mulai disibukkan kembali dengan persiapan pernikahan Sadewa dengan Cindy.
Rencananya acara akad nikah dan resepsi akan dilaksanakan di Bali namun untuk tempatnya kali ini Sadewa dan Cindy memilih diadakan di hotel milik Bagas.
Acara pernikahan Cindy dan Sadewa sedikit berbeda dengan pernikahan Nakula dan Zhifana.
Sadewa dan Cindy melaksanakan acara akad nikah sehari sebelum acara resepsi. Untuk acara resepsi pun Sadewa dan Cindy harus melalui upacara Pedang Pora sebelum mereka menuju ke pelaminan.
Cindy yang biasa pecicilan kini terlihat anggun bersanding dengan Sadewa yang tampak gagah dengan seragam kebesarannya.
__ADS_1
"Habis ini giliran kita..kamu siap-siap " bisik Kenzo ditelinga Luna.
Luna hanya diam tidak berani membantah lagi karena ia memang pernah mengatakan baru mau menikah jika kedua kakaknya sudah menikah.
"Tapi kuliah aku belum beres kak "
"Cindy saja baru lulus SMA langsung nikah masa kamu tidak berani " pungkas Kenzo.
"Terserah kakak saja " jawab Luna.
"Sayang..diantara mereka kita yang paling lama pacaran malah kita yang belakangan nikah " ujar Kenzo.
"Siapa suruh macarin aku dari kecil " jawab Luna sambil mencubit lengan Kenzo.
"Ya kalau cinta bagaimana " jawab Kenzo lirih.
Setelah acara resepsi pernikahan Sadewa dan Cindy selesai Bagas sekeluarga pulang ke Villa kecuali sepasang pengantin baru yang akan menghabiskan malam pertama mereka di hotel.
Begitu masuk ke kamar pengantin mereka Cindy langsung mencopot sepatu hak tingginya dan dilemparkan ke sudut kamar.
"Ternyata menikah itu melelahkan " keluh Cindy.
"Kakak bantuin dong bukain ini " Cindy menunjuk hiasan dikepalanya.
Sadewa pun mendekat untuk membantu melepaskan semua hiasan di rambut Cindy.
"Mau sekalian dibantuin buka gaunnya tidak ?" tanya Sadewa.
"Tidak usah bisa sendiri " jawab Cindy sambil beranjak ke kamar mandi untuk membuka gaunnya dan kemudian membersihkan tubuh dan makeup nya.
"Ini pasti kerjaan kak Zhi " Cindy protes ketika hanya ada lingerie yang tersedia di lemari. Kemarin Zhifana mengatakan jika ia menyiapkan baju khusus untuk Cindy pakai dimalam pertama mereka.
"Tidak usah protes..pake saja " ujar Sadewa sambil bergantian ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Sadewa pun memakai piyamanya.
"Pakai saja " Sadewa tidak keberatan ketika salah satu piyamanya dipakai oleh Cindy.
Sadewa tertawa melihat Cindy yang terlihat lucu ketika memakai piyama miliknya yang kebesaran di tubuh Cindy.
Setelah memakai piyamanya mereka pun naik keatas ranjang pengantin mereka yang indah dan bersiap untuk tidur. Sadewa merengkuh tubuh Cindy agar tidur dalam pelukannya.
Sadewa dan Cindy terlalu lelah untuk menikmati malam pertama mereka saat ini.Yang mereka butuhkan saat ini adalah tidur yang nyenyak.
Keesokannya Cindy menelpon Luna minta diantarkan koper miliknya ke hotel karena disana terdapat bajunya dan baju Sadewa.
Luna datang ke hotel bersama Kenzo. Begitu masuk kedalam kamar Luna menutup matanya dengan kedua tangannya takut melihat sesuatu yang mengerikan.
"Ngapain sih Lo pake tutup mata segala? " tanya Cindy.
"Lo sama kak Dewa tidak telanjang kan ?" tanya Luna.
"Apaan sih..orang kak Dewa masih tidur " jawab Cindy sambil membongkar kopernya. Mendengar jawaban dari Cindy Luna pun membuka matanya.
Melihat Sadewa yang masih tertidur lelap Luna pun iseng menjahili kakaknya dengan menggelitiki hidungnya.
"Diam dek..jangan ganggu kakak masih ngantuk " ucap Sadewa masih dengan mata terpejam.
"Kakak kok tau sih kalau aku yang jahilin kakak ?" tanya Luna heran.
"Ya tau dong..soalnya yang suka jahil itu kamu Cindy tidak berani jahil begitu " jawab Sadewa.
"Bukan tidak berani tapi belum berani kali " seloroh Kenzo sambil tertawa. Sadewa yang baru membuka matanya pun ikut tertawa.
"Sayang pulang yuk !" ajak Kenzo kepada Luna.
Kenzo merasa tidak enak terlalu lama berada di kamar pengantin Sadewa dan Cindy takut mengganggu acara bulan madu mereka.
"Iya mendingan kalian pulang sana " usir Sadewa.
__ADS_1
'Kakak gitu sih udah nyuruh bukan terimakasih malah ngusir " Luna langsung cemberut.
"Emang siapa yang nyuruh kalian kesini ?" tanya Sadewa.
"Aku yang nyuruh..buat nganterin koper kita kesini " jawab Cindy.
"Ooh " ujar Sadewa.
Setelah mengantarkan koper, Luna dan Kenzo pun pulang.Mereka harus bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Sedangkan Cindy dan Sadewa masih akan tinggal di Bali sampai beberapa hari kedelapan.
"Neng sudah mandi belum ?" tanya Sadewa sambil menatap Cindy yang sedang sibuk memindahkan baju-baju mereka dari dalam koper ke lemari.
"Belum " jawab Cindy tanpa menoleh sedikitpun kepada Sadewa.
"Mandi yuk " ajak Sadewa.
"Kakak saja duluan..aku mau beresin ini dulu " Cindy tampaknya enggan di ganggu.
"Beresin bajunya nanti lagi mending kita mandi dulu " Sadewa turun dari kasur kemudian mengangkat Cindy di bahunya dan dibawa ke private pool yang ada dibelakang kamar mereka.
"Kakak..aku belum pake baju renang " Cindy berontak sambil memukul-mukul punggung Sadewa.
"Tidak pake apa-apa malah bagus " Sadewa tersenyum nakal kemudian menceburkan Cindy kedalam kolam.Setelah itu Sadewa pun menyusul menceburkan dirinya kedalam kolam. Akhirnya mereka pun berenang masih mengenakan piyamanya.
Dikolam pun mereka hanya sebentar berenang nya. Disana mereka lebih banyak berpelukan sambil saling menautkan bibir dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai naik.
"Kamu tidak apa-apa kan bulan madu kita tidak seperti Nakula dan Zhifana ?" tanya Sadewa setelah melepaskan sejenak tautan bibir mereka.
"Tidak apa-apa " jawab Cindy.
Setelah dua jam berada di kolam renang mereka pun naik.Pelayan hotel sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
Sambil makan Cindy sibuk membalas pesan yang masuk di ponselnya.
"Simpan dulu hapenya makan yang bener " omel Sadewa.
"Bentar..ini banyak banget pesan yang masuk kak " jawab Cindy dengan mata tertuju pada layar ponselnya.
"dari siapa ?" tanya Sadewa.
"Dari grup chat Bhayangkari yang paling banyak " jawab Cindy.
"Balasnya nanti saja..kamu makan dulu. Kakak tidak mau kamu sakit di malam pertama kita " Sadewa mengambil ponsel Cindy dan dimasukkan kedalam saku bajunya.
"Iya..iya " Cindy pun mulai makan dengan serius.
"Kakak pernah janji katanya kalau sudah selesai semua urusan berkas aku mau dikasih hadiah..kakak lupa ya ?" Cindy mengingatkan Sadewa.
"Kan sudah..hadiahnya kain warna pink yang ada di dalam paperbag " jawab Sadewa santai
"Kain berwarna pink itu kan kain seragam Bhayangkari " ujar Cindy.
"Ya memang itu hadiah yang kakak maksud " jawab Sadewa santai.
"Itu dari kantor bukan dari kakak " ujar Cindy sambil cemberut.
"Hadiahnya nanti malam kakak kasih " ujar Sadewa.
"Beneran ya " ucap Cindy
"Iya beneran...kalau sudah nikah mana berani kakak bohongin kamu " jawab Sadewa.
"Iya..sebelum nikah aku dibohongin terus sama kakak..bilang siapin berkas buat tinggal di Bandung taunya buat nikah kantor..kakak itu banyak modus nya " cibir Cindy.
"Itu namanya usaha " jawab Sadewa.
Hayo siapa yang nunggu malam pertama nya Cindy dan Sadewa angkat tangan ☝️
makanya kasih dukungannya dulu dong Author nya..Happy reading 😘😘😘
__ADS_1