Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Sama-Sama Bohong


__ADS_3

Meskipun Kenzo masih kesal karena kemarin Luna berbohong dan tidak mau mengakui jika mereka berdua baru pulang dari Bandung namun Kenzo tetap menjemput Luna sepulang kuliah.


Luna melirik wajah Kenzo yang masih terlihat masam sejak kemarin. Luna memang tau kesalahannya namun ia tidak berani untuk meminta maaf kepada Kenzo.


Setelah sekian lama saling membisu akhirnya Luna bersuara ketika Kenzo menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti ?" tanya Luna


"Kakak mau beli martabak dulu..Papih dan Mamih sedang ingin makan martabak " jawab Kenzo sambil menunjuk penjual martabak yang tidak jauh dari tempat mereka.


Kenzo turun dari mobil untuk memesan martabak sementara Luna menunggu di dalam mobil.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya Kenzo kembali dengan dua kantung martabak ditangannya.


"Buat kamu " Kenzo memberikan satu kantung martabak kepada Luna sementara satu kantung lagi ia simpan di jok belakang.


"Terimakasih " ucap Luna.


"Kapan om dan Tante datang dari Jepang ?" tanya Luna.


"Tadi siang " jawab Kenzo singkat sambil menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan.


"Oooh " ujar Luna.


Suasana kembali hening..keduanya tidak ada yang berbicara.Kenzo pun tampak fokus dengan jalanan didepannya yang sedikit macet.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai. Mamih Kenzo yang kebetulan sedang berada di rumah Luna kaget ketika melihat Luna datang bersama putranya.


"Kok bisa barengan ?" tanya Mamih Kenzo sambil menimang Alysa.


"Tadi tidak sengaja ketemu di jalan Mih " jawab Kenzo.


Luna melirik kearah Kenzo, tidak biasanya Kenzo berbohong..biasanya Luna lah yang selalu berbohong.


Felisha tersenyum kecut, ternyata Luna dan Kenzo sudah pandai berbohong..tidak mungkin setiap hari mereka tidak sengaja bertemu.


Pada saat di rumah Felisha, Mamih Kenzo meminta ijin kepada Felisha untuk membawa Luna menghadiri acara jamuan makan malam dengan salah satu rekan bisnis suaminya. Felisha pun mengijinkan.


Mamih Kenzo sengaja mengajak Luna karena Kenzo kadangkala suka tidak mau ikut jika diajak pergi.


"Ken..bukannya tadi Mamih minta dibelikan martabak ya..kamu tidak lupa kan ?" tanya Mamih Kenzo ketika melihat Luna membawa kantung berisi martabat.


"Ada di mobil Mih " jawab Kenzo.


"Kalian bisa kebetulan begitu samaan beli martabak nya " sindir Felisha.


"I..ini kakak Ken yang belikan mom " jawab Luna gugup.


Karena hari sudah semakin sore, Kenzo dan Mamih nya pamit pulang untuk bersiap-siap menghadiri acara jamuan makan malam.


Felisha membantu memilihkan gaun yang bagus untuk Aluna.


Jam setengah 7 Kenzo menjemput Luna di rumahnya sekalian pamit kepada Bagas dan Felisha.


"Hati-hati Ken bawa mobilnya " pesan Bagas


"Iya Om " jawab Kenzo sambil menuntun Luna menuju mobil.


"Pinjam Luna dulu ya " ucap Mamih Kenzo sebelum masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Iya " jawab Felisha.


Mobil Kenzo pun melaju menuju selatan Jakarta. Mereka akan makan malam di sebuah rumah mewah yang ada disana.


Relasi bisnis Papih Kenzo adalah seorang pengusaha batubara dari Kalimantan, namun mereka kadang-kadang tinggal di Jakarta. Karena kebetulan orangtua Kenzo sedang ada di Jakarta mereka pun mengundang keluarga Kenzo makan malam di rumah mereka.


Kedatangan kelurga Kenzo disambut sangat hangat. Luna tidak merasa canggung karena relasi bisnis Papih Kenzo memiliki seorang putri seusia Luna yang bernama Hana.


Luna dan Hana langsung terlihat akrab.Hana yang seusia Luna sempat heran karena Luna sudah kuliah sedangkan dirinya masih duduk di bangku SMA.


"Luna waktu SD dan SMA masuk kelas akselerasi makanya sekarang sudah menjadi mahasiswi " Kenzo menjelaskan kepada Hana.


"Berarti kamu pintar " puji Hana.


Hana yang berpembawaan centil dan selalu ingin tau terus bertanya tentang kehidupan Luna yang menurutnya sangat menarik dan membuatnya kagum.Sampai suatu ketika Hana bertanya sesuatu yang sangat pribadi kepada Luna.


"Kamu sudah punya pacar belum ?"


Pertanyaan Hana membuat Luna begitu berat untuk menjawab.Namun karena Hana terus bertanya akhirnya Luna pun menjawab.


"Aku belum punya pacar " jawab Luna sambil menunduk.


"Kalau kakak Ken sudah punya pacar belum ?" tanya Hana sambil menatap kearah Kenzo. Gadis itu sama sekali tidak malu bertanya seperti itu di depan orangtua Kenzo.


"Belum " jawab Kenzo tanpa berani menatap kearah Luna.


"Sepertinya cocok nih kalau kita besanan " seloroh Papa Hana sambil tertawa.


"Biar bisnis kita semakin kokoh " tambahnya.


"Anak sekarang mana mau dijodohkan " pungkas Papih Kenzo.


"Om hanya becanda jangan diambil hati..tapi kalau benar berjodoh Om akan sangat senang sekali " Papa Hana menepuk bahu Kenzo sambil tertawa.


Jujur Kenzo merasa berat ketika mengatakan jika ia belum punya pacar. Namun ia hanya mengikuti apa yang Luna lakukan.


Mendengar jawaban dari mulut Kenzo barusan entah mengapa ada rasa perih yang datang tiba-tiba di hati Luna.


Acara makan malam yang begitu hangat itu akhirnya berakhir ketika waktu menunjukkan hampir jam 9 malam.


Pada saat keluarga Kenzo pamit tiba-tiba Hana berbisik kepada Luna.


"Bilang sama kakak Ken..kalau belum punya pacar aku mau jadi pacarnya "


"Iya nanti aku sampaikan " jawab Luna lirih.


"Terimakasih Luna..selain pintar dan cantik kamu juga baik " puji Hana.


Setelah pamit Kenzo pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Hana yang megah.


Kenzo tampak biasa ketika Luna menyampaikan pesan dari Hana. Ia terlihat sama sekali tidak tertarik.Kenzo lebih tertarik memperhatikan wajah Luna yang tiba-tiba terlihat murung.


*


Sebagai balasan atas undangan makan malam sebelumnya, malam Minggu ini keluarga Kenzo mengundang keluarga Hana untuk makan malam dirumahnya.


Luna yang mengetahui jika keluarga Hana akan makan malam di rumah Kenzo Luna memilih pergi bersama Sadewa yang kebetulan pulang ke Jakarta karena sedang libur.Sadewa memilih pergi dengan Luna karena Nakula sudah pergi ke rumah Zhifana.


"Kakak boleh tidak aku ajak Cindy ?" tanya Luna.

__ADS_1


"Boleh " jawab Sadewa cepat.


Cindy yang langsung dihubungi oleh Luna langsung menerima ajakan Luna tanpa bertanya terlebih dahulu dengan siapa perginya.Cindy pikir mereka akan pergi dengan Kenzo.


"Gw ga jadi ikut ah..perut aku tiba-tiba sakit " Cindy mencari alasan untuk tidak jadi ikut setelah mengetahui jika Luna pergi dengan Sadewa.


"Gw ga mau tau..buruan ikut " Luna menarik paksa tangan Cindy.


"Tar gw beliin tas..mumpung kartu kakak Ken masih gw pegang " bujuk Luna.


Karena tergiur akan dibelikan tas Cindy pun akhirnya mau ikut.


"Dasar matre Lo " cibir Luna sambil menggiring Cindy masuk kedalam mobil.


Sadewa tidak berkomentar apapun, ia duduk di kursi kemudi sambil menunggu kedua gadis itu masuk kedalam mobil.


Setelah Luna dan Cindy masuk kedalam mobil Sadewa pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Cindy.


"Sekarang kalian mau kemana ?" tanya Sadewa.


"Belanja " jawab Luna dan Cindy kompak.


"Belanja apa ?" tanya Sadewa bingung.


"Kita ke toko tas langganan aku kak " jawab Luna.


"Ooh..oke " jawab Sadewa.


Nakula dan Sadewa memang sudah hapal toko tas langganan Luna karena mereka sering mengantarkan Luna kesana.


Sesampainya di toko yang dimaksud Luna dan Cindy langsung sibuk mencari tas yang mereka inginkan.Sementara Sadewa menunggu dengan sabar disebuah sofa yang memang disediakan disana sambil memainkan ponselnya.


Setelah mendapatkan tas yang mereka inginkan Luna dan Cindy pun beranjak menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran.


Luna tidak sempat memakai kartu milik Kenzo karena Sadewa buru-buru memberikan kartu miliknya kepada petugas di meja kasir.


"Kenapa kakak Lo yang bayar..katanya mau pake kartu kakak Ken " bisik Cindy.


"Ga keburu " jawab Luna.


"Tau gitu gw ga usah dibeliin tas segala..jadi ga enak sama kakak Lo.. takutnya dia pikir aku cewek matre " bisik Cindy.


"Ga akan..kakak gw itu orangnya baik " bela Luna.


Setelah selesai membeli tas, Sadewa menggiring kedua gadis cantik itu menuju ke sebuah coffee shop. Mereka nongkrong disana sambil menikmati kopi dan cheese cake.


Selagi mereka berada di coffee shop, Sadewa tampak menerima panggilan telepon dari Kenzo.


"Kamu tidak bilang kalau kita akan pergi sama Kenzo ?" tanya Sadewa kepada Luna setelah menutup sambungan telepon dengan Kenzo.


"Tidak " jawab Luna santai.


"Kenzo nanyain kamu..katanya ponsel kamu tidak aktif " ujar Sadewa sambil menyesap kopinya.


"Hp aku lowbat kak..lupa ngecas " jawab Luna.


"Dia mau nyusul kesini " ujar Sadewa.


Tidak sampai satu jam kemudian Kenzo benar-benar menyusul Luna ke coffee shop.

__ADS_1


Kenzo terlihat kesal karena Luna tidak bisa dihubungi.Padahal setelah acara makan malam selesai Kenzo berniat untuk langsung menemui Luna.


__ADS_2