
Mendapat kabar kehamilan Kinanti Ajeng dan Ezra langsung datang mengunjungi rumah orang tua Felisha.Kedatangan mereka disambut tatapan penuh tanya dari Dio dan Kinanti.
"Kalian sudah pulang..bukannya kalian akan seminggu di Bali ?" tanya Dio yang merasa heran karena baru tiga hari mereka sudah ada di Jakarta lagi.
"Honey moon nya gagal..keburu datang tamu bulanan " jawab Ezra dengan muka masam.
"Ya aku kan tidak tau jika jadwalnya akan maju " ujar Ajeng dengan cemberut.
"Ppffft..apes Lo udah jauh-jauh ke Bali taunya Zonk " ledek Dio yang langsung disambut tinju Ezra dibahunya.
"Berarti Lo belum unboxing dong ?" tanya Dio
"Boro-boro..ngenes gue " keluh Ezra membuat Ajeng semakin cemberut.
"Dasar laki-laki cuma datang bulan saja jadi masalah " Ajeng menggerutu.
"Bukan menggerutu..tadi kan Dio nanya kenapa cepat pulang..ya aku jawab apa adanya " ujar Ezra
"Iya..tapi wajahnya kesel begitu " sembur Ajeng
"Siapa yang kesal ?" Ezra berusaha mungkir
"Ngaca sana..muka kamu yang kesal " sembur Ajeng galak.
Kinanti yang sedang dilanda mual-mual hanya tersenyum sambil menghisap minyak kayu putih ditangannya.Dapat ia bayangkan bagaimana kecewanya kakaknya karena acara bulan madunya gagal.
Ketika malam semakin larut Ajeng dan Ezra berpamitan.Keduanya masih terlihat kesal karena perdebatan tadi.
"Kita cari makan dulu ya " ajak Ezra sambil melirik kearah Ajeng.
"Kamu saja yang makan aku lagi malas makan " jawab Ajeng.
"Jangan marah dong " Ezra mencolek pipi Ajeng namun dengan cepat ditepiskan oleh Ajeng.
Meski Ajeng menolak diajak makan namun Ezra tetap membawa Ajeng ke sebuah restoran yang kebetulan mereka lewati.
Ezra menggenggam erat tangan Ajeng dan membawa menuju ke sebuah meja. Ezra memesan makanan dan minuman tanpa bertanya dulu kepada Ajeng karena Ezra yakin Ajeng pasti menolak.
"Sini mulut kamu " Ezra memaksa Ajeng agar membuka mulutnya.
Karena malu terlihat sedang bertengkar oleh pengunjung lain akhirnya Ajeng terpaksa membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ezra.
"Diajak makan saja susah " Gumam Ezra.
Ajeng yang sedang tidak ingin berdebat akhirnya memilih diam dan tidak meladeni ucapan Ezra.
Setelah berhasil memaksa Ajeng makan,Ezra kembali membawa wanita yang sedang cemberut itu pulang.
Sepanjang perjalanan pulang,Ezra tidak melepaskan genggaman tangannya meski beberapa kali Ajeng mencoba menepisnya.
"Tidak usah dipegangin terus dong jadi risih akunya " Ajeng kembali menepiskan tangan Ezra ketika mereka akan masuk kedalam rumah.
"Takutnya kamu kabur pulang ke Semarang, nanti habis aku sama Bagas dan mas Bayu " jawab Ezra sambil nyengir.
"Makanya jangan suka ngeselin " ujar Ajeng sambil masuk ke kamar.Ezra mengikuti dari belakang.
"Ngapain ngikutin ?" semprot Ajeng
"Ya mau masuk..ini kan kamar aku juga..kamar kita " jawab Ezra.Ajeng pun diam.
🌸🌸🌸🌸
Setelah dua hari pulang dari Bali,hari ini Ezra sudah mulai masuk kantor.Semua pekerjaan sejak Ezra sibuk mempersiapkan pernikahan hingga bulan madu beres karena ada Dio yang menghendelnya.Sepertinya ia harus berterima kasih kepada sahabat sekaligus adik iparnya itu.
Karena hari ini di kantor tidak terlalu banyak pekerjaan,Ezra pun dapat pulang cepat karena sudah ada Ajeng yang menunggu kepulangan nya di rumah.
Sesampainya di rumah,Ezra tampak panik karena tidak mendapati istrinya disana.
"Ibu tadi pergi pake taksi online " pelayan di rumah memberi tahu.
__ADS_1
"Pergi kemana ?" tanya Ezra
"Tidak tau pak " jawab pelayan.
Ezra mengambil ponselnya dan buru-buru menghubungi Ajeng.Tidak lama kemudian sambungan telepon pun tersambung.
"Dimana kamu ?" tanya Ezra
"Di kost an "
"Ngapain kamu disana..kabur ?" tanya Ezra emosi
"Kamu apaan sih..aku mau ambil sebagian barang aku yang masih tertinggal "
"Ooh..ya sudah tunggu disana aku jemput sekarang " Ezra melembutkan nada suaranya.
"Buruan "
"Iya Sayang..aku ganti baju dulu " jawab Ezra
"Sayang.. sayang..tadi marah-marah " sindir Ajeng langsung menutup sambungan telepon.
Ezra tersenyum sambil buru-buru mengganti bajunya takut Ajeng semakin marah padanya.
Selesai mengganti bajunya Ezra langsung pergi menuju ke tempat kost Ajeng.Ezra masuk perlahan ke kamar kost Ajeng ketika mendapati wanita yang sudah menjadi istrinya itu kedapatan baru saja selesai menunaikan solat magrib.
"Sudah datang..kok tidak kedengeran ?" tanya Ajeng sambil melipat mukenanya.
"Sudah selesai datang bulannya ?" bukan menjawab Ezra malah bertanya.
"Sudah selesai hari ini " jawab Ajeng
"Ini saja yang dibawa ?" tanya Ezra menunjuk sebuah kardus berisi barang-barang Ajeng yang tersisa.
"Iya..cuma itu " jawab Ajeng
Setelah berpamitan kepada pemilik kost,Ezra dan Ajeng pun pulang.Sepanjang perjalanan wajah Ezra terlihat sumringah.Sesekali Ajeng melirik kearah Ezra yang kedapatan sedang senyum-senyum sendiri.
"Aku lagi senang " jawab Ezra
"Dapat proyek besar ya ?" tebak Ajeng
"Besar banget " jawab Ezra
"Proyek apa kak ?" Ajeng terlihat ikut senang
"Proyek boboin kamu " jawab Ezra
"Ih dasar otak mesum..ini kepala isinya itu terus " cibir Ajeng
"Ya aku kan sudah nunggu lama,pas malam pertama ada anak sultan yang ganggu..eh besoknya bulan madu kita gagal karena tamu tak diundang " jawab Ezra.
"Bagaimana kalau malam ini kita nginap di hotel.. itung-itung bulan madu " ajak Ezra
"Di rumah saja..kamar kamu juga tidak kalah nyaman dari hotel " Ajeng menolak.
"Bukan kamar aku..tapi kamar kita " ralat Ezra
"Iya..kamar kita " ralat Ajeng.
Sisa perjalanan dari tempat kost ke rumah Ezra rasakan begitu lama.Beberapa kali Ezra tampak memarahi pengendara yang berjalan lambat didepannya.
"Sabar dong ka.. daritadi marah-marah terus " omel Ajeng
"Kepala aku sudah pusing dari seminggu yang lalu " jawab Ezra berusaha mengontrol emosinya.
"Nyampe rumah aku kasih obat pusing..dijamin pusingnya langsung hilang " Ajeng mengusap-usap lengan kiri Ezra.
Mendengar ucapan Ajeng emosi Ezra pun langsung mereda.Otak mesumnya langsung traveling kemana-mana.
__ADS_1
"Harusnya dari kemarin-kemarin kamu bujukin aku begini,bukan malah cemberut " Ezra menggenggam tangan Ajeng dengan tangan kirinya.
"Lihat kamu menggerutu saja udah bikin aku sebal.. boro-boro ingin membujuk " jawab Ajeng.
"Maafin aku ya " Ezra mencium jemari Ajeng.
Setibanya di rumah mereka pun langsung masuk ke kamar.Ezra langsung merebahkan diri diatas kasur empuknya sedangkan Ajeng memilih pergi ke kamar mandi.
Ezra yang sudah mulai tidak sabar mengetuk pintu kamar mandi memanggil-manggil Ajeng yang masih berendam didalam bathtub.
"Sayang..katanya mau kasih obat pusing " Ezra menagih janji Ajeng.
"Iya sebentar kak..atau ambil saja sendiri. Obatnya ada didalam tas aku " jawab Ajeng dari dalam kamar mandi.
Mendengar jawaban Ajeng Ezra hanya melongo.Sepertinya obat yang Ajeng maksud tidak sama seperti yang ada dalam pikirannya.
"Sayang cepetan kalau tidak aku dobrak " Sepertinya kesabaran Ezra sudah mulai habis.
"Kamu itu tidak sabaran sekali sih " Ajeng buru-buru memakai bathrobe nya dan keluar sebelum Ezra benar-benar mendobrak pintu kamar mandi.
Begitu pintu kamar mandi terbuka,Ezra langsung menangkap tubuh Ajeng dan membopongnya ke atas kasur empuk mereka.
"Aku tidak tau kamu itu benar-benar polos atau sedang ngerjain aku..yang jelas kamu harus diberi pelajaran " Ezra menjatuhkan tubuh Ajeng dan langsung mengurungnya.
"Ampun ka " Ajeng meronta ketika Ezra menindihnya dan melahap bibirnya dengan rakus.
Ajeng tidak menyadari jika dengan meronta membuat bathrobe yang ia kenakan menjadi terbuka kemana-mana dan itu menguntungkan Ezra karena ia bisa melihat tubuh polos istrinya dengan sendirinya.
"Kamu itu seperti sedang diperkosa oleh suami sendiri saja " Omel Ezra karena Ajeng yang terus melakukan perlawanan.
"Aku tidak kuat geli kak " Ajeng menjauhkan wajah Ezra yang sedang menyusuri lehernya dengan bibirnya.
"Tahan dong.. nanti juga terbiasa " bisik Ezra tanpa menghentikan pergerakan bibirnya.
Ajeng berusaha rileks dan mengikuti apa yang Ezra katakan,namun ia menjerit kecil ketika bibir Ezra mulai merambat turun ke bagian dadanya dan menggigit puncaknya.
"Kakak..sssuuudahh..geli " Ajeng menggigit bibir bawahnya ketika lidah Ezra malah memainkan puncak dadanya.
Ezra yang sudah terbakar gairah menghentikan sejenak serangannya untuk melucuti semua pakaian yang ia kenakan.Sementara Ajeng sudah tampak polos karena bathrobe yang ia kenakan sudah Ezra lempar entah kemana.
Ajeng ternganga melihat penampakan adik kecil Ezra yang sudah berdiri tegak dengan gagahnya.
"Pelan-pelan ya..aku takut " bisik Ajeng ketika Ezra kembali mengurungnya dibawah tubuh kekarnya.
"Iya " jawab Ezra sambil kembali menyatukan bibir mereka.
Kali ini Ajeng sudah mulai terlihat lebih rileks dan membalas ciuman Ezra.Bahkan ketika bibir Ezra kembali melahap dua bukit kembarnya hanya suara ******* yang lolos dari bibirnya.
Ajeng tampak pasrah ketika Ezra mulai memposisikan pinggangnya diantara kedua paha Ajeng yang sudah terbuka.
"Pelan-pelan..aku takut " bisik Ajeng.
"Iya.." jawab Ezra sambil berusaha mulai melakukan penyatuan.
Jari Ajeng mencengkram punggung Ezra ketika satu hentakan kuat berusaha menerobos benteng pertahanan Ajeng.
"Sakit " Ajeng meringis ketika merasakan ada sesuatu yang terkoyak dibawah sana.
Ezra berhenti sejenak tanpa melepaskan penyatuan mereka.Setelah beberapa saat Ajeng mulai kembali rileks dan mulai menerima ketika ada benda asing yang menumbuk-numbuk bagian bawah tubuhnya.
"Masih sakit ?" tanya Ezra
"Tidak " jawab Ajeng dengan wajah memerah.
Melihat Ajeng yang sudah mulai menikmati,Ezra pun menaikan tempo permainan nya hingga membuat Ajeng beberapa kali mengerang dibawah tubuhnya,dan akhirnya keduanya mendapatkan pelepasan bersama.Ezra ambruk diatas tubuh Ajeng dengan peluh membasahi tubuh keduanya.
Setelah Ezra turun dari atas tubuh Ajeng,wanita itu langsung menyembunyikan wajahnya didada Ezra.
"Kenapa malu ?" Ezra merangkum wajah Ajeng dan mencium bibirnya.
__ADS_1
"Kita kan sudah sah menjadi suami istri " bisik Ezra.
Ajeng tidak menjawab ia semakin menenggelamkan wajahnya didada Ezra yang lembab.Akhirnya Ezra pun membiarkan nya hingga wanita yang sudah ia ambil keperawanannya itu tertidur.