Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Pinjam Anak


__ADS_3

Setelah mendapatkan bekal yang cukup untuk hari ini Bagas baru melepaskan Felisha.Dengan mulut menggerutu Felisha memunguti bajunya yang tadi Bagas lemparkan ke sembarang arah.


"Kamu itu waktu udah mepet begini masih sempet-sempetnya minta jatah " omel Felisha sambil memakai kembali bajunya dan bergegas hendak keluar kamar namun Bagas memanggilnya.


"Sayang..baju kamu terbalik "


"Tuh kan nyampe terbalik begini.. gara-gara kamu sih " Felisha menyalahkan Bagas sambil membetulkan bajunya.


"Bisanya nyalahin mas terus..padahal tadi kamu juga keenakan " sindir Bagas.


"Siapa yang keenakan..mas Bagas kali..nyampe manggil-manggil aku terus..padahal aku dibawah tubuh kamu " balas Felisha.


"Dasar kamu " Bagas tertawa sambil beranjak ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.


"Maas..kamu tuh " Felisha buru-buru mengambil handuk dan menutupi bagian bawah tubuh Bagas.


"Mau ikut mandi ?" tanya Bagas menggoda.


"Engga..engga...aku mau ngurusin anak-anak " Felisha buru-buru kabur dari kamar.


"Haha..kabur " Bagas tertawa lucu melihat kelakuan istrinya yang lari terbirit-birit menuju kamar Luna.


Felisha langsung terlihat lega ketika melihat Luna sedang memakai seragam sekolah TK nya dengan dibantu mbak Mia pengasuhnya.


"Mommy kesiangan ya ?" tanya Luna


"Iya.. gara-gara Daddy kamu " gumam Felisha.


Melihat Luna sudah aman,kini Felisha buru-buru naik ke lantai dua menuju kamar si kembar.Tapi begitu sampai tangga Felisha malah berpapasan dengan kedua putranya yang tampak sudah rapi dengan seragam putih biru nya.


"Kalian sudah siap ?" tanya Felisha


"Sudah mom " jawab si kembar.


"Anak mommy pinter " Felisha tidak jadi ke lantai atas,tapi ia kembali ke kamar karena terdengar suara Bagas yang memanggilnya.


"Ada apa sih Mas " Felisha buru-buru menghampiri Bagas yang baru keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.


"Baju Mas mana ?" tanya Bagas


"Itu sudah aku siapkan " Felisha menunjuk sisi ranjang dimana baju Bagas sudah siap disana.


"Iya mas sudah tau " Bagas malah duduk disisi ranjang menunggu Felisha


"Maaas..malah duduk " omel Felisha


"Kamu itu anak-anak kamu urusin..tapi suami sendiri tidak " sungut Bagas


"Ya ampuun..mas Bagas mau diperlakukan seperti anak-anak?..manja banget sih kamu " Sambil tertawa Felisha membantu Bagas memakai baju.


"Kalau tidak manja sama kamu lalu harus sama siapa ?.. sekertaris aku ?" tanya Bagas


"Awas saja kalau berani " Felisha langsung melotot.


"Mas mana berani Sayang " jawab Bagas sambil memeluk pinggang Felisha.


"Sudah selesai.. anak-anak sudah menunggu di meja makan " Felisha mengajak Bagas untuk sarapan.


"Iya sebentar " Bagas malah semakin merapatkan pinggang Felisha kemudian ia melahap bibir Felisha. Mereka pun saling mengecap dan mengunyah.


"Mommy..jangan peluk-peluk Daddy aku " Luna yang tiba-tiba muncul dipintu kamar langsung cemberut ketika melihat mommy dan Daddy nya sedang berpelukan.

__ADS_1


Untung Luna tidak sempat melihat dengan jelas adegan ciuman panas mommy dan Daddy nya karena tubuh Felisha terhalang oleh tubuh Bagas


"Bukan mommy yang peluk Daddy..tapi Daddy yang peluk mommy " Felisha membela diri . Bagas hanya tertawa.


"Ayok kita sarapan " Setelah saling melepaskan diri Bagas menuntun putrinya menuju meja makan meninggalkan Felisha yang sedang memegang bibirnya yang bengkak.


*


Ketika Ajeng membuka matanya ia tidak mendapati Ezra disebelahnya, tidak lama kemudian Ezra keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya.


"Mau kemana ?" tanya Ajeng dari balik selimutnya.


"Ya kerja dong Sayang " jawab Ezra


"Jangan " ujar Ajeng manja


"Maksudnya jangan kerja ?" Ezra memastikan pendengarannya.Ajeng mengangguk.


"Tidak bisa dong Sayang..kalau tidak kerja nanti kita makan apa ?" Ezra mulai memakai pakaiannya.


"Jangan pergi " Ajeng menarik baju Ezra dan membuangnya.


Ezra tersenyum melihat tingkah Ajeng yang posesif.Ia pun beringsut naik keatas ranjang dan mengurung Ajeng dibawah tubuhnya.


"Memang semalam belum cukup ?" bisik Ezra


Ajeng tidak menjawab, namun tangannya melingkar di leher Ezra.


"Sudah ketagihan ya dipatok ular punya aku ?" ledek Ezra.Membuat wajah Ajeng langsung memerah.


"Aku sedang ingin kamu temani seharian " ujar Ajeng manja.


"Temani tidur ?" tanya Ezra.Ajeng mengangguk malu.


"Sayang aku mau kamu bawa Luna ke rumah hari ini " pinta Ajeng manja dalam pelukan Ezra.


"Mana bisa main bawa anak orang..Bagas bisa ngamuk " jawab Ezra dengan tangan yang mulai gerayangan ditubuh Ajeng.


"Pokoknya aku ingin kamu bawa Luna kesini " Ajeng menepiskan tangan Ezra yang baru singgah di dadanya.


"Luna kan sekolah " tangan Ezra kembali mampir di dada Ajeng.


"Aku tidak mau tau..pokoknya kamu harus bawa Aluna kesini " Ajeng kembali menepiskan tangan Ezra yang sedang meremas dadanya.


"Iya nanti aku jemput Luna " Ezra kembali meremas dada Ajeng,kali ini Ajeng membiarkan nya.


"Beneran ya "


"Iya beneran " jawab Ezra mulai melahap dan menghisap dada Ajeng yang bulat berisi membuat Ajeng menggelinjang kegelian.


"Nanti kalau Luna ada disini aku pasti kamu abaikan "


"Ya tidak akan dong " jawab Ajeng sambil menggigit bibir bawahnya ketika Ezra menghisap puncak dadanya.


"Kamu seperti bayi " Ajeng tertawa sambil meremas rambut Ezra.


"Mumpung belum ada bayi..jadi puas-puasin dulu " jawab Ezra.


Setelah puas memadu kasih siangnya Ajeng dan Ezra pergi ke rumah Felisha untuk menjemput Luna.


Luna sangat senang ketika mendengar Ezra dan Ajeng akan menjemput nya.

__ADS_1


"Makanya bikin..jadi tidak usah pinjam " sindir Felisha ketika Ajeng dan Ezra membawa Aluna.


"Bikin tiap hari Fe..tinggal nunggu hasilnya " jawab Ezra santai.


"Dadah Mommy..." Luna melambaikan tangannya kepada Felisha dengan centilnya.


Siang itu Ajeng dan Ezra membawa Luna bermain di sebuah pusat perbelanjaan.Luna mencoba semua wahana permainan dengan Ajeng dan Ezra.


Demi menyenangkan istrinya Ezra rela tidak masuk kantor hanya untuk menemani Ajeng dan Luna bermain.


"Oom..aku mau ice cream " pinta Luna


"Ya sudah om beli dulu.. Luna sama Aunty Ajeng tunggu disini " Ezra meninggalkan Luna bersama Ajeng untuk membeli ice cream.


Tidak lama kemudian Ezra sudah kembali dengan dua ice cream ditangannya.


Luna dan Ajeng berhenti sejenak bermain, mereka duduk sambil menikmati ice cream yang Ezra beli.


"kamu lelah ? " tanya Ajeng sambil menyuapi Ezra ice cream miliknya.


"Cuma bermain saja masa lelah " jawab Ezra


"Kamu bosan ?" tanya Ajeng lagi


"Tidak..anggap saja ini simulasi..nanti juga kalau punya anak kita juga akan seperti ini " jawab Ajeng.


Luna yang sudah menghabiskan ice cream nya menarik tangan Ezra mengajak untuk bermain lagi.Ezra pun menurut kemana Luna mengajaknya.


Setelah puas bermain,Ezra mengajak Ajeng dan Luna makan di sebuah restoran.Disana mereka malah bertemu dengan Bagas yang sedang makan siang dengan beberapa staf kantornya.


"Daddy..." Luna berlari kearah Bagas


"Kakak..sama siapa kesini ?" tanya Bagas


"Sama om Ezra dan Aunty Ajeng " jawab Luna


"Bagaimana bisa Luna bisa sama kalian ?" tanya Bagas sambil menghampiri Ezra dan Ajeng.


"Kami pinjam dari mbak Feli " jawab Ajeng


"Kalian pikir Luna barang bisa dipinjam " Seloroh Bagas.


Bagas yang sudah akan kembali ke kantor akhirnya meninggalkan Luna bersama Ajeng dan Ezra yang belum selesai makan.


"Habis ini Luna mau kemana ?" tanya Ezra kepada Luna yang baru selesai makan dengan disuapi oleh Ajeng.


"Luna cape om " jawab Luna.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang " ajak Ajeng. Luna mengangguk.


Setelah keluar dari restoran,Ezra sempat membawa Luna ke toko mainan.


Ezra menyuruh Luna mengambil mainan yang dia mau.Namun Luna hanya mengambil seperangkat alat gambar.


"Kenapa Luna hanya mengambil ini ?" tanya Ezra.


"Aku kan sudah sekolah om jadi tidak mau banyak main " jawab Luna


"Anak pintar " puji Ezra.


Setelah membeli mainan untuk Luna mereka pun pulang.Namun karena kelelahan akhirnya Luna tertidur didalam mobil dalam pangkuan Ajeng.

__ADS_1


Ezra membawa Luna pulang ke rumahnya dan menidurkan di kamar mereka.Melihat Luna tertidur dengan pulas Ajeng dan Ezra pun ikut tertidur sambil memeluk Luna yang berada ditengah diantara mereka.


__ADS_2