Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Menyusul Ayah


__ADS_3

Setelah Sadewa menyelesaikan pekerjaan nya di Polda Metro Jaya selesai, keesokannya Sadewa dan Cindy juga Satria pulang ke Bandung.


Setelah Sadewa dan Cindy pulang ke Bandung, tidak lama kemudian Nakula dan Zhifana juga Arka pun pulang ke rumah mereka.


Beruntung masih ada Alysha dan si kembar yang membuat rumah Felisha tetap ramai oleh suara anak kecil.


Alysha yang sedang menemani si kembar belajar berjalan dengan mommy dan kakaknya di depan rumah langsung berteriak-teriak ketika melihat Kenzo pulang dari kantor.


"Kakaaak Ken...dedek sipit ada disini " Alysha memanggil-manggil Kenzo yang baru turun dari mobil.


"Dedek sipit sedang apa ?" tanya Kenzo sambil tersenyum lucu mendengar Alysha menyebut Kenan dan Ana dedek sipit.


"Dedek sipit sedang belajar berjalan sama Mommy dan Kakak Luna " jawab Alysha sambil menuntun kakak iparnya menuju Luna dan Felisha yang sedang mengajari si kembar berjalan.


Melihat kedatangan Daddy nya Kenan dan Keana pun langsung merengek ingin digendong.


"Yaaah..mogok deh belajar jalannya " ujar Felisha sambil tertawa begitu melihat perhatian Kenan dan Ana langsung tertuju pada Kenzo.


"Iya Nih..padahal sedang semangat belajar jalannya " timpal Luna.


Kenzo langsung menggendong Kenan dan Ana dikiri dan kanannya kemudian membawanya pulang setelah pamit kepada Felisha.


"Sudah ada kemajuan belum jalannya Yang ?" tanya Kenzo sambil berjalan menuju rumah mereka.


"Sudah lumayan..tadi mereka sudah bisa sampai 6 langkah loh " jawab Luna senang.


"Semakin pinter kesayangan Daddy " puji Kenzo sambil mencium pipi bulat Kenan dan Ana bergantian.


"Kalau kakak tidak keburu datang mungkin mereka bisa lebih dari enam langkah " jawab Luna bangga berjalan sambil memeluk pinggang Kenzo manja.


"Tidak apa-apa..tidak usah dipaksakan " ujar Kenzo.


Kenzo langsung membawa si kembar ke kamar dan menurunkan keduanya diatas kasur. Tanpa merasa lelah sedikitpun Kenzo langsung bermain dengan kedua buah hatinya disana.


"Mau mandi dulu tidak Sayang ?" tanya Luna kepada Kenzo yang hanya sempat membuka kemeja dan dasinya.


"Sebentar lagi Yang.. kakak masih kangen sama anak-anak " jawab Kenzo.


"Kalau begitu aku akan siapin makanan " Luna memilih pergi ke dapur untuk menyuruh pelayan menyiapkan makanan.


Setelah hampir satu jam berada di dapur, begitu Luna kembali ia kaget mendapati Kenzo yang ketiduran bersama kedua buah hati mereka.


Kenzo yang sudah membuka kemejanya tertidur sambil mendekap Kenan dan Ana.


"Sayang jangan dulu tidur !" Luna membangunkan Kenzo dengan cara mengusap pipinya lembut.


"Ngantuk banget Yang..tadi di kantor banyak banget pekerjaan " keluh Kenzo setelah membuka matanya.


"Mandi dulu ya pake air hangat terus makan..kalau sudah mandi dan makan tidur lagi " bujuk Luna sambil mengusap kepala Kenzo dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah " Kenzo bangun dengan sangat hati-hati khawatir membangunkan kedua buah hatinya yang sedang tertidur.

__ADS_1


Selagi Kenzo mandi Luna menyiapkan piyama untuk Kenzo dan diletakan diatas ranjang. Setengah jam kemudian Kenzo keluar dengan handuk melilit di pinggangnya.


Luna mengambil handuk lain untuk mengeringkan rambut Kenzo yang basah.


"Sini aku keringkan dulu rambutnya " Luna menyuruh Kenzo duduk kemudian Luna berdiri di depan Kenzo untuk mengeringkan rambut suami sipitnya itu.


Selama Luna mengeringkan rambut Kenzo dengan handuk tangan Kenzo memeluk perut Luna dan mendekapnya erat.


"Sudah selesai..cepetan pake bajunya nanti masuk angin " ucap Luna setelah selesai mengeringkan rambut Kenzo.


"Sebentar..lagi ingin peluk kamu " Kenzo enggan melepaskan belitan tangannya dari perut Luna.


"Nanti masuk angin Kak " Luna mengusap kepala Kenzo yang berada di perutnya seperti seorang ibu yang sedang memeluk kepala putranya dengan penuh kasih sayang.


Meskipun usia Luna lebih muda delapan tahun dari Kenzo, namun Luna bisa membuat Kenzo begitu nyaman berada dalam pelukannya.


Kenzo akhirnya melepaskan belitan tangannya dari perut Luna dengan enggan kemudian memakai piyama yang sudah Luna siapkan sebelumnya.


Setelah selesai berpakaian mereka pun makan bersama. Kenzo makan dengan sangat lahap karena hari ini Luna sengaja meminta pelayan memasak makanan kesukaan Kenzo.


Luna menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil tersenyum melihat Kenzo yang makan dengan sangat lahap.


"Makan yang bener..malah menonton suami makan " Kenzo menyentil kening Luna.


"Aku senang kakak makan banyak seperti ini " ujar Luna.


"Iya tapi kamu juga harus makan, mengurus dua anak itu butuh energi.. belum Daddy nya sebentar lagi minta diurusin " nasehat Kenzo diakhiri dengan senyum menyeringai.


"Makanya kamu harus banyak makan biar kuat ngurus kami " ucap Kenzo sambil menyuapi Luna makan.


Setelah menyelesaikan makannya Kenzo dan Luna yang hendak kembali ke kamar berpapasan dengan kedua pengasuh yang hendak mengambil Kenan dan Ana yang tertidur di kamar Kenzo.


"Biar saja anak-anak tidur dengan kami " Kenzo melarang kedua pengasuh itu membawa Kenan dan Ana.Pengasuh Kenan dan Ana pun mengerti. Sepertinya majikan mereka sedang ingin tidur bersama kedua buah hatinya yang sedang lucu-lucunya itu.


*


Jumat pagi Cindy sibuk memasukan baju-baju dirinya dan Satria kedalam koper kecil. Hari itu rencananya Cindy akan mengunjungi Sadewa di Sumedang.


Kebetulan hari itu Cindy tidak ada jadwal kuliah di kampus nya jadi Cindy dan Satria bisa berada di Sumedang sampai hari Minggu.


Setelah semua barang masuk kedalam mobil Cindy pun pergi dengan diantar oleh orang suruhan Bagas yang setia menjaga mereka di Bandung selama Sadewa dinas di Sumedang.


Jam 10 pagi mereka sudah sampai di rumah dinas Sadewa di Sumedang. Cindy sengaja tidak memberitahu rencana kedatangan mereka kepada Sadewa.Kebetulan Cindy memegang kunci cadangan rumah dinas Sadewa sehingga mereka bisa masuk walaupun Sadewa sedang berada di Mako Polres Sumedang.


Setibanya di rumah dinas Cindy merapikan kamar tidur yang sedikit berantakan. Sepertinya Sadewa tidak sempat membereskan kamarnya sebelum pergi dinas.


Setelah selesai membersihkan rumah, Cindy membagikan oleh-oleh yang dibawanya dari Bandung kepada tetangga terdekat.


Menjelang kepulangan Sadewa dari kantor Cindy mulai sibuk menyiapkan makanan yang tadi pagi ia bawa dari Bandung.


Cindy cukup menghangatkan saja dan disajikan diatas meja makan. Sebelum Sadewa pulang Cindy sudah memandikan Satria untuk menyambut kedatangan ayahnya dari kantor.

__ADS_1


Sepulang dari Mako Sadewa sangat kaget ketika mendapati Satria dan Cindy berdiri menyambut kedatangannya.


"Ayah pulang.." Satria terlihat senang melihat kedatangan ayahnya.


"Aa kapan datang..kenapa tidak bilang kalau mau kesini ?" tanya Sadewa sambil mengambil Satria dari gendongan Cindy.


"Biar surprise " jawab Cindy sambil mencium tangan Sadewa.


"Jangan bilang kamu bolos kuliah karena kesini " Sadewa menatap curiga kepada Cindy.


"Tidak.. kebetulan hari ini sedang tidak ada jadwal kuliah " jawab Cindy.


"Kamu tidak bohong kan Bun ?" tanya Sadewa masih tidak percaya.


"Tidak percayaan banget sih sama aku " Cindy mengerucutkan bibirnya sambil mencubit tangan Sadewa kesal.


"Iya percaya " Sadewa tersenyum sambil balas mencubit pipi Cindy.


"Waah..rapi banget " Sadewa terkesima melihat kamarnya yang sangat rapi, padahal tadi pagi ia tidak sempat merapikan kamarnya sebelum pergi ke kantor.


"Terimakasih Sayang " Sadewa mencium kening Cindy.


"Ayah kenapa kamarnya kecil ?" tanya Satria.


Rupanya bocah tampan itu sedikit tidak terbiasa melihat kamar yang hanya berukuran 3x4 meter itu, tidak seperti kamar di rumah mereka di Bandung.


"Tidak apa-apa kecil juga yang penting nyaman " jawab Sadewa sambil melemparkan putranya keatas kasur empuknya. Satria tertawa senang ketika mendarat dengan sempurna di kasur empuk itu.


"Aa tunggu disini ya..Ayah mau mandi dulu " ucap Sadewa. Satria mengangguk.


Setelah selesai mandi Sadewa kembali menemani Satria yang tampak mulai mengantuk di kamarnya.


Sadewa mendengarkan ocehan Satria yang menceritakan pengalaman perjalanannya dari Bandung ke Sumedang tadi pagi. Sampai akhirnya bocah tampan itu berhenti berceloteh karena tidur.


Setelah menidurkan Satria, Cindy mengajak Sadewa dan sopir mereka makan. Selama makan Sadewa menanyakan apa saja yang terjadi selama dirinya di Sumedang.


Selesai makan mereka melanjutkan mengobrol di teras depan sambil merokok. Sementara Cindy memilih merapikan baju-baju Sadewa didalam lemari yang sedikit berantakan.


"Sudah beres-beres nya " ujar Sadewa yang tiba-tiba muncul di pintu kamar.


"Mumpung lagi disini Sayang " jawab Cindy sambil menyusun baju-baju Sadewa kedalam lemari.


Sadewa duduk disisi ranjang sambil memperhatikan Cindy yang tampak sibuk sendiri.


"Sudah selesai " akhirnya Cindy menyelesaikan pekerjaannya.


"Duduk disini " Sadewa menepuk pahanya. Cindy menurut mendekat kearah Sadewa dan duduk diatas pangkuannya.


"Kangen " ucap Cindy manja sambil melingkarkan tangannya dileher Sadewa.


"Kakak juga kangen " jawab Sadewa sambil menautkan bibir mereka.

__ADS_1


__ADS_2