Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kangen Ayah


__ADS_3

Luna terbangun ketika merasa ada yang mencolek-colek wajahnya. Begitu Luna membuka matanya ternyata Kenan dan Keana sedang berada diatas tubuhnya.


Tidak jauh dari mereka Kenzo tampak tersenyum jahil melihat Luna yang terbangun karena diganggu kedua buah hatinya.


"Pasti kamu yang suruh mereka gangguin aku ya " tuduh Luna kepada Kenzo.


"Iya..biar mereka bangunin Mommy nya yang malas bangun pagi " jawab Kenzo.


"Bukan malas bangun pagi Sayang, aku kan bangun dari subuh cuma tidur lagi karena kamu yang ajak tidur lagi " jawab Luna.


"Alasan " jawab Kenzo sambil mulai ikut mengganggu Luna.


Kenan yang lebih aktif dari Ana naik keatas tubuh Luna dan menggigit hidung Luna dengan gemas. Sepertinya bocah sipit itu akan mulai tumbuh gigi lagi.


Akhirnya mereka pun bersenda gurau diatas ranjang sampai kedua bocah sipit itu terlihat lelah dan kehausan.


Kenzo dan Luna tertawa ketika Kenan dan Ana mulai berebut mencari sumber kehidupannya.


"Tidak usah berebut sayang semua kebagian masing-masing satu " Kenzo membantu kedua buah hatinya untuk mendapatkan jatahnya.


"Yang tidak kebagian itu Daddy " gumam Kenzo dengan wajah dibuat sesedih mungkin.


"Dasar Daddy sipit masa mau bersaing sama anak-anak " ejek Luna.


Kenzo hanya tersenyum kecut.


Selama Luna menyusui kedua buah hatinya Kenzo memilih merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil bermain game di ponselnya.


Namun beberapa saat kemudian Kenzo berhenti bermain ketika ada satu panggilan video masuk di ponselnya.. ternyata dari Cindy.


Kenzo pun langsung mengarahkan kamera ponselnya kearah Luna yang sedang berbaring pasrah sambil menyusui kedua buah hatinya.


"Ya Tuhaaan..itu dua boneka Jepang mimiknya seperti kambing saja " Cindy terkikik melihat gaya kedua keponakan sipitnya yang sedang menyusu.


"Enak saja ngatain anak gw kambing " omel Luna.


"Siapa yang bilang ngatain anak Lo kambing..gw cuma bilang seperti kambing " Kilah Cindy.


"Sama saja " jawab Luna.Cindy terkikik.

__ADS_1


"Dek..Lo kesini dong weekend ini kak Dewa tidak pulang katanya ada oprasi gabungan " Ujar Cindy.


"Ga tau kakak Ken nya mau ga " jawab Luna sambil melirik kearah Kenzo.


"Dibujuk dong kakak Ken nya..kasih goyangan dulu yang lincah " saran Cindy.


"Sudah dari semalam gw goyang terus nyampe rontok rasanya pinggang gw " jawab Luna sambil terkikik. Kenzo hanya geleng-geleng kepala mendengar obrolan istri dan sepupunya yang tidak bisa di filter.


Mendengar Mommy nya ngobrol dengan Tante nya si kembar kompak melepaskan pu ting Luna dari mulut mereka.


Melihat Kenan dan Keana berhenti menyusu Cindy pun melambaikan tangannya kepada kedua keponakan nya.


"Hai Kenan..Ana..ini Tante sayang " Cindy melambaikan tangannya kepada Kenan dan Ana. Tidak lama kemudian Satria pun muncul dan mengambil alih ponsel bundanya.


"Aa ganteng..sini sayang..Tante kangen " Luna memanggil satria. Bocah tampan itupun melambaikan tangannya kepada Luna sambil memberikan cium jauhnya.Luna dan Kenzo balas memberikan cium jauhnya untuk bocah tampan itu.


Tidak lama kemudian Kenan dan Ana berebut ingin memegang benda pipih yang sedang memperlihatkan diganteng Satria di layarnya.Kenzo akhirnya membiarkan si kembar memegang ponselnya dan tidak lama kemudian panggilan video pun berakhir. Sepertinya si kembar tidak sengaja menekan tombol merah.


Setelah panggil video dengan Luna terputus, Cindy pun beralih menyambungkan panggilan video kepada Felisha, dan Satria pun anteng mengobrol dengan Bagas dan Felisha juga Alysha. Abimanyu pun sesekali ikut menyapa Satria.


Setelah mengakhiri panggilan video Dengan Bagas dan Felisha Cindy membawa Satria untuk tidur di kamarnya. Selama Sadewa tidak ada setiap malam Satria memang tidur dengan Cindy.


Sebelum tidur mereka menerima panggilan video dari Sadewa yang sudah siap mengenakan seragam dinasnya akan melakukan operasi gabungan.


Sebelum menutup panggilan video Satria memberikan cium jauhnya untuk Ayahnya dan Sadewa pun membalasnya.


Karena malam mulai larut Cindy dan Satria pun tidur sambil mendekap sweater milik Sadewa.


Malam itu hujan deras yang mengguyur Bandung membuat Cindy dan Satria tertidur dengan lelap.


Saking pulasnya mereka tidak menyadari jika sebelum subuh ada sosok tinggi tegap yang datang dan kemudian bergabung dalam selimut mereka.


Setelah menyelesaikan oprasi gabungan Sadewa memutuskan langsung pulang ke Bandung dan sampai ketika menjelang subuh.


Suara kumandang adzan subuh yang membangunkan Cindy membuat wanita cantik itu nyaris terpekik ketika ada tangan kokoh yang memeluk perutnya.


"Ayah kapan pulang ?" tanya Cindy begitu menyadari jika pemilik tangan kokoh yang memeluknya adalah Sadewa.


"Entahlah..tidak sempat lihat jam " jawab Sadewa diantara kantuknya.

__ADS_1


"Subuh dulu yuk.. kalau sudah subuh nanti dilanjut tidurnya " Cindy menarik tangan Sadewa agar bangun. Sadewa pun menurut.


Setelah selesai solat subuh Sadewa langsung kembali terkapar disamping tubuh mungil Satria.


Selama Sadewa tidur Cindy tidak berani mengganggu karena sebagai seorang Bhayangkari Cindy sudah sangat hapal jam berapa biasanya Sadewa selesai melakukan operasi gabungan pada malam hari.


Satria pun terlihat sangat nyaman dalam pelukan ayahnya sehingga bocah tampan itu tidak bangun sepagi biasanya.


Sambil menunggu kedua jagoannya bangun Cindy sibuk di dapur membuat sarapan bersama pelayan.


Setiap Sadewa pulang Cindy selalu meminta pelayan untuk memasak menu masakan Sunda lengkap kesukaan Sadewa.


Sadewa terbangun ketika merasa ada yang menusuk-nusuk pipinya. Begitu matanya terbuka bibir Sadewa langsung menyungging senyum begitu melihat putranya sedang memeluknya dan menusuk-nusuk pipinya.


"Aa sudah bangun " Sadewa memeluk tubuh mungil itu dan menciumi pipinya yang bulat dengan gemas. Satria pun tertawa kegelian.


"Aa kita mandi sama Ayah yuk " ajak Sadewa


"Ayah belendem " pinta Satria.


"Siap Boss " Sadewa mengangkat tubuh mungil Satria kemudian dibawa ke kamar mandi.


Mereka berada di kamar mandi hampir satu jam. Sadewa dan Satria anteng berendam di dalam bathtub sambil bermain gelembung sabun.


"Sudah selesai mandinya jagoan " setelah dibilas Sadewa membungkus tubuh mungil Satria kemudian dibawa ke kamar untuk dipakaikan baju.


Cindy yang sedang sibuk di dapur tentu saja kaget ketika mendapati kedua jagoannya sudah tampan dan wangi.


"Aa mandi sama Ayah ?" tanya Cindy . Satria menjawab dengan anggukan.


"Terimakasih Sayang " Cindy mencium bibir Sadewa sekilas, namun Sadewa malah balas melahapnya dengan rakus membuat Cindy langsung membelalakan matanya karena malu dilihat pelayan mereka. Namun Sadewa terlihat cuek membuat Cindy memukul tangan Sadewa.


"Malu Yang dilihat pelayan " omel Cindy.


"Biarin..dia juga pasti mengerti " jawab Sadewa santai.


Setelah sarapan siap mereka pun sarapan bersama. Satria dibawa main oleh pengasuhnya ke depan sambil disuapi makan.


"Mumpung Aa tidak ada kita ke kamar yuk " ajak Sadewa setelah mereka selesai sarapan.

__ADS_1


"Baiklah " jawab Cindy patuh sambil mengikuti Sadewa ke kamar mereka.


Selama beberapa jam Sadewa mengurung Cindy di kamar. Entah apa yang Sadewa lakukan kepada istrinya itu hingga beberapa jam kemudian Cindy tampak terkapar diatas kasur empuknya dengan kondisi sangat mengenaskan.


__ADS_2