
Malam ini Luna dan Kenzo terpaksa menggelar kasur tambahan karena kasur empuk mereka sejak selepas magrib sudah dikuasai oleh Satria dan si kembar.
Ketiga bocah berpipi bulat itu tampak tertidur sangat lelap. Sebelum tidur Kenzo membacakan buku cerita tentang binatang.
Satria, Kenan dan Ana tertawa cekikikan ketika Kenzo menirukan suara binatang sesuai dengan tokoh pada buku cerita yang ia baca.
"Huuh.. akhirnya mereka tidur juga " Kenzo menyimpan buku cerita yang baru selesai ia baca kedalam laci nakas setelah ketiga bocah super aktif itu akhirnya tumbang.
"Anak-anak sudah tidur..sekarang tinggal mommy nya yang harus tidur juga " Kenzo menggiring Luna yang baru selesai melakukan perawatan wajahnya ke atas kasur tambahan yang sudah mereka gelar.
Pria tampan bermata sipit itu mempunyai cara khusus untuk membuat istri kecilnya itu tertidur.
Jika tadi ia membacakan buku cerita agar Kenan dan Ana juga Satria tidur, lain halnya dengan Luna.
Kenzo harus membuat istrinya itu berkeringat dan kelelahan dulu baru Luna akan tertidur dengan cepat.
"Sipit sudah..aku lelah.. ngantuk mau tidur.." Luna terkapar lemas dibawah Kungkungan tubuh Kenzo sebelum akhirnya Luna tertidur.
Kenzo turun dari atas tubuh Luna dengan senyum puas tersungging di bibirnya karena telah berhasil menaklukkan kucing liarnya yang semakin hari semakin nakal saja.
Sebelum tidur Kenzo masih sempat membetulkan baju tidur Luna yang berantakan karena ulahnya.
Ia tidak ingin jika anak-anak sampai melihat Luna tidur dalam keadaan telanjang.
Keesokannya pagi-pagi sekali Sadewa dan Cindy sudah datang ke rumah Kenzo.
"Kakak ngapain sih pagi-pagi begini bangunin kita..aku masih ngantuk tau " keluh Luna dengan muka bantalnya.
"Kakak mau bawa anak-anak main " jawab Sadewa sementara Cindy sibuk memakaikan baju kepada ketiga bocah itu.
"Mau dibawa main kemana kak ?" Luna duduk diatas kasur sambil memperhatikan Cindy yang sibuk sendiri memakaikan baju kepada Kenan, Ana dan Satria.
"Ke Dufan " jawab Cindy.
"Memang bisa pegang 4 anak ?" tanya Luna ragu.
__ADS_1
"Bisa..kan Abimanyu ikut " jawab Cindy.
"Ya sudah kalau begitu aku mau bobo lagi sama si sipit " jawab Luna
"Enak saja bobo lagi..Lo harus siapin makanan buat kita, soalnya pulangnya kita pasti cape..oh iya aku minta dibikinin salad buah dong "
" Oke..buat nanti siang kan ?" tanya Luna.
"Kalau salad buah buat dibawa kesana " jawab Cindy nyengir.
"Iya deh " meski masih mengantuk Luna pun beranjak ke dapur untuk membuatkan salad buah pesanan Cindy.
Selain membuatkan salad buah Luna juga menyiapkan makanan untuk keempat krucil yang hari ini akan bersenang-senang dengan Cindy dan Sadewa juga Abimanyu.
"Kakaak aku sudah siap " Alysha muncul bersama Abimanyu.
Setelah semua siap mereka pun pergi. Luna yang masih mengenakan baju tidurnya mengantarkan mereka sampai masuk kedalam mobil.
"Dadah Mommy..Daddy sipit.." keempat bocah itu melambaikan tangan kepada Luna dan Kenzo.
"Sayang..aku khawatir mereka akan kerepotan megang empat anak..apa sebaiknya kita susul mereka? " tanya Luna khawatir.
Aluna dan Kenzo bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah hampir satu jam lebih berada di kamar mandi mereka pun keluar.
Luna tampak menggerutu karena si sipit berulah sehingga Luna terkurung di kamar mandi selama satu jam lebih bersama suami sipitnya yang semakin hari semakin mesum saja.
Setelah berpakaian dan sarapan mereka pun menyusul Sadewa dan Cindy yang membawa anak-anak ke Dufan.
Bagas dan Felisha yang baru selesai berolahraga pagi diatas kasur empuk mereka memutuskan akan menyusul Sadewa dan Cindy yang sedang membawa anak-anak bermain.
Bagas dan Felisha akhirnya menemukan Sadewa dan Cindy juga Abimanyu yang sedang mencoba beberapa wahana permainan yang ada disana.
Tidak lama kemudian Luna dan Kenzo pun menemukan mereka sambil membawa Arka. Sebelum menyusul Cindy dan Sadewa mereka terlebih dahulu menjemput Arka di rumahnya.
Felisha, Luna dan Cindy membiarkan Bagas,Sadewa, Kenzo dan Abimanyu membawa kelima bocah yang tidak bisa diam itu bermain.
__ADS_1
Pada saat menunggu anak-anak bermain tiba-tiba Luna mengajak Cindy untuk naik wahana rollercoaster.
Kedua sahabat itu pun pergi meninggalkan Felisha yang sedang memegang Ana yang berhenti bermain karena mulai lelah.
Setelah beberapa waktu berlalu anak-anak pun selesai bermain. Mereka semua menunggu Luna dan Cindy yang masih berada di wahana rollercoaster.
Setengah jam kemudian Luna dan Cindy yang baru selesai bermain muncul dengan wajah yang pucat pasi.
Luna dan Cindy yang merasa pusing dan mual setelah bermain akhirnya muntah bersamaan.
"Pusing banget Yang " keluh Luna setelah ia mengeluarkan isi perutnya, begitu juga dengan Cindy.
Kenzo dan Sadewa mengusap-usap punggung istri-istri mereka sambil menyembunyikan tawanya...dasar anak-anak nakal.
Abimanyu mentertawakan kedua kakaknya yang sedang mabuk naik rollercoaster.
"Awas kamu dek ngetawain kakak " Luna langsung menekuk wajahnya kesal.
Karena Luna dan Cindy mengalami mabuk akhirnya mereka pun memutuskan langsung pulang.
Sebelum pulang mereka mencari makan terlebih dahulu di sebuah restoran terdekat.
Karena masih pusing dan mual Luna dan Cindy pun kembali memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke perut mereka di toilet restoran.
Melihat kondisi Luna dan Cindy yang mabuk berat Bagas pun membawa semua pulang ke rumahnya.
Setibanya di rumah Bagas, Luna dan Cindy langsung terkapar lemas di kamar masing-masing.
Beruntung Kenan dan Ana anteng bermain dengan Alysha, Arka dan Satria dengan diawasi oleh Bagas dan Felisha juga para pengasuh mereka.
"Sayang masih pusing ?" Kenzo duduk disisi ranjang untuk mengecek keadaan Luna.
"Tidak terlalu Yang " jawab Luna lemah.
"Kalau tidak berani makanya jangan suka nekad " nasehat Kenzo sambil mengelus puncak kepala Luna.
__ADS_1
"Siapa bilang tidak berani..aku sama Cindy sudah biasa naik rollercoaster mungkin sekarang lagi kurang fit saja badan akunya makanya pusing " jawab Luna.
"Iya.. sepertinya badan kamu sedang kurang fit..keliatan dari wajah kamu pucat Sayang " ujar Kenzo.