Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kencan Ala PakPol


__ADS_3

Keesokannya Sadewa menjemput Cindy di sekolah. Cindy tentu saja kaget karena sebelumnya Sadewa tidak mengatakan sebelumnya jika ia akan menjemput di sekolah.


"Hari ini kamu punya utang sama kakak " Sadewa menuntun Cindy masuk ke mobilnya.


Cindy yang sudah terlanjur menerima ajakan Sadewa akhirnya hanya menurut dan tidak berani protes ketika Sadewa membawanya dengan mobilnya.


"Kakak..motor aku bagaimana ?" tanya Cindy


"Motor kamu sudah ada yang mengantarkan ke rumah kamu " jawab Sadewa santai.


"Terimakasih kak " ucap Cindy senang. Akhirnya urusan dengan kepolisian selesai juga oleh pak Polisi ganteng itu.


"Kedepannya kalau kamu melakukan pelanggaran-pelanggaran lagi kakak tidak akan menolong kamu lagi " ancam Sadewa.


"Iya kak " jawab Cindy.


Sesungguhnya Cindy juga berharap tidak akan berurusan lagi dengan kepolisian termasuk dengan Sadewa.


"Sekarang kamu mau kemana ?" tanya Sadewa


"Haah..bukannya kakak yang ngajak " jawab Cindy bingung.


"Maksud kakak..kita perginya ke tempat yang kamu mau " ujar Sadewa.


"Aku tidak tau mau kemana " Cindy semakin bingung.Begitu juga dengan Sadewa.


"Kamu suka mancing ?" tanya Sadewa tiba-tiba.


"Pernah ikut mancing sama Papa, tapi cuma nonton saja " jawab Cindy.


"Kalau begitu kita mancing, teman kakak ada yang berdinas di Bogor.. kebetulan dia punya kolam ikan disana " ajak Sadewa.


"Ke Bogor ?" tanya Cindy ragu.


"Ya..kita pergi sekarang " Tanpa meminta persetujuan Cindy Sadewa pun melajukan mobilnya menuju kearah Bogor.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di tempat yang di tuju. Sadewa dan Cindy langsung diajak menuju kolam ikan yang ada di bagian belakang rumah.


Cindy membuka sepatu sekolahnya dan meminjam sandal jepit milik teman Sadewa.


"Bisa tidak jalannya ?" tanya Sadewa ketika mereka menyusuri jalanan kecil menuju kolam ikan yang cukup luas.


"Bisa dong " jawab Cindy.


"Bini gw waktu pertama kali kesini malah kecebur " ujar teman Sadewa sambil tertawa.


Ternyata teman Sadewa sudah menikah dan sekarang istrinya sedang hamil besar, jadi tidak bisa menemani mereka memancing.


Sesampainya di kolam mereka pun mulai menyiapkan pancingan dan umpannya. Sadewa menyuruh Cindy duduk didekatnya sambil menunggu umpan mereka dimakan ikan.


Cindy tampak senang ketika Sadewa mulai mendapatkan ikan pertamanya walaupun tidak besar.


Tidak jauh dari Sadewa temannya sudah mendapatkan ikan yang lumayan banyak. Sambil mengobrol Sadewa mengeluarkan rokok dari saku jaketnya.


Cindy termangu, ia baru pertama kali melihat Sadewa merokok. Setahunya kedua kakak kembar Luna itu bukan perokok.Namun melihat Sadewa yang tampak begitu menikmati rokoknya Cindy yakin jika Sadewa bukanlah perokok pemula.


Cindy bersorak kegirangan ketika Sadewa mendapat ikan keduanya yang berukuran lumayan besar. Namun pada saat akan dimasukkan kedalam ember ikan itu kembali terlepas karena Sadewa yang tidak hati-hati saat memegangnya.


"Kakak gimana sih megangnya..jadi lepas lagi kan ikannya " Cindy yang tampak kesal tidak sadar memukuli bahu Sadewa.


Mendapat pukulan di bahunya bukannya marah Sadewa malah tertawa terbahak-bahak.


"Kakak tidak sengaja..iya kakak akan berusaha dapat yang lebih besar " janji Sadewa.


"Pokoknya harus dapat yang lebih besar " ujar Cindy cemberut.


"Iya..iya " jawab Sadewa sambil kembali melempar pancingannya kedalam kolam.


Sadewa kembali mendapatkan ikan namun tidak sebesar yang tadi.Wajah Cindy pun masih cemberut.


"Sabar Neng..nanti Aa tangkap yang lebih besar dari yang tadi " Sadewa menggoda sambil mencolek dagu Cindy.


"Mana..dari tadi belum dapet-dapet " omel Cindy.


"Yang sabar dong " jawab Sadewa sambil kembali melempar kailnya.

__ADS_1


Cindy menunggu disebelah Sadewa sambil berjongkok memperhatikan ikan yang hilir mudik didalam kolam.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Sadewa pun berhasil mendapatkan ikan yang lebih besar dari yang tadi.Cindy langsung bersorak kegirangan ketika ikan itu berhasil Sadewa tarik.


"Aku saja yang pegang " Cindy mengulurkan tangannya ketika Sadewa berusaha melepaskan mata kail dari mulut ikan naas itu.


Ikan yang berukuran besar itu terus menggelepar-gelepar ditangan Cindy membuat gadis itu panik.


"Kakaaak..aku.." Cindy berusaha menyeimbangkan tubuhnya sambil memegang ikan itu kuat-kuat. Namun karena tidak hati-hati Cindy pun terpeleset dan tercebur bersama ikan ditangannya.


Meskipun tercebur dan basah kuyup Cindy tetap mempertahankan ikan ditangannya.


Sadewa menggulung celananya sampai ke lutut dan buru-buru turun ke kolam untuk menolong Cindy.


"Kakak ikannya selamat " ujar Cindy senang.


"Iya ikannya selamat.....kamu yang tidak selamat " jawab Sadewa sambil menuntun Cindy naik ke darat.


"Biarin yang penting dapat ikan yang besar " jawab Cindy santai.


Karena tubuh Cindy basah kuyup akhirnya Sadewa pun mengakhiri acara mancingnya.


"Kamu pakai trening dan kaos kakak saja " Sadewa mengambil trening dan kaos dari dalam mobilnya dan memberikan nya kepada Cindy.


Cindy mengambilnya kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tidak lama kemudian Cindy keluar. Ia terlihat lucu memakai trening dan kaos Sadewa yang bertuliskan Polda Jabar di punggungnya.


Cindy memasukan baju seragam sekolahnya yang kotor oleh noda lumpur kedalam kantung plastik dan dimasukan kedalam mobil Sadewa.


Setelah beristirahat Sadewa dan Cindy pun pulang. Cindy tampak Senang pulang dengan membawa ikan hasil tangkapan Sadewa tadi.


Karena hari sudah sangat sore Sadewa pun langsung mengantarkan Cindy pulang ke rumahnya, tidak lupa Sadewa menurunkan semua ikan hasil tangkapannya dan diberikan kepada Mama Cindy.


*


Luna membuka matanya ketika ada yang menggelitik hidungnya..Ternyata Sadewa yang sedang berulah.


"Kakak..aku masih ngantuk..hari ini aku tidak ada jadwal kuliah jadi tidak akan ke kampus " ujar Luna dengan suara seraknya.


"Bantuin apa sih kak ?" tanya Luna.


"Tolong belikan seragam sekolah SMA yang biasa kamu pakai " ucap Sadewa.


"Untuk siapa Kak ?" tanya Luna


"Untuk Cindy " jawab Sadewa.


Sadewa pun menceritakan insiden yang menimpa Cindy kemarin di Bogor.


"Kakak pergi mancing kenapa tidak ajak aku ?" Luna langsung merajuk.


"Nanti lagi kita kesana sama Kenzo juga " jawab Sadewa.


"Beli baju sekolah nya kapan ?" tanya Luna sambil merapikan rambutnya.


"Sekarang " jawab Sadewa.


"Siap komandan " Luna menghormat kemudian turun dari ranjangnya dan beranjak menuju kamar mandi.


"Mau kemana kak ? katanya hari ini tidak pergi ke kampus ?" tanya Felisha.


"Mau keluar dulu Mom..ada yang mau dibeli " jawab Luna sambil mengerling kearah Sadewa.


"Hati-hati kak " pesan Felisha sebelum Luna keluar.


"Sip " Luna mengacungkan ibu jarinya.


Ketika mobil Luna keluar dari gerbang tiba-tiba mobil Kenzo melintang menghalangi jalannya.


"Kakaaak..minggir dong aku mau keluar " teriak Luna.


Bukannya meminggirkan mobilnya Kenzo malah turun kemudian menghampiri Luna.


"Kamu mau kemana ? bukannya hari ini tidak ada jadwal kuliah ?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Aku mau keluar..ada yang mau dibeli " jawab Luna.


"Kakak antar ya " ucap Kenzo.


"Bukannya kakak harus ke kantor ?" tanya Luna.


"Hari ini kakak sedang ingin menghabiskan waktu seharian sama kamu " jawab Kenzo.


"Cepetan masukin lagi mobilnya " titah Kenzo.


"Iya..dasar pemaksa " cibir Luna sambil memasukkan kembali mobilnya kedalam garasi.


"Kenapa tidak jadi pergi ?" tanya Sadewa yang langsung keluar begitu mendengar mobil Luna masuk ke garasi.


"Dia tuh maksa pengen nganterin " Luna menunjuk kearah mobil Kenzo yang terparkir di jalan.


"Dasar posesif " cibir Sadewa.


"Memang " jawab Luna sambil berlari kecil menuju ke mobil Kenzo.


Setelah Luna masuk kedalam mobil, Kenzo langsung memasangkan seatbelt untuk Luna.


"Pasang seatbelt nya tidak usah modus " Luna menahan bibir Kenzo yang akan menyosor bibirnya.


"Morning Kiss Sayang " pinta Kenzo


"Ga ada " jawab Luna.


"Dasar pelit " cibir Kenzo sambil mulai melajukan mobilnya.Meskipun Luna menolaknya namun Kenzo samasekali tidak marah.Ia sangat mengerti jika Luna itu masih sangat polos karena usianya yang baru 17tahun.


"Kita mau kemana Sayang ?" tanya Kenzo sambil fokus dengan jalanan di depannya.


"Toko seragam sekolah " jawab Luna sambil memberi arahan kepada Kenzo.


"Oke boss " jawab Kenzo mengikuti arahan dari Luna.


Setelah sampai di toko yang khusus menjual seragam sekolah Kenzo dan Luna pun turun. Kenzo mengikuti Luna mencari seragam SMA untuk Cindy.


"Buat apa beli seragam SMA Yang ?" tanya Kenzo heran. Kenzo pikir Luna akan membeli seragam sekolah untuk Abi.


"Buat Cindy..disuruh kak Dewa " jawab Luna.Ia pun menceritakan insiden yang menimpa Cindy kemarin di Bogor kepada Kenzo.


"Kakak kamu gercep juga " ujar Kenzo sambil terkekeh.


Setelah selesai membeli seragam untuk Cindy Kenzo mengajak Luna untuk mampir sebentar ke kantornya karena ada berkas yang yang harus Kenzo ambil.


Kenzo menuntun Luna menuju ruangan kerjanya dilantai paling atas gedung itu. Beberapa staf Kenzo tampak tersenyum ramah kepada Luna. Mereka sudah mulai mengenal kekasih boss mereka karena sebelumnya Luna sudah pernah ke kantor Kenzo.


"Cuma mau ambil ini " Kenzo mengacungkan map coklat kepada Luna.


Luna beranjak hendak keluar dari ruang kerja Kenzo tapi dengan cepat tangan Kenzo menangkap pinggang Luna dan mendekapnya erat.


"Kakak mau ngapain ?" tanya Luna gugup.


"Mau cium kamu " jawab Kenzo sambil mendekatkan wajahnya ke bibir Luna. Dalam sekejap bibir Kenzo pun melahap bibir Luna dengan rakus.


"Kakaaak.. mmpptthh " Luna mencengkram pinggang Kenzo menahan lututnya yang terasa lemas seperti tidak bertulang.


Setelah puas Kenzo pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Bibir kamu bengkak Sayang " bisik Kenzo sambil mengusap bibir Luna yang bengkak karena ulahnya.


"Kakak sih " Luna tersipu sambil mencubit perut Kenzo.


"Kita pulang sekarang..kamu masih bisa jalan kan?..apa harus kakak gendong?" Kenzo menggoda Luna.


"Kakaak " Luna kembali mencubit perut Kenzo hingga pria itu meringis meminta ampun.


Setelah berhasil mendapatkan ciuman dari Luna Kenzo pun membawa Luna pulang. Ia tidak ingin mendapat Omelan dari Sadewa karena mereka pergi terlalu lama.


Like Komen dan vote nya pliiis.. pliiis


Biar Author semakin semangat nulisnya


happy reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2