
Sadewa yang sedang tertidur sambil memeluk Cindy terbangun ketika Satria merengek ingin minum susu.
"Aa tunggu sebentar Ayah buatkan susu nya " Sadewa melepaskan pelukannya dari tubuh Cindy.
"Iya " jawab Satria masih berbaring sambil memeluk guling.
Sadewa beranjak menuju ke dapur untuk membuat susu untuk Satria. Tidak lama kemudian pria tampan berkepala cepak itu sudah datang dengan satu buah botol berisi susu ditangannya.
Satria berbaring sambil menghisap susu botolnya. Tangan Sadewa mengusap-usap perut Satria sampai bocah tampan itu kembali tertidur sambil menghisap susu botolnya.
Sadewa tersenyum melihat istri dan putranya yang tertidur dengan sangat nyenyak. Setelah puas menatap wajah keduanya Sadewa pun melanjutkan tidurnya sambil memeluk Cindy dan Satria.
Keesokannya ketika pagi-pagi Cindy bangun Sadewa sudah tidak ada disampingnya. Satria yang baru bangun tidur pun langsung menangis mencari Ayahnya.
Cindy yang baru selesai mandi dan memakai dasternya langsung menggendong Satria dan membawanya keluar untuk mencari Ayahnya.
"Aa Satria mencari Ayahnya ya Bu ?" tanya Bu Eko tetangga sebelah rumah.
"Iya Bu " jawab Cindy.
"Pak Dewa tadi pergi pake baju olahraga sepertinya lari pagi di lapangan " Bu Eko yang sedang menjemur baju memberi tahu.
"Aa ingin ikut Ayah " Satria merengek dalam gendongan Cindy.
"Sebentar lagi juga Ayah pulang " Cindy berusaha membujuk Satria agar berhenti merengek.
"Jagoan Ayah kenapa menangis ?" tidak lama kemudian Sadewa muncul dari arah lapangan dengan baju olahraga basah oleh keringat.
"Aa ingin ikut Ayah " jawab Satria sambil memeluk leher Sadewa setelah pria tampan itu mengambil Satria dari gendongan Cindy.
"Tadi kan Aa sama Bunda masih tidur, Ayah tidak tega banguninnya " Sadewa mengusap mata Satria yang basah habis menangis.
"Aa sudah mandi belum ?" tanya Sadewa.
"Belum..Aa mau mandi sama Ayah " jawab Satria manja.
"Oke boss..kita mandi sekarang " Sadewa menurunkan Satria di kursi kemudian membuka semua bajunya hingga bocah montok itu telanjang bulat.
Cindy mengumpulkan baju Satria dan dimasukkan kedalam keranjang cucian.
__ADS_1
"Ayaaah kenapa kamar mandinya tidak ada bathtub nya ?" tanya Satria.
"Kan kamar mandinya kecil A " jawab Sadewa sambil menggosok tubuh montok putranya dengan spon mandi.
"Kenapa kecil Ayah ?" Satria terus bertanya.
"Semua rumah disini ukuran kamar mandinya sama " jawab Sadewa sambil membilas tubuh Satria hingga bersih.
Setelah selesai dimandikan Sadewa membalut tubuh Satria dengan handuk kemudian dibawa ke kamar untuk dipakai kan baju.
"Ayah.. Aa boleh main di depan sama kakak Reval ?" tanya Satria setelah Sadewa selesai memakaikan baju.
Kakak Reval adalah putra Pak Eko tetangga sebelahnya.
"Boleh..tapi Aa makan dulu " jawab Sadewa sambil menuntun Satria menuju meja makan dimana Cindy sedang menyelesaikan memasak. Dari Bandung Cindy memang membawa bahan makanan karena Sadewa tidak pernah memasak di rumah dinasnya.
"Perlu bantuan ?" tanya Sadewa sambil memeluk Cindy dari belakang.
"Tidak usah..kakak tunggu saja disana.. sebentar lagi juga selesai " jawab Cindy sambil menunjuk kearah meja makan dengan dagunya.
"Ya sudah kalau tidak mau dibantu kakak temani kamu saja " Sadewa enggan melepaskan pelukannya.
"Baiklah " Sadewa pun terpaksa melepaskan belitan tangannya dari perut Cindy setelah sebelumnya mencium leher Cindy.
"Dasar mesum..tidak tau tempat " Cindy menggerutu sambil celingukan khawatir sopirnya melihat apa yang dilakukan Sadewa padanya barusan.
Setelah semua masakan nya siap mereka pun makan bersama di meja makan kecil yang ada di dapur yang tidak terlalu luas itu.
Setelah selesai makan Satria langsung pergi bermain dengan Reval anak tetangga sebelah di teras depan.
Selesai membereskan dapur Cindy pun baru terlihat santai. Ia beristirahat di kamar sambil melakukan panggilan video dengan Luna. Sesekali Cindy tertawa ketika ponsel Luna diambil oleh Kenan dan Ana.
"Ngobrol sama siapa Bun anteng banget " tanya Sadewa yang tiba-tiba masuk ke kamar.
"Ngobrol sama Luna tapi ponselnya direbut sama anak Jepang..jadi mati deh " jawab Cindy sambil tertawa.
"Kamu kebiasaan deh manggil mereka anak Jepang " gumam Sadewa sambil merebahkan kepalanya diatas pangkuan Cindy.
"Ya iya..kan Daddynya keturunan Jepang..masa aku panggil anak Arab kan tidak nyambung " jawab Cindy sambil mengelus rambut cepak Sadewa.
__ADS_1
"Bisa saja kamu " Sadewa terkekeh.
Sadewa dan Cindy yang sedang bermesraan berdua keluar dari kamar ketika Bu Eko tetangga sebelah memanggilnya.
"Bu Dewa.. Satria mau aku ajak ke supermarket ya.. takutnya nanti nyariin " Bu Eko meminta ijin untuk membawa Satria.
"Oh iya Bu " jawab Cindy.
"Aa jangan nakal ya " pesan Cindy pada Satria.
"Iya bunda " jawab Satria sambil masuk kedalam mobil bersama Reval.
Setelah mobil Pak Eko berlalu, Cindy pun kembali ke kamarnya.
"Pintunya kunci Bun " titah Sadewa
"Ngapain dikunci segala ?" tanya Cindy.
"Mumpung Aa tidak ada " jawab Sadewa. Cindy pun mengunci pintu kamarnya sesuai perintah Sadewa.
Setelah mengunci pintu Sadewa langsung menyergap Cindy dan menjatuhkannya diatas kasur empuknya dan mengurungnya dibawah tubuhnya.
"Semalam kamu langsung tidur jadi kakak tidak sempat minta jatah " bisik Sadewa.
"Padahal kalau mau tinggal bangunin saja, aku pasti bangun " jawab Cindy sambil mengelus dada Sadewa.
"Semalam takut Aa bangun, masalahnya kamu suka berisik " Ucap Sadewa sambil membuka kaos dan celana yang ia pakai.
"Kamu juga sama suka berisik " balas Cindy pasrah ketika Sadewa mulai melucuti pakaian yang Cindy kenakan dan langsung mengurungnya.
Sebagai pembuka Sadewa lebih dulu melahap bibir Cindy dengan rakus. Suara decapan bibir mereka terdengar bersahutan dengan suara burung Lovebird pak Eko yang selalu berkicau di rumah sebelah.
Sadewa dan Cindy memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk saling melepaskan rindu pada saat Satria tidak ada.
Sadewa sudah menghitung dengan tepat kapan Satria pulang dari supermarket. Suara deru mobil pak Eko terdengar bertepatan dengan tubuh Sadewa yang ambruk diatas tubuh Cindy setelah mereka mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
"Aa pulang Sayang " Cindy mendorong tubuh Sadewa dari atas tubuhnya.
Setelah Sadewa turun dari atas tubuh Cindy mereka pun buru-buru memakai kembali pakaiannya yang berserakan dilantai.
__ADS_1