
Ajeng buru-buru melepaskan diri dari pelukan Ezra ketika pelayan di rumahnya memberitahu jika ada Kinanti datang.
"Tumben pagi-pagi sudah kesini dek " sapa Ajeng kepada Kinanti.
"Sengaja mau lihat kak Ezra takutnya sakit. Soalnya kata kak Dio kak Ezra sekarang jarang ke kantor..kalau ke kantor pun datangnya suka siang " jawab Kinanti.
"Kakak juga tidak mengerti..kak Ezra jadi males sekarang saja masih tiduran.Padahal sudah aku bangunin dari subuh " bisik Ajeng.
"Tapi tidak sakit kan ?" Kinanti tampak mengkhawatirkan kakaknya.
"Tidak..malah berat badannya kemarin naik satu kilo " jawab Ajeng.
"Aneh ya..padahal kakak paling rajin orangnya " gumam Kinanti.
"Kak Ajeng tidak sedang hamil kan ?" Kinanti tiba-tiba menatap dalam kearah Ajeng terutama dada dan perutnya.
"Ha..hamil ?..tidak " jawab Ajeng sambil mengusap perutnya.
"Sudah periksa belum.. takutnya kak Ezra bertingkah aneh karena kak Ajeng sedang hamil "
"Belum " jawab Ajeng.
"Coba periksa sendiri dulu kak..siapa tau sudah ada calon keponakan aku diperut kakak " bujuk Kinanti.
Ajeng akhirnya mengikuti apa yang Kinanti ucapkan.Ia menyuruh pelayan di rumahnya untuk membeli alat test kehamilan.
Ezra yang begitu bangun tidak mendapati Ajeng dikamar langsung keluar kamar untuk mencarinya.
"Kapan datang ?" Ezra mendekat kearah Kinanti kemudian mencium keningnya penuh sayang.
"Tadi..kakak tidak ke kantor ?" tanya Kinanti
"Mungkin siang " jawab Ezra malas.
Ajeng dan Kinanti saling lirik.Kinanti baru percaya jika Ezra tidak sakit tapi terlihat malas.
Ketika pelayan datang membawa pesanan Kinanti dan Ajeng,kedua wanita itu langsung pergi ke kamar meninggalkan Ezra sendiri di ruang keluarga.
"Kalian mau ngapain ke kamar ?" tanya Ezra
"RAHASIA " jawab Kinanti dan Ajeng kompak.
"Dasar wanita " cibir Ezra.
Dikamar mandi Ajeng dan Kinanti mencoba tespek yang baru dibeli.Kinanti mengajari Ajeng cara menggunakannya karena ia lebih berpengalaman dari Ajeng.
Setelah menunggu selama beberapa menit dua garis merah pun muncul.Ajeng dan Kinanti langsung bersorak kegirangan seperti anak kecil.
Ezra yang sedang menyesap kopinya buru-buru masuk ke kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.
"Kalian itu ngapain sih heboh sekali "
"Kakak selamat..otw jadi ayah..aku akan punya keponakan dari kalian " Kinanti langsung memeluk Ezra saking bahagianya.Sementara Ajeng hanya melongo karena tidak diberi kesempatan untuk meluapkan kebahagiaan nya kepada suaminya.
"Ups maaf kak " Kinanti buru-buru melepaskan kakaknya dari pelukannya dan buru-buru keluar dari kamar ketika melihat Ajeng yang hanya bengong.
Setelah Kinanti keluar dari kamar,Ezra langsung menghambur memeluk Ajeng.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. akhirnya kamu hamil.. terimakasih ya sayang..mmuch..mmuach.." Ezra menghadiahi wajah Ajeng dengan ciuman.
"Tidak sia-sia setiap waktu kamu kakak ajak lembur, akhirnya hamil juga " Ezra kini beralih menciumi perut Ajeng.
"Sudah ah geli " Ajeng menjauhkan kepala Ezra dari perutnya.
Diluar Kinanti langsung membagikan kabar gembira itu kepada seluruh keluarga.
Dio yang pertama Kinanti kabari langsung menelpon Ezra tapi tidak diangkat.Pria itu sedang sibuk menciumi perut Ajeng yang masih rata.
Felisha dan Bagas pun turut bahagia begitu mendengar kabar kehamilan Ajeng.Bunda langsung menghubungi Kinanti menyuruh untuk menanyakan kepada Ajeng ingin dimasakin apa sama Bunda.
"Kak..kata Bunda kakak mau dimasakin apa ?" tanya Kinanti.
"Apa saja..aku memang sedang ingin makan masakan Bunda " jawab Ajeng.
Ajeng dibuat tertawa ketika Luna langsung menelponnya setelah diberitahu oleh Felisha tentang kehamilan Ajeng.
"Aunty..aku ingin dedeknya perempuan yah..biar Luna ada temannya " pinta Luna
" Doain saja ya Sayang biar dedeknya perempuan " jawab Ajeng.
Karena Ajeng sedang ingin makan masakan Bunda, hari itu juga Ezra membawa Ajeng ke rumah Bunda sekalian mengantarkan Kinanti pulang.
Di Jalan Ezra sempat beberapa kali berhenti karena Ajeng dan Kinanti menginginkan sesuatu.Ezra tampak kerepotan menuruti keinginan dua ibu hamil itu.
"Kebayang repot nya kalau punya istri dua..trus dua-duanya hamil kayak kalian " keluh Ezra ketika mereka melanjutkan perjalanan setelah beberapa kali berhenti untuk mengikuti keinginan istri dan adiknya yang sama-sama sedang hamil.
"Awas saja kalau berani " Satu cubitan dari Ajeng bersarang di paha Ezra.
Ezra menggaruk pelipisnya.. Sekarang ia mengerti kenapa Bagas begitu takut pada Felisha.Sepertinya sekarang ia sedang mendapatkan karma karena selalu meledek Bagas.
Kedatangan mereka disambut semerbak wangi masakan Bunda.Dengan tanpa malunya Ezra langsung pergi menuju meja makan.
"Bunda masakin buat Ajeng kenapa kamu yang nyelonong duluan ?" tegur Ayah.Ezra hanya nyengir sambil mengisi piring dengan nasi dan lauknya.Sementara Ajeng masih ngobrol dengan Bunda dan Kinanti di ruang tamu.
Sebelum makan Ajeng terlebih dahulu dijejali dengan nasehat seputar menjaga kehamilan oleh Bunda.
"Sekarang kalian makan sana..sedang mengandung harus makan yang banyak biar bayi dalam perut kalian tumbuh sehat " Bunda menyuruh Ajeng dan Kinanti makan.
Pada saat Ajeng, Ezra dan Kinanti makan Dio pulang dari kantor.
"Kamu enak-enakan makan disini..kerjaan kantor aku yang kerjain " sungut Dio begitu melihat Ezra.
"Tenang..Nanti gue kasih bonus " jawab Ezra enteng.
"Paling cukup buat beli skincare adek lu " cibir Dio.
"Ga lah..khusus buat Lo gue kasih buat tukar tambah mobil baru " jawab Ezra
"Beneran kak.. terimakasih aku doain semoga rejeki kakak semakin lancar dan kehamilan kak Ajeng sehat " Kinanti langsung memburu kakaknya.
"Bukannya Lo yang berterimakasih ke gue..malah adik gue " umpat Ezra.
"Dia kan mewakili suaminya " Dio memeluk Kinanti penuh sayang.
"Kita ganti mobil baru dek " Dio mencium perut Kinanti yang semakin membuncit.
__ADS_1
"Aahh..so Sweet " Ajeng menatap Dio dan Kinanti dengan tatapan iri.
*
Felisha ,Luna dan si kembar sedang mengerubuti Abimanyu yang sedang belajar tengkurep.Bayi montok itu tampak kesulitan menggulingkan tubuhnya membuat semua yang ada disana tertawa.
"Ayo dek..semangat " Nakula menyemangati adik bungsunya yang terus berusaha mengangkat kepalanya setelah berhasil tengkurep.
"Dedek Abi lucu..hihi " Luna terkikik mentertawakan adiknya. Sementara Bagas tampak asik merekam detik-detik Abimanyu tengkurep dengan kameranya.
Setelah bersusah payah akhirnya Abimanyu berhasil tengkurep dan dapat mengangkat kepalanya.
"Yeeyy..dedek Abi berhasil " Luna pun bersorak senang.
"Jagoan Daddy pintar " puji Bagas.
Felisha mengambil Abimanyu yang mulai merengek ketika mulai bosan. Luna dan kedua kakaknya mendekat dan menciumi adik mereka dengan gemas.
Menginjak usia empat bulan Abimanyu tumbuh semakin lucu dan menggemaskan.Apalagi dengan kepalanya yang sudah mulai ditumbuhi rambut.Semakin besar Abimanyu semakin terlihat mewarisi ketampanan Daddy nya.
Melihat keempat anaknya tumbuh dengan sehat membuat Bagas semakin tidak bisa berpaling dari Felisha.Rasa cinta Bagas kepada Felisha tumbuh beribu-ribu kali lipat.
Setelah menidurkan Luna dan memeriksa si kembar, Bagas kembali ke kamarnya.Diatas kasur empuknya Felisha sedang anteng memainkan ponselnya.
"Mass..ih ganggu " Felisha merajuk ketika Bagas merampas ponselnya.
"Ada suami malah anteng pegang hape " omel Bagas sambil menyimpan ponsel Felisha diatas nakas.
"Aku lagi chat sama Ajeng dan Kinanti..kamu itu ganggu deh " Felisha hendak mengambil kembali ponselnya tapi dengan cepat tangan Bagas menangkap tubuh Felisha.
"Mas bilang jangan pegang hape..urusin Mas saja " ujar Bagas dengan nada mulai naik satu oktaf.
"Kamu itu manja banget sih....seperti Aluna saja " Felisha mencubit hidung Bagas gemas.
"Sayang selama kita menikah kamu belum pernah meminta sesuatu kepada Mas " ucap Bagas sambil memeluk Felisha.
"Meminta sesuatu ? sering ah " jawab Felisha.
"Maksud Mas..seperti minta ganti mobil atau perhiasan..atau liburan ke luar negri "
"Mobil punya kamu saja masih bagus..malah ada yang jarang dipake, kalau perhiasan kan mas Bagas sering ngasih..terus kalau liburan ke luar negri..belum kepengen..apalagi Abi masih kecil " jawab Felisha
"Dikasih kan beda dengan kamu yang minta Sayang " pungkas Bagas.
"Buat apa minta kalau kamu sudah kasih semua yang aku mau " jawab Felisha.
Bagas menatap mata Felisha dengan takjub.
"Mas begitu bodoh..seharusnya Mas yang lebih dulu menemukan kamu bukan Bagus " gumam Bagas. "Terimakasih ya Sayang sudah menjadi sumber kebahagiaan mas..memberi anak-anak yang cantik dan ganteng..dan menjadi ibu yang sempurna buat Nakula dan Sadewa " bisik Bagas.
"Tapi itu semua tidak gratis " ujar Felisha tegas.
"Mas harus bayar pake apa ?" tanya Bagas bingung.
"Bayar pake jiwa dan raga kamu " jawab Felisha
"Iya Sayang ..Pasti " jawab Bagas yakin.
__ADS_1