Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Cemburu


__ADS_3

Karena orang yang ditunggu tidak datang juga akhirnya Bagas dan Felisha memutuskan untuk pulang.Mereka tidak tahu apa yang membuat Ajeng tidak jadi datang tanpa mengabari nya.


Sebelum mengantarkan Felisha ke kantor Bagas,Ezra membawa Felisha mampir ke sebuah pusat perbelanjaan


"Ngapain kesini dulu kak?" tanya Felisha


"Beli gantinya ice cream buat Luna " jawab Ezra.Ia terlanjur janji akan mentraktir Luna ice cream.


Ezra membawa Felisha ke sebuah toko mainan. Disana Ezra membelikan sebuah boneka untuk Luna.Selain membeli boneka,Ezra juga membeli aneka jajanan untuk Luna di toko kue yang berada tidak jauh dari toko mainan.


Setelah membeli boneka dan makanan untuk Luna,Ezra pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor Bagas.


Ezra mengantarkan Felisha sampai parkiran karena ia harus buru-buru kembali ke kantornya.


"Salam ya sama suami kamu,maaf tidak mengantar sampai dalam " Ujar Ezra sambil melajukan mobilnya meninggalkan Felisha.


Setelah mobil Ezra pergi, Felisha pun beranjak menuju kantor suaminya yang berada dilantai teratas gedung itu.


Begitu sampai dilantai yang dituju, Felisha langsung menuju ruangan Bagas yang berada tidak jauh dari lift.


Bagas yang sedang duduk diruang kerjanya langsung menoleh kearah Felisha.


"Luna mana mas ?" tanya Felisha sambil mendekat kearah Bagas dan dengan seenaknya langsung duduk dipangkuan Bagas.


"Tidur " Bagas menunjuk ruangan tempat ia biasa istirahat dimana Luna tertidur.


"Gimana..sukses comlangin Ezra dan Ajeng ?" tanya Bagas.


"Boro-boro..Ajengnya tidak datang " jawab Felisha


"Ajeng tidak datang..berarti kamu dan Ezra makan cuma berdua ?" tanya Bagas


"Bertiga..sama dedek " Felisha menuntun tangan Bagas untuk menyentuh perut buncitnya.


"Selama itu ? mas saja makan siang paling lama satu jam.Kamu sama Ezra hampir tiga jam " ujar Bagas menyelidik.


"Habis makan mampir dulu ke mall.." Felisha belum selesai berbicara Bagas sudah menyambar nya.


"bagus..sudah makan berdua lanjut jalan berdua " sindir Bagas


"Bukan seperti itu mas..kita ke mall karena kak Ezra mau membelikan mainan dan makanan untuk Luna " Felisha berusaha menjelaskan khawatir Bagas akan salah paham.


Felisha menatap dalam kearah Bagas yang hanya diam tak bergeming.


"Kamu kok jadi marah sih ?" Felisha menggerutu dan langsung turun dari pangkuan Bagas dengan wajah cemberut.


Bagas hanya menatap nanar ketika Felisha beranjak meninggalkan dirinya dan memilih masuk ke kamar tempat Luna tidur.Felisha pun mengikuti Luna tidur dikamar itu.


Beberapa jam kemudian Luna terbangun,Ia kaget mendapati Felisha yang tengah tertidur disebelahnya.


"Mommy..kapan datang ?" Luna langsung memeluk perut Felisha.


Felisha pun langsung ikut terbangun.Ia tersenyum ketika Luna memeluk perutnya.


Bagas yang mendengar Luna terbangun langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri Luna.


"Daddy..aku ingin pulang " pinta Luna begitu melihat kedatangan Bagas.


"Ya sudah kita pulang.. Daddy siap-siap dulu " jawab Bagas sambil berlalu untuk membereskan mejanya.


Felisha merapikan baju Luna dan menyisir rambutnya yang berantakan.Kemudian ia pun merapikan baju dan rambutnya sendiri yang juga berantakan karena bangun tidur.


Setelah semua rapi Bagas dan Felisha menuntun Luna meninggalkan kantor Bagas.


"Daddy ini punya siapa ?" tanya Luna sambil menunjuk boneka yang ada di jok belakang


"Punya kakak dari om Ezra " jawab Felisha

__ADS_1


Luna tampak sangat senang mendapat boneka dan banyak jajanan dari Ezra.Berbeda dengan Bagas yang terlihat tidak terlalu senang.


"Habis makan berdua langsung jalan-jalan ya ?" sindir Bagas


"Bukan jalan-jalan mas.. Kak Ezra mau beliin sesuatu buat Luna " jawab Felisha


"Bukan jalan-jalan..tapi jalan berdua " ujar Bagas sinis


"Kok kamu ngomongnya begitu sih ?" tanya Felisha tidak senang.


Bagas tidak menjawab.Ia hanya menatap jalan didepannya.


"Bukannya mas tau kalau aku cuma nganter kak Ezra " ujar Felisha sambil cemberut. Ia tidak terima jika Bagas mencurigainya.


Karena kesal telah dicurigai, Felisha akhirnya memilih diam.Ia memilih mengarahkan pandangannya keluar kaca mobil dan tak ingin menatap Bagas.


Keduanya saling mendiamkan,hanya suara celotehan Luna saja yang terdengar disana.


"Mommy sama Daddy kenapa diam,lagi berantem ya ?" tanya Luna.


"Tidak " jawab Bagas dan Felisha bersamaan. Luna menoleh kearah Bagas dan Felisha bergantian kemudian anteng kembali dengan boneka barunya.


Keduanya masih saling mendiamkan kendati mobil Bagas mulai memasuki rumah mereka.


Luna turun dari mobil dan langsung masuk kedalam sambil menenteng boneka barunya.


"Kakak..aku dibelikan boneka baru sama om Ezra " Luna memperlihatkan bonekanya.


"Bagus " jawab si kembar


Luna lantas membagi jajanannya dengan kedua kakaknya, sementara Bagas dan Felisha langsung masuk ke kamar.


Dikamar Felisha mencoba menghubungi Ajeng untuk menanyakan alasannya tidak datang ke resto yang sudah dijanjikan.


"Mbak Feli jangan coba-coba berusaha mendekatkan aku sama kak Ezra,aku tidak suka sama dia " begitu jawab Ajeng ketika Felisha berhasil menghubungi Ajeng


"Kok kamu tau ?" tanya Felisha


Felisha menggaruk pelipisnya bingung bagaimana cara mendekatkan Ezra dengan Ajeng.


"Aku tidak suka sama kak Ezra..malah aku lihat dia menyukai mbak Feli " jawab Ajeng


"Ngaco kamu " pungkas Felisha


"Keliatan banget mbak..aku bisa liat saat dia ngehajar mas Bagas karena salah paham. Sangat terlihat jika dia tidak rela jika ada yang menyakiti mbak Feli " ujar Ajeng


"Kamu jangan menyimpulkan sendiri dong " pinta Felisha.


"Itu yang aku lihat mbak " jawab Ajeng


"Kamu salah..justru Kak Ezra meminta aku untuk mendekati kamu " akhirnya Felisha buka kartu.Ajeng terdiam


"Aku tidak mau menjadi pilihan kedua " ujar Ajeng lirih.


"Itu hanya perasaan kamu saja, buktinya kak Ezra sedang sangat berusaha untuk mendekati kamu..kasih kesempatan ya buat kak Ezra " pinta Felisha


"Nanti aku pikirkan lagi " jawab Ajeng


Mendengar jawaban Ajeng Felisha tersenyum lega.Setidaknya masih ada kemungkinan Ajeng memberi kesempatan kepada Ezra.


Setelah mengakhiri panggilan dengan Ajeng, Felisha menyimpan ponselnya diatas nakas. Disaat yang bersamaan Bagas keluar dari kamar mandi.Wangi sabun mandi langsung menguar di Indra penciuman Felisha.Wanginya yang lembut dan menyegarkan membuat Felisha ingin menciumnya.Namun ia berusaha menahan keinginannya itu ketika melihat wajah Bagas yang masam.


Aksi saling diam terus berlanjut sampai malam menjelang tidur.Bagas dan Felisha tidur saling memunggungi.


Tengah malam Bagas terbangun ketika tidak mendapati Felisha berada disampingnya.Meski masih kesal karena Felisha dan Ezra sempat jalan bersama setelah rencana makan siang dengan Ajeng gagal namun ia sangat khawatir ketika Felisha tidak ada disampingnya.


Bagas mencari keberadaan istrinya dikamar mandi namun tidak ada.Akhirnya Bagas menemukan Felisha tengah tertidur di kamar Luna.Ia tidak tau sejak kapan Felisha pindah ke kamar Luna.

__ADS_1


Melihat Felisha tengah meringkuk memeluk Luna membuat hati Bagas menjadi trenyuh. Perlahan diangkatnya tubuh Felisha dan dipindahkan ke kamar mereka.


Merasa tubuhnya melayang, Felisha pun terbangun.Ia langsung melotot begitu menyadari jika dirinya sedang dalam gendongan Bagas.


"Turunin..aku tidak mau tidur sama kamu.Aku mau tidur sama Luna " Felisha meronta,tangannya memukul dada Bagas.


"Ssttt..jangan meronta,nanti jatuh Fe " Bagas mengeratkan gendongannya khawatir Felisha terjatuh.


"Makanya turunin " Felisha melotot.


"Iya mas turunin " jawab Bagas sambil menurunkan tubuh Felisha dengan hati-hati diatas ranjang mereka.


Setelah menurunkan tubuh Felisha diatas kasur,Bagas buru-buru mengunci pintu berikut pintu penghubung ke kamar Luna,dan memasukan kuncinya di saku celananya. Felisha hanya menatap ulah Bagas dengan sebal.


"Aku tidak mau tidur sama mas Bagas "


"Ya sudah biar mas tidur di sofa saja " Bagas membawa bantalnya ke sofa.Ia pun tidur disana.


Tengah malam setelah memastikan Felisha tertidur dengan nyenyak, diam-diam Bagas pindah ke ranjang mereka.Bagas pun melanjutkan tidur sambil memeluk perut buncit istrinya.


Menjelang subuh ketika terbangun Felisha kaget karena mendapati ia sudah berada dipelukan Bagas.


Felisha tidak dapat melepaskan diri karena tangan kokoh Bagas memeluk erat tubuhnya.


"Aku tidak mau tidur sama kamu " Akhirnya Felisha mencubit pipi Bagas kesal


"Sakit sayang " Bagas membuka matanya sambil meringis


"Sayang..sayang..tadi saja cemberut " omel Felisha


"Siapa suruh jalan berduaan dengan Ezra " jawab Bagas dengan suara serak.


"Ooh jadi kamu itu cemburu ?" tanya Felisha


Bagas diam,kembali memejamkan matanya.


"Kamu cemburu mas ?" tanya Felisha lagi,kali ini jarinya membuka paksa mata Bagas yang terpejam.


"Tidak " jawab Bagas sambil menyingkirkan tangan Felisha


"Padahal aku senang kalau kamu cemburu " bisik Felisha sambil menggigit telinga Bagas.


"Sakit Fe " Bagas kembali meringis


"Siapa suruh cemburuan..tidak ngaku lagi. Padahal aku cuma bantu kak Ezra untuk dekat sama Ajeng " ujar Felisha


"Iya..tapi seharusnya sudah makan langsung pulang,bukan malah lanjut jalan berduaan " jawab Bagas kesal masih dengan mata terpejam.


"Iya maaf " ujar Felisha,didekapnya kepala Bagas erat-erat didadanya. "Tapi aku senang liat kamu cemburu "


"Teserah " jawab Bagas dengan mata terpejam merasakan kehangatan kedua bukit kembar Felisha yang menekan kepalanya.


Felisha buru-buru menjauhkan kepala Bagas dari dadanya ketika ia merasa bibir Bagas mulai mencari sesuatu untuk ia lahap.


"Mau ngapain ?" Felisha mencubit bibir Bagas sebal.


"Mau menyusu..siapa suruh mancing-mancing" jawab Bagas


"Siapa yang mancing-mancing ?" tanya Felisha penuh kewaspadaan.


"Kamu " jawab Bagas.Kepalanya berusaha menyusup diantara dua bukit kembar Felisha lagi.


"Nanti aku kasih tapi mas Bagas harus ngaku dulu kalau kamu cemburu "


"CK..iya mas cemburu...buruan buka " jawab Bagas.


"Ogah...buka saja sendiri " jawab Felisha sambil bersiap untuk tidur kembali.

__ADS_1


Dengan buru-buru Bagas pun mulai membuka satu persatu kancing baju Felisha.Nyatanya permintaan Bagas bukan hanya menyusu.


"Katanya mau menyusu tapi..." Felisha tidak dapat meneruskan ucapannya karena bibir Bagas langsung membungkam mulutnya dengan tubuh Felisha yang terus berguncang karena ulah Bagas yang terus menggerakkan pinggulnya diantara kedua paha Felisha yang sudah terbuka lebar.


__ADS_2