
Ketika dalam perjalanan ke rumah sakit Luna berusaha menghubungi Sadewa.
Sadewa yang baru selesai melakukan penangkapan langsung memutuskan pulang ke Bandung saat itu juga.
Selesai menghubungi Sadewa, Luna lantas menghubungi Mommy dan Daddynya juga orangtua Cindy. Sementara Kenzo berusaha menyetir dengan cepat dan tenang.
Setibanya di rumah sakit perawat langsung melakukan pemeriksaan terhadap Cindy.Ternyata Cindy sudah pembukaan dua, karena tinggal menunggu pembukaan lengkap Cindy pun langsung masuk ke ruang bersalin.
Selama berada di ruang bersalin tidak sedetikpun Luna meninggalkan Cindy.
"Sakit banget ya ?" tanya Luna ketika Cindy mencengkram erat tangan Aluna pada saat perutnya mulai terasa mulas.
"Sakit banget " jawab Cindy.
"Sabar ya..kak Dewa juga sedang dalam perjalanan pulang " Luna mengelus perut Cindy berharap dapat membantu meredakan rasa sakit yang sedang Cindy rasakan.
"Iya " jawab Cindy sambil berusaha mengatur napasnya.
Cindy kembali mencengkram tangan Luna saat gelombang rasa sakit kembali datang. Luna membiarkan saja tangan mulusnya menjadi sasaran cengkraman tangan Cindy hingga meninggalkan jejak merah kebiruan.
Kenzo yang menunggu di depan ruang bersalin tampak bolak-balik mengecek keadaan Cindy sambil terus melakukan komunikasi dengan Sadewa.
Ketika hampir tengah malam dokter dan perawat mulai melakukan persiapan persalinan karena pembukaannya sudah lengkap.
"Dokter menyarankan Luna untuk menunggu di luar selama proses persalinan namun Cindy tidak mau ditinggal sendirian.
Akhirnya dokter pun mengijinkan Aluna menunggui Cindy selama proses persalinan berlangsung.
Disaat yang bersamaan Sadewa yang baru sampai rumahsakit buru-buru turun dari mobil dan langsung berlari menuju ke ruang bersalin.
__ADS_1
Sadewa berhenti ketika melihat Kenzo yang sedang duduk terpekur didepan ruang bersalin.
Tanpa berkata apapun Sadewa langsung masuk ke ruang bersalin bersamaan dengan Cindy yang akan mulai melakukan perjuangannya untuk melahirkan buah cinta mereka.
Karena sudah ada Sadewa yang menemani Cindy, Luna pun keluar dan menunggu didepan ruang bersalin bersama Kenzo.
Kenzo meraih tubuh Luna kedalam pelukannya, terlihat sekali wajah Luna yang pucat dengan tangan yang merah kebiruan akibat cengkraman tangan Cindy.
Sementara didalam ruangan bersalin Cindy tampak sedang berusaha mengejan dengan sekuat tenaga dengan mengikuti arahan dari dokter.
Beberapa kali mengejan masih belum berhasil membuat jagoan mereka keluar.
"Ayo Sayang ..kamu pasti bisa " Sadewa berusaha menyemangati Cindy.
"Dicoba lagi ya Bu..ini kepalanya sudah mulai terlihat " bujuk dokter.
Cindy mengangguk sambil mengumpulkan tenaganya dan kembali mengejan dengan kuat.
Luna dan Kenzo yang berada di depan kamar bersalin langsung berpelukan ketika sayup-sayup terdengar suara tangis bayi dari ruang bersalin.
"Bayinya sudah lahir " Aluna tampak menangis haru didada Kenzo.
"Iya Sayang " jawab Kenzo sambil mengecup puncak kepala Luna.
Setelah Sadewa selesai mengadzani bayinya, Cindy menarik tangan Sadewa agar mendekat kearahnya.
"Ada apa Sayang ?" tanya Sadewa sambil menciumi wajah Cindy.
"Kakak Ken dan Luna suruh pulang saja..kasian mereka belum mandi junub..tadi waktu mereka mengantarkan aku kesini mereka sedang itu.." bisik Cindy ditelinga Sadewa.
__ADS_1
"Kamu melihat mereka sedang gituan ?" tanya Sadewa sambil menjawil hidung Cindy.
"Tidak Sayang..tapi mereka sedang telanjang " jawab Cindy sambil tertawa.
"Ya sudah kakak suruh mereka pulang dulu " Sadewa pun keluar dari ruang bersalin kemudian menghampiri Kenzo dan Luna yang masih saling berpelukan.
"Kalian lebih baik pulang saja.. kakak tau kalian tidak sempat mandi junub kan ?" ujar Sadewa.
"Ehehe..kakak tau saja " jawab Luna sambil tersipu malu.
Sementara Kenzo hanya menggaruk belakang kepalanya dengan wajah sedikit merah.
"Ya sudah kita pulang dulu " Kenzo bangkit dan menuntun Aluna meninggalkan ruang bersalin.
"Ken.. tolong suruh sopir mengantarkan tas perlengkapan bayi yang ada dikamar gw " pinta Sadewa.
"Siap Ndan " jawab Kenzo sebelum benar-benar berlalu dari sana.
Sadewa tersenyum melihat Luna dan Kenzo.Mungkin karena panik mereka tidak menyadari jika mereka memakai baju terbalik.
Untung pada saat itu sudah larut malam jadi tidak ada yang memperhatikan penampilan mereka.
*
Keesokannya Pagi-pagi sekali kedua orangtua pasangan yang berbahagia atas kelahiran putra pertamanya itu datang dari Jakarta, disusul kemudian Nakula dan Zhifana yang datang lebih siang dengan membawa baby Arka.
Bagas dan Felisha tidak mengajak Abimanyu karena sedang ada ujian di sekolahnya.
Luna dan Kenzo yang awalnya hanya akan menginap selama satu malam di Bandung, akhirnya mereka menginap menjadi dua malam. Dihari ketiga mereka pun pulang ke Jakarta karena Kenzo tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaannya.
__ADS_1
Bagas dan Felisha juga Alysha masih tinggal di Bandung bersama orangtua Cindy. Sebelum pulang Felisha menitipkan Abimanyu kepada Luna.