
Sadewa dan Kenzo kaget ketika tiba-tiba Luna dan Cindy sudah pulang ke rumah dengan cepat.
"Loh..kenapa sudah pulang ? reuninya sudah selesai ?" tanya Kenzo dengan wajah kaget padahal dalam hati sangat senang.
"Tidak usah belaga perhatian gitu..aku tau kakak sama kak Dewa sengaja gangguin acara aku dan Cindy kan " Luna langsung memarahi Kenzo dan Sadewa.
"Siapa bilang ?" Kenzo berusaha mungkir.
"Ini buktinya.. bagaimana mungkin pesan yang kakak kirim bisa sama dengan pesan yang kak dewa kirim untuk Cindy ?" tanya Luna sambil memperlihatkan ponselnya.
"Mana..gelap begitu " Kenzo menatap ponsel ditangan Luna.
"Ponsel Lo mati dek " bisik Cindy.
"Oh iya.." Luna buru-buru mengaktifkan kembali ponselnya begitu juga dengan Cindy.
"Hayo ngaku kakak dan kak Dewa sengaja kan gangguin acara kita !" Luna melotot kearah Kenzo.
"I..iya..tapi itu idenya dia " Kenzo menunjuk kearah Sadewa.
"Tapi Lo juga setuju " ujar Sadewa.
"Kalian itu sama saja " omel Cindy.
Kenzo dan Sadewa hanya diam ketika mendapat Omelan dari istri bocil mereka.
"Kalian itu seperti anak kecil " omel Luna.
"Kalian itu curang..kalau kalian ada acara kita tidak pernah ganggu.. tapi giliran kita ada acara kalian ganggu terus " omel Cindy.
"Sekarang giliran Lo dek..!" ucap Cindy sambil melirik kearah Luna.
"Ngomong apa lagi dong ?" Luna terlihat kebingungan mencari kalimat untuk memarahi suami dan kakaknya.
"Sudah belum ngomel-ngomel nya ? kalau sudah pulang yuk !" ajak Sadewa sambil menggamit pinggang Cindy mengajak pulang ke rumah Bagas karena memang mereka sedang berada di rumah Kenzo.
Luna dan Kenzo bengong melihat Cindy yang tidak menolak sama sekali ketika Sadewa mengajaknya pulang.Sepertinya Cindy lupa jika ia sedang marah kepada Sadewa.
"Dasar Oneng lupa kali dia kalau sedang marah " sungut Luna sambil menatap kepergian Cindy dan Sadewa membuat Kenzo berusaha menahan diri untuk tidak tertawa.
"Gimana acara reuninya ?" Kenzo menarik tangan Luna untuk duduk dipangkuannya.
__ADS_1
"Menyebalkan karena ada orang gila yang ganggu terus " jawab Luna menyindir.
"Maksud kamu orang gila itu kakak ?" tanya Kenzo.
"Aku tidak bilang begitu " jawab Luna sambil cemberut.
"Terserah deh mau dibilang orang gila juga..yang penting kakak senang kamu tidak lama disana dan cepat pulang " ujar Kenzo.
"Dasar sipit sudah punya buntut dua juga masih saja cemburuan " cibir Luna sambil menjewer telinga Kenzo.
"Aauww..sakit sayang " Kenzo meringis memegang telinganya.
Luna baru melepaskan jepitan tangannya ditelinga Kenzo ketika terdengar suara Kenan dan Keana merengek.
Kenzo dan Luna mengambil kedua bocah itu kemudian dibawa ke kamar mereka.
Mereka menurunkan kedua buah hatinya diatas kasur lantai dan mereka pun menemani Kenan dan Keana yang sibuk merangkak kesana kemari dengan aktifnya.
"Tidak terasa ya mereka sudah besar sekarang " ujar Kenzo sambil memindahkan Kenan yang merangkak mulai menjauh.
"Iya..mereka lucu banget. Apalagi matanya sipit banget seperti Daddy nya " Luna memberikan boneka kecil kepada Ana yang mulai duduk anteng
"Tapi Ana cantiknya mirip kamu Yang cuma matanya saja yang ikut aku " jawab Kenzo.
"Iya "
Luna tampaknya sudah melupakan kekesalannya kepada Kenzo karena telah mengganggu acara reuninya.
Sementara Sadewa sepulang dari rumah Kenzo langsung menggiring Cindy menuju ke kamar mereka.
Sadewa tidak memberi kesempatan istrinya itu untuk ngomel-ngomel lagi. Sadewa langsung melakukan serangan kepada Cindy sehingga bukan suara Omelan yang keluar dari bibir istrinya itu namun hanya suara lenguhan dan erangan yang sangat Sadewa sukai hingga akhirnya keduanya terkapar lemas sambil berpelukan.
Namun setelah Sadewa berhasil membuat Cindy lemas tidak berdaya tiba-tiba Cindy bangun kemudian memukuli dada Sadewa sambil marah-marah.
"Kamu kenapa sih Bun seperti yang kesetanan ?" Sadewa mencekal tangan Cindy yang terus memukulinya.
"Iih..Ayaaaah..aku tuh lupa mau hukum kamu tidak akan aku kasih jatah malam ini " jawab Cindy sambil terus memukuli dada Sadewa.
"Ya sudah Bun sudah terlanjur..apa harus diulang lagi " jawab Sadewa sambil nyengir.
"Mana bisa diulang lagi enak di kamu..Kok bisa sih aku sampai lupa mau hukum kamu " gumam Cindy sambil menggetok kepalanya sendiri dengan tangannya.
__ADS_1
"Dasar bocah " gumam Sadewa sambil tertawa.
Rencana Cindy dan Luna untuk menghukum Sadewa dan Kenzo pada akhirnya gagal, entah keberuntungan sedang memihak kepada kedua pria tampan itu atau Kenzo dan Sadewa yang terlalu pintar sehingga bisa dengan mudah membodohi kedua istri bocilnya itu.
Disaat Sadewa dan Cindy sibuk berdua di kamar, Bagas dan Felisha tampak baru selesai membuat Satria dan Alysha tidur.
Malam ini Satria ingin tidur dengan Bagas dan Felisha juga Alysha. Demi kedua bocah itu Bagas dan Felisha rela tidur dibawah dengan menggunakan kasur lantai.
"Jadi ingat dulu waktu anak-anak masih kecil, kita sering tidur dibawah begini ya Sayang " ujar Bagas sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur lantai.
"Iya " jawab Felisha sambil merapatkan tubuhnya kepada Bagas.
Meski sudah memiliki 4 cucu namun Felisha tetap saja manja kepada Bagas. Bahkan jika Bagas ke luar kota pun Felisha dan Alysha selalu ikut karena Abimanyu yang sudah remaja sudah bisa ditinggal di rumah dengan diawasi oleh Luna dan Kenzo.
Jika Felisha semakin manja kepada Bagas lain halnya dengan pria tampan yang sering Felisha sebut dengan sebutan kanebo kering.
Diusianya yang sudah tidak muda lagi Bagas justru menjadi semakin mesum..dan sepertinya sebutan yang paling cocok untuk Bagas saat ini adalah Kanebo mesum.
Felisha yang sudah mendapatkan posisi ternyaman ya dalam pelukan Bagas merasa sedikit terganggu ketika Bagas sedikit merenggangkan pelukannya mencari ruang untuk bibirnya melu mat bibir Felisha.
"Jangan dulu tidur Sayang " bisik Bagas.
"Mau ngapain..ada anak-anak juga " ucap Felisha dengan suara pelan sambil menunjuk ranjang mereka dimana Alysha dan Satria sedang tertidur lelap.
"Bisa..yang penting di silent " jawab Bagas.
"Emangnya ponsel " Felisha terkikik sambil mencubit perut Bagas.
"Ssst.. ketawanya jangan kenceng-kenceng " bisik Bagas sambil menurunkan tali baju tidur Felisha.
Setelah berhasil menurunkan tali baju tidur Felisha Bagas pun langsung melahap dua gundukan bulat yang padat dan kenyal di dada Felisha.
"Dulu Luna..setelah dua tahun berhenti ASI..lalu lanjut Abi, Abi selesai lanjut Alysha..sekarang Alysha sudah mulai lepas ASI..lah Mas Bagas tidak juga mau disapih " ujar Felisha sambil menyisir rambut Bagas dengan jarinya.
Mendengar ocehan Felisha Bagas pun tertawa sambil mengu lum puncak dada Felisha.
"Tidak usah disapih..selama kamu tidak keberatan Mas tidak akan berhenti " jawab Bagas. "Kecuali kalau kamu punya bayi lagi "
"Tidak..tidak..lebih baik Mas Bagas saja yang terus menyusu..malu Mas sudah punya 4 cucu masa punya bayi lagi "
"Ya sudah kalau begitu tidak usah protes " ujar Bagas.
__ADS_1
"Iya..suka-suka Mas Bagas saja " jawab Felisha.