
Pulang dari kantor Kenzo membawa buah tangan cukup banyak. Ada macam-macam buah-buahan dan beberapa kotak chese cake.
"Sayang abis ngeborong buah ?" goda Luna.
"Buat persediaan di kulkas, biasanya orang hamil suka buah-buahan " jawab Kenzo sambil menggendong Ana yang langsung memburunya begitu Kenzo turun dari mobil.
"Perhatian sekali suami kesayangan aku ini " Luna menjembel pipi Kenzo dengan gemas.
Ana menepiskan tangan Luna tidak rela Mommy nya menjembel pipi Daddy nya.
Kenzo membawa Ana ke kamar kemudian mendudukan gadis kecil itu diatas kasur empuknya.
"Kakak Ana tunggu disini dulu sama Mommy..Daddy mau mandi dulu " ucap Kenzo sebelum pergi ke kamar mandi.
"Iya Dad " Ana mengangguk.
Disaat Kenzo sedang berada di kamar mandi Kenan muncul dengan sepeda roda tiga nya kemudian bergabung dengan saudara kembarnya di atas ranjang.
Kedua bocah bermata sipit itu berguling-guling diatas kasur Mommy dan Daddynya.
Kenzo yang sudah selesai mandi kaget ketika si kembar dan Mommy nya sedang menunggunya diatas kasur.
"Apakah kalian sedang menunggu Daddy ?" tanya Kenzo. Semua mengangguk.
Kenzo tersenyum senang karena merasa sangat dicintai oleh istri dan anak-anaknya sampai-sampai ketika dirinya mandi pun mereka menunggui di kamar.
Sekarang baru ada tiga orang yang menunggunya, beberapa bulan kemudian yang menunggu perhatian darinya akan bertambah.
Kenzo buru-buru memakai baju yang sudah disiapkan oleh Luna di kamar mandi.
Setelah selesai berpakaian Kenzo pun naik keatas kasur dan bergabung dengan ketiga kesayangannya.
Setelah lelah bermain dengan Mommy dan Daddy nya kedua bocah bermata sipit itu pun akhirnya tertidur.
Kenzo memindahkan Kenan dan Ana ke kamar mereka dengan diawasi oleh pengasuh-pengasuh mereka.
"Aku siapin makan malam dulu ya " Luna beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Meskipun sudah ada pelayan namun Luna selalu menyiapkan sendiri keperluan suaminya mengikuti seperti yang biasa Felisha lakukan.
__ADS_1
Luna begitu kagum pada Mommy dan Daddy nya yang tetap mesra meskipun sudah memiliki cucu.
Mommy dan Daddy nya tidak pernah malu memperlihatkan kemesraan di depan anak-anak nya.
Bahkan Luna sering sekali memergoki Daddy nya mengganggu Mommy nya yang sedang masak di dapur dengan cara memeluknya dari belakang dan menciuminya.
"Hari ini sudah minum susunya ?" Luna tersadar dari lamunannya ketika ada tangan kokoh yang memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya.
"Kakak seperti Daddy saja " Luna tersenyum mengelus rahang Kenzo.
"Masa sih ?" tanya Kenzo.
"Iya..aku sering melihat Mommy dan Daddy seperti ini di dapur " Luna terkekeh.
"Apakah mertua aku juga seperti ini ?" tanya Kenzo sambil menyusupkan tangannya kebalik kaos Luna dan mere mas dada Luna lembut.
"Aku tidak perhatikan sedetil itu " jawab Luna sambil mengeluarkan tangan Kenzo yang semakin liar mempermainkan pu tingnya.
"Kita makan dulu " ajak Luna.
Jika dibiarkan bisa-bisa Kenzo kebablasan mengeksekusi dirinya di dapur.
"Iya " jawab Luna.
Luna memang tidak pernah menolak setiap kali suami sipitnya itu mengajaknya melakukan aktifitas pavoritnya itu.
"Tadi Mamih telpon aku..katanya Mamih telpon kamu tidak diangkat terus " ucap Kenzo sambil mengunyah makanannya.
"Seharian aku tidur terus Yang..mungkin bawaan kehamilan . Mommy bilang apa ?" tanya Luna.
"Biasa lah kasih ceramah..nyuruh kakak puasa..seenaknya saja nyuruh kakak puasa. Yang ada dipikiran Mamih dan Papih itu cuma kamu dan cucu-cucunya. Mereka tidak peduli sama anaknya sendiri " sungut Kenzo.
"Mana mungkin Mamih dan Papih tidak peduli sama putranya yang tampan ini..kamu itu cemburu Yang " Luna terkekeh.
"Mungkin maksud Mamih nyuruh kakak puasa itu karena khawatir dengan kehamilan aku yang baru delapan Minggu..tapi dokter bilang juga aman "
"Iya..dia sudah kuat..sepertinya dia senang ditengokin Daddy nya setiap malam " jawab Kenzo.
"Dedek senang ditengokin..Daddy nya juga senang nengokin " cibir Luna.
__ADS_1
Setelah selesai makan Kenzo beranjak ke dapur untuk membuat susu hamil.
Kenzo sudah hapal dengan kebiasaan Luna yang malas minum susu hamil. Sejak kehamilan pertama sampai kehamilan keduanya wanita cantik itu selalu mengeluh mual dengan susu hamilnya.
"Minumnya nanti di kamar saja ya " pinta Luna dengan wajah malasnya.
"Tidak masalah yang penting harus diminum " jawab Kenzo.
Setelah membuatkan susu untuk Luna, Kenzo langsung masuk ke ruang kerjanya.
Sore tadi pria tampan itu memang membawa pekerjaan kantor di dalam tasnya.
Melihat Kenzo masuk ke ruang kerjanya Luna sudah tau jika suaminya itu sedang banyak pekerjaan dan ia tidak berani mengganggu.
Luna yang memang belum merasa mengantuk memilih mengobrol dengan Cindy dan Zhifana melalui sambungan telepon.
Ketiga perempuan cantik itu saling berbagi pengalaman mengenai kehamilan kedua mereka.
Zhifana yang lebih senior menjadi mentor terbaik bagi kedua cewek gesrek yang sekarang sedang sama-sama berbadan dua itu.
Diantara ketiga perempuan cantik yang sedang asik mengobrol itu Cindy lebih dulu pamit sambil menggerutu karena ada panggilan darurat dari pak Pol yang sudah menunggunya diatas ranjang.
"Ayah ganggu banget sih..aku sedang ngobrol dengan Luna dan kak Zhi " omel Cindy sambil menyimpan ponselnya.
"Sudah malam Bun..tidak baik berghibah terus " nasehat Sadewa.
"Bukan berghibah Yah..aku sedang berbagi pengalaman mengenai kehamilan kedua sama Luna dan kakak Zhi " jawab Cindy.
"Bukan berbagi pengalaman cara bikinnya kan ?" selidik Sadewa.
"Ya bukan dong Yah..tidak mungkin lah aku cerita sama mereka kalau kehamilan kedua aku ini bikinnya di mobil..ga keren banget..Kalau Luna sih keren bikinnya di Jepang " jawab Cindy.
"Kan kamu yang selalu minta di mobil " Sadewa terkekeh sambil menekan kening Cindy.
"Aku termotivasi sama Luna dan kakak Ken..tapi kalau aku ingin main di mobil dinas boleh tidak Yah ?" tanya Cindy.
"TIDAK..buang pikiran itu dari otak kamu " Sadewa menyentil kening Cindy.
Ya Tuhan..semoga ini bukan keinginan bayi dalam perut Cindy batin Sadewa ngeri.
__ADS_1