
Setelah Satria tertidur lelap akhirnya Sadewa membiarkan Cindy melanjutkan tidurnya.
Sadewa tidak tega untuk membangunkan Cindy yang sudah tertidur lelap.
Ketika waktu menjelang dini hari Cindy terbangun karena ingat pesan Sadewa agar ia jangan dulu tidur.
"Sayang.." Cindy membangunkan Sadewa dengan cara mengusap pipinya lembut.
"Ada apa Bun ?" tanya Sadewa setelah membuka matanya.
"Katanya mau bangunkan aku kalau Aa sudah tidur nyenyak " bisik Cindy.
"Mau bangunkan bagaimana kalau kamu tidurnya seperti kebo " jawab Sadewa.
"Kayak Kebo juga kalau dibangunkan aku pasti bangun " jawab Cindy sambil cemberut.
"Sayang..mau tidak ? kalau tidak mau aku mau tidur lagi nih " ucap Cindy
"Eeehh jangaaan..iya mau " jawab Sadewa sambil buru-buru bangun.
"Kita main di sofa saja ya.. kalau disini takut Aa bangun soalnya kamu suka berisik " ujar Sadewa sambil menuntun Cindy ke sofa yang ada di sudut kamar.
__ADS_1
"Kamu juga sama suka berisik " balas Cindy tidak mau kalah.
Sadewa dan Cindy pun akhirnya menghabiskan sisa malam dengan bergulat diatas sofa.
Mereka menyelesaikan aktifitas panas mereka ketika waktu hampir menjelang subuh.
Begitu suara adzan subuh berkumandang mereka pergi ke kamar mandi untuk mandi junub sebelum melaksanakan solat subuh berjamaah.
Setelah solat subuh mereka kembali keranjang mereka dan melanjutkan tidur sambil memeluk tubuh mungil Satria yang masih tertidur nyenyak.
Keesokannya pagi-pagi Sadewa dan Cindy juga Satria setelah sarapan pagi mereka pergi ke daerah Lembang.
Disana mereka melihat-lihat beberapa villa yang ditawarkan kepada mereka. Beberapa hari yang lalu Bagas menanyakan mengenai villa yang Sadewa ingin beli.
"Kenapa kita tidak ambil yang ditawarkan Daddy saja yang di puncak ?" tanya Cindy.
"Nakula dan Luna kan ambil yang disana. Jadi kalau libur keluarga bisa di puncak atau di Lembang..ada pilihan tempat Yang " jawab Sadewa.
"Oh gitu " Cindy manggut-manggut tanda mengerti. Awalnya Cindy merasa tidak enak kepada mertuanya karena Sadewa terkesan ingin memisahkan diri. Tapi ternyata Sadewa mempunyai pertimbangan lain yang akhirnya Cindy mengerti.
Setelah melihat beberapa villa di daerah Lembang akhirnya Sadewa mendapatkan villa yang cocok. Ia pun segera mengabari Daddynya.
__ADS_1
Hari itu juga orang suruhan Bagas langsung datang ke Bandung untuk mengurus semuanya.
Setelah urusan pembelian villa selesai Sadewa dan Cindy pun berangkat ke Sumedang.
Cindy dan Satria akan menghabiskan libur semester Cindy dengan mendampingi Sadewa di Sumedang.
Jika biasanya sepulang dari Bandung Sadewa hanya membawa tas baju saja, kini mobil Sadewa penuh dengan barang-barang Cindy dan Satria. Bahkan sepeda milik Satria pun ada dalam mobil Sadewa.
"Bunda..kita akan libulan di lumah Ayah ?" tanya Satria yang berada dalam pangkuan Cindy.
"Iya..selama bunda libur kita akan tinggal bersama Ayah di Sumedang " jawab Cindy.
"Aa senang tidak ikut sama Ayah ?" Sadewa mengusap kepala Satria.
"Senang dong..nanti Aa main sama kakak leval lagi " jawab Satria.
"Iya..nanti Aa bisa main sama kakak Reval " ujar Sadewa.
Tinggal di rumah dinas yang tidak sebesar rumah mereka tidak membuat Cindy dan Satria mengeluh.
Mereka terlihat bahagia karena selalu dekat dengan Sadewa. Cindy pun mempunyai waktu luang untuk hadir pada pertemuan rutin di Bhayangkari. Selain itu Cindy dan Satria juga bisa bersosialisasi dengan sesama keluarga polisi yang tinggal di lingkungan rumah dinas.
__ADS_1
Numpang Promo ya Readers.. Ini kelanjutan cerita My Baby Sitter