
Setelah menginap selama dua malam,Minggu sorenya Dio mengantarkan Luna dan si kembar pulang.
Setelah Dio pulang mereka menceritakan semua kegiatan mereka selama menginap di rumah kakek dan neneknya.
"Daddy..kemarin aku diajak beli ikan sama kakek buat di kolam " Luna berceloteh dalam pangkuan Bagas.
"Kakak juga diajak sama kakek...ikannya ada yang hitam dan merah " lanjut Luna.
"Oh ya..asik dong " ujar Bagas sambil merapikan poni Luna.
"Iya..Kata kakek yang warna merah punya Luna jadi tidak boleh digoreng " ujar Luna
"Iya Sayang " jawab Bagas sambil terkekeh.
"Tapi dad..di rumah Enin kakak pergi-pergi terus sama om Dio..Luna tidak diajak " Luna mengadu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Luna kan perempuan,masa diajak main Futsal.. Futsal kan permainan laki-laki " jawab Sadewa. Bagas pun tertawa.
"Neng Luna mendingan main sama bibik saja " ajak mbak Mia.
"Iya bik..kita main boneka Barbie yuk " Luna turun dari pangkuan Bagas kemudian mengajak mbak Mia pengasuh nya itu ke kamarnya.
"Untung Luna tidak ngajak kamu main Barbie mas " ledek Felisha sambil menimang Abimanyu.
"Kalau ngajak pun mas tidak masalah ikut main Barbie sama Luna " jawab Bagas sambil mendekat kearah Felisha dan mengusap-usap pipi Abimanyu yang mulai terlihat berisi.
Nakula dan Sadewa pun ikut mendekat kearah adik mereka.
"Mom..dedek Abi pipinya mulai berisi ya " Sadewa mencolek pipi Abimanyu.
"Iya dong kak..kan mimiknya kuat " jawab Felisha.
"Cepet besar ya dek..nanti kalau sudah besar kakak ajak main futsal " kini Sadewa yang mencolek pipi Abimanyu.
"Kalian itu anak Daddy paling besar,jadi harus bisa melindungi dan sayang sama adik-adik kalian,harus kasih contoh yang baik untuk Luna dan Abi " nasehat Bagas.
"Dan ingat..Luna itu adik perempuan kalian,jadi harus tau cara memperlakukan dia..perempuan itu perasaan nya lebih halus dibanding laki-laki. Jadi jangan heran kalau Luna menjadi lebih manja " tambah Bagas.
"Iya dad " jawab sikembar kompak.
Diusianya yang sudah duduk dibangku SMP, tentu Nakula dan Sadewa sudah tau tentang asal-usul Luna.Namun mereka sudah sangat menyayangi Luna dari semenjak gadis kecil itu dalam kandungan Felisha.Jauh sebelum Bagas membuka hatinya untuk Felisha dan Luna.
"Daddy percaya sama kalian " Bagas menepuk pundak putra kembarnya.
Felisha hanya mendengarkan nasehat Bagas kepada kedua putra kembar mereka dengan perasaan yang sulit didefinisikan,membuat sudut mata Felisha tiba-tiba berair.
Felisha cepat-cepat mengusap sudut matanya dengan ujung jarinya ketika Abimanyu mulai merengek mencari sumber kehidupannya.
Felisha membawa Abimanyu ke kamar untuk disusui meninggalkan Bagas dan si kembar yang masih bertahan di ruang keluarga sambil menonton TV.
Selama Felisha menyusui Abimanyu di kamar, dari ruang keluarga terdengar suara teriakan Bagas dan si kembar,rupanya ketiga pria itu mengganti Chanel menjadi pertandingan sepak bola.
Bagas kembali ke kamar setelah pertandingan sepak bola usai.Sebelum ia kembali ke kamar, Bagas menyempatkan diri mengecek ke kamar Luna.
Disana gadis kecil itu sudah tertidur.Tampak mbak Mia sedang membereskan boneka Barbie milik Luna dan menyimpannya kembali ke kotak mainan.
__ADS_1
"Yang nonton bola heboh banget " ujar Felisha begitu Bagas muncul di pintu kamar.
"Laki-laki ya begitu " jawab Bagas sambil naik ke atas ranjang dan berbaring menghadap kearah Abimanyu yang masih anteng menyusu meski matanya sudah terpejam.
"Kalau dedek Abi mimik susah lepasnya padahal sudah tidur " Felisha berusaha melepaskan ****** payudara nya dari mulut mungil Abimanyu.
"Biarin Fe..belum kenyang kali " ujar Bagas
"Bukan belum kenyang,tapi dimainin " jawab Felisha.
"Dedek Abi mau nyaingin Daddy ya " seloroh Bagas sambil tertawa.
Bagas berhenti tertawa karena satu jepitan tangan Felisha langsung mendarat di perutnya.
"Anak-anak sudah tidur ?" Felisha memilih menanyakan anak-anak.
"Nakula sama Sadewa baru saja naik ke kamar mereka,kalau si cantik sudah tidur dikamarnya? " jawab Bagas sambil mengelus tangan Felisha
Felisha mengancingkan baju atasnya begitu Abimanyu melepaskan putingnya dari mulut mungilnya.
Setelah memastikan Abimanyu tidur nyenyak, Felisha pun memindahkan bayi mungil itu kedalam box bayinya.
"Anak-anak semua sudah tidur, sekarang giliran mas yang kamu kelonin " pinta Bagas manja.
"Sudah tua masih mau dikeloni " cibir Felisha sambil kembali naik keatas ranjang.Namun Felisha tidak berbaring, melainkan duduk diatas perut Bagas.Felisha tertawa melihat Bagas yang tampak shock dengan apa yang Felisha lakukan.
"Sayaaang " keluh Bagas ketika menyadari hasrat yang tiba-tiba muncul akibat dari ulah istri nakalnya.
"Katanya mau dikeloni " bisik Felisha manja
Felisha pun tertawa terbahak sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Awas kamu sayang berani-beraninya ngerjain suami " Bagas mencubit ujung hidung Felisha gemas.
"Maaf Sayang " Felisha melingkarkan tangannya di perut Bagas.
Meski sedikit jengkel namun tak urung tangan Bagas mengelus tangan Felisha yang memeluk erat perutnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Bagas menjeda sejenak pekerjaan nya ketika Wina sekertaris nya memberi tahu jika ada Ezra datang untuk menemuinya.
"Tumben mampir " sapa Bagas ketika Ezra masuk ke ruangan kerjanya.
"Bukan mampir, tapi sengaja " ujar Ezra sambil duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Bagas.
Bagas mengambil minuman kaleng dari kulkas yang ada di sudut ruangan dan diberikan kepada Ezra satu.
"Ada hal penting apa sampai kamu sengaja datang kesini ?" tanya Bagas sambil duduk di depan Ezra.
"Gue minta ijin mau melamar Ajeng.Lo kan salah satu keluarga yang bertanggung jawab disini " jawab Ezra.
"Jadi sebelum gue datang ke Semarang gue minta ijin Lo dulu "
"Nah gitu dong..baru laki-laki.Jangan bisanya memperalat anak-anak " sindir Bagas.
__ADS_1
"Bukan memperalat..cuma minta bantuan " kilah Ezra.
"Sama saja " jawab Bagas.
"Jadi gimana..Lo setuju kan kalau gue melamar Ajeng ?" tanya Ezra
"Setuju tidaknya tergantung niat Lo " jawab Bagas.
"Ya niat gue tulus ingin menikahi Ajeng.Gerah lama-lama menjomblo..tidak ada yang ngelonin kalau malam " ujar Ezra sambil tertawa.Seakan tertular Bagas pun ikut tertawa.
"Jadi sudah acc nih ?" tanya Ezra
"Oke " jawab Bagas.
"Kalau sudah Acc,Minggu depan gue minta antar ke Semarang " pinta Ezra.
"Gue usahain,tapi Feli tidak akan ikut kasian Abi masih kecil belum boleh melakukan perjalanan jauh " jawab Bagas.
"Tidak masalah " jawab Ezra dengan raut wajah gembira.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari Bagas,Ezra pun pamit kepada Bagas untuk kembali ke kantornya.
Felisha yang diberitahu Bagas mengenai rencana Ezra yang akan melamar Ajeng tentu saja ikut senang.Meski dulu sempat cemburu namun sekarang Felisha sudah menganggap Ajeng seperti adiknya sendiri.Karena walau bagaimanapun Ajeng adalah tantenya Nakula dan Sadewa.
Minggu depan mas akan antar Ezra ke Semarang,kamu tidak usah ikut kasian Abi masih kecil.Tapi kalau anak-anak ingin ikut mas akan bawa mereka " ujar Bagas.
"Mas sanggup bawa 3 anak ?" tanya Felisha tidak yakin.
"Sanggup " jawab Bagas yakin.
Seminggu kemudian Bagas membawa Luna dan si kembar ke Semarang mengantar Ezra yang akan melakukan acara lamaran kepada keluarga Ajeng.
Felisha merasa tenang membiarkan Bagas membawa ketiga anak mereka karena Dio dan Kinanti pun ikut bersama mereka.
Mereka berada di Semarang selama dua hari satu malam.Setelah acara lamaran berjalan dengan lancar mereka pun kembali ke Jakarta.
Bagas dan anak-anak pulang dengan membawa banyak oleh-oleh khas Semarang.
"Mommy..disana banyak yang nanyain mommy loh " ujar Luna
"Oh ya ?..kakak bilang apa ?" tanya Felisha
"Daddy yang jawab..Daddy bilang mommy tidak bisa ikut karena dedek Abi masih kecil " jawab Luna.
"Disana kakak tidur sama siapa ?" tanya Felisha
"Sama aunty Ajeng.. kakak Nakula tidurnya sama om Ezra..Kalau Kakak Dewa tidurnya sama Daddy " jawab Luna.
"Mereka sudah menentukan tanggal pernikahan belum mas ?" Felisha beralih menatap Bagas yang sedari tadi menimang Abimanyu.
"Bulan depan " jawab Bagas
"Cepet banget ?" tanya Felisha
"Niat baik harus disegerakan " jawab Bagas.
__ADS_1