Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Mobil Bergoyang Part 2


__ADS_3

Setelah dua hari berada di Sumedang Felisha terlihat sibuk paking karena sorenya mereka akan pulang ke Jakarta.Melihat Mommy Fe sedang paking Satria langsung rewel kepada Cindy dan Sadewa.


"Ayah..Bunda..Aa ingin ikut sama Mommy dan Daddy ke Jakarta " pinta Satria.


"Jangan Aa nanti malam takut nangis nyariin Bunda " Sadewa melarang.


"Tidak akan Yah..Aa tidak akan nangis " janji Satria.


" Biar saja Satria ikut kita ke Jakarta, itung-itung melatih kemandiriannya " ujar Bagas.


Sadewa dan Cindy saling pandang dengan bingung. Selama ini mereka belum pernah jauh dari putra tampannya itu.


"Kakak..aku mau dedek Satria ikut ke Jakarta biar aku ada teman bermain, soalnya dedek sipit sedang ke Jepang " Alysha ikut membantu Satria membujuk kakaknya agar mengijinkan Satria ikut ke Jakarta.


Karena Satria terus merengek akhirnya Sadewa dan Cindy pun mengijinkan Satria ikut ke Jakarta.


Tidak banyak baju yang dibawa karena Cindy menyimpan banyak baju Satria di kamar mereka di Jakarta.


Sore itu Semua kembali ke Jakarta meninggalkan Sadewa dan Cindy yang masih berada di kamar hotel.


Setelah Bagas dan Felisha kembali ke Jakarta, Cindy pun mulai beres-beres bersiap untuk pulang ke rumah dinas mereka.


"Mau kemana Bun sudah beres-beres ?" tanya Sadewa.


"Pulang..kan semua sudah kembali ke Jakarta " jawab Cindy.


"Siapa yang bilang kita akan pulang sekarang..kita akan menginap disini sampai tiga hari kedepan.. anggap saja kita sedang bulan madu " jawab Sadewa santai.


"Terserah kamu lah Sayang " jawab Cindy pasrah.


Selama Satria di Jakarta Cindy nyaris jarang keluar kamar. Ia baru bisa keluar kamar jika Sadewa sedang dinas. Begitu pulang dinas Sadewa kembali akan mengurung Cindy di kamar mereka.


Untuk mengobati kerinduan pada putra tampannya Cindy melakukan sambungan video melalui ponsel Felisha atau Abimanyu.

__ADS_1


Pada hari Jumat malam Cindy dan Sadewa pergi ke Jakarta untuk menyusul Satria.


Waktu hampir jam sembilan malam ketika mereka sampai di Jakarta, dan Satria ternyata sudah tidur di kamar Bagas bersama Alisha.


"Sayang sekali Aa nya sudah tidur, padahal aku kangen banget pengen peluk-peluk dan cium-cium " ujar Cindy ketika mereka berada di kamar Sadewa.


"Tidak usah sedih..kakak saja yang kamu peluk-peluk dan cium-cium " jawab Sadewa santai.


"Kalau peluk-peluk dan cium-cium kakak yang ada aku ditembak lagi sampai pagi " jawab Cindy yang membuat Sadewa langsung tertawa.


"Memang itu keahlian suami kamu ini " Sadewa menarik tangan Cindy kemudian menggiringnya keatas kasur dan menjatuhkannya disana.


Cindy hanya bisa pasrah ketika Sadewa akan kembali mempraktekkan keahlian menembaknya.


Keesokannya Sadewa dan Cindy yang tertidur karena semalaman begadang langsung membuka matanya ketika tiba-tiba Satria loncat keatas tubuh mereka. Beruntung Cindy dan Sadewa sudah memakai baju mereka, jika tidak entah apa yang akan putra tampannya pikirkan jika melihat Ayah dan Bundanya tidur dalam keadaan telanjang.


"Ayah..Bunda sudah ada disini ?" Satria menciumi wajah Sadewa dan Cindy.


"Setiap malam kan Aa tidurnya sama Daddy dan Mommy juga kakak Alysha " jawab Satria sambil ikut berbaring diantara tubuh Sadewa dan Cindy.


Tubuh mungil Satria pun langsung tenggelam dalam pelukan Ayah dan Bundanya.


"Kakak.. aku juga ingin ikutan " Alysha yang tiba-tiba muncul di kamar Sadewa langsung ikut naik keatas ranjang.


Kini bukan hanya Satria yang Sadewa dan Cindy peluk, tapi si cantik Alysha juga.


Kedua bocah itu akhirnya melanjutkan tidur bersama Sadewa dan Cindy yang memang masih mengantuk setelah semalaman begadang.


Pada sore harinya Sadewa dan Cindy membawa Satria dan Alysha menginap di rumah orangtua Cindy.


Mereka terlihat seperti orangtua muda dengan dua anak karena membawa Alysha.


Sebelum tidur Satria kembali menagih adik bayi kepada Sadewa dan Cindy.

__ADS_1


"Sabar dong Aa..Ayah dan Bunda juga sedang berusaha..Aa berdoa saja semoga adik bayi nya cepat hadir di perut Bunda " jawab Sadewa sambil mengelus perut Cindy.


"Dedek Alysha mau punya adik lagi ?" tanya Cindy kepada Alysha yang ikut an mengelus perutnya seperti Sadewa.


"Tidak kakak..aku adiknya sudah banyak..ada dedek Arka, dedek Arsyi, dedek Satria dan dedek sipit..kalau terlalu banyak nanti pusing pada berantem " jawab Alysha polos.


Sadewa dan Cindy tertawa mendengar jawaban Alysha. Bocah cantik itu menganggap semua keponakannya sebagai adiknya karena usianya yang tidak terlalu jauh.


Setelah Satria dan Alysha tidur, Sadewa menarik tangan Cindy dan membawanya ke sofa.


"Kita bikin adik bayinya di sofa saja, siapa tau langsung jadi " ucap Sadewa.


"Tidak mau ah..aku maunya bikin adik bayinya di mobil " bisik Cindy.


"Di mobil ?" Sadewa langsung melotot. Cindy mengangguk sambil tersenyum nakal.


"Baiklah..tapi kita lihat dulu Mama dan Papa sudah tidur belum " Sadewa akhirnya setuju.


Sebelum mereka keluar dari kamar Sadewa tiba-tiba menarik tangan Cindy agar masuk kembali ke kamar.


"Apa lagi sih Yah ?" tanya Cindy.


"Bajunya ganti pake yang simpel saja, biar tidak ribet nanti kakak eksekusi di mobilnya " Sadewa menunjuk piyama yang Cindy pakai.


"Baiklah " jawab Cindy sambil beranjak mengganti piyamanya dengan baju tidur tali spaghetti. Bahkan Cindy sudah melepaskan celana da lam dan bra nya di kamar.


Setelah memastikan Papa dan Mama Cindy sudah tidur, Sadewa pun membawa Cindy ke garasi dan mengeksekusi istrinya di dalam mobilnya.


Hampir satu jam Sadewa dan Cindy berada di dalam mobil dan membuat mobil itu bergoyang-goyang seperti terkena guncangan gempa lokal.


Setelah selesai mengeksekusi istrinya mereka pun keluar dari mobil dengan wajah seperti seorang maling yang takut tertangkap.


Sadewa dan Cindy mengendap-endap kembali ke kamar mereka dan melanjutkan tidur bersama Satria dan Alysha.

__ADS_1


__ADS_2