Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Tambah cucu


__ADS_3

Keesokannya rombongan dari Jakarta mulai kembali, meninggalkan Ezra yang masih akan tinggal di Semarang selama beberapa hari lagi.


Rencananya dari Semarang Ezra dan Ajeng akan melakukan perjalanan bulan madu ke sebuah villa di Bali.


Mereka memilih tempat itu karena mereka ingin mencari tempat yang romantis agar acara bulan madu mereka lebih berkesan.


Perjalanan pulang dari Semarang kali ini Dio harus beberapa kali menepikan mobilnya karena Kinanti mengalami mabuk darat.


Bagas dan Felisha pun meski menggunakan mobil berbeda namun mereka ikut berhenti sambil beristirahat sejenak.


Bunda memakaikan kayu putih milik Abimanyu di punggung dan perut Kinanti agar tubuhnya lebih hangat.


"Tidak biasanya kamu mabok begini kak " ujar Bunda khawatir


"Mungkin masuk angin Bun " jawab Kinanti sambil mengoleskan minyak kayu putih kehidungnya.


Dio tampak khawatir melihat wajah Kinanti yang pucat.


"Tadi mau pulang sarapan dulu tidak kak ?" tanya Felisha sama khawatirnya.


"Makan dek..sambil nyuapin Luna " jawab Kinanti.


"Mungkin kakak kelelahan habis perjalanan jauh ditambah acara yang lumayan padat..jadi kurang istirahat " ujar bunda


"Sepertinya iya Bun " jawab Kinanti lesu.


Setelah Kinanti merasa lebih enakan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.Sisa perjalanan mereka dilalui dengan lancar karena Kinanti tidur.


"Kak sebaiknya Kinan dibawa ke dokter..entah mengapa bunda merasa kalau Kinan bukan sakit biasa " ujar bunda


"Maksudnya parah Bun ?" Dio terlihat semakin khawatir.


"Bukan.. dari tanda-tandanya Kinanti seperti yang sedang ngidam.. moga-moga saja dugaan bunda tepat " jawab bunda sambil mengelus kepala Kinanti yang tertidur dipangkuannya.


"Iya Bun besok Dio akan ajak Kinanti ke dokter " jawab Dio dengan mata berbinar.


"Ayah doakan semoga benar Kinanti hamil.Ayah juga ingin punya cucu dari kamu " ujar Ayah lirih.


"Aamiin " jawab Dio dan bunda bersamaan.


Setelah beberapa jam kemudian mobil yang dikendarai Dio dan Bagas tampak memasuki halaman rumah orangtua Felisha.


Bagas memutuskan tidak langsung pulang ke rumah mereka karena anak-anak ingin pulang ke rumah mertuanya.


Felisha menggendong Abimanyu yang tertidur ke kamar mereka,sedangkan Bagas menggendong Luna yang juga tertidur sama seperti Abimanyu.


Setelah menurunkan kedua buah hatinya di kasur, Bagas langsung terkapar diatas kasur bersama Luna dan Abi.


"Mau aku buatkan kopi atau es jeruk ?" Felisha menawarkan sesuatu kepada Bagas.


"Apa saja..susu juga boleh " jawab Bagas dengan mata terpejam.


"Jadi maunya apa dong mas..biar akunya tidak bingung "


"Susu..tapi punya kamu " jawab Bagas sambil membuka matanya dan tangannya mengusap-usap lengan Felisha.


"Dasar mesum " Felisha mencubit hidung Bagas membuat pria yang tampak sedang kelelahan itu megap-megap.


" Yang..dedek Abi kan sudah empat puluh hari.. lewat seminggu malah " Bagas menahan tangan Felisha agar tidak kembali mencubit hidungnya.


"Mas kok tau sedetil itu..ngitung ya ?" tanya Felisha sambil tertawa,ia sendiri lupa jika masa nipas nya sudah lewat seminggu.


"Iya " jawab Bagas jujur sambil kembali terpejam dan akhirnya benar-benar tertidur.

__ADS_1


Setelah melihat Bagas tertidur Felisha beranjak ke kamar si kembar,disana kedua putranya pun tidak jauh berbeda dengan Daddy dan kedua adiknya.Mereka tertidur pulas diatas ranjang masing-masing.


Keluar dari kamar si kembar kini Felisha beranjak menuju dapur.Disana ada bundanya yang sedang membuat jahe hangat campur madu untuk Kinanti.


"Buat siapa Bun ?" tanya Felisha


"Kinanti..buat meredakan mualnya " jawab bunda


"Aku curiga jangan-jangan kak Kinan lagi ngidam Bun " ujar Felisha


"Iya..bunda juga curiga.Moga-moga saja bener hamil " jawab bunda.


"Kalau beneran kak Kinan hamil berarti cucu bunda makin banyak " ujar Felisha


"Paling banyak dari aku " Felisha tertawa


"Tidak apa-apa Fe..Ayah sama Bunda malah senang rumah kita rame sama suara anak-anak " jawab Bunda.


Setelah membuatkan air jahe hangat untuk Kinanti,bunda kembali kedapur untuk membuat makanan dengan dibantu oleh Felisha.


Bunda sengaja melarang Kinanti membantu memasak karena khawatir melihat kondisinya yang masih lemah dengan wajah yang pucat.


Sore harinya Dio pun membawa Kinanti ke dokter.Awalnya Kinanti menolak karena merasa jika ia hanya masuk angin biasa.Namun begitu melihat wajah Dio yang begitu berharap membuat Kinanti akhirnya tidak tega dan mau diajak periksa ke dokter.


"Kalau ternyata aku tidak hamil bagaimana ?" tanya Kinanti was-was.


"Tidak apa-apa..aku akan lebih berusaha lagi. Kalau perlu setiap hari pun aku sanggup " jawab Dio santai.


"Maunya kamu kalau urusan begituan semangat " cibir Kinanti


"Ya harus dong..masa kalah sama Bagas..Dia saja anaknya sudah empat " jawab Dio


"Dan satu lagi..jangan sampai keduluan sama Ezra " tambah Dio


Jam delapan malam orang yang ditunggu-tunggu pun datang.Semua langsung terlihat lesu ketika melihat wajah Kinanti yang cemberut.Dio muncul dibelakang Kinanti dengan dua kantung penuh belanjaan ditangannya.


Melihat wajah Kinanti yang cemberut membuat semua yang ada disana tidak berani bertanya mengenai hasil pemeriksaan dokter.Semua sudah dapat membaca apa yang sedang terjadi.


"Oom..pasti beli jajanan untuk Luna " Melihat belanjaan ditangan Dio Luna langsung mendekat.


"Ada..disini " jawab Dio


"Aku ambil ya.." Luna langsung mengacak-acak kantung belanjaan mencari jajanan kesukaannya.


"Kenapa tidak ada..disini isinya susu mommy semua " oceh Luna sambil menunjukkan beberapa kotak susu khusus ibu hamil seperti yang biasa Felisha minum pada saat hamil.


"Berarti di kantung yang ini " Dio membantu mengambilkan jajanan Luna dikandung yang lain.


Melihat banyak susu ibu hamil yang Dio beli Felisha langsung menghambur kearah Kinanti.


"Akhirnya aku mau punya keponakan " Felisha menciumi pipi Kinanti.


Bunda pun langsung mendekat kearah menantunya dan memeluknya. "Akhirnya Tuhan mengabulkan doa kita "


"Kalau Kinanti hamil kenapa pulang-pulang cemberut ?" tanya Bagas


"Seharusnya kalian bahagia " tambah Bagas


"Dijalan dia ingin makan buah nanas..aku larang eh langsung cemberut " jawab Dio


"Eeehh..jangan " ucap Bunda dan Felisha bersamaan.


"Pengen ngicip saja Bun..tidak ditelan juga tidak apa-apa " jawab Kinanti

__ADS_1


"Kalau cuma icip boleh..beliin sana kak " Bunda langsung menyuruh Dio untuk pergi membeli apa yang Kinanti inginkan.


"Bentar Bun masih cape " jawab Dio


"Kakak..buruan ih beli " Felisha menarik tangan Dio menyuruhnya buru-buru pergi.


"Iya..iya.." Dio pun bangkit dan mengambil kunci mobilnya.


"Om ikut ya " Nakula dan Sadewa ingin ikut.


"Ayo " jawab Dio.


"Ooomm..aku juga ikut " Luna buru-buru mengikuti Dio.


"Iya..tapi tunggu di mobil ya..tidak usah turun " jawab Dio


"Iya " jawab Luna


"Dedek Abi mau ikut juga ?" tanya Dio kepada Abimanyu yang berada dalam gendongan Bagas


"Ikut..tapi nanti kalau sudah besar " jawab Bagas.


🌸🌸🌸🌸


Felisha baru saja selesai menidurkan Luna dan Abimanyu ketika Bagas memanggilnya.


"Duduk sini " Bagas menepuk pahanya.


Felisha pun menurut dan duduk dipangkuan Bagas.


"Mau nagih yang tadi " bisik Bagas dengan suara tertahan karena hasrat yang mulai merasuki.


"Stoknya sudah habis sama dedek Abi " jawab Felisha sambil tersenyum.


"Sini mas cek dulu " tangan Bagas mulai membuka satu persatu kancing baju Felisha bagian atasnya.Dalam sekejab tangan terampil Bagas telah berhasil melucuti baju Felisha. Bagas langsung melahap dua bukit kembar Felisha yang membusung membuat satu ******* lolos dari bibir Felisha.


"Ssstt..jangan berisik.Nanti Abi sama Luna bangun " Bagas mengingatkan


"Abisnya geli maaass " jawab Felisha


"Ya tahan dong " jawab Bagas tanpa menghentikan keasikannya menghisap dan ******* dua bukit kembar Felisha.


Bagas merebahkan Felisha diatas sofa sebelum ia memposisikan tubuhnya diantara kedua paha Felisha.


Felisha sedikit meringis ketika Bagas mulai melakukan penyatuan.Ini adalah untuk yang pertama kalinya mereka melakukan hubungan intim setelah Felisha melahirkan.


Setelah bersusah payah mendaki gunung dan menyusuri lembah, akhirnya tubuh Bagas ambruk diatas tubuh Felisha dengan nafas yang tersengal-sengal.


Meski lelah dan bermandikan peluh namun senyum kepuasan tersungging dibibir keduanya.


"Terimakasih sayang " satu ciuman dibibir Felisha mengakhiri pergumulan panas mereka.


Keduanya buru-buru memakai kembali pakaian mereka sebelum Luna dan Abi bangun.


"Begini kalau punya banyak anak,mau sayang-sayangan sama kamu saja susah harus gerak cepat sebelum terciduk anak-anak " gumam Bagas sambil memakai bajunya yang berserakan dilantai.


"Iya " jawab Felisha sambil meminta Bagas membantunya untuk menautkan pengait bra nya.


Beruntung Bagas dan Felisha buru-buru memakai baju mereka karena tidak lama kemudian Luna terbangun karena merasa haus.


"Mommy aku haus " Luna duduk namun dengan mata terpejam.


Bagas buru-buru memberikan satu gelas air kepada Luna. "Masih malam sebaiknya kakak bobo lagi ya "

__ADS_1


"Iya dad " jawab Luna sambil kembali berbaring disebelah Abimanyu dan kembali tertidur.


__ADS_2