Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Selalu Berbohong


__ADS_3

Setelah puas nongkrong Sadewa dan Kenzo pun pulang. Kenzo langsung masuk ke kamarnya dan tidur sementara Sadewa masih terjaga.


Sadewa waspada takutnya kram kaki Cindy kambuh lagi.Setelah memastikan semua aman Sadewa pun baru bisa tidur dengan nyenyak.


Keesokannya pagi-pagi mereka berkumpul untuk sarapan. Sadewa tampak sudah mengenakan baju dinas nya. Ia terlihat gagah dan tampan dengan seragam coklatnya.


"Kalian akan jalan jam berapa ?" tanya Sadewa.


"Jam 10..kalau terlalu siang takutnya kejebak macet " jawab Kenzo.


"Kalian hati-hati di jalan " pesan Sadewa


"Oh iya..itu ada oleh-oleh jangan sampai ketinggalan " ujar Sadewa sambil menunjuk kearah Meja.


Disana sudah menumpuk oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta. Sadewa sudah menandai yang mana untuk di rumah, untuk Cindy dan untuk Kenzo.


Semalam sepulang nongkrong dengan Kenzo Sadewa menyempatkan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jakarta.


"Kakak kapan belinya ?" tanya Luna heran.


"Semalam kakak keluar lagi sama Kenzo setelah kalian tidur " jawab Sadewa.


"Ooh.." jawab Luna sambil menatap kearah Kenzo penuh curiga.


Entah mengapa Luna dihinggapi perasaan takut jika Kenzo membocorkan hubungan mereka kepada kakaknya.


Jam 7 pagi Sadewa pamit pergi ke kantor. Sebelum pergi Ia menasehati Luna panjang lebar. Ia juga memperlihatkan notif transfer sejumlah uang kepada Luna.


"Buat jajan " ujar Sadewa.


"Terimakasih kakak " Luna langsung memeluk Sadewa dan mencium kedua pipinya manja.


"Sudah punya pacar juga masih manja begini " Sadewa mengacak rambut Luna sebelum berlalu dengan mobilnya.


Luna terhenyak mendengar ucapan kakaknya barusan.Luna semakin yakin jika Kenzo semalam sudah menceritakan hubungan mereka kepada kakaknya.


Setelah Sadewa pergi, Luna langsung menatap tajam kearah Kenzo.


"Kakak mau ke kamar mandi dulu " Kenzo mencari alasan untuk menghindar dari Luna.


"Heeh..mau kemana..mau kabur ya ?" Luna menahan tangan Kenzo.


Kenzo mengurungkan niatnya untuk kabur dari Luna karena gadis itu langsung menarik tangan Kenzo dan menyuruhnya duduk kembali.


"Semalam kakak ngobrol apa saja sama kak Dewa ?" tanya Luna.


"Ngobrol biasa..obrolan lelaki " jawab Kenzo.


"Kakak tidak ngomongin kita kan ?" tanya Luna.


"Ti..tidak " jawab Kenzo berbohong.


Kenzo yang terlihat gugup membuat Luna yakin jika semalam Kenzo menceritakan hubungan mereka kepada kakaknya.

__ADS_1


"Jangan bohong " bentak Luna galak.


"Maaf Sayang..kakak terpaksa cerita. Tapi sepertinya tanpa kakak cerita pun kakak kamu memang sudah tau " jawab Kenzo.


Cindy orang pertama yang membocorkan rahasia Kenzo dan Luna hanya menunduk pura-pura tidak tau.


"Kamu jangan panik dong Sayang..Kakak kamu sama sekali tidak marah..malah dia mendukung " Kenzo berusaha menenangkan Luna.


"Bohong " Luna tidak percaya.


"Beneran Sayang " Kenzo menyentuh lengan Luna mencoba menenangkan gadis cantik itu.


"Sudah ga usah berantem..lagian ngapain sih sembunyi-sembunyi terus " ujar Cindy sok menasehati.


Jam 10 pagi Luna, Kenzo dan Cindy pulang ke Jakarta. Baru saja masuk tol Cindy sudah langsung tertidur.


"Kakak semalam pergi kemana sama kak Dewa ?" tanya Luna.


"kafe di daerah Dago " jawab Kenzo.


"Kenapa tidak ajak aku dan Cindy ?"


"Kalian kan tidur..kakak tidak tega untuk banguninnya " jawab Kenzo.


"Sayang..kamu tau tidak..kakak kamu diam-diam naksir Cindy loh " ujar Kenzo dengan suara pelan.


"Kak Dewa naksir Cindy ?" mata Luna langsung membulat.


"Sttt...jangan kencang-kencang nanti Cindy dengar " Kenzo meletakan jari telunjuk dibibirnya.


"Aku tidak yakin Cindy mau didekatin kak Dewa..orang kalau diajak ngobrol saja gemeteran " tambah Luna.Kenzo terus tertawa mendengar ocehan Luna.


"Kamu gemetaran tidak didekatin sama kakak ?" tanya Kenzo setelah berhenti tertawa.


"Sedikit..karena aku kan sudah kenal sama kakak sejak kecil " jawab Luna.


"Sayang..nanti sekali-kali kamu ikut kakak ya ke Jepang " ajak Kenzo.


"Ga ah..kapok " jawab Luna.


"Kapok kenapa ?" tanya Kenzo.


"Kapok saja.." Luna enggan mengatakan alasannya kapok pergi ke Jepang. Namun Kenzo dapat menebak alasan Luna tidak mau lagi pergi ke Jepang.


'Maaf ya kakak sudah menolak bertemu kamu waktu itu " Kenzo menggenggam tangan Luna.


"Waktu itu kakak tidak percaya diri ketemu sama kamu " ujar Kenzo lirih tanpa melepaskan genggamannya.


"Maafin kakak ya !" Kenzo menciumi tangan Luna yang berada dalam genggamannya.


Luna dan Kenzo leluasa membahas masalah mereka karena Cindy sedang tidur.Jadi sudah bisa dipastikan jika Cindy tidak akan mendengar perdebatan diantara keduanya.


Cindy baru terbangun setelah mereka mulai memasuki kota Jakarta.Kenzo lebih dulu mengantarkan Cindy ke rumahnya.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Cindy dan memberikan oleh-oleh dari Sadewa, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


Setibanya di rumah Bagas dan Felisha tampak kaget melihat Luna pulang dari Bandung bersama Kenzo.


"Kok bisa barengan ?" tanya Bagas


"Ketemu di jalan Dad.." jawab Luna berbohong.


Wajah Kenzo langsung berubah masam karena Luna menjawab pertanyaan Daddy nya dengan berbohong.


Setelah membantu menurunkan semua barang milik Luna Kenzo pun langsung pamitan pulang.


Luna yang menyadari jika Kenzo marah kepadanya akhirnya hanya menunduk dan menatap nanar kepergian Kenzo.


*


"Sayang..kamu percaya tidak jika Kenzo dan Luna ketemu dijalan? Aku curiga sepertinya mereka pergi bersama ke Bandung " ucap Felisha sambil mengelus kepala Bagas yang sedang nemplok di dadanya.


"Mas juga tidak percaya jika mereka ketemu di jalan " jawab Bagas sambil menciumi dua benda kenyal itu.


"Aku tanya kakak Dewa saja ya " Felisha mengambil ponselnya dari atas nakas membuat kesenangan Bagas sedikit terusik.


Felisha kembali berbaring dan membiarkan Bagas melanjutkan kesenangannya sambil mencoba menghubungi Sadewa.


Hanya sekali dering Felisha pun langsung terhubung dengan Sadewa. Felisha manggut-manggut ketika Sadewa mengatakan jika Kenzo juga datang ke Bandung.Namun ia datang sehari setelah kedatangan Luna dan Cindy. Luna dan Cindy pulang ke Jakarta bersama Kenzo.


"Ternyata Luna dan Cindy pulang dari Bandung bersama Kenzo Mas..tapi kenapa Luna harus berbohong dengan mengaku ketemu di jalan " Felisha tampak kesal karena putrinya telah membohongi nya.


"Kakak Luna pasti punya alasan " jawab Bagas santai.Ia masih anteng dengan mainannya.


"Aku harus tanya Luna sekarang..kenapa dia sampai berbohong kepada kita " Felisha hendak bangkit namun ditahan oleh Bagas.


"Jangan kemana-mana..Mas belum selesai " Bagas masih enggan beranjak dari dada Felisha.


Felisha pun kembali berbaring dan membiarkan Bagas meneruskan kesenangannya.Jari jemari Felisha menyisir rambut Bagas penuh sayang.


"Awas anak Daddy jangan dimarahin..ditanya baik-baik saja " Belum juga ditegur Bagas sudah memberikan peringatan kepada Felisha agar tidak memarahi Luna.


"Iya..iya.." jawab Felisha.


"Sayang..kalau ternyata Luna dan Kenzo beneran pacaran bagaimana ?" tanya Felisha.


"Mas tidak masalah..Ken anaknya baik.. keluarganya juga sudah kita kenal " jawab Bagas.


" lagian belum tentu juga mereka pacaran..bisa saja kan Kenzo hanya menganggap Luna adik karena dia anak tunggal " sambung Bagas.


"Iya juga sih " jawab Felisha.


"Sekarang jangan ganggu kakak Luna..biarkan dia istirahat " Bagas kembali memberi peringatan.


"Iya Mas " jawab Felisha patuh.


"Lebih baik kamu urusin Mas saja " pinta Bagas sambil semakin menyusupkan wajahnya di dada Felisha.

__ADS_1


"Iya " jawab Felisha sambil menggigit bibirnya menahan geli karena mulut dan lidah Bagas yang semakin lincah bermain di dua bukit kembarnya.


Lama-lama Bagas mulai menuntut lebih.Felisha pun melayani keinginan suami mesumnya dengan sebaik mungkin.


__ADS_2