
Hari ini Kenzo tidak pergi ke kantor karena Luna melarang pria tampan bermata sipit itu pergi.
Karena sedang banyak pekerjaan akhirnya Kenzo menyuruh asistennya untuk mengantarkan beberapa berkas pekerjaan ke rumah.
Dengan membawa pekerjaan ke rumah nyatanya tidak membuat pria tampan itu dapat mengerjakan pekerjaannya karena istri cantiknya itu selalu saja tidak berhenti mengganggunya.
Kenzo memundurkan kursi kerjanya ketika tiba-tiba Aluna duduk mengangkang diatas pangkuannya.
"Kalau sudah begini mana bisa Daddy cari uang Dek " gumam Kenzo sambil mengelus punggung Luna.
"Aku cuma mau nemenin kamu kerja saja Sayang " ucap Luna sambil memeluk leher Kenzo.
Kenzo pun meneruskan pekerjaannya dengan Luna berada dalam pangkuannya.
Baru beberapa menit Kenzo meneruskan pekerjaannya, tiba-tiba dia bocah berpipi bulat dan berwarna sipit datang.
"Mommy..tuluun..!" Ana menarik-narik tangan Luna agar turun dari pangkuan Daddy nya.
"Ya ampun kakak Ana Mommy cuma pinjam Daddy sebentar " Luna menggoda Ana dengan tidak mau turun dari pangkuan Kenzo.
"Mommy tuluun..ini Daddy aku..huwaa.." Ana pun langsung menangis kencang.
"Sayang kamu itu tidak mau mengalah sama anak sendiri " omel Kenzo sambil menurunkan Luna.
"Daddy..Mommy nakal " Ana mengadu ketika Kenzo mengangkat tubuh mungil itu keatas pangkuannya.
"Iya nanti Mommy nya kita cubit " jawab Kenzo sambil mengangkat Kenan yang sedang berusaha naik sendiri keatas pangkuannya. Kedua bocah itu pun berada dalam dekapan Kenzo.
"Ini baru dua Yang.. kebayang kalau ada lima seperti keinginan kamu " keluh Luna.
"Tidak masalah..kakak sanggup membagi kasih sayang untuk mereka " jawab Kenzo yakin.
"Iya.. ujung-ujungnya aku yang dilupakan " keluh Luna lagi.
"Tidak akan mungkin lah Sayang.. kamu itu suka ngaco " jawab Kenzo.
sambil memangku Kenan dan Ana Kenzo merapikan mejanya karena Kenan ada gelagat akan naik keatas meja.. anak laki-laki memang seperti itu.
"Kakak Kenan hati-hati nanti jatuh " Luna mendekat kearah meja untuk menjaga Kenan disana sementara Kenzo sudah tidak bisa berkutik lagi dalam penguasaan si cantik Ana.
Tidak ingin Kenan merusak semua pekerjaan suaminya Luna pun mengajak Kenan dan Ana ke rumah Mommy nya.
"Aku ke rumah Mommy saja ya Sayang biar anak-anak tidak ganggu kamu kerja " pamit Luna.
"Kalau anak-anak sudah anteng disana kamu balik lagi ya temani kakak kerja lagi " bisik Kenzo.
__ADS_1
"Iya " jawab Luna sambil menuntun kedua bocah itu ke rumah Bagas. Kedua pengasuh mereka mengikuti sambil membawa dua botol susu dan makanan.
Di rumah Bagas Kenan dan Ana langsung anteng bermain dengan Alysha.
Setelah kedua bocah itu anteng Luna pun pulang untuk menemani Kenzo di ruang kerjanya.
Setibanya di ruang kerja Kenzo Luna kembali duduk diatas pangkuan Kenzo..begitulah cara Luna menemani Kenzo bekerja.
Pada saat Kenzo sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba Kenzo mendapat telepon dari asistennya dari kantor.
Selama Kenzo berbicara dengan asistennya tangan Luna iseng mengelus rahang tegas milik Kenzo.
Kenzo yang sedang berbicara dengan asistennya menangkap tangan Luna yang iseng menyusup dibalik celana Kenzo.
"Sst...sayang diam !" keluh Kenzo ketika tangan mulus itu sudah menyentuh benda keramat miliknya.
Karena Luna tidak bisa dicegah akhirnya Kenzo pun membiarkan nya sedangkan Kenzo sendiri anteng berbicara dengan asistennya.
Setelah selesai berbicara Kenzo yang sudah terbakar gairah pun langsung mengeksekusi istrinya diatas meja kerjanya.
*
Menginjak usia kehamilan Cindy dan Luna yang ke empat bulan Bagas mengadakan acara syukuran di rumahnya.
Alysha, Arka, Satria, Kenan dan Ana sibuk ikut memberikan bingkisan untuk para tamu undangan dan anak-anak yatim.
Setelah acara selesai kelima bocah itu kembali bermain bersama para pengasuh mereka.
Sadewa yang pada saat acara syukuran baru pulang dari penangkapan tampak langsung terkapar diatas ranjang di kamarnya.
"Ayah..mau aku buatkan kopi ?" Cindy tampak iba melihat Sadewa yang tampak kelelahan.
"Tidak..maunya susu saja " jawab Sadewa dengan mata terpejam.
"Mau yang panas atau dingin ?" tanya Cindy lagi.
"Yang hangat " jawab Sadewa.
"Baiklah..aku buatkan sekarang " Cindy hendak beranjak ke dapur namun Sadewa langsung menangkap tangan Cindy.
"Mau kemana Bun ?" tanya Sadewa.
"Tadi katanya ingin susu hangat..ya mau aku buatkan " jawab Cindy.
"Aku tidak mau susu itu..maunya ambil langsung dari sumbernya " bisik Sadewa sambil mengusap benda membusung di dada Cindy dan sedikit mere masnya.
__ADS_1
"Mulai nakal " Cindy mencubit ujung hidung Sadewa.
"Buun " Sadewa merengek sambil menyusupkan tangannya kedalam balik baju Cindy.
Jika sudah begitu tidak ada sosok pria gagah dan berwibawa yang ada hanya pria seperti anak bayi yang sedang merajuk ingin menyusu.
Tidak ingin terus merengek Cindy pun akhirnya membiarkan Sadewa melahap dua benda bulat didadanya dengan rakus.
Cindy melenguh ketika lidah Sadewa mempermainkan puncaknya dan menghisapnya dengan kuat.
"Ayaaah..geliii " Cindy melenguh.
"Ayah..seperti bayi " Cindy terkikik diantara lenguhannya.
Sadewa menulikan telinganya, pria tampan berambut cepak itu terlalu asik menghisap dan mere mas kedua dada Cindy bergantian.
"Semakin besar ya Bun " gumam Sadewa.
"Kan aku lagi hamil Yah..ya pasti membesar " jawab Cindy.
Sadewa menghentikan melahap kedua benda itu. Kini bibir Sadewa merambat menyusuri perut buncit Cindy dan berakhir dikedua pangkal paha Cindy.
"Ayahhh..sshh.." Cindy mendesis ketika kepala Sadewa tepat berada diantara kedua pangkal paha Cindy.
"Ayaaah geli " keluh Cindy ketika mulut dan lidah Sadewa bermain-main dibagian intim Cindy.
Cindy yang mulai terbang kekangit ketujuh kembali terjun bebas ketika Sadewa menghentikan aksinya.
"Pintunya kita kunci dulu..takut Aa masuk " ujar Sadewa. Cindy mangangguk.
Setelah mengunci pintu kamar Sadewa kembali menghampiri Cindy kemudian melucuti pakaian Cindy yang tinggal separuh.
Setelah berhasil membuat istrinya telanjang, kini Sadewa melucuti pakaiannya sendiri.
Baru Sadewa akan menerkam Cindy yang sudah tampak pasrah diatas kasur, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.
"Ayaaaah..Bundaaa..aku mau bobo " Satria memanggil Sadewa dan Cindy.
"Argh...Aa tidak pengertian sekali sama Ayah " keluh Sadewa sambil buru-buru memakai kembali bajunya begitu juga dengan Cindy.
"Sabar Yah..kan bisa diteruskan setelah Aa tidur " Cindy menghibur Sadewa.
"Iya...tapi awas kamu jangan ikut tidur " ancam Sadewa.
"Tidak akan " jawab Cindy.
__ADS_1