Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Saya ingin hati kamu


__ADS_3

Pagi ini Felisha minta ijin pada Bagas untuk membawa mobil sendiri.


"Kenapa ingin bawa mobil sendiri.. kamu tidak nyaman jika saya antar jemput kamu? " tanya Bagas


"Bukan begitu.. saya kasian lihat mas Bagas harus antar jemput saya. Kalau mas Bagas masih ada kerjaan mas Bagas harus balik lagi ke kantor setelah menjemput saya " Felisha mengatakan alasannya ingin bawa mobil sendiri.


Karena alasan Felisha masuk akal, akhirnya Bagas pun mengijinkan Felisha membawa mobil sendiri.


"Kamu pilih saja yang mana yang akan kamu pakai. Kuncinya ada di laci nakas " ujar Bagas.


"Terimakasih mas " ucap Felisha.


"Hanya terimakasih saja? " tanya Bagas.


Felisha mengarahkan pandangannya ke sembarang arah pura-pura tidak mendengar.


Pada saat berpakaian, Bagas sengaja memasang dasinya asal. Bagas ingin tau apa Felisha peduli atau tidak dengan penampilan Bagas.


"Mas.. itu dasinya tidak rapi " Felisha menunjuk kearah dasi yang Bagas pakai


"Sudah rapi kok " jawab Bagas


"Tidak rapi " ujar Felisha


"Tidak rapi apanya? biasanya juga begini "


"Dibilang tidak rapi tidak percaya " Felisha mendekat kearah Bagas, dengan sedikit berjinjit Felisha pun merapikan dasi yang Bagas pakai.


"Nah.. kalau begini kan.. "


Felisha tidak melanjutkan ucapannya, ia terkesima karena Bagas tengah menatapnya lembut dengan jarak yang sangat dekat karena kedua tangan Bagas memeluk pinggangnya erat.Bahkan hembusan napas Bagas menyentuh kulit wajah Felisha.


"Sudah rapi mas " Felisha berusaha melepaskan tangan Bagas dari pinggangnya.


"Anak-anak sudah menunggu untuk sarapan " Felisha mengingatkan Bagas yang masih tak mau melepaskan tangannya dari pinggang Felisha.


"Lain kali saya tidak akan melepaskan kamu lagi " bisik Bagas sambil melepaskan belitan tangannya dari pinggang Felisha.


"Hufft.. " Felisha membuang napas lega.Berada di dekat Bagas membuat dada Felisha terasa sesak.


Setelah Nakula dan Sadewa pergi sekolah dengan jemputan nya, Bagas memeriksa mobil yang akan Felisha pakai.


Bagas memeriksa dengan detil semua fungsi yang ada di mobilnya. Ia ingin Felisha merasa nyaman ketika memakainya.


"Sudah aman " ujar Bagas sambil memberikan kunci mobil kepada Felisha.


"Terimakasih " jawab Felisha.


"Lagi-lagi hanya terimakasih " gumam Bagas. Namun Felisha dapat mendengar dengan jelas.


Sebetulnya Felisha juga tidak berniat hanya mengucapkan terima kasih saja.. jika memberi ciuman di pipi seperti yang biasa Luna lakukan ia belum berani. Felisha tidak mau dianggap murahan oleh Bagas.


Sebelum pergi Bagas masih sempat memberikan kartu tol kepada Felisha. Ketika Felisha memasukkan kartu tol pemberian Bagas kedalam dompetnya, tanpa sempat menghindar Bagas mencium pipi Felisha.


"Ini untuk kartu tol nya " bisik Bagas


Felisha termangu, ia terlihat shock dengan apa yang Bagas lakukan.

__ADS_1


"Dan ini untuk sewa mobilnya " Bagas mencium bibir Felisha tanpa sempat gadis itu menghindar.


Meski sekilas Bagas mencium bibir Felisha namun cukup membuat lutut Felisha lemas. Jika saja Felisha tidak bertumpu pada pintu mobil sudah pasti ia jatuh lemas disana.


"Baru segitu saja kamu sudah oleng, apalagi kalau.... auw sakit Fe " Bagas tidak melanjutkan ucapannya keburu jari lentik Felisha mencubit pinggangnya.


"Yakin kamu bisa bawa mobil sendiri ke kantor sekarang? sepertinya lutut kamu sedikit bermasalah gemeteran begitu " goda Bagas


Tak ingin Bagas terus meledek nya, Felisha pun buru-buru masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Bagas yang tertawa sambil mengusap bibirnya.


Setelah kejadian tadi pagi, Felisha menjadi sedikit tidak bisa mengontrol pikirannya. Peristiwa tadi pagi selalu menari-nari dimatanya.


Felisha bukanlah anak baru gede yang baru merasakan ciuman pertamanya. Namun ciuman Bagas tadi pagi walaupun sekilas namun cukup merontokan seluruh sendi tubuhnya.


Memasuki jam makan siang, Felisha memilih makan di kantor. Ia menyuruh OB membeli gado-gado yang ada dekat kantornya.


Ketika jam makan siang selesai, Dina menghampiri Felisha dan memberikan satu kotak red velvet kepada Felisha.


"Tumben lu baik sama gue " Felisha mencomot red velvet nya dan mamasukan ke mulutnya.


"Bukan dari gue.. itu dari kak Dio " jawab Dina


"Tadi ketemu kayaknya dia abis makan siang sama pak Ezra "


"Tumben kak Dio beliin kue " Gumam Felisha


Felisha pun mengirimkan pesan kepada Dio


Makasih kakaku tersayang kuenya.. muuach!!


Tak lama Dio pun membalas pesan dari Felisha


Ternyata kue itu dari Bagas yang dititipkan kepada Dio karena mereka baru saja makan siang bersama dengan Ezra sambil membahas proyek yang akan segera dikerjakan. Dio menyuruh Dina memberikan kepada Felisha karena Dio tidak sempat keruangan Felisha.


Jam 4 sore Felisha pulang. Dijalan seperti biasa ia membeli jajanan untuk anak-anak. Luna dan sikembar selalu memburu buah tangan setiap Felisha pulang dari kantor.


Begitu mobil Felisha memasuki halaman, disana sudah ada mobil Bagas. Rupanya Bagas sudah pulang lebih dulu dari Felisha.


Felisha menyimpan tas nya di kamar. Disana ia tidak mendapati Bagas.


"Bapak kemana ? " tanya Felisha kepada mbak Mia.


"Diatas bu sama anak-anak " jawab mbak Mia


Felisha pun naik ke lantai dua menuju kamar si kembar. Ternyata Bagas sedang mengawasi anak-anak bermain di kamar yang dulu Felisha tempati.


"Mommy pulang " Luna loncat-loncat menaiki balon besar nya menghampiri Felisha.


"Mommy bawa apa? " Nakula dan Sadewa memburu kantung plastik berisi jajanan ditangan Felisha.


"Luna ice cream nya mau yang rasa apa? " tanya Sadewa.


"Strrowberrrrry " jawab Luna


Anak-anak pun bermain sambil menikmati jajanan yang Felisha bawa.


Felisha dan Bagas duduk di sopa sambil mengawasi mereka bermain.

__ADS_1


"Fe.. besok saya ke Bali ada kerjaan " ucap Bagas


"Sama kak Dio? " tanya Felisha


"Iya sama Ezra juga " jawab Bagas


"Kalau kamu mau, kamu boleh nginep di rumah bunda.. atau istrinya Dio nginep di sini " ujar Bagas.


"Aku sih gimana anak-anak " jawab Felisha


"Anak-anak besok daddy mau keluar kota ada pekerjaan, kalian mau nginep dirumah enin atau disini? " tanya Bagas


"Di rumah eniiiinn " jawab ketiganya serempak.


"Ya sudah kalian nginep di rumah bunda. Besok pagi sebelum ke kantor kamu antar saya ke bandara "


"Iya mas " jawab Felisha.


Malamnya Felisha membantu menyiapkan semua keperluan Bagas selama di Bali. Baju, pakaian dalam, perlengkapan mandi sampai sajadah pun sudah rapi dalam satu koper


"Paling saya dua hari disana. Mungkin Dio dan Ezra yang lebih lama disana. Karena mereka yang akan mengerjakan proyeknya "


"Daddy nya kakak mau ke Bali? " tanya Luna


"Daddy saja... Daddy!!! " Bagas mengkoreksi


"Daddy mau ke Bali..nanti disana main ke pantai tidak ? " Luna mengulangi pertanyaannya.


"Tidak sayang.. daddy ke Bali mau kerja cari uang buat Luna sama kakak kembar juga buat mommy.. bukan mau ke pantai " jawab Bagas


"Kirain mau ke pantai.. kalau mau ke pantai Luna ingin ikut " ujar Luna malu-malu.


"Iya nanti kita semua main ke pantai " ujar Bagas.


"Sekarang Luna bobok.. besok kan mau ke rumah enin " Bagas menyelimuti tubuh Luna hingga ke dada.Luna mengangguk.


Tidak sampai setengah jam Luna tertidur. Felisha merebahkan tubuhnya disamping Luna. Begitupun dengan Bagas. Felisha dan Bagas tidur menghadap ke arah Luna yang berada ditengah.


"Fe... mau kan kamu jadi istri saya, ibu dari anak-anak saya? " tanya Bagas lirih


"Mas Bagas sedang melamar istri sendiri? " tanya Felisha sambil tertawa.


"Kita kan sudah menikah mas "


Felisha berhenti tertawa ketika melihat wajah Bagas yang tampak serius.


"Maksud saya... menjadi istri yang sesungguhnya... kita sama-sama melakukan tugas dan kewajiban selayaknya suami istri " ujar Bagas


"Bukannya dulu mas Bagas pernah berkata jika saya tidak perlu melakukan kewajiban saya sebagai istri, dan mas Bagas tidak akan menuntut hak mas Bagas sebagai suami.. saya cukup menjadi ibu bagi Nakula dan Sadewa " jawab Felisha lirih.


"Ya.. tapi sekarang saya berubah pikiran... saya ingin mendapatkan hak saya sebagai suami kamu " jawab Bagas.


"Mas Bagas bisa kapan pun mendapatkan hak mas Bagas sebagai suami " ucap Felisha lirih.


"Bukan hanya itu Fe.... Saya bukan hanya menginginkan tubuh kamu saja.. tapi hati kamu juga " jawab Bagas.


Nah loh.. mas Bagas pengen hati kamu Fe.. kasih ga ya..

__ADS_1


Tetap dukung ya readers tersayang.. kan hari ini aku kasih double up biar readers senang.


Happy reading😘😘😘😘


__ADS_2