
Setelah solat subuh Kenzo yang hendak menggiring Luna ke ranjang mereka mengurungkan niatnya ketika terdengar suara tangis bayi dari kamar bayi, entah Kenan atau Keana yang sudah bangun sepagi ini.
Luna dan Kenzo beranjak menuju kamar bayi, ternyata Keana yang sudah terbangun.
Luna buru-buru mengambil putri kecilnya dari tangan baby sitter untuk ia beri ASI.
Luna memilih menyusui Keana di kamarnya, Kenzo mengikuti dari belakang sambil membawa bantal untuk menyusui.
Tangis Keana berhenti setelah mulut mungil itu menemukan sumber kehidupannya.
"Sepertinya dedek tau jika Daddy nya sudah pulang " Kenzo mengusap-usap pipi Keana yang tampak bergerak-gerak karena sedang menghisap sumber kehidupannya.
"Sepuluh hari tidak bertemu pipi Ana semakin berisi ya Sayang " ucap Kenzo sambil menatap lekat pada putri cantiknya.
"Iya " jawab Luna sambil menahan dadanya agar memudahkan Keana menyusu.
Bayi cantik bermata sipit itu melepaskan dada Luna setelah merasa kenyang. Luna menangkupkan tubuh bayi mungil itu kedadanya hingga terdengar suara sendawa nya.
"Sudah kenyang mimiknya Sayang ?" Kenzo mencolek-colek pipi mungil Keana dengan jarinya.
Setelah Keana selesai menyusu dari kamar bayi kembali terdengar suara tangis. Kini Kenan yang menangis dengan sangat kencang.
Kenzo menjaga Ana diatas ranjang ketika Luna beranjak untuk mengambil Kenan.
Sama seperti Ana, Kenan pun berhenti menangis ketika Luna menyusuinya.
"Kenan keduluan Ana tuh mimiknya " Kenzo menyentuh ujung hidung bayi gantengnya.
Mata Kenan mengerjap sambil menghisap sumber kehidupannya dengan rakus.
"Pelan-pelan dek mimiknya " Kenzo mengusap pipi Kenan yang tampak bergerak-gerak lucu.
Dibandingkan dengan Ana,Kenan lebih lama karena setelah kenyang pun Kenan tidak mau melepaskan puncak dada Luna dari mulut mungilnya.
"Kalau sudah mimiknya lepas dong.. sekarang giliran Daddy " seloroh Kenzo sambil tertawa.
Bukannya dilepaskan namun mulut mungil itu kembali menghisap sumber kehidupannya seolah takut Daddynya akan mengambilnya.
Ketika matahari mulai terang kedua baby sitter mulai bersiap untuk memandikan kedua bayi mungil itu.
Luna dan Kenzo memperhatikan bayi mereka yang tidak menangis samasekali ketika sedang dimandikan.
Setelah selesai mandi dan dipakaikan baju Kenzo dan Luna membawa kedua bayi mungil itu ke halaman untuk dijemur.
Bagas yang hendak pergi ke kantor menghampiri Luna dan Kenzo yang sedang menjemur si kembar.
"Kapan datang Ken ?" tanya Bagas sambil menciumi pipi kedua cucunya.
Alysha yang berada dalam gendongan Felisha pun tidak mau ketinggalan ikut menciumi Kenan dan Keana.
"Tadi malam Dad " jawab Kenzo.
"Bagaimana kabarnya Papih kamu ?" tanya Felisha.
"Baik Mom..tinggal masa pemulihan " jawab Kenzo.
"Syukurlah " ujar Felisha.
__ADS_1
Setelah puas menciumi Kenan dan Keana, Bagas pun pergi ke kantor dengan mobilnya.
"Dadah Daddy.." Alysha melambaikan tangannya kepada Bagas yang berlalu sambil balas melambaikan tangannya kepada putri bungsunya.
Setelah Bagas pergi Felisha dan Alysha mengikuti Luna dan Kenzo ke rumahnya. Mereka menidurkan si kembar di atas ranjang mereka.
Alysha ikut berbaring bersama si kembar di ranjang sambil mencolek-colek pipi bayi sipit itu dengan tangan mungilnya.
"Ini bayi nya sudah besar " Luna menggelitik perut Alysha hingga balita itu terkikik kegelian.
Setelah sarapan Kenzo yang masih terlihat ngantuk memutuskan tidak pergi ke kantor dan memilih meneruskan tidur di kamarnya.
Selama Kenzo tertidur diam-diam Luna berkonsultasi kepada Mommy nya mengenai alat kontrasepsi yang cocok untuknya mengingat masa nifas nya yang sudah selesai.
"Kakak coba telpon Tante Sofi..kakak tanyakan sama dia kontrasepsi apa yang cocok untuk kakak " Felisha menyarankan Luna untuk konsultasi dengan dokter kandungan yang kebetulan teman sekolah Bagas.
Luna pun segera menghubungi dokter Sofi. Cukup lama Luna berbicara dengan dokter Sofi. Setelah selesai Luna pun terlihat tersenyum.
"Tante Sofi bilang apa ?" tanya Felisha.
"Kata Tante Sofi sebaiknya aku pakai pil dulu..Tante Sofi sudah kasih tau merk yang cocok untuk ibu menyusui seperti aku " jawab Aluna.
"Iya sebaiknya begitu " Felisha setuju.
Luna menyuruh pelayan untuk membeli pil KB dengan merk seperti yang direkomendasikan oleh dokter Sofi.
Menjelang tengah hari Kenzo baru bangun. Ketika masuk ke kamar bayi Kenzo tertawa karena mendapati Alysha ikut tertidur di ranjang bayi bersama Kenan dan Keana.
Beruntung ranjang si kembar cukup besar sehingga muat untuk mereka bertiga.
Tidak mendapati Aluna di kamar bayi Kenzo pun mencari Luna ke dapur. Ternyata Luna sedang sibuk di depan kompor bersama Felisha. Rupanya mereka sedang masak untuk makan siang.
Tidak bisa dipungkiri dapat berkumpul lagi dengan istri dan anak-anaknya menimbulkan selera makan Kenzo menjadi meningkat, apalagi suasana makan siang menjadi lebih hangat karena mertuanya ikut makan bersama di rumahnya.
Rumah Kenzo semakin ramai ketika Abimanyu yang baru pulang sekolah datang karena mendapati rumah dalam keadaan sepi.
"Pantas di rumah sepi, taunya Mommy disini " ujar Abimanyu sambil mencium tangan Mommy , Luna dan Kenzo.
"Sekalian makan dek " Luna mengambil piring untuk adiknya yang masih mengenakan seragam putih abu-abu itu. Abimanyu pun tidak menolak dan ikut makan bersama di meja makan.
"Tumben jam segini sudah pulang Bi ?" tanya Kenzo.
"Gurunya ada rapat kak " jawab Abimanyu.
"Awas saja kalau bolos " ujar Felisha.
"Tidak lah Mom.. anak-anak Daddy tidak ada yang nakal " jawab Abimanyu sambil mengunyah makanannya.
"Memang..anak-anak Daddy semuanya baik..Mommy dan Daddy berhasil mendidik semuanya dengan baik. Aku akan mencontoh kalian dalam mendidik anak-anak aku " puji Kenzo.
"Iya dong..Mommy dan Daddy aku memang terbaik " ucap Luna bangga.
Felisha dan Abimanyu pulang membawa Alysha ketika Bagas pulang dari kantor pada sore harinya.
Pada malam harinya Kenzo membantu Luna memompa ASI nya untuk stok nanti malam.
Untuk malam ini si kembar sepertinya akan minum susu menggunakan botol karena pabrik susunya sudah di booking oleh Daddy nya yang akan berbuka puasa.
__ADS_1
Setelah botol-botol itu penuh dengan ASI, Luna menyimpannya di lemari pendingin yang khusus disediakan di kamar bayi berikut dengan bottle warmer nya.
Kenzo dan Luna kembali ke kamar mereka setelah memastikan Kenan dan Keana tidur dengan pulas.
Begitu masuk kedalam kamar, Kenzo buru-buru mengunci pintunya dari dalam dan langsung menangkap pinggang Luna kemudian mendekapnya dengan erat.
"Kakak kangen banget sayang " keluh Kenzo sambil mengendus leher Luna yang putih mulus dan wangi.
Sudah empat puluh hari lebih Kenzo tidak menghiasi leher putih itu dengan lukisan bibirnya dan kini ia bebas berkarya dipermukaan kulit mulus itu membuat Luna menggelinjang kegelian.
Setelah banyak meninggalkan jejak dileher Luna, kini Kenzo beralih menuju dua bukit kembar Luna setelah sebelumnya Kenzo terlebih dahulu meloloskan pakaian yang mereka kenakan.
Luna menahan kepala Kenzo ketika suami sipitnya itu akan melahap dua bukit kembarnya.
"Sebentar Sayang aku mau minum pil dulu " ucap Luna sambil beranjak menuju nakas dan mengambil sesuatu dari sana.
"Minum apa itu Sayang ?" tanya Kenzo.
"Pil KB..aku tidak mau sampai hamil lagi disaat si kembar masih bayi " jawab Luna sambil meminum pil KB nya.
"Ternyata kamu sudah prepare Sayang " puji Kenzo.
"Iya lah..soalnya aku lihat kakak itu seperti singa yang sedang kelaparan yang siap memangsa " jawab Luna.
"Iya Sayang " Kenzo tertawa.
Setelah Luna menelan pil penunda kehamilan nya Kenzo langsung mengangkat tubuh polos Luna dan menjatuhkan nya diatas ranjang empuknya.
Setelah tubuh Luna mendarat sempurna diatas kasur empuknya Kenzo pun merangkak diatas tubuh Luna kemudian melahap bibirnya dengan rakus.
Setelah puas melahap bibir Luna, kini bibir Kenyal Kenzo perlahan merambat turun menyusuri leher dan berhenti di dada Luna yang tampak bulat dan besar. Tanpa pikir panjang Kenzo pun melahapnya dengan rakus.
Hanya dalam hitungan menit dada Luna yang putih montok itu pun menjadi dipenuhi oleh bercak merah kebiruan hasil karya suami sipitnya.
"Pelan-pelan ya Sayang..aku takut " Luna menahan pinggang Kenzo yang sudah berada diantara kedua pahanya bersiap untuk melakukan penyatuan.
"Iya " jawab Kenzo sambil menekan sedikit demi sedikit.
"Sakit tidak ?" tanya Kenzo setelah benda pusakanya dapat masuk dengan sempurna kedalam sarangnya.
"Tidak " jawab Luna.
Setelah mendapatkan jawaban dari Luna Kenzo pun mulai bergerak maju mundur dengan perlahan.
Sudah empat puluh hari lebih tidak melakukannya membuat mereka merasakan seperti malam pertama yang penuh gelora dan menggebu.
Luna terlihat sedikit keteteran meladeni Kenzo yang sepertinya tidak ada lelahnya bergerak cepat diatas tubuhnya.
Setelah sekian lama akhirnya Kenzo pun ambruk diatas tubuh Luna setelah mereka mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
"Aargh.. akhirnya buka puasa juga " gumam Kenzo masih dari atas tubuh Luna.
Tanpa melepaskan penyatuan mereka Kenzo ******* bibir Luna dengan lembut.
"I love you Mommy " ucap Kenzo setengah berbisik sambil menatap lembut wajah cantik Luna yang tepat berada dibawahnya.
"I love you too sipit " jawab Luna yang langsung disambut tawa terkekeh dari Kenzo.
__ADS_1
Keduanya saling tatap penuh cinta. Kenzo kembali melahap bibir Luna seraya berbisik. " lagi ya Mommy ?"
Luna menjawab dengan anggukan sambil mempersiapkan diri untuk bermain di ronde kedua.