
Wajah Kenzo terlihat masam ketika membuka isi chat dirinya dengan kedua kakak iparnya.
Kenzo, Nakula dan Sadewa memang memiliki grup chat yang beranggotakan mereka bertiga beserta istri-istri mereka.
Nakula
Legaaa setelah empat hari mati suri akhirnya pecah juga 😍
Sadewa
Bandung cakung..beruntung gw ada kerjaan di Bandung jadi bisa nyambi minta bekal
Kenzo
Pada ngomong apaan sih 🤔
Sadewa
Jangan bilang Lo masih dikacangin sama bini Lo
Nakula
Bibir Lo udah sembuh Ken ?
Sadewa
Memang kenapa bibir Lo Ken ?
Nakula
Digigit Luna 😂
Nakula mendengar dari Daddy nya jika bibir Kenzo terluka karena digigit oleh Luna.
Sadewa
Waduh kdrt tuh🤔
Nakula
Ken..kemana Lo ..jangan kabur
Sadewa
Bukan kabur tapi dia lagi ngenes🤣
Kenzo melemparkan ponselnya keatas meja kerjanya.
Hati Kenzo terasa terbakar membaca isi chat dengan kedua kakak iparnya yang sedang pamer karena telah berhasil mengeksekusi istri-istri mereka.
Bagaimana tidak kesal, setelah empat hari berlalu Luna masih bersikap antipati padanya.
Bahkan setiap malam Luna selalu menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.
Untuk meredakan rasa pening di kepala atas dan kepala bawahnya akhirnya Kenzo memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan di ruang kerjanya.
Kenzo baru keluar dari ruang kerjanya jika rasa kantuk mulai menyerang matanya.
Jam 10 malam Kenzo baru keluar dari ruangan kerjanya. Sebelum masuk ke kamarnya Kenzo terlebih dahulu memeriksa kamar si kembar.
Setelah mencium pipi Kenan dan Ana bergantian Kenzo pun beranjak menuju ke kamarnya.
Begitu masuk ke kamar hati Kenzo mencelos ketika mendapati Luna tengah menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.
Istri cantiknya itu seolah tidak rela jika tubuh indahnya dilihat oleh Kenzo sehingga harus ia tutupi rapat dengan selimut.
Perlahan Kenzo naik keatas kasur kemudian berbaring disebelah Luna. Sebelum memejamkan matanya Kenzo terlebih dahulu menyingkapkan selimut yang menutupi kepala Luna. Tidak ada penolakan karena Luna memang sudah tertidur dengan pulas.
"Jangan marah terus dong Sayang, kakak tidak tahan jika kamu terus mengabaikan kakak seperti ini " gumam Kenzo sambil mencuri satu ciuman lembut di bibir Luna.
__ADS_1
plak..satu pukulan mendarat di pipi Kenzo. "Ya Tuhan.. sedang tidur juga galak banget sama suami " keluh Kenzo
Meskipun begitu ada senyum tipis di sudut bibir Kenzo membuat pria tampan bermata sipit itu kembali mencoba mencuri satu ciuman lagi di bibir Luna..kali ini tidak ada tamparan dari Luna karena Kenzo menahan tangan Luna dengan tangannya.
Puas menciumi dan menatap wajah cantik istrinya, Kenzo pun akhirnya tertidur sambil memeluk tubuh Luna. Untuk sementara Kenzo harus cukup puas dengan hanya mencuri ciuman saat Luna tertidur.
Keesokannya di kantornya Kenzo tampak termenung memutar otak mencari cara bagaimana meluluhkan hati Luna kembali.
Sebetulnya Luna sudah tidak memperlihatkan wajah cemberutnya kepada Kenzo, namun Kenzo merasa jika istrinya itu masih menyimpan kemarahan kepadanya karena sejak peristiwa malam itu Luna mempunyai kebiasaan baru yaitu selalu menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut. Dan itu Kenzo anggap sebagai sebuah kode jika Luna tidak ingin jika tubuhnya ia sentuh.
Setelah termenung cukup lama sambil menatap photo Luna yang terpajang di meja kerjanya tiba-tiba sebuah ide melesat di kepalanya.
Kenzo menghubungi sopirnya kemudian menyuruhnya untuk menjemput Luna agar dibawa ke kantornya.
Setelah dua jam berlalu akhirnya yang ditunggu pun datang. Luna masuk ke ruangan kerja Kenzo dengan wajah penuh tanda tanya.
"Ada apa sih kakak nyuruh aku datang kesini ?" tanya Luna heran sambil menjatuhkan bokongnya diatas sofa empuk di depan meja kerja Kenzo.
Biasanya Kenzo menyuruh Luna datang ke kantornya jika ada berkas yang tertinggal di rumah. Namun kali ini Kenzo tidak menyuruh apa-apa hanya memerintahkan sopirnya untuk menjemput Luna.
"Tidak ada apa-apa..kakak hanya ingin kamu temani disini " jawab Kenzo santai.
"Temani disini ?..aneh banget " gumam Luna sambil mengambil ponselnya kemudian memilih menyibukkan diri dengan mengotak-atik ponselnya.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan, hari ini kakak akan menemani kemana kamu mau pergi..kamu kan butuh refreshing..jadi kita refreshing berdua " ujar Kenzo sambil menatap lurus kearah Luna.
"Kakak kan sedang sibuk " jawab Luna tanpa menoleh sedikitpun kepada Kenzo.
"Pekerjaan bisa ditunda..lebih penting membuat kamu senang dulu.. Kakak tidak mau kamu mengabaikan kakak terus " jawab Kenzo lirih.
Mendengar jawaban dari Kenzo barulah Luna menoleh kearah Kenzo.
"Beneran kakak mau menemani kemanapun aku pergi ?" tanya Luna tidak yakin.
"Beneran Sayang..kakak ingin kamu tersenyum lagi seperti biasa " jawab Kenzo.
"Oke boss " jawab Kenzo senang.
Saat itu juga Kenzo dan Luna pergi meninggalkan kantor Kenzo.
"Sekarang kamu mau pergi kemana ?" tanya Kenzo setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Coffee Shop milik Rio " jawab Luna.
"Haah ?" Kenzo langsung melongo
"Kenapa.. keberatan ?" tanya Luna
"Ti..tidak Sayang " jawab Kenzo sambil menelan ludah getir.
Karena coffee shop milik Rio berada tidak jauh dari kantor Kenzo tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai disana.
Luna terlihat berusaha menahan tawanya ketika melihat wajah tampan Kenzo seperti yang terpaksa datang ke tempat itu.
Setelah memesan makanan dan minuman mereka pun mencari meja yang berada di sudut dan menghadap ke taman yang ada di halaman belakang coffee shop.
"Aku tau sebetulnya kakak malas kan ngantar aku kesini ?" tebak Luna setelah pelayan mengantarkan pesanan mereka.
"Tidak.." jawab Kenzo.
"Tidak usah bohong..keliatan tau dari wajah kakak " ucap Luna sambil menatap dalam kearah wajah Kenzo.
"Tidak usah pedulikan kakak..kakak bahagia melihat kamu senang " ujar Kenzo sambil menggenggam tangan Luna.
Baru saja Kenzo mengatakan itu tiba-tiba wajah Kenzo langsung masam ketika Rio sang owner coffee shop itu menghampiri dan menyapa mereka.
Rio mengobrol sebentar bersama Luna sementara Kenzo terlihat berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Kakak itu tidak sopan sekali tau..Rio itu selain teman aku juga putranya teman bisnis Papih..basa-basi sedikit kek " omel Luna setelah Rio pamit meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Iya maaf..kakak selalu cemburu kalau melihat kamu ngobrol sama dia " jawab Kenzo sambil menunduk mengakui kesalahannya.
"Cemburuan..seperti anak kecil saja " omel Luna.Kenzo hanya menunduk.
Setelah sekian lama hening mereka pun melanjutkan menikmati hidangan yang mereka pesan.
Belum sempat mereka menghabiskan makanan dan minuman yang mereka pesan, tiba-tiba gangguan datang lagi.
"Hai kakak Ken..Luna.." sapa Hana yang tiba-tiba sudah berdiri di depan meja mereka.
"Hana ?"
"Waah..tidak menyangka ya kita bertemu lagi disini..padahal baru malam Minggu kemarin kita bertemu disini " oceh Hana dengan riangnya.
"Ketemu lagi disini ?" tanya Luna.
"Iya..malam Minggu kemarin aku ketemu sama kakak Ken disini " jawab Hana.
Luna langsung melirik tajam kearah Kenzo yang tampak sedang menggaruk pelipisnya.
"Oh begitu ya..Tapi Hana maaf ya sepertinya kita harus pulang..selamat tinggal " Luna pamit kepada Hana sambil menarik tangan Kenzo.
"Loh..kalian kan belum selesai makannya " Hana terlihat bingung sambil menunjuk makanan dan minuman diatas meja yang nyaris masih utuh.
"Kami buru-buru..bye " Luna menarik tangan Kenzo meninggalkan tempat itu.
Melihat Luna dan Kenzo pergi dengan terburu-buru Rio langsung menghampiri Hana.
"Mereka kenapa ?" tanya Rio
"Aku tidak tau " Hana menggedikan bahu nya.
Setelah berada di dalam mobil kemarahan Luna pun memuncak.
"Oh jadi malam Minggu kemarin kakak juga ketemu Hana di sini ?.. Kakak itu egois sekali ya..jangan-jangan kamu tidak senang aku nongkrong disini karena takut kebusukan kamu ketauan ya " oceh Luna.
"Kebusukan apa sih Sayang ?" Kenzo berusaha untuk tenang dan tidak terpancing emosi.
"Kebusukan sering ketemu Hana disini..atau ini adalah tempat kencan pavorit kalian ?" tuduh Luna.
"Jangan suka ngaco " bentak Kenzo.
"Ngaco gimana..tadi Hana sendiri yang bilang kalau kalian bertemu disini malam Minggu kemarin " Luna terus menyerocos.
Kenzo menarik napas panjang. Sepertinya Luna telah salah mengartikan ucapan Hana tadi.
"ALUNA BAGAS HADI PRANOTO..dari tadi kamu menuduh terus tanpa memberi kesempatan kepada kakak untuk menjelaskan..sekarang kamu diam dan dengarkan omongan kakak !" ucap Kenzo dengan nada sedikit tinggi. Luna pun langsung berhenti berbicara.
"Malam Minggu kemarin memang kakak bertemu dengan Hana disini.."
"Tuh kan bener.. akhirnya ngaku juga " sambar Luna.
"DIAM..dengarkan dulu kakak mau ngomong " bentak Kenzo.
"Malam Minggu kemarin kakak, Nakula, dan Sadewa memang datang kesini dan bertemu dengan Hana, tapi kakak datang kesini untuk mencari Kamu, Cindy dan Zhifana "
"Malam itu kalian tidak bisa dihubungi jadi kakak berinisiatif mencari kesini karena kamu dan Cindy kan sering nongkrong disini dan Ryo adalah teman kalian "
"Karena kalian tidak ada disini kita pun langsung pulang..kakak sama Hana pun cuma saling sapa biasa.. kalau tidak percaya kamu tanya saja sama kedua kakak kamu "
Setelah mendengar penjelasan dari Kenzo Luna langsung menunduk.
"Masih tidak percaya sama suami sendiri ?" tanya Kenzo menatap dalam kearah Luna..yang ditatap hanya diam menunduk.
"JAWAB !" ucap Kenzo.
"Iya percaya " jawab Luna lirih.
"Masih berpikir kakak ada main sama Hana ?" tanya Kenzo. Luna menggeleng.
__ADS_1