Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Banyak Anak Banyak Rejeki


__ADS_3

Siang ini Bagas baru saja menyelesaikan makan siang dengan salahsatu relasi bisnisnya dari Surabaya.Mereka membahas proyek Bagas yang sempat tertunda karena insiden penembakan yang menimpa Bagas.


Bagas meminta pembahasan kelanjutan proyek itu dilakukan di Jakarta.Bagas bukan takut untuk pergi ke Surabaya namun ia takut ketika Felisha langsung melotot kearahnya melarangnya pergi kesana.


"Iya..Mas tidak akan pergi kesana " Ucap Bagas patuh.Meskipun di kantor Bagas begitu disegani namun di rumah Bagas begitu nurut kepada Felisha.Di depan Felisha Bagas seperti seekor macan yang tidak memiliki taring.


Ketika hendak keluar dari restoran tempat ia meeting sambil makan siang sudut mata Bagas menangkap Felisha yang sedang menuntun Aluna memasuki sebuah toko buku.


Luna tampak masih memakai seragam sekolahnya.Sepertinya Felisha baru saja menjemput Luna di sekolah.


"Kalian kembali ke kantor duluan saja " Bagas menyuruh staf yang ikut dengannya untuk menunggu di mobil.


"Baik pak "


Setelah para staf yang menemaninya meeting pergi,Bagas pun mengikuti Felisha masuk ke toko buku.


Felisha dan Luna sibuk membeli satu set plastisin untuk Luna,mereka tidak menyadari jika Bagas sudah berdiri di belakang mereka.


"Sayang..mommy mencium ada wangi Daddy ya disini " ucap Felisha kepada Luna.


"Iya mom..tapi kan Daddy sedang kerja " jawab Luna.


"Mungkin pelayan disini ada yang pake parfum yang sama seperti punya Daddy " ujar Felisha sambil tertawa.


"Iya mom " Luna pun ikut tertawa.


"Enak saja kalian menyamakan parfum Daddy dengan parfum pelayan disini " Bagas langsung menjewer telinga Felisha.


"Sayaaang..lagi ngapain disini ?" Felisha melongo tidak menyangka tiba-tiba Bagas ada dibelakangnya.


"Mas baru selesai meeting..pas mau pulang lihat kalian kesini..ya mas ikutin " jawab Bagas.


"Mumpung ketemu disini..temani kita belanja ya Mas " Felisha merangkul tangan Bagas.


"Mas mau kembali lagi ke kantor Sayang, kalian belanja berdua saja ya " jawab Bagas


"Aku mau sama Daddy " Luna mulai merengek.


"Baiklah.. Daddy akan temani kalian belanja " akhirnya Bagas mengalah.


"Yeyey.." Luna berjingkrak-jingkrak senang.


Bagas mengambil ponselnya kemudian menghubungi stafnya yang menunggu di mobil.Bagas menyuruh mereka untuk meninggalkannya karena Bagas akan menemani dua wanitanya berbelanja.


Setelah membeli plastisin untuk Luna dan alat-alat tulis untuk si kembar mereka pun keluar dari toko Buku.


Bagas dengan setia mengikuti Felisha ketika wanita itu masuk ke sebuah butik baby and kids


"Baju Abi sudah mulai banyak yang sempit " gumam Felisha sambil memilih baju-baju bayi untuk Abimanyu.


"Iya..pipinya saja sudah semakin bulat berisi " jawab Bagas.


Luna ikut memilih baju-baju untuk Abimanyu sesuai seleranya.Felisha sama sekali tidak melarang.Bahkan ia senang karena Luna sangat peduli pada adiknya.


Setelah mendapatkan baju untuk Abimanyu kini Felisha mencari baju untuk Luna.Untuk bajunya sendiri Luna malah tidak memilih apapun.Ia menurut saja ketika Felisha menunjukkan beberapa baju untuknya.

__ADS_1


"Masih mau nyari apa lagi Yang ?" tanya Bagas setelah mereka keluar dari butik baby and kids.


"Baju lagi " jawab Felisha.


"Memang yang tadi belum cukup ?" tanya Bagas.


"Sayaaang..anak kita itu empat..jadi sekarang aku mau cari baju untuk Nakula sama Sadewa " jawab Felisha.


"Iya " jawab Bagas sambil mengikuti langkah kaki Felisha mencari baju untuk Nakula dan Sadewa.


Luna yang mulai merasa lelah akhirnya digendong dan tertidur di bahu Bagas.


Bagas menarik Felisha memasuki outlet dengan brand dua hurup saja VS..Felisha sudah dapat menebak apa yang akan Bagas beli.


"Mas mau belikan seragam kerja kamu yang baru " bisik Bagas ditelinga Felisha.


Yang dimaksud seragam kerja oleh Bagas adalah lingerie super seksi yang hampir setiap malam wajib Felisha pakai.


"Terserah kamu deh " jawab Felisha pasrah.Ia membiarkan Bagas memilih beberapa lingerie sambil menggendong Luna yang tertidur di bahunya.


Setelah mendapatkan baju untuk kedua putranya,mereka pun pulang. Bagas tidak kembali ke kantornya melainkan pulang ke rumah dengan mobil Felisha.


"Nanti lagi kalau keluar jangan pakai rok pendek " Bagas mengelus paha Felisha yang terbuka karena Felisha memakai rok jeans sepaha.


"Iya " jawab Felisha.


Walaupun mulut mengomel tapi tangan kiri Bagas terus mengelus paha mulus Felisha.


"Fokus nyupirnya " Felisha mengingatkan Bagas karena tangan kirinya tidak mau beranjak dari paha Felisha.


"Aku heran semakin hari kamu semakin mesum saja, dulu boro-boro dimesumin...aku dilirik saja tidak " sindir Felisha.


"Kalau diibaratkan makanan..mas belum tau enak tidaknya.Setelah dicoba ternyata rasanya enak jadi ketagihan " jawab Bagas sambil tertawa.


"Enak saja aku disamain dengan makanan " Felisha mencubit paha Bagas membuat pria yang tingkat kemesumannya semakin tinggi itu meringis.


"Jangan cubit paha Yang...mending elus ini saja " Bagas menangkap tangan Felisha kemudian ia letakan diantara kedua pahanya yang menonjol.


"Ini di jalan mas bahaya..ada Luna lagi " Felisha mengingatkan Bagas.


"Nanti di rumah ya " pinta Bagas


"Iya..tapi setelah anak-anak tidur " jawab Felisha.


"Iya " jawab Bagas dengan wajah berbinar.


Setibanya di rumah,Bagas dan Felisha mendapati Ajeng sedang berada di rumah mereka. Ajeng sedang menimang Abimanyu sambil mengajaknya berceloteh.


"Waduh..ada baby sitter baru nih " seloroh Felisha.


"Aku sengaja kesini tapi tidak ada siapa-siapa adanya si ganteng Abi..jadi ya main sama Abi saja " jawab Ajeng.


"Kamu tidak sama Ezra ?" tanya Bagas


"Tidak mas..aku kesini sendiri " jawab Ajeng

__ADS_1


"Mas tinggal dulu ya..mau menidurkan Luna " Bagas pamit pergi ke kamar Luna.


"Sudah makan belum ?" tanya Felisha


"Sudah barusan..pelayan yang nyiapin " jawab Ajeng


"Syukurlah " jawab Felisha.


"Abi kayaknya nyaman sama kamu " Felisha menunjuk Abimanyu yang mulai tertidur dalam gendongan Ajeng.


"Eh iya tidur " Ajeng tersenyum senang melihat Abimanyu yang tertidur dalam dekapannya.


"Kamu sudah cocok punya momongan, jiwa keibuannya sudah muncul " ujar Felisha


"Iya mbak..kak Ezra juga sudah pengen banget punya momongan " jawab Ajeng sambil mencium pipi Abimanyu.


"Kamu bilang tidak sama kak Ezra kalau mau kesini" tanya Felisha


"Bilang mbak.. sebentar lagi juga nyampe kesini lagi di jalan " jawab Ajeng.


Tidak lama kemudian Ezra datang untuk menjemput Ajeng.


Ezra langsung menciumi pipi Abimanyu yang tertidur dalam gendongan Ajeng.


"Abi kita bawa pulang ya Fe " ujar Ezra


"Eeh..enak saja main bawa " Bagas tiba-tiba datang dari kamar lalu duduk disamping Felisha.Tangan Bagas terulur memeluk bahu Felisha.


"Pantas anaknya banyak..mesra teroos " sindir Ezra.


"Sirik dia " Bagas balas menyindir Ezra.


"Pulang sekarang yuk Sayang " ajak Ezra kepada Ajeng.


"kok cepet banget pulang..kan baru datang " ucap Felisha


"Ada kerjaan " jawab Ezra


"Kerjaan apa ?" tanya Ajeng


"Bikin anak " jawab Ezra sambil pamitan kepada Bagas dan Felisha.


Bagas dan Felisha tertawa melihat sepasang pengantin yang sudah ngebet ingin punya momongan itu.


"Mau ikutan kayak mereka ?" tanya Bagas


"Ikutan kemana ?" Felisha balik bertanya


"Bikin anak lagi " jawab Bagas berbisik ditelinga Felisha.


"Abi masih kecil Yang " jawab Felisha.


"Nanti kalau Abi tiga tahun KB nya lepas ya " pinta Bagas.


"Memang kamu mau punya anak berapa sih Yang ?" tanya Felisha sambil mengusap rahang Bagas.

__ADS_1


"Sebanyak-banyaknya " jawab Bagas sambil mengendus leher Felisha.


__ADS_2