Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Bagas vs Ezra vs Dio


__ADS_3

Sudah dua jam Bagas berada di ruang kerjanya.Ia sibuk memeriksa berkas yang seharusnya siang tadi ia kerjakan.


Bagas terpaksa menyuruh stafnya untuk mengantarkan pekerjaan kantornya ke rumah karena kemarin setelah menemani kedua wanitanya belanja Bagas tidak kembali lagi ke kantor.


Disaat pakerjaannya belum selesai gangguan kembali datang. Bagas menarik nafas dalam-dalam ketika Felisha datang keruang kerjanya mengantarkan satu cangkir kopi.


"Buat nemenin kamu begadang " ucap Felisha


"Begadangnya bukan kerjain pekerjaan kantor tapi buat kerjain kamu " keluh Bagas


"Beresin dulu pekerjaan kantornya..aku temani Mas disini " Felisha langsung menclok duduk dipangkuan Bagas


"Kamu pikir Mas bisa kerja kalau kamu pake baju itu ?" Bagas menunjuk lingerie yang sekarang sudah melekat ditubuh seksi Felisha.


"Kalau begitu aku ganti baju dulu " Felisha hendak beranjak dari pangkuan Bagas.


"Tidak usah..Mas suka lihat kamu pake ini " Bagas menahan Felisha agar tidak pergi dari pangkuannya.


"Mas Bagas bikin bingung saja " Felisha tampak kebingungan.


Bagas tertawa melihat istrinya yang tampak kebingungan.Felisha terlihat lucu dengan dahi berkerut dan bibir yang mengerucut membuat Bagas semakin gemas.


"Masss...!" Felisha menjerit tertahan sambil merangkul leher Bagas ketika tiba-tiba Bagas menggendong nya dan membawanya ke kamar.


"Kamu kan sudah pake seragam kerja kamu..ya sekarang saatnya kerja " bisik Bagas penuh maksud.


Felisha hanya pasrah ketika Bagas melemparkan nya diatas kasur empuknya.


Felisha faham betul kerja apa yang Bagas maksud..apalagi kalau bukan telentang dan membuka pahanya lebar-lebar.


*


Matahari sudah mulai tinggi namun Ezra masih bergelung dibawah selimut tebalnya. Selepas subuh biasanya Ezra langsung siap-siap untuk pergi ke kantor sudah beberapa hari ini Ezra lebih memilih naik kembali ke ranjangnya dan kembali tidur.


"Sayaang bangun.. ini sudah siang..Mau jam berapa ke kantor ?" Ajeng membangunkan Ezra


"Nanti saja jam 10 " jawab Ezra malas. Ia malah menarik Ajeng kedalam pelukannya.


"Tidak biasanya kamu malas begini " Ajeng menyisir rambut Ezra dengan jarinya.


"Ada Dio ini di kantor..Dia bisa hendel semua kerjaan aku " gumam Ezra dengan mata terpejam.


Ezra kembali tidur dengan mulut mengulum puncak dada Ajeng seperti bayi.Ajeng menggigit bibirnya bawahnya menahan rasa geli

__ADS_1


"Anggap saja latihan menyusui bayi " selalu begitu jawab Ezra ketika ketika Ajeng protes dengan kebiasaan baru suaminya itu.


Mendapat sentuhan jari Ajeng di rambutnya membuat Ezra semakin tidur pulas.Ezra sama sekali tidak terganggu ketika Ajeng menerima satu panggilan dari Kinanti yang menanyakan kabar kakaknya.


"Kakak tidak sakit Kinan..Dia lagi malas dan manja saja.. sekarang juga dia malah tidur sambil menyusu " jawab Ajeng keceplosan.


"Menyusu ?"


"Maksud aku habis minum susu tidur lagi " Ajeng meralat ucapannya.


"Oh kirain beneran menyusu..seperti bayi hihihi .."


Kinanti tekikik. Ajeng pun ikut tertawa ..


mentertawakan kebodohannya.


"Syukurlah kalau kalian tidak apa-apa..aku cuma khawatir takut kakak sakit waktu kak Dio bilang kakak terlihat lesu dan suka datang siang "


Ajeng menyimpan kembali ponselnya setelah mereka mengakhiri obrolan.


Fokus Ajeng kembali pada Ezra.Perlahan jari Ajeng melepaskan puncak dadanya dari mulut suaminya namun Ia merasa kesulitan karena Ezra menguncinya.


"Dasar Nakal " gumam Ajeng. Akhirnya Ajeng pun ikut tertidur sambil mendekap kepala Ezra di dadanya.


Tengah hari Ajeng terjaga ketika merasa ada benda berat yang menindih tubuhnya.Ternyata Ezra yang sedang berulah.


Ezra tidak mengindahkan keluhan Ajeng.Ia melahap dua bukit kembar Ajeng dengan rakus.


"Dari semalam menyusu memang masih kurang ?" goda Ajeng.


Ezra tidak menjawab ia terlalu sibuk melahap dan meremas dua benda lunak didada Ajeng.


Ajeng yang dari tadi pagi sudah terpancing buru-buru mendorong tubuh Ezra dan merubah posisi menjadi Ezra yang berada dibawahnya.


Ezra sempat melongo sebentar namun tidak lama kemudian ia tersenyum dikulum ketika istrinya itu mulai nakal melakukan penyerangan


Ezra membiarkan Ajeng membalasnya dengan menggigit puncak dada Ezra.Pria itu memejamkan matanya merasakan hasrat yang semakin menggebu.Pergumulan panas mereka berakhir ketika adzan Dzuhur mulai berkumandang.


"Katanya mau jam 10 ke kantor..ini sudah Dzuhur loh Sayang " Ajeng turun dari atas tubuh Ezra dengan nafas tersengal.


"Siapa suruh kamu ngajak main siang-siang " jawab Ezra.


"Diiih..nyalahin..kamunya juga mau " Ajeng tidak mau disalahkan. Ezra tertawa sambil kembali merengkuh tubuh polos Ajeng kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Lepas..mending mandi sana kerja cari uang yang banyak " Ajeng buru-buru melepaskan diri dari Ezra sebelum pria itu kembali menerkamnya.


"Hari ini aku libur saja ya...badan rasanya lemas" pinta Ezra memelas seolah-olah Ajeng lah bos nya.


"Kerja bilang lemes..kalau ngerjain aku semalaman juga kuat " sindir Ajeng.


"Itu kan beda Sayang " jawab Ezra sambil menarik kembali selimutnya.


"Mandi dulu sana..sudah masuk Dzuhur " Ajeng merampas selimut itu hingga tubuh polos Ezra tidak tertutup apapun.


"Kak..itu tutup..geli aku lihatnya " Ajeng menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Sekarang bilang geli..padahal udah mulai doyan " sungut Ezra sambil beranjak ke kamar mandi.


Seharian itu Ezra dan Ajeng hanya keluar untuk makan saja,setelah itu mereka kembali mengurung diri di kamar.


Sore harinya Ajeng dan Ezra terpaksa keluar kamar karena Dio yang baru pulang dari kantor datang untuk mengantarkan berkas pekerjaan kepada Ezra.


"Males banget sih Lo nyampe seharian ini gue sibuk ngehendel kerjaan Lo " Dio menggerutu.


"Tidak usah ngomel..mau Lo gue pecat dari pekerjaan Lo dan adik ipar gue !" ancam Ezra


"Bisanya menindas " cibir Dio sambil buru-buru pamit pulang karena Kinanti meminta dibelikan rujak ulek ditempat langganannya.


"Mana rujak uleknya ?" tanya Kinanti begitu Dio turun dari mobil.


"Suami datang itu disambut ciuman..ini malah langsung nanyain rujak ulek " omel Dio


"Maaf " ucap Kinanti sambil mencium bibir Dio setelah sebelumnya celingukan memastikan tidak ada orang disana.


"Kamu itu cium suami sendiri saja takut-takut " ucap Dio sambil mengusap bibir Kinanti yang basah.


"Bukan takut Sayang..tapi malu takut Ayah dan Bunda lihat " jawab Ajeng sambil menggamit lengan Dio masuk kedalam rumah.


Dio memindahkan rujak yang ia beli kedalam mangkuk dan memberikan nya kepada Kinanti.


"Keinginan dedek sudah Papa turut ya " Dio mengusap-usap perut Kinanti yang semakin membuncit.


"Terimakasih Papa " jawab Kinanti sambil melahap rujak uleknya.


Dio menunggui Kinanti sampai rujak ulek itu habis tak tersisa.


"Rujaknya enak Sayang..besok beli lagi ya " pinta Kinanti manja.

__ADS_1


"Iya " jawab Dio.


Pasti Sayang...Papa akan belikan apapun yang kamu minta.Karena kamu adalah buah hati Papa yang sudah Papa tunggu-tunggu sejak lama.


__ADS_2