
Ketika seluruh keluarga berkumpul di rumah Bunda, Bagas mengajak keluarganya untuk pergi umroh bersama.
Dengan segala pertimbangan akhirnya hanya Bagas, Felisha, Ayah, Bunda, Dio, Kinanti, Ajeng dan Ezra yang pergi.
Luna dan Cindy yang sedang hamil muda tidak bisa pergi karena masih rentan, Zhifana pun tidak bisa pergi karena memiliki bayi.
Kenzo, Nakula dan Sadewa sedang sibuk dengan pekerjaan sedangkan Abimanyu sedang ujian.
Karena Mommy dan Daddy juga Ayah dan Bunda dan dua Om dan Tante nya akan pergi umroh akhirnya Luna, Cindy dan Zhifana kebagian menjaga anak-anak di rumah.
Alysha meskipun masih kecil tapi ia tidak keberatan ditinggalkan lama oleh Mommy dan Daddy nya.
"Aku di rumah saja sama kakak Luna dan dedek sipit " ucap Alysha yang langsung dihadiahi ciuman bertubi-tubi dari Bagas dan Felisha.
Menjelang keberangkatan Bagas dan Felisha ke tanah suci Sadewa memutuskan untuk tinggal sementara di rumah Felisha agar Cindy bisa membantu menjaga Abi dan Alysha.
Setelah Bagas dan Felisha pergi Alysha sama sekali tidak rewel. Setiap malam ia selalu tidur dengan Kenan dan Ana juga Satria.
Alysha tidak merasa kesepian karena ada Satria, Kenan dan Ana bersamanya, kadang Arka pun menginap jika Nakula sedang libur.
Alysha, Kenan, Ana dan Satria yang baru selesai mandi langsung bersorak ketika klakson mobil Sadewa yang khas terdengar.
"Ayah pulang..kita ingin naik mobil polisi " Satria menyambut Sadewa yang baru turun dari mobil dinasnya dengan rengekan.
"Kalau kak Dewa tidak mau ya sudah aku saja yang bawa " Luna hendak mengambil kunci mobil dari tangan Sadewa.
"Jangan..biar sama kakak saja " Sadewa melarang.
Sadewa menaikan keempat bocah itu kedalam mobil dinasnya kemudian dibawa jalan-jalan berputar-putar komplek perumahan elit tempat Bagas tinggal.
"Anak-anak mau dibawa kemana Yang ?" Kenzo yang baru datang begitu mobil Sadewa berlalu bertanya kepada Luna.
"Anak-anak ingin jalan-jalan pake mobil dinas kak Dewa " jawab Luna sambil menggamit pinggang Kenzo membawa masuk.
"Dasar anak-anak " Kenzo terkekeh.
Beberapa menit kemudian mobil dinas Sadewa sudah kembali lagi. Sadewa menurunkan keempat bocah itu dari mobil dinasnya. Mereka terlihat sangat senang.
Melihat Daddy nya sudah pulang Ana langsung berlari memburu Kenzo dan langsung minta di gendong. Sementara Satria, Kenan dan Alysha duduk di sofa menonton film kartun.
__ADS_1
"Bun..Abi kemana ?" Sadewa menanyakan keberadaan Abimanyu.
"Ada di kamarnya " jawab Cindy.
Kedua pasang suami istri muda itu terlihat kompak mengurus Abimanyu dan Alysha yang sedang ditinggal Mommy dan Daddy mereka umroh.
Selama Bagas dan Felisha tidak ada anak-anak tidur dalam satu kamar dengan diawasi oleh beberapa orang pengasuh.
"Daddy mau bobo " Ana yang mulai mengantuk mulai merengek dalam gendongan Kenzo. Diantara keempat bocah itu Ana lah yang paling manja.
Kenzo menggulung lengan baju nya sampai ke siku kemudian mengusap-usap punggung Ana sampai bocah cantik bermata sipit itu tertidur.
"Ana manjanya persis kamu waktu kecil " Sadewa menunjuk Ana yang tertidur dalam gendongan Kenzo. Aluna hanya tertawa.
Setelah Ana tertidur pulas Kenzo membawa gadis kecilnya itu ke kamar kemudian Luna pun menggiring ketiga bocah yang masih anteng bermain itu ke kamar untuk ditidurkan.
Luna dan Cindy membacakan buku cerita penghantar tidur sementara Sadewa dan Kenzo membersihkan diri di kamar mandi mereka.
Setelah hampir satu jam akhirnya Alysha, Kenan dan Satria pun tidur menyusul Ana yang lebih dulu tertidur.
"Urusan ngelonin anak beres..tinggal ngelonin bapaknya " gumam Luna sambil menyelimuti keempat bocah itu.
Para pengasuh anak-anak hanya geleng-geleng kepala mendengar obrolan absurd kedua wanita muda yang sedang sama-sama hamil muda itu.
"Anak-anak sudah tidur ?" tanya Kenzo begitu Luna muncul di pintu kamar.
"Sudah " jawab Luna seraya duduk diatas pangkuan Kenzo.
Kenzo yang sedang bermain game di ponselnya langsung menyimpannya di meja.
"Jangan suka ngatain Ana manja karena sipat manjanya itu dapat dari kamu Yang " ucap Kenzo sambil mengelus paha Luna.
"Iya deh " jawab Luna sambil mengelus rahang Kenzo.
Kenzo menyandarkan kepalanya di sandaran sofa menatap intens pada wajah cantik Luna.
"Jangan suka ngeliatin begitu " Luna menutup mata Kenzo dengan kedua tangannya. Kenzo hanya terkekeh.
"Abisnya kamu cantik..bikin kakak lapar pengen makan kamu " jawab Kenzo dengan tangan mulai iseng meremas bokong Luna.
__ADS_1
Luna menurunkan tangannya dari mata Kenzo kemudian beralih melingkar di leher Kenzo. Kedua mata mereka saling mengunci.
Kenzo yang tidak tahan melihat bibir Luna yang sangat menggoda langsung melahapnya dengan rakus.
Namun sejurus kemudian Kenzo terpaksa melepaskan pagutannya ketika ada satu panggilan video masuk di ponsel Luna.
"Mommy Yang " Luna turun dari pangkuan Kenzo kemudian beralih duduk disebelah Kenzo.
Felisha menghubungi Luna dari tanah suci untuk menanyakan kabar anak-anak.
Felisha terlihat lega ketika mendengar kabar semua yang di rumah baik-baik saja dan Felisha pun menutup sambungan video.
"Naik lagi sini !" Kenzo menepuk pahanya agar Luna kembali duduk disana. Luna pun menurut.
Luna dan Kenzo pun melanjutkan apa yang tadi sempat terjeda karena Felisha menghubunginya.
"Tadi Mommy cantik banget ya pake hijab..kalau tidak lagi hamil muda aku juga ingin ikut umroh sama mereka " ucap Aluna dari bawah himpitan tubuh si sipit.
"I..iya nanti kita pergi umroh sekalian ajak Mamih dan Papih " jawab si sipit
sambil mencumbu Luna yang terus mengoceh ingin pergi umroh seperti Mommy dan Daddy nya.
Luna baru berhenti mengoceh setelah Kenzo menyumpal mulut Luna dengan bibirnya.
Kenzo tersenyum dikulum melihat ocehan Luna berubah menjadi lenguhan dan de Sahan manja yang membuat Kenzo semakin terbakar gairah.
Sementara di kamar sebelah Sadewa sedang membujuk Cindy yang sedang merajuk ingin bermain di dalam mobil dinas.
"Aku tidak mau tidur sama kamu " Cindy mengambil bantal hendak keluar dari kamarnya.
"Mau tidur dimana Bun ?" Sadewa menahan tangan Cindy.
"Mau tidur sama Luna saja " jawab Cindy.
"Heeh yang benar saja mau tidur sama Luna..yang ada nanti Kenzo ngamuk " Sadewa melarang.
Karena tidak bisa dibujuk akhirnya Sadewa pun terpaksa mengalah. Sadewa membawa Cindy masuk kedalam mobil dinasnya yang terparkir di garasi berjajar bersama beberapa mobil mewah milik Daddy nya.
"Sepertinya kelak kamu akan jadi penerus Ayah " Sadewa mencium perut Cindy sebelum mengeksekusi istrinya disana.
__ADS_1