
Setelah tiga hari berada di Sumedang, Minggu sore Cindy dan Satria juga sopir mereka bersiap akan pulang ke Bandung.
Semua barang sudah masuk semua kedalam mobil. Satria masih berada dalam gendongan Sadewa. Seperti nya bocah tampan itu enggan berpisah dengan Ayahnya.
"Aa jangan nakal ya di rumah, Minggu depan Ayah pulang ke Bandung " Sadewa mengelus kepala Satria.
"Aa mau Ayah ikut pulang ke Bandung " pinta Satria.
"Iya nanti Ayah pulang ke Bandung " Sadewa mencium puncak kepala putranya.
Cindy mengambil Satria dari gendongan Sadewa dan membawanya masuk ke mobil.
"Hati-hati ya Sayang " Sadewa mencium bibir Cindy sebelum Cindy menutup pintu mobil. Cindy mengangguk.
Sadewa melambaikan tangannya ketika mobil yang membawa Cindy dan Satria mulai melaju meninggalkan rumah dinas.
Di mobil Satria terus menangis meminta Ayahnya ikut pulang bersamanya ke Bandung.
Bocah tampan itu baru berhenti menangis ketika rasa kantuk datang dan akhirnya tertidur dalam pangkuan Cindy.
"Sabar ya Aa Sayang..nanti kalau Bunda sudah selesai kuliahnya kita pasti bisa terus berkumpul lagi sama Ayah " ucap Cindy lirih sambil mengelus rambut Satria lembut.
Sepanjang perjalanan Sadewa beberapa kali menelpon Cindy untuk menanyakan keadaan Satria.
Sadewa baru terlihat lega setelah Cindy mengirimkan photo Satria yang tengah tertidur di pangkuannya.
Harus menjalani hidup terpisah dari anak dan istrinya tentu sangat berat bagi Sadewa. Namun sebagai Abdi Negara Sadewa harus patuh pada perintah pimpinannya.
*
Luna menciumi pipi bulat Kenan dan Ana setelah kedua buah hatinya itu tertidur.Setelah puas menciumi kedua buah hatinya Luna beranjak menuju ruang kerja Kenzo.
"Masih sibuk Yang ?" tanya Luna begitu muncul di pintu ruang kerja Kenzo.
"Sedikit lagi " jawab Kenzo.
"Aku temani ya " ucap Luna sambil duduk manis diatas pangkuan Kenzo.
"Ya " jawab Kenzo.
Selama Luna duduk dipangkuannya Kenzo melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kalau mengantuk sebaiknya tidur saja " ucap Kenzo ketika Luna beberapa kali menguap.
"Nanti saja nunggu kakak selesai " jawab Luna sambil mengusap-usap dada Kenzo.
Satu jam kemudian Kenzo yang sudah menyelesaikan pekerjaannya termangu mendapati Luna ternyata tertidur dalam pangkuannya.Setelah membereskan meja kerjanya Kenzo pun memindahkan Luna ke kamar mereka.
"Katanya mau menunggu sampai selesai tapi malah tidur " Kenzo mencolek hidung Luna sambil terkekeh.
Meski sudah memiliki dua anak namun Kenzo melihat tidak ada yang berubah samasekali pada diri Luna. Dimatanya Luna tetap seperti gadis kecil yang manja dan menggemaskan.
Sebetulnya Kenzo berniat ingin mengajak Luna olahraga malam sebelum tidur, namun karena Luna sudah tertidur dengan pulas akhirnya Kenzo harus melupakan niat suci nya itu. Sepertinya Kenzo harus puas dengan hanya memeluk tubuh mulus Luna malam ini.
Sebelum tidur Kenzo menatap wajah cantik Luna dengan penuh kekaguman.
Tanpa sadar jari telunjuk Kenzo menyusuri bibir Luna. Namun lama-lama jari telunjuk itu ia gantikan dengan bibirnya.
Kenzo menciumi bibir Luna dengan sepuas hati namun tidak membuat istrinya itu terjaga. Akhirnya Kenzo pun tertidur sambil memeluk tubuh Luna.
Keesokannya selepas subuh Kenzo yang masih mengenakan sarungnya mengajak Luna untuk olahraga pagi bersama.
"Aku siapin pakaian olahraga nya dulu ya " Luna melepas mukenanya dan melipatnya kemudian ia simpan di lemari.
"Ooh..jadi maksudnya olahraga itu " Luna baru mengerti. Kenzo mengangguk.
"Semalam kamu malah tidur duluan padahal kakak ingin ngajak kamu main " ucap Kenzo.
"Maaf ngantuk banget..abisnya nungguin kakak kerjanya lama " jawab Luna sambil tersipu.
"Kamu maklum dong Sayang..kakak kerja kan juga buat kalian " ujar Kenzo sambil menarik tubuh Luna dan menggiringnya keatas kasur.
Pagi itu Kenzo benar-benar membuat Luna berkeringat. Ketika matahari mulai terbit Luna dan Kenzo baru menghentikan aktifitas panas mereka setelah keduanya terkulai lemas dengan tubuh saling berpelukan.
"Sayang..anak-anak sepertinya sudah bangun " bisik Luna ketika terdengar suara celotehan Kenan dan Ana dari kamar sebelah.
"Biar saja kan ada pengasuh mereka " Kenzo semakin mengeratkan pelukannya dan enggan melepaskan Luna.
Karena Kenzo tidak mau melepaskannya akhirnya Luna pun tertidur dalam pelukan Kenzo.
Luna dan Kenzo baru terbangun ketika jarum jam menunjukkan angka sembilan.
Setelah mandi dan berpakaian Luna dan Kenzo tidak mendapati Kenan dan Ana di rumah.
__ADS_1
Kedua pengasuh mereka membawa si kembar ke rumah Felisha karena disana ada Sadewa dan Cindy juga Satria yang baru datang dari Bandung.
"Disebrang hujan ya Neng.. rambutnya basah " sindir Cindy ketika Luna dan Kenzo datang.
Luna dan Kenzo tidak menjawab, mereka hanya nyengir mendengar sindiran dari Cindy.
Satu jam kemudian Nakula dan Zhifana datang membawa Arka. Mereka sengaja berkumpul di rumah Felisha Karena besok mereka akan merayakan hari ulangtahun si kembar yang pertama.
Orang-orang suruhan Bagas sudah mulai menghias area kolam renang dengan balon aneka warna. Rencananya besok acara ulangtahun Kenan dan Ana akan dirayakan disana.
Zhifana dan Cindy membantu Luna mempersiapkan persiapan pesta ulangtahun si kembar dengan semampunya mereka.
Keesokannya acara ulangtahun si kembar berjalan sangat meriah. Suasana sekitar kolam renang di rumah Bagas mendadak ramai dengan suara anak-anak.
Kenan dan Keana tampak sangat tertarik dengan balon-balon aneka warna yang menghiasi sekitar kolam renang.
Selama acara berlangsung Ana nyaris tidak mau turun dari gendongan Kenzo. Bocah cantik itu memeluk erat leher Kenzo sambil memegang balon berwarna merah muda ditangannya.
Sementara Kenan sudah seperti piala bergilir saja pindah dari gendongan Bagas kepada Sadewa, kemudian berpindah ke Nakula..dan terakhir anteng dalam gendongan Abimanyu.
"Ana..Tante ingin gendong dong " Cindy merentangkan tangannya kearah Keana. Namun Keana malah menyembunyikan wajahnya dileher Kenzo.
"Bibit manja nya sudah keluar ini " ujar Zhifana.
"Iya..mirip Luna banget manjanya " timpal Felisha.
"Dulu Luna juga begitu sama Daddy manjanya " ujar Sadewa.
"Sekarang kalau ingat jadi suka malu sendiri " aku Luna sambil memeluk Bagas manja.
"Kenapa harus malu..orang manjanya sama Daddy sendiri " Bagas mencium puncak kepala Luna.
Acara ulangtahun si kembar berakhir sore. Setelah para tamu undangan mulai pulang si kembar tampak tertidur dalam gendongan Bagas dan Kenzo.
Bagas dan Kenzo menidurkan Kenan dan Ana di kamar Luna dengan ditemani oleh kedua pengasuh mereka.
Kedua orangtua Kenzo meminta maaf karena tidak bisa datang pada acara ulangtahun cucu mereka yang pertama karena kesibukannya di perusahaan.
Boneka Sipitnya Mommy Luna
__ADS_1