Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Long Distance Marriage


__ADS_3

Keesokannya Sadewa dan Cindy bangun kesiangan. Mereka terbangun ketika terdengar suara Satria yang memanggilnya. Rupanya bocah tampan itu mencari Ayah dan Bundanya yang tidak tampak keluar dari kamar pagi itu.


"Aa nyariin kita Sayang " Cindy mengelus kepala Sadewa yang masih terlelap dalam hangatnya dada Cindy.


Meski masih mengantuk Sadewa pun membuka matanya.


"Mandi yuk ! " ajak Sadewa sambil mengangkat kepalanya dari dada Cindy kemudian menarik tangan Cindy menuju ke kamar mandi.


Setelah hampir selama satu jam berada di kamar mandi mereka pun keluar dan bersiap untuk menghabiskan waktunya dengan buah hati mereka yang sudah bolak-balik menunggu Ayah dan Bundanya keluar dari kamar.


"Aa sudah makan belum ?" tanya Sadewa yang langsung mengangkat tubuh putranya tinggi-tinggi begitu keluar dari kamar.


"Cudah " jawab Satria sambil memeluk leher Sadewa erat.


"Kalau begitu Ayah sama Bunda mau makan dulu, sudah makan kita jalan-jalan " ajak Sadewa.


Satria mengangguk kemudian turun dari gendongan Sadewa dan bermain bersama pengasuhnya.


Cindy menyiapkan makan untuk Sadewa kemudian mereka pun makan bersama.


"Mau ajak Aa jalan-jalan kemana ?" tanya Cindy.


"Kemana saja kalian mau kakak nurut " jawab Sadewa sambil mengunyah makanannya.


Sadewa memang hari ini berniat untuk menyenangkan anak dan istrinya sebelum besok ia harus kembali ke Sumedang.


Setelah selesai makan mereka pun bersiap untuk pergi jalan-jalan.


"Aa mau jalan-jalan kemana ?" tanya Sadewa.


Satria tidak menjawab, ia terlihat seperti yang kebingungan.


"Mau naik kuda atau mandi bola ?" Cindy memberi dua pilihan agar putranya tidak bingung.


"Naik kuda " jawab Satria.

__ADS_1


"Baiklah kita naik kuda " Sadewa pun mengarahkan mobilnya menuju Lembang. Dari Setiabudi menuju Lembang jaraknya tidak terlalu jauh dan memakan waktu tidak sampai satu jam.


Sesampainya di Lembang Sadewa mencari tempat Wisata yang menyewakan kuda tunggang.


"Kamu mau ikut naik kuda Bun ?" tanya Sadewa ketika ia dan Satria sudah naik keatas punggung kuda yang tinggi dan gagah.


"Tidak..aku nunggu disana saja " jawab Cindy sambil menunjuk pada sebuah meja taman dekat danau.


"Baiklah..dadah Bunda " Sadewa melambaikan tangan Satria kearah Cindy.


"Hati-hati jagoan Bunda " Cindy balas melambaikan tangan kepada dua jagoannya yang sedang menunggangi kuda berkeliling perkebunan.


Selagi Sadewa dan Satria berkeliling perkebunan dengan kudanya, Cindy memesan kopi untuk Sadewa dan cemilan untuk mereka. Untuk Satria sendiri Cindy sudah membawa susu dan makanan kesukaannya.


Setelah setengah jam berkeliling Sadewa dan Satria pun muncul. Seorang pemandu membantu menurunkan Satria sebelum Sadewa turun.


"Aa seneng tidak naik kudanya ?" tanya Cindy setelah Sadewa dan Satria menghampirinya.


"Iya " jawab Satria senang.


"Nanti kita kesini lagi ajak Arka dan Alysha naik kuda " ujar Sadewa.


"Dulu Luna waktu kecil juga suka naik kuda.Kadang kita juga suka ajak Kenzo..kalau naik kuda dia suka naik kudanya berdua sama Kenzo...tidak disangka mereka sudah dewasa masih suka naik kuda berdua..sampai punya si kembar " ujar Sadewa sambil tertawa.


Cindy termangu mencoba mencerna ucapan suaminya.


"Maksudnya sampai sekarang Luna dan kakak Ken masih suka naik kuda berdua gitu ?" dahi Cindy mengernyit.


"Sudah..sudah lupakan " Sadewa nyengir sambil mengibaskan tangannya.


"Aha..aku tau..pasti yang kakak maksud naik kuda berdua itu main kuda-kudaan malam di kasur ya " otak Cindy baru conect. Sadewa mengangguk sambil tertawa.


"Dasar otak ngeres " Cindy mencubit perut Sadewa sambil ikut tertawa.


Mereka berada disana sampai hari menjelang sore. Sepulang dari Lembang Sadewa dan Cindy berniat untuk mengajak Satria ke pusat permainan namun mereka terpaksa mengurungkan niatnya ketika Satria malah tertidur di mobil. Akhirnya Sadewa dan Luna pun memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Setibanya di rumah Cindy menyiapkan baju dan semua keperluan Sadewa yang akan kembali ke Sumedang besok pagi.Rencananya Sadewa akan kembali ke Sumedang selepas subuh.


Malam terakhir Sadewa di Bandung ia membawa Satria tidur dikamar bertiga.


Sadewa ingin sebelum ia pulang ke Sumedang besok pagi ia sudah kenyang memeluk anak dan istrinya semalaman.Keesokannya selepas subuh, Sadewa pun pamit kembali ke Sumedang.


"Aa..Ayah pergi dulu ya..baik-baik disini sama Bunda dan jangan nakal " bisik Sadewa ditelinga Satria yang masih terlelap. Entah Sudah berapa kali Sadewa menciumi pipi bulat Satria.


"Sudah Sayang nanti Aa nya bangun.. kalau bangun nanti repot dia pasti nangis kalau melihat Ayahnya pergi " Cindy menarik tangan Sadewa agar berhenti menciumi pipi Satria.


Puas menciumi pipi Satria, kini Sadewa beralih memeluk Cindy dan melahap bibirnya dengan rakus.Setelah puas Sadewa pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Kakak pergi ya.. hati-hati di rumah " pesan Sadewa sambil membawa tasnya dan dimasukkan kedalam mobil.


Cindy mengantarkan sampai Sadewa masuk ke dalam mobil. Ia baru masuk ketika mobil Sadewa menghilang di kegelapan pagi buta.


Setelah Sadewa berangkat kembali ke Sumedang Cindy kembali merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh montok Satria yang masih tertidur lelap.


Semoga ketika bangun nanti Satria tidak menangis mencari Ayahnya yang sudah pergi.


Mengetahui Sadewa yang dipindah tugaskan ke Sumedang, Bagas menyuruh orang kepercayaannya untuk menjaga menantu dan cucu tampannya di Bandung.


Orangtua Cindy pun lebih sering datang ke Bandung untuk mengunjungi putri dan cucu kesayangannya dibandingkan ketika Sadewa masih berdinas di Bandung.


Berada jauh dari suaminya tidak membuat Cindy larut dalam kesedihan. Ia menjadi semakin bertanggung jawab terhadap Satria dan semakin semangat untuk segera menyelesaikan kuliahnya.


Cindy merasa sangat beruntung meski jauh dari suaminya namun seluruh keluarga sangat memperhatikannya.


Meskipun Bagas dan Felisha tidak bisa sering ke Bandung karena kesibukannya namun mereka sampai menyuruh orang kepercayaannya untuk menjaganya di rumah.


Selanjutnya Sadewa dan Cindy mulai bisa mengatur ritme pertemuan mereka.


Jika Sadewa karena kesibukannya tidak bisa pulang ke Bandung, tidak jarang Cindy dan Satria lah yang datang ke Sumedang.


Mereka akan menginap di rumah dinas Sadewa selama weekend dan akan pulang pada Minggu sore karena hari Seninnya Cindy harus kuliah.

__ADS_1


Kadang-kadang Cindy juga menyempatkan menghadiri acara kegiatan Bhayangkari ditempat dinas Sadewa yang baru jika ia sedang tidak ada jadwal kuliah.


Meskipun tidak bisa sering hadir namun komandan Sadewa cukup maklum dengan kesibukan Cindy yang seorang mahasiswi di Bandung selain ibu dari seorang putra.


__ADS_2