
Bagas yang sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi buru-buru menarik tubuh Felisha dan mengurungnya. Kini giliran Bagas yang melakukan penyerangan.
Bagas menyerang setiap inci tubuh mulus Felisha dengan tangan dan bibirnya.Bagas tidak mempedulikan Felisha yang terus merintih ketika bibir Bagas tidak sengaja menggigit dada Felisha.
Namun rintihan Felisha berubah menjadi erangan dan ******* ketika bibir Bagas semakin merambat turun. Kepala Bagas berhenti tepat diantara kedua paha Felisha yang terbuka.
Bagas semakin menggila bermain-main disana ketika ******* demi ******* keluar dari bibir istrinya.
Setelah puas bermain-main disana, kini Bagas pun bersiap pada permainan inti.
Bagas memposisikan pinggulnya diantara kedua paha Felisha dan mulai melakukan pergerakan kesukaan mereka..maju mundur cantik.
******* dan erangan keduanya seolah menjadi musik pengiring yang mengalun begitu syahdu dan indah sehingga membuat Bagas dan Felisha begitu terlena.
Bagas dan Felisha akhirnya terkapar tidak berdaya setelah menyelesaikan permainan panas mereka.
"Cape Sayang ?" tanya Bagas sambil mengusap peluh didahi Felisha.
"Iya " jawab Felisha dengan napas yang masih terengah.
"Makanya kalau Mas ngajak olahraga itu jangan suka males " Bagas mencubit ujung hidung Felisha.
"Iya " jawab Felisha.
"Sekarang tidur..besok pagi kita jemput anak-anak di rumah Bunda " Bagas meraih tubuh polos Felisha kedalam dekapannya.
"Iya " hanya kata itu yang keluar dari mulut Felisha karena rasa lelah dan ngantuk mulai menderanya.
"I love you Sayang " gumam Felisha sebelum memejamkan matanya.
"I love you too " jawab Bagas.
*
"Mommy.. Daddy sayaaang " Abi dan Alyn berlari menyambut kedatangan Bagas dan Felisha di rumah Bunda pagi itu.
Dalam sekejap Abi langsung berada di gendongan Bagas sedangkan Alyn dalam gendongan Felisha.
Dio dan Kinanti menatap Bagas dan Felisha dengan penuh curiga. "Kalian darimana ?" tanya Dio
"Semalam ada undangan makan malam..karena pulangnya kemalaman akhirnya pulang ke rumah " jawab Felisha berbohong sambil duduk dengan Alyn dalam pangkuannya.
"Ga enak kalau harus pulang kesini karena sudah terlalu malam " tambah Bagas.
__ADS_1
Perlahan Luna mendekat kearah Bagas dan berbisik. "Bagaimana Dad..makan malamnya sukses ?" tanya Luna
"Sukses Sayang... terimakasih ya ide nya " jawab Bagas sambil mengelus kepala Luna.
"Sama-dama Dad " ujar Luna senang.
"Daddy habis makan malam sama siapa ?" Abi yang sempat mendengar Daddy dan kakaknya berbisik-bisik tampak penasaran.
"Sama teman kantor Daddy Sayang " jawab Bagas berbohong.
"Kenapa Abi tidak diajak " Abimanyu mulai merengek.
"Karena itu acara orang dewasa..tidak boleh bawa anak-anak " jawab Bagas.
"Ooh begitu ya Dad " Abi tampak mulai mengerti.
Untuk menebus rasa bersalahnya Bagas pun mengajak semua keluarga besar untuk makan malam bersama.
Malam itu mereka pergi dengan menggunakan dua mobil. Bagas menuruti keinginan Ayah dan Bunda yang ingin makan dengan menu ikan bakar.
Bagas membawa mereka ke sebuah restoran yang menyediakan menu olahan Fresh seafood yang berada di Utara Jakarta.
Felisha dan Kinanti tampak sibuk menyuapi Abi dan Alyn yang sudah tidak mau diam. Kedua bocah itu sibuk berlari kesana kemari dengan mulut penuh makanan.
"Kalau kalian diam nanti Papa belikan ice cream yang banyak " bujuk Dio.
Abimanyu dan Alyn pun langsung diam dan meneruskan makannya dengan tertib.
"Makan malamnya ada yang kurang Gas " ujar Ayah.
"Apa yang kurang Yah..Ayah mau pesan lagi ?" tanya Bagas cepat.
"Rasa ada yang kurang karena kedua cucu Ayah tidak ada " jawab Ayah. Sepertinya Ayah sedang merindukan Nakula dan Sadewa.
"Kalau Nakula libur Natal dan Tahun Baru kemungkinan besar bisa pulang. Kalau Sadewa sepertinya tidak Yah " jawab Bagas.
Sadewa yang sedang menempuh pendidikan di Semarang memiliki jadwal penjengukan yang ditentukan jadi harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.
"Daddy..aku kangen sama kakak Nakula dan Sadewa " Abimanyu mulai merengek ingin bertemu dengan kedua kakaknya.
"Kakak juga kangen " jawab Luna dengan wajah sedih.
"Lebih baik kita doakan semoga sekolah Kakak Nakula dan Sadewa lancar, disana mereka diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusannya " Doa Bunda untuk kedua cucunya yang jauh disana.
__ADS_1
"Aamiin " jawab semuanya serempak.
Selesai makan bersama mereka pun pulang. Dijalan mobil Bagas dan Dio berpisah karena Bagas memutuskan langsung pulang ke rumah.
Abimanyu yang kelelahan dan kenyang makan akhirnya tertidur dengan cepat , begitu juga dengan Alyn. Mereka melupakan janji Dio yang akan membelikan mereka ice cream yang banyak.
Sesampainya di rumah, Bagas langsung menidurkan Abimanyu di kamarnya. Sedangkan Luna dan Felisha langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.
Setelah menidurkan Abimanyu di kamarnya Bagas beranjak menuju kamarnya. Disana Felisha baru saja mengganti bajunya dengan baju tidur.
"Kalau Sadewa tahun baru ini pulang kita ke Bali " ajak Bagas sambil duduk disisi ranjang sambil memperhatikan Felisha yang sedang melakukan perawatan wajahnya.
"Moga-moga bisa pulang ya Mas..aku kangen banget sama mereka " ujar Felisha.
"Aku lebih dulu jatuh cinta kepada kedua anak itu dibanding kamu..dari kecil mereka adalah anak-anak yang manis dan sayang sama Luna. Bahkan waktu hamil Luna mereka sering berebut untuk mengelus perut aku " ujar Felisha sambil terkekeh.
Felisha terus berceloteh mengenai Nakula dan Sadewa kecil. Ia tidak menyadari jika wajah Bagas tiba-tiba berubah diselimuti mendung.
"Kamu tau tidak Sayang ..dulu mereka selalu heboh setiap kali aku melakukan pemeriksaan USG..mereka sampai tidak berkedip menatap layar komputer " lanjut Felisha sambil tertawa.
"Sudah nyindir-nyindir nya ?" tanya Bagas sinis sambil naik keatas ranjang dan tidur membelakangi Felisha.
Felisha yang baru selesai dengan perawatan wajahnya menutup mulutnya dengan tangannya. Ia tidak menyadari jika cerita tentang Nakula dan Sadewa kecil akan membuat Bagas tersinggung.
"Sayang..maaf aku tidak bermaksud menyindir kamu..aku hanya menceritakan kelucuan mereka waktu kecil dan tidak bermaksud menyindir kamu " Felisha menyentuh punggung Bagas lembut
"Maafkan aku Yang " pinta Felisha lirih .
Bagas diam tidak bergeming, ia tau Felisha tidak bermaksud menyindir dirinya namun mau tidak mau hatinya ikut tersentil ketika mendengar cerita Felisha tadi.
Karena Bagas yang masih tidak merespon permintaan maaf nya akhirnya Felisha pun tidur dengan membelakangi Bagas. Mereka tidur dengan posisi saling membelakangi.
Setelah sekian lama saling membelakangi tiba-tiba Bagas membalikan tubuhnya menghadap kearah Felisha. Perlahan dipeluknya tubuh Felisha dari belakang.
"Maafkan Mas Bagas ya Sayang.. Mas selalu dihantui rasa bersalah setiap kali mengingat perlakuan buruk Mas sama kamu dan Luna dulu " bisik Bagas lirih.
"Maafkan aku juga ya Mas..aku tidak bermaksud menyinggung kamu..aku hanya sedang rindu pada Nakula dan Sadewa " pinta Felisha sambil mengusap tangan Bagas yang membelit perutnya.
"Iya " jawab Bagas sambil menarik tubuh Felisha agar menghadap kearahnya.
"Aku sudah tidak peduli lagi bagaimana kamu dulu..karena sekarang Mas Bagas adalah sumber kebahagiaan aku dan anak-anak " bisik Felisha.
"Iya Sayang " jawab Bagas .
__ADS_1
Bagas semakin mengeratkan pelukannya, tidak lama kemudian keduanya pun tertidur masih dengan saling berpelukan.