Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Pasangan Selingkuh


__ADS_3

Selesai membersihkan rumput dihalaman belakang,para pria melanjutkan dengan duduk bersantai diteras belakang sambil menikmati kopi dan kudapan yang dibuatkan oleh Felisha dan Kinanti.


Luna memainkan ponsel sambil duduk dalam pangkuan Bagas.Ia tidak peduli jika baju Daddy nya sedikit kotor dan lembab oleh keringat. Luna tidak memberi kesempatan pada Bagas untuk jauh darinya.


Bahkan Luna mengabaikan ajakan Kinanti untuk membeli ice cream di minimarket yang ada di sebrang rumah.Baginya berada didekat Daddy nya lebih menyenangkan daripada ice cream.


"Aku mau beli ice cream nya sama Daddy saja " bisik Luna ditelinga Bagas.


Bagas tidak dapat menolak permintaan putrinya,maka Bagas pun pamit sebentar untuk pergi ke minimarket depan rumah.


"Kak mau ikut tidak ?" tanya Bagas pada si kembar yang lebih banyak menghabiskan waktu dikamar baru mereka.


"Titip jajanan dad " jawab si kembar.Mereka sepertinya enggan keluar dari kamar.


Akhirnya Bagas pun pergi hanya berdua dengan Luna.Bagas memasukan banyak jajanan dan ice cream kesukaan Luna dan sikembar kedalam keranjang.


"Ada yang Luna mau lagi ?" tanya Bagas


Luna memeriksa keranjang ditangan Bagas, Luna pun menggeleng.Jajanan dikeranjang Daddy nya sudah cukup banyak.


Ketika mereka sedang mengantri di depan kasir, tiba-tiba perhatian Luna tertuju pada seorang wanita yang baru datang dengan membawa stroller bayi.


Diam-diam Luna mengintip bayi lucu didalam stroler itu yang sedang tertidur pulas.Sang ibu tersenyum melihat Luna yang diam-diam mengintip bayinya dari balik tubuh Bagas.


"Sudah punya adik belum ?" sapa wanita itu ramah. Luna menggeleng


Bagas menoleh pada wanita yang sedang menyapa putrinya. "Sebentar lagi mau punya adik " jawab Bagas


"Oh..kakak cantik mau punya adik ya " wanita itu tersenyum.Luna mengangguk


Setelah selesai melakukan pembayaran,mereka pun pulang.


"Daddy..dedek bayi itu lucu ya dad " celoteh Luna


"Iya..sebentar lagi Luna juga akan punya adik " jawab Bagas sambil menuntun putri kecilnya memasuki halaman rumah.


"Luna sekarang mau punya adik " ujar Luna membuat Bagas menghentikan langkahnya.


Bagas jongkok mensejajarkan diri dengan Luna


"Jadi Luna tidak marah lagi jika di perut mommy ada dedek bayi nya ?" tanya Bagas lembut.Luna menggeleng


Bagas langsung merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya. " Daddy senang kalau Luna tidak marah lagi..bagaimana kalau mulai sekarang Daddy panggil Luna kakak "


"Kakak ?" Mata Luna mengernyit


"Sebentar lagi kan Luna punya adik " jawab Bagas


"Iya..aku mau " jawab Luna senang.Ia langsung berlari menuju kamar dimana Felisha sedang berbaring diatas kasur.


"Mommyyyyyyyy..aku sekarang sudah mau punya adik " Luna memeluk perut Felisha.


Felisha menatap penuh tanya pada Bagas yang baru masuk ke kamar.Bagas tidak mengatakan apapun,namun senyum tipis tersungging di bibirnya.


"Mommy..kapan adik aku lahir ?" tanya Luna


"Enam bulan lagi " Felisha menunjukan enam jarinya.


"Masih lama ?" tanya Luna.Felisha mengangguk


"Aku pikir besok sudah bisa lahir " ujar Luna


Bagas dan Felisha tertawa mendengar ucapan Aluna. "Sekarang dedeknya masih kecil..belum waktunya lahir " . Felisha berusaha menjelaskan.


"Nanti kalau perut mommy sudah besar berarti dedek bayinya akan segera lahir " Felisha menjelaskan.


"Sebesar perut badut ?" tanya Luna


"Iya sayang..nanti kalau perut mommy seperti perut badut berarti dedek bayinya sebentar lagi akan keluar " jawab Bagas sambil tertawa.


"Mas..." Felisha mendelik sambil cemberut.


Bagas berhenti tertawa ketika dilihatnya Felisha sedang menatapnya tajam penuh amarah.Sepertinya Bagas telah membangunkan singa yang sedang tertidur.


Tak ingin Felisha semakin marah padanya, Bagas pun memilih kembali bergabung dengan ayah,Dio dan Ezra diteras belakang.Mereka bubar setelah Ezra pamit pulang.


Kekesalan Felisha karena disamakan dengan badut berlanjut sampai malam.Setelah menidurkan Luna, Felisha menolak untuk Bagas dekati.

__ADS_1


"Aku tidak mau tidur sama kamu " ujar Felisha ketus.


"Jangan marah dong sayang..kalau tidak boleh tidur disini Mas harus tidur dimana sayang ?" tanya Bagas memelas.


"Bodo amat " jawab Felisha.


Tidak ingin ribut akhirnya Bagas menggelar kasur lantai.Gara-gara melayani ucapan Luna tentang perut badut akhirnya malam ini ia harus tidur dibawah.


Karena lelah setelah membantu membersihkan rumput dihalaman belakang,Bagas pun tertidur dengan cepat.Namun menjelang dinihari tidur Bagas terganggu karena Felisha berulah. Istrinya yang sedang marah itu tiba-tiba sudah menyelip didadanya.


"Kenapa pindah.. katanya tidak mau tidur sama mas " ujar Bagas sambil menahan mulutnya untuk tidak tertawa.


"CK..cerewet sekali " sungut Felisha.


Tanpa merasa malu ia semakin menenggelamkan tubuhnya kedalam hangatnya dekapan suaminya.


"Apa ini keinginan dedek ?" tanya Bagas sambil mengusap punggung Felisha lembut.


"Anggap saja begitu " jawab Felisha sambil menguap.Tak lama kemudian suara dengkuran halus pun terdengar.Felisha tertidur dalam hangatnya pelukan Bagas.


Bagas menelan ludah kasar. Ia harus berusaha menidurkan kembali adik kecilnya yang ikut terjaga karena kepindahan Felisha ke bawah


Bagas sempat berpikir jika Felisha sedang menginginkannya tapi ternyata ia salah.Istri kesayangan nya itu ternyata hanya ingin tidur dalam dekapannya bukan yang lain.


Bagas semakin terlihat gelisah ketika Felisha beberapa kali bergerak dalam tidurnya.Dadanya yang empuk dan hangat tepat menempel ditubuhnya, semakin membangunkan hasrat untuk segera menerkamnya.Namun apa daya.. yang punya kedua benda itu tampak pulas dalam tidurnya..dan Bagas pun tidak sampai hati untuk membangunkannya.


Namun ketika mendekati waktu subuh,Bagas seperti memiliki secercah harapan ketika Felisha mulai terjaga.Ia merasakan bibir Felisha mengendus lehernya.Bagas pura-pura tidur,ia ingin tau sejauh apa yang akan istrinya lakukan padanya.


Bagas merasa sepertinya Felisha sedang berusaha membangunkannya dengan caranya.


"Sayaaang bangun.. sebentar lagi subuh " Felisha menusuk-nusuk pipi Bagas dengan jarinya.


"Subuh masih lama sayang..ini baru jam tiga " jawab Bagas pura-pura malas.


"Sayang bangun " suara Felisha lebih terdengar seperti sebuah rengekan.


"Iya mas bangun..tapi yang ini juga ikut bangun" bisik Bagas.


Felisha semakin merapatkan tubuhnya kepada Bagas,yang tentu saja diterima dengan sukacita.


"Luna bangun sayang " bisik Bagas.


Mereka diam tidak bersuara khawatir Luna melihat apa yang sedang mereka lakukan dibawah.


"Daddy...hiks..hiks.." Luna pun menangis ketika matanya terbuka ia tidak mendapati Daddy nya berada disampingnya.


"Daddy ada sayang " Bagas buru-buru memeluk Luna berusaha meredakan tangisnya.


"Sttt...Luna tidur lagi ya..masih malam " Bagas mengusap-usap punggung Luna.


Luna baru tertidur kembali ketika suara adzan subuh berkumandang.Felisha dan Bagas memilih membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan solat subuh dan tidak meneruskan pekerjaan mereka yang tertunda karena Luna terbangun.Sepertinya Bagas harus mencari waktu yang pas jika ingin berduaan dengan istrinya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Felisha sedang sibuk dengan pekerjaan ketika Ezra menyuruhnya mengantarkan berkas penting ke Perusahaan Bagas.


"Kenapa harus aku sih yang anterin..kenapa tidak nyuruh Dina saja " protes Felisha.Ia enggan berhubungan dengan Bagas jika soal pekerjaan..rasanya seperti tidak nyaman.


"Tidak usah protes " Ezra menyerahkan berkas dalam map coklat ketangan Felisha.


"Kamu kesana diantar supir kantor Fe " ucap Ezra sebelum keluar dari ruangan Felisha.


Dengan terpaksa Felisha pun mengambil tas nya dan pergi ke kantor Bagas untuk mengantar berkas dari Ezra.


Sesampainya di kantor Bagas,Wina mengantarkan Felisha ke ruangan Bagas. Bagas yang tampak sedang sibuk tidak menyadari kedatangan Felisha.


"Pak...ada ibu " Wina memberi tau kedatangan Felisha.


"Ibu ? " Bagas mengangkat kepalanya.Senyum nya langsung mengembang ketika melihat Felisha sudah ada di depannya.


"Sayang ..tidak bilang-bilang mau kesini ?" tanya Bagas


"Aku disuruh kak Ezra mengantarkan ini " Felisha menyodorkan map coklat ditangannya kepada Bagas.


"Terimakasih Bu " ujar Bagas menggoda.


"Sama-sama..kalau begitu aku pamit kembali ke kantor,lagi banyak kerjaan " Felisha hendak keluar dari ruangan namun Bagas melarangnya.

__ADS_1


"Main pergi-pergi saja " Bagas meraih tangan Felisha.


"Aku banyak kerjaan mas,lagian sudah ditunggu sopir kantor dibawah "


"Bel sopirnya suruh pulang duluan,nanti kamu mas antar pulang ke kantor " Bagas enggan melepaskan tangan Felisha.


"Kamu tuh " Felisha mengambil ponselnya sambil menggerutu.


Felisha menghubungi sopir kantor yang mengantarkannya untuk meninggalkannya.


"Pinter " Bagas mengusap kepala Felisha sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau kak Ezra nanyain gimana ?" tanya Felisha sambil duduk di sopa yang ada di ruangan kerja Bagas.


"Nanti aku bilang sama Ezra " jawab Bagas santai sambil duduk disebelah Felisha.


"Apa hari ini dia rewel ?" Bagas mengusap-usap perut Felisha.


"Tidak " jawab Felisha sambil menyandarkan punggungnya disandaran sopa. "Sudah tiga bulan lewat sudah mulai nyaman "


"Mau makan sesuatu " tanya Bagas dengan tangan tidak lepas dari perut Felisha


"Diusap-usap begini malah bikin aku ngantuk "


"Tidur saja " Bagas menyandarkan tubuhnya di sandaran sopa dan meraih kepala Felisha untuk bersandar di bahunya.


Begitu kepala Felisha menyentuh bahu Bagas,wangi parfum Bagas yang lembut langsung menguar di Indra penciuman Felisha.


"Hmm..wangi " Felisha melingkarkan tangannya diperut Bagas menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya yang menenangkan.


"Mau makan siang diluar atau disini ?"


"Disini saja " jawab Felisha,ia terlanjur merasa nyaman bersandar dibahu suaminya hingga enggan untuk beranjak dari sana.


Bagas mengambil ponsel dan menghubungi Wina.Bagas memesan beberapa makanan untuk makan siang.


Tak lama kemudian makan siang pesanan Bagas pun datang.


"Makan dulu sayang " Bagas menyentuh pipi Felisha yang tertidur dibahunya.Felisha pun membuka matanya.


Mereka pun makan siang di ruangan Bagas dengan menu sop buntut.Bagas tersenyum puas melihat Felisha makan dengan lahap.


Setelah makan siang selesai,Bagas masih enggan mengijinkan Felisha kembali ke kantor.


"Mas.. kerjaan aku banyak.Ga enak ninggalin kerjaan terlalu lama " ujar Felisha


"Biarin..sebentar lagi juga kamu resign " jawab Bagas santai.Ia malah merebahkan kepalanya dipangkuan Felisha menghadap kearah perut Felisha.


Felisha mengusap rambut Bagas ketika bibir pria itu menciumi perut Felisha yang mulai terlihat menonjol.


"Kamu tidak usah balik lagi ke kantor.Langsung pulang ke rumah nanti sama Mas "


"Ga bisa begitu dong sayang.." Felisha menolak


"Mas sudah ijin bos kamu " Bagas memperlihatkan pesan dari Ezra yang mengijinkan Felisha untuk langsung pulang.


"Kok bisa sih kak Ezra nurut banget sama kamu ?" tanya Felisha.


'Ya bisa lah " jawab Bagas santai.


"Mau pulang sekarang ?" tanya Bagas


"Emang mas tidak sibuk ?" bukan menjawab, Felisha malah balik bertanya.


"Tidak " jawab Bagas


Akhirnya Bagas dan Felisha pun pulang.Bagas melajukan mobilnya meninggalkan halaman kantornya.


"Masih ada waktu 3 jam lagi..kita mampir dulu kesani ya " Bagas membelokan mobilnya memasuki parkiran sebuah hotel yang kebetulan mereka lewati.


"Ngapain kesini ?" tanya Felisha heran.


"Sayang..mas ingin kita ada waktu berdua..kalau di rumah mana bisa berduaan.Di rumah kamu tau sendiri bagaimana galaknya Luna.Dia pasti marah kalau mas dekat-dekat kamu " jawab Bagas.


"Kita terlihat seperti pasangan selingkuh saja " ujar Felisha sambil tertawa.


"Ya...mas selingkuh dari Luna " jawab Bagas sambil menuntun Felisha memasuki kamar hotel.

__ADS_1


__ADS_2