
Sepulang dari bioskop Nakula kembali mengantarkan Zhifana pulang.Dari rumah Zhifana mereka pun langsung pulang karena Luna terlihat sudah sangat mengantuk.
Kenzo beberapa kali melirik kearah Luna yang duduk dibelakang melalui kaca spion.Luna masih terlihat cemberut dan tidak mau melihat kearah Kenzo.
"Kamu kenapa dek..daritadi kakak lihat kamu cemberut terus ?" tanya Nakula.
"Tidak apa-apa kak..aku cuma ngantuk " jawab Luna berbohong.
"Ya sudah tidur saja..nanti kalau sudah sampai kakak bangunkan " ujar Nakula.
Tidak butuh waktu lama Luna pun benar-benar tertidur. Kenzo hanya tersenyum tipis melihat Aluna yang tertidur lelap di kursi belakang. Gadis itu tetap terlihat cantik meskipun sedang tertidur.
Setibanya di rumah, Nakula langsung membangunkan Luna dengan cara menepuk pipinya lembut.
"Dek.. kita sudah sampai " ucap Nakula lembut.
"Aku masih ngantuk kak " Luna enggan membuka matanya.
"Mau kakak gendong ?" tanya Nakula.
"Tidak..aku sudah besar kak " Luna akhirnya membuka matanya dan turun dari mobil.Nakula menuntun Luna masuk kedalam rumah.
Kenzo kagum melihat cara Nakula memperlakukan adiknya seperti layaknya seorang putri.Setelah Luna masuk Kenzo pun pulang ke rumahnya.
"Sayang sepertinya anak-anak pulang, aku denger suara mobil Nakula " bisik Felisha yang sedang berada dalam pelukan Bagas.
"Iya mas juga dengar " jawab Bagas sambil mengusap-usap punggung Felisha yang telanjang.
"Syukurlah kalau mereka sudah pulang " Felisha terlihat lega.
Felisha semakin menyusupkan wajahnya didada telanjang Bagas.Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Bagas yang menenangkan.
*
Pagi ini sebetulnya Luna sedang tidak berniat olahraga bersepeda seperti biasanya karena Abi tidak ada, selain itu Daddy nya tidak terlihat keluar dari kamar.
Namun satu pesan dari Kenzo memaksanya untuk memakai baju olahraga nya dan segera mengayuh sepedanya menuju taman komplek.
Sesampainya di taman komplek tampak Kenzo sedang meregang kan kakinya. Baju olahraga nya tampak basah oleh keringat. Kenzo memang baru saja menyelesaikan lari dua putaran mengelilingi taman.
"Akhirnya kamu datang juga " Kenzo langsung tersenyum begitu melihat kedatangan Luna.
"Aku masih ngantuk..Kakak itu maksa sekali nyuruh aku olahraga " Luna tampak cemberut turun dari sepedanya dan duduk dibangku taman.
"Olahraga itu penting buat kesehatan Sayang " Kenzo duduk disamping Aluna dan mengulurkan tangan kanannya memeluk bahu Luna.
Luna celingukan kekanan dan kemiri khawatir ada orang yang ia kenal dan melihat Kenzo memeluk bahunya.
Melihat Luna yang ketakutan ada yang melihat ulahnya Kenzo pun menurunkan tangannya dan beralih memeluk pinggang ramping Luna, sandaran kursi kayu cukup menutupi tangan kanan Kenzo yang melingkar di pinggang Luna.
"Sudah tidak marah lagi kan sama kakak ?" tanya Kenzo sambil menggenggam tangan Aluna dengan tangan kirinya.
"Sedikit lagi " jawab Luna.
"Kakak kan sudah minta maaf " ucap Kenzo
__ADS_1
"Kita baikan ya " Kenzo menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Aluna membuat gadis cantik itu langsung tersenyum.
"Nah..kalau senyum kan cantik " puji Kenzo.
"Kakak juga semalam cemberut terus jelek tau " balas Luna.Kenzo pun tertawa.
Ternyata memacari gadis yang belum genap berusia 16 tahun itu membutuhkan kesabaran yang ekstra. Kenzo tidak bisa memaksa Luna untuk bisa mengikuti pemikirannya.
"Kita muter lagi yuk " ajak Kenzo.Luna mengangguk.
Mereka pun berboncengan mengelilingi taman komplek dengan sepeda Luna.Luna tidak menyadari jika Kenzo diam-diam mencium aroma tubuhnya yang lembut dan menyegarkan.
"Kakak..malam tahun baru nanti apakah kakak akan pulang kesini ?" tanya Luna.
"Entahlah " jawab Kenzo.
"Kenapa jawabnya begitu ?" Luna tampak tidak puas dengan jawaban Kenzo.
"Kamu maunya kakak pulang kesini atau tidak ?" tanya Kenzo.
"Pulang kesini " jawab Luna.
"Oke..malam tahun baru kakak akan pulang kesini tapi ada syaratnya " jawab Kenzo.
"Syaratnya apa ?" tanya Luna.
"Syaratnya..kakak tidak mau backstreet terus, kakak mau bilang sama Mommy dan Daddy kamu kalau kita pacaran.. bagaimana ?"
"Kamu tidak usah jawab sekarang..kamu bisa pikirkan dulu dan kakak akan tunggu jawaban kamu sebelum malam tahun baru "
Setelah puas berkeliling dengan sepeda Kenzo dan Luna pun pulang. Jarak 100m dari rumah Kenzo turun dari sepeda Luna dan melanjutkan dengan berlari.Sementara Luna menemani dengan sepedanya.
Setibanya di rumah Nakula yang sedang bermain basket dengan Bagas menantang Kenzo untuk ikut main. Kenzo pun menerima tantangan dari Nakula.
Bagas yang sudah bermandikan peluh akhirnya menyingkir memberi kesempatan kepada kedua pria itu untuk bermain.
Felisha dengan telaten menyeka peluh yang membasahi wajah dan leher Bagas dengan handuk kecil.
"Kakak habis olahraga sama Kenzo ?" tanya Bagas kepada Luna yang duduk didekatnya sambil menonton Nakula dan Kenzo berebut bola untuk dimasukan kedalam ring.
"Ketemu di taman Dad..dia habis lari " jawab Luna berbohong.Luna tidak mengatakan kepada Daddy nya jika Kenzo memang sengaja menunggunya di taman.
Dalam hati kecil Luna merasa bersalah karena tanpa sadar ia selalu membuat kebohongan- kebohongan yang tidak biasa ia lakukan.
Sepertinya Aluna memang harus mempertimbangkan syarat yang diajukan Kenzo untuk mengakui hubungannya dengan Kenzo kepada Mommy dan Daddy nya.
Setelah selesai menyeka keringat di wajah dan leher Bagas, Felisha mengajak Luna kedapur.
"Kakak buatkan minuman untuk Kenzo.Mommy mau siapkan sarapan..biar dia ikut sarapan disini bersama kita " titah Felisha.
"Iya Mom " jawab Luna.
Luna membuat dua gelas es jeruk untuk dirinya dan Kenzo, sementara Daddy dan Kakaknya sudah lebih dulu dibuatkan oleh Mommy nya sebelum Luna dan Kenzo datang.
Luna datang dengan membawa dua gelas es jeruk disaat Kenzo dan Nakula selesai bermain. Luna pun langsung memberikan satu gelas es jeruk buatannya kepada Kenzo dan langsung ditenggak hingga menyisakan separuh nya.
__ADS_1
Setelah lelah bermain basket Kenzo dan Nakula melanjutkan mengobrol diteras depan bersama Bagas, sementara Luna memilih menyingkir ke dapur untuk membantu Mommy nya menyiapkan sarapan.
Kenzo yang akan pulang ke rumahnya dilarang oleh Felisha. Felisha memaksa Kenzo untuk sarapan bersama.
"Lebih baik sarapan disini Ken..daripada di rumah sarapan sendiri tidak enak " Felisha memaksa.
Karena merasa tidak enak akhirnya Kenzo pun menerima ajakan Felisha untuk sarapan bersama.
Selama sarapan Bagas, Nakula dan Kenzo banyak membicarakan masalah bisnis. Bagas sempat menyarankan kepada Kenzo untuk mengembangkan bisnis yang sedang di jalani oleh keluarga Kenzo di Jepang untuk dikembangkan di Indonesia.
"Papih sudah ada niat Om..rencananya awal tahun Papih akan membawa konsultannya kesini " jawab Kenzo.
Mata Luna terlihat berbinar ketika mendengar keluarga Kenzo akan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Luna berharap jika Kenzo kelak akan menetap di Jakarta.
Luna yang tanpa sadar sedang senyum-senyum sendiri langsung menunduk ketika menyadari jika Kenzo sedang menatapnya sambil tersenyum tipis.
Siangnya Bagas mengajak Nakula dan Kenzo pergi bermain golf. Sementara Luna dan Felisha memilih pergi ke sebuah klinik kecantikan untuk melakukan perawatan wajah dan rambut.
Sepulang dari klinik kecantikan Felisha mengajak Luna makan disebuah restoran pavorit mereka.
Pada saat makan Felisha mendapati Luna diam-diam sedang menatap kepada pasangan seusianya yang sedang makan di meja yang tidak jauh dari mereka.
"Mom..Kakak boleh bertanya tidak ?" tanya Luna lirih.
"Boleh dong..kakak mau tanya apa ?" tanya Felisha.
Luna terlihat ragu-ragu untuk berbicara. Felisha menatap Luna lembut menunggu dengan sabar.
"Apakah Kakak sudah boleh punya pacar ?" tanya Luna dengan wajah takut.
Felisha tersenyum menatap pada putrinya yang sudah menginjak remaja. Jujur ia tidak menyangka jika gadis kecilnya itu akan menanyakan itu.
"Kakak sudah punya pacar ?" bukan menjawab Felisha malah balik bertanya. Luna menggeleng.
"Teman-teman aku banyak yang sudah punya pacar " ujar Luna.
"Mommy tidak melarang kakak punya pacar " jawab Felisha.
"Mommy pikir kakak sudah pacaran sama orang yang suka kasih coklat itu " ujar Felisha sambil menyentuh tangan Luna.
"Tidak Mom " jawab Luna.
"Kakak boleh punya pacar tapi ada syaratnya " ujar Felisha.
"Kakak tau..harus bisa menjaga diri kan ?" jawab Luna.
"Iya Sayang " jawab Felisha.
Felisha tidak ingin mengekang Luna namun ia juga tidak ingin sampai Luna melakukan kesalahan seperti yang pernah ia lakukan bersama Bagus.
"Terimakasih Mom " ucap Luna.
"Kalau kakak sudah punya pacar cepet-cepet kenalin sama Mommy dan Daddy ya " pinta Felisha.
"Iya mom " jawab Luna tersenyum penuh kelegaan.
__ADS_1