Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Berikan Satu Alasan


__ADS_3

Pagi ini Luna sudah siap dengan pakaian olahraga lengkap. Hampir setiap weekend Luna selalu menyempatkan berkeliling komplek tempat tinggalnya dengan sepedanya.


Biasanya Daddy nya juga tidak pernah absen, namun pagi ini ia tidak melihat Daddy dan Mommy nya nya keluar dari kamar.


Akhirnya pagi itu Luna pergi sendiri mengayuh sepedanya karena Abimanyu pun terlihat masih terlelap dibawah selimutnya.


Luna terus mengayuh sepedanya mengelilingi komplek perumahan tempat tinggalnya. Setelah dua putaran Luna pun beristirahat di taman tempat biasa ia dan Abimanyu bermain sambil menenggak air minum dari Tumbler nya.


Luna nyaris tersedak ketika tiba-tiba Kenzo muncul dan duduk disebelah Luna.


"Kakak..bikin kaget saja " Luna memukul lengan Kenzo.


"Maaf " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Kakak kesini pake sepeda juga ?" Luna celingukan mencari sepeda Kenzo tapi tidak ada.


"Kakak tidak bawa sepeda....sedang ingin joging " jawab Kenzo.


"Ooh " jawab Luna.


"Kamu sendirian ?" tanya Kenzo


"Iya..Abi masih tidur.. Daddy juga tidak biasanya absen olahraga pagi.. padahal biasanya Daddy yang paling rajin ngajak aku olahraga " jawab Luna.


Meskipun olahraga sendiri namun dengan kehadiran Kenzo Luna pun jadi ada teman mengobrol.


Ketika matahari mulai naik, Luna dan Kenzo pun memutuskan pulang.


"Kakak mau nebeng sepeda aku tidak ?" tanya Luna.


"Boleh " jawab Kenzo.


Kenzo pun naik ke sepeda Luna, kemudian Luna duduk miring di besi depan Kenzo. Sekilas tangan Kenzo seperti yang memeluk Luna.


"Kakak mau kemana dulu ?" Luna protes ketika Kenzo mengarahkan sepedanya bukan kearah rumah mereka.


"Kita muter-muter lagi " jawab Kenzo.


"Tapi aku cape kak " Luna merajuk.


"Kamu tinggal duduk manis saja, kan kakak yang mengayuh sepedanya " jawab Kenzo santai.


"Terserah kakak deh..tapi jangan ngebut " Luna mencengkram kedua lengan Kenzo


"Tidak akan " jawab Kenzo sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh Luna yang berada tepat didepan tubuhnya.


"Kakak..kapan pulang lagi ke Jepang ?" tanya Luna.


"Lusa " jawab Kenzo


"Lalu kesini lagi kapan ?" tanya Luna


"Kakak tidak tau... memangnya kenapa ?" Kenzo balik bertanya.


"Tidak apa-apa hanya bertanya saja " jawab Luna lirih.


"Mungkin Kakak akan jarang pulang ke Jakarta karena keluarga kakak kan sudah menetap di sana " ujar Kenzo.


" Oh begitu ya "


"Tapi...kalau kamu yang minta kakak akan sering-sering pulang ke Jakarta " lanjut Kenzo.


"Kenapa begitu ?" tanya Luna.


"Karena harus ada alasan untuk kakak pulang ke Jakarta " jawab Kenzo.


Luna diam tidak bergeming. Ia bingung karena merasa belum pantas untuk dijadikan alasan Kenzo sering pulang ke Jakarta.


"Kenapa diam ?" tanya Kenzo

__ADS_1


"Kakak jangan bikin aku bingung ah " Luna mencubit lengan Kenzo .


Kenzo yang kaget mendapat cubitan dari Luna membuat sepeda mereka sedikit oleng.


"Kakaaak..!" Luna terpekik ketakutan sambil memeluk tangan Kenzo.


"Kenapa harus bingung..kamu cukup bilang saja agar kakak sering-sering pulang ke Jakarta " ujar Kenzo.


"Terserah kakak " jawab Luna mengambang.


"Kalau begitu kakak tidak janji akan sering pulang ke Jakarta " jawab Kenzo.


Luna lagi-lagi diam, ia bingung tidak tau harus menjawab apa. Jujur ia senang jika Kenzo sering pulang ke Jakarta tapi ia tidak mau dijadikan satu-satunya alasan kepulangan Kenzo ke Jakarta.


"Terserah kakak saja " lagi-lagi hanya kalimat itu yang keluar dari bibir mungil Luna.


*


Felisha membuka matanya ketika hangatnya sinar matahari menyusup disela-sela gorden kamarnya.


Perlahan Felisha menyingkirkan tangan Bagas yang membelit tubuhnya sehingga ia tidak bisa bergerak namun Bagas masih enggan menyingkirkan tangannya itu dari tubuh polos Felisha.


"Mau kemana..ini masih pagi " Bagas malah menarik tubuh Felisha kedalam pelukannya.


"Masih pagi apanya Mas..lihat ini sudah terang. Biasanya kamu sama Luna dan Abi olahraga ke taman " ujar Felisha.


"Olahraga nya kan sudah tadi disini sama kamu " jawab Bagas masih dengan mata terpejam.


Felisha tertawa sambil mengusap dada Bagas yang berbulu dan sedikit lembab. Perlahan dikecupnya lembut dada bidang yang begitu nyaman dan selalu memberikan kehangatan itu.


"Sudah siang Mas..bangun yuk ! nanti anak-anak mencari kita "


"Sebentar lagi..Mas masih ingin peluk kamu " jawab Bagas semakin mengeratkan pelukannya.


Tidak lama kemudian ucapan Felisha benar-benar terbukti, Abimanyu yang sudah mandi tiba-tiba masuk ke kamar mereka dan langsung naik keatas ranjang.


"Abi juga mau dipeluk seperti Mommy " Abi memposisikan dirinya diantara Bagas dan Felisha.


"Kakak Luna mana ?" tanya Bagas.


"Ada di depan baru pulang sepedahan sama kakak Ken " jawab Abimanyu.


"Abi tidak ikut main sepeda ?" tanya Felisha


"Abi kan bangunnya kesiangan Mom " jawab Abimanyu sambil memeluk Mommy dan Daddy nya.


"Kalau begitu kita sama " ujar Bagas sambil terkekeh.


"Dad..aku ingin ke rumah Enin. Aziel juga mau kesana hari ini " pinta Abimanyu.


Bagas dan Felisha saling pandang. Sudah menjadi hal yang wajib jika setiap weekend anak-anak terutama Abimanyu selalu ingin diantarkan ke rumah Bunda.


"Oke..tapi Daddy nya mandi dulu " jawab Bagas.


Abimanyu pun turun dari ranjang memberi kesempatan bagi Mommy dan Daddy nya mandi.


Setelah Abimanyu keluar dari kamar, Bagas menarik paksa tangan Felisha menuju kamar mandi.


"Kita mandi bareng " ucapnya penuh maksud.


"Mandi bareng sama Mas Bagas suka lama " Felisha menggerutu.Ia sudah hapal kebiasaan suami mesumnya itu.


"Jangan suka menggerutu, menyenangkan suami itu ibadah " nasehat Bagas sambil menarik Felisha kebawah kucuran shower dan mulai menyabuni tubuh Felisha.


Acara mandi selesai setelah hampir satu jam. Setelah berpakaian lengkap mereka pun keluar untuk sarapan.


Bagas yang awalnya akan mengantarkan Abi ke rumah Bunda akhirnya tidak jadi karena Ajeng dan Ezra yang datang untuk menjemput Abi.


Ajeng sengaja datang untuk memberikan oleh-oleh dari Semarang kepada Felisha sekalian menjemput Abimanyu.

__ADS_1


Hari ini Luna tidak ikut ke rumah Bunda karena Mamih Kenzo mengajak Luna ikut dengannya ke acara peresmian sebuah cafe milik salah satu rekan bisnis suaminya.


Mamih Kenzo sengaja mengajak Luna karena Kenzo menolak untuk ikut. Beruntung Bagas dan Felisha mengijinkannya membawa Luna.


Mamih dan Papih Kenzo yang sudah siap akan berangkat bersama Luna dibuat kesal karena Kenzo tiba-tiba memutuskan ingin ikut.


"Kamu itu semalam bilang tidak mau ikut " Papih Kenzo menggerutu karena harus menunggu Kenzo berpakaian.


"Iya..aneh sekali anak itu " Mamih Kenzo pun tampak kesal.


Setelah Kenzo siap mereka pun berangkat. Mamih Kenzo menyuruh Luna duduk di depan karena Kenzo yang mengemudikan mobil.


Entah disengaja atau tidak Kenzo mengenakan kemeja berwarna putih tulang senada dengan gaun selutut yang Luna kenakan.


"Kalian itu janjian pake baju couple ga sih ?" tanya Mamih Kenzo ketika melihat penampilan Kenzo dan Luna.


"Tidak Tan " jawab Luna.


Sementara Kenzo hanya tersenyum tipis. Sebetulnya Kenzo memang sengaja mengenakan kemeja dengan warna yang sama dengan gaun yang Luna pakai.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka pun sampai di tempat yang dimaksud.


Mamih Kenzo menuntun Luna memasuki sebuah cafe yang cukup mewah yang hari ini baru diresmikan.


Suasana yang nyaman dengan konsep semi outdoor membuat cafe ini terlihat sangat berkelas.


Mamih dan Papih Kenzo mengenalkan Luna kepada rekan-rekan bisnisnya sebagai putri mereka dengan penuh kebanggaan. Apalagi hampir semua yang datang memuji kecantikan Luna.


Pada saat Mamih dan Papih Kenzo mengobrol Kenzo membawa Luna untuk duduk terpisah sambil menikmati hidangan.


"Kakak sengaja ya pake baju yang warnanya sama kayak aku " tuduh Luna.


"Iya..memangnya kamu keberatan ?" tanya Kenzo.


"Tidak sih " jawab Luna.


"Ya sudah tidak usah protes " jawab Kenzo santai sambil mencomot makanan milik Luna.


"Kakak..ini punya aku tau " Luna memukul tangan Kenzo.


"Perasaan enakan punya kamu daripada punya kakak " jawab Kenzo.


"Mana mungkin " cibir Luna sambil menjauhkan piringnya dari Kenzo.


"Dasar pelit " cibir Kenzo


"Biarin..kalau masih mau kakak ambil lagi saja kesana " ujar Luna.


Tawa canda antara Luna dan Kenzo tiba-tiba terganggu dengan kehadiran Rio disana.


"Rio..kamu disini juga ?" tanya Luna


"Iya..ini cafe milik keluarga aku " jawab Rio sambil ikut bergabung bersama Luna dan Kenzo.


Wajah Kenzo langsung berubah masam ketika Rio ikut bergabung di meja mereka. Namun Kenzo cukup tau diri dan tidak mengusir bocah itu karena walau bagaimanapun Rio adalah tuan rumah.


Wajah Kenzo semakin masam manakala Rio mengajak Luna untuk mengambil menu andalan disana.


"Kakak mau tidak biar sekalian aku ambilkan " Luna menawarkan diri sebelum pergi.


"Tidak usah " jawab Kenzo.


Sepulang dari acara wajah Kenzo terus terlihat masam berbanding terbalik pada saat mereka pergi. Mamih dan Papih Kenzo juga Luna heran dengan perubahan sikap Kenzo yang tiba-tiba.


"Kamu itu kenapa sih Ken tiba-tiba cemberut ?" tanya Papih Kenzo


"Iya..waktu semalam kamu tidak mau ikut Mamih juga tidak maksa, makanya Mamih ajak Luna " ujar Mamih.


"Tidak apa-apa Mih " jawab Kenzo.

__ADS_1


"Dasar aneh " gumam Mamih Kenzo.


__ADS_2