Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Tanpa Alasan Cinta Datang Dan Bertahta


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang hanya beberapa saat saja Kenzo melepaskan tangan Luna. Selebihnya tangan kokoh Kenzo kembali menggenggam erat tangan Luna.


"Kalau kamu ngantuk tidur saja " ujar Kenzo dengan mata tetap fokus kedepan.


"Tidak..kata Mommy aku suruh nemenin kakak biar tidak mengantuk " jawab Luna.


"Kakak tidak mengantuk..lebih baik kamu tidur saja takutnya nanti pusing " jawab Kenzo.


"Aku juga tidak mengantuk " jawab Luna.


Supaya tidak mengantuk Luna dan Kenzo pun mendengarkan lagu. Mereka bersenandung dengan tangan saling bertautan.


. . . . . . . .


Cinta karena cinta


Tak perlu kau tanyakan


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta


Cinta karena cinta


Jangan tanyakan mengapa


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara


. . . . . . . .


Di rest Area km 97 Felisha mengirim pesan kepada Luna untuk beristirahat. Kebetulan Bagas akan mengisi bahan bakar mobilnya sambil makan siang.


"Kak.. Mommy bilang kita istirahat dulu " ucap Luna setelah membaca pesan yang dikirimkan Felisha kepadanya.


"Oke Sayang " jawab Kenzo.


Luna dan Kenzo turun dari mobil setelah Kenzo memarkirkan mobilnya disebelah mobil Bagas.


"Kita makan dulu " ajak Bagas


Bagas dan Felisha membawa Luna dan Kenzo juga Abimanyu ke sebuah restoran yang ada disana.


"Mommy aku ingin pipis " bisik Abimanyu


"Sama kakak yuk cari toiletnya " Kenzo yang sempat mendengar Abimanyu ingin pipis mengajak bocah itu ke toilet.


"iya kak " jawab Abimanyu sambil beranjak menuju toilet dengan dituntun oleh Kenzo.


"Kenzo dijalan ngantuk tidak ?" tanya Bagas


"Tidak Dad " jawab Luna.

__ADS_1


"Syukurlah.. Daddy khawatir takut dia ngantuk. makanya nyuruh kakak temani dia..soalnya mereka habis pulang dari puncak " ujar Bagas.


"Iya.. Mommy juga khawatir takut Kenzo mengantuk " tambah Felisha.


"Kalau Kakak Ken mengantuk gantian saja sama aku nyetir nya " jawab Luna.


"Jangan.. Daddy tidak ijinkan " jawab Bagas tegas.


Tidak lama kemudian Abimanyu dan Kenzo kembali dari toilet. Kenzo menenteng dua cup kopi yang ia beli di gerai Starbucks yang berada disana.


"Kamu tau saja kalau Om sedang ingin ngopi " Bagas tampak senang ketika Kenzo memberikan satu cup kopi kepadanya.


Selama makan Luna dan Kenzo sama sekali tidak terlibat obrolan. keduanya terlihat acuh berbanding terbalik ketika tadi sewaktu mereka didalam mobil.


"Kapan kembali ke Jepang Ken ?" tanya Felisha.


"Besok Tan " jawab Kenzo.


Luna melirik sekilas kearah Kenzo. Ia sedikit terkejut mendengar Kenzo akan kembali ke Jepang besok.


"Abi kira kakak Ken tidak akan pergi lagi seperti kakak Nakula, ternyata kakak Ken sama seperti kakak Dewa " ujar Abimanyu.


"Kakak ken kan memang tinggal disana Abi " jawab Bagas.


Bagas dan Felisha melirik kearah Luna yang tampak tidak berminat ikut ngobrol, gadis cantik itu fokus makan sambil sesekali memainkan ponselnya.


"Kak..Kenzo nya dijalan diajak ngobrol ya biar tidak ngantuk " titah Felisha


"Kalian selama perjalanan ngobrol tidak sih, sepertinya percuma Daddy menyuruh kakak pindah ke mobil Kenzo " tanya Bagas menyelidik.


"Luna menemani Ken ngobrol kok om " jawab Kenzo cepat.


Kenzo sengaja tidak memberitahu Bagas dan Felisha tentang apa yang mereka lakukan tadi di mobil.


Kenzo sangat beruntung ketika untuk pertama kalinya ia bisa mendengar suara merdu Luna menyanyikan sepenggal lagu Judika.


Setelah mengisi bahan bakar terlebih dahulu, kedua mobil mewah berplat B itu pun kembali meluncur menuju Jakarta.


"Kakak beneran besok pulang ?" tanya Luna setelah mereka berada di dalam mobil.


"Iya..kenapa ?..masih kangen ya ?" Kenzo menjawil dagu Luna.


"Ish..kakak " Luna mendelik.


"Kalau masih kangen bilang saja..kakak tidak masalah menunda kepulangan kakak beberapa hari.. paling gaji kakak dipotong sama Papi " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Jangan..kerja saja yang bener " jawab Luna.


"Sebenarnya kakak juga masih kangen sama kamu..kalau sudah di Jakarta rasanya malas pulang. Pengen disini terus biar bisa dekat kamu terus " Kenzo kembali meraih tangan Luna dan menggenggamnya.

__ADS_1


Luna diam tidak menjawab, meski masih samar namun Luna mulai merasa nyaman jika berada di dekat Kenzo.


"Sayang..apakah Mommy dan Daddy melarang kamu pacaran ?" tanya Kenzo tiba-tiba.


"Tidak " jawab Luna.


Meskipun sangat posesif namun Mommy dan Daddy nya tidak pernah sekalipun melarang Luna pacaran. Bahkan Mommy nya tampak biasa ketika mengetahui ada yang memberi Luna coklat.


"Kakak takut kena hajar Daddy dan kedua kakak kamu karena sudah berani macarin putri kesayangannya " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Dasar pengecut " cibir Luna.


Mendengar Luna menyebut dirinya pengecut seperti sebuah tantangan agar ia segera memproklamirkan mengenai hubungan mereka.


"Kalau begitu sebelum kembali ke Jepang kakak akan bilang sama keluarga kamu kalau kita sebetulnya pacaran " ucap Kenzo dengan wajah serius.


"Jangaaaan..aku belum siap kak " Luna terlihat panik.


"Kenapa belum siap ?" tanya Kenzo.


"Kita kan tidak tau kedepannya seperti apa, bisa saja ditengah jalan kita putus..aku ingin hubungan keluarga kakak dan keluarga aku tetap baik walaupun misalnya kita putus " jawab Luna.


"Kakak tidak suka kamu berpikir jika kita akan putus " Kenzo terlihat tidak suka dengan ucapan Luna.


"Kan aku bilang bisa saja..itu artinya mungkin.. sesuatu yang bisa terjadi bisa tidak..aku hanya antisipasi. Karena selama ini keluarga kakak dan keluarga aku hubungannya sangat baik " Luna menjelaskan.


"Sampai kapan pun kakak tidak akan melepaskan kamu " Kenzo semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Untuk beberapa saat keduanya diam, mereka hanya berkomunikasi melalui jari-jari mereka yang saling meremat.


"Sayang.. setelah lulus sekolah kamu kuliah di Jepang saja biar kakak bisa menjaga kamu disana " ucap Kenzo.


"Tidak..aku ingin disini saja. Aku belum bisa jauh dari Mommy dan Daddy " jawab Luna sambil terkekeh.


"Dasar manja " ujar Kenzo ikut terkekeh.


Setelah menempuh perjalanan yang lebih lama karena sempat terjebak macet, akhirnya kedua mobil mewah itu pun mulai memasuki halaman rumah megah Bagas.


Setelah turun dari mobil, Kenzo membantu Felisha menurunkan semua barang dari mobil Bagas. Dijalan Felisha memang sempat berbelanja oleh-oleh khas Bandung yang cukup banyak.


"Tidak kebanyakan ini belanjaannya Sayang ?" sindir Bagas.


"Ini sebagian buat dibawa Kenzo pulang Sayang " jawab Felisha.


"Oh begitu " gumam Bagas.


Setelah membantu memasukan semua barang ke dalam rumah, Kenzo pun pamit untuk beristirahat di rumahnya.


Besoknya Kenzo kembali ke Jepang. Ia tidak sempat bertemu dengan Luna karena gadis itu sedang sekolah.

__ADS_1


Kenzo sempat pamit akan pulang kepada Luna melalui sambungan telepon semalam sebelum Luna tidur.


__ADS_2