
Dua hari kemudian Luna dan Kenzo sudah benar-benar sembuh dari demamnya dan mereka sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
Diusia Luna yang sudah 17 tahun Bagas sudah mengijinkan Luna untuk membawa mobil sendiri ke kampus.Namun Kenzo tampaknya masih keberatan.
Kenzo tidak ingin waktu kebersamaannya dengan Luna akan berkurang jika gadis itu tidak lagi dia antar jemput ke kampus.
"Kamu sudah tidak mau kakak antar jemput lagi ?" tanya Kenzo ketika mereka berada di parkiran kampus.
"Bukan begitu Kak..aku kasian saja kalau kakak harus antar jemput aku setiap hari, sedangkan kakak sendiri sibuk dengan pekerjaan " Luna memberikan alasannya kepada Kenzo.
"Tapi kakak tidak keberatan Sayang " jawab Kenzo.
"Aku juga ingin mandiri kak..tidak selalu tergantung sama kakak.Kalau kakak lagi sibuk kan aku bisa pergi sendiri " bujuk Luna.
"Terserah kamu deh " Kenzo akhirnya menyerah.
"Kakak seperti yang tidak iklas gitu kasih ijin nya " ucap Luna dengan nada sedih.
"Sebenarnya sih emang kakak keberatan membiarkan kamu bawa mobil sendiri " ucap Kenzo jujur.
"Tuh kan.. keliatan tau dari wajahnya ga iklas gitu " Luna langsung cemberut.
"Ga ada senyumnya..kakak jadi jelek " Luna menarik paksa bibir Kenzo agar tersenyum. Namun bukan senyuman yang ada malah terlihat aneh.
"Ternyata lebih mudah bujuk Daddy daripada kakak " keluh Luna.
"Masa sih "
"Kalau bujuk Daddy.. tinggal bikinin kopi trus kasih cium..gampang...kalau kakak aku sampai harus memohon-mohon dulu ." jawab Luna dengan wajah cemberut.
"Kenapa kalau bujuk Daddy dikasih cium tapi kalau bujuk kakak tidak ?" tanya Kenzo.
"Haaah..?" Luna langsung bengong.
"Kalau kamu tidak mau kasih cium, biar kakak saja yang cium kamu " Kenzo memajukan bibirnya mendekat kearah wajah Luna.
"Tidak..tidak.." Luna menahan wajah Kenzo dengan kedua tangannya.
"Kenapa tidak boleh ? dulu waktu kecil kamu pernah loh cium kakak " ujar Kenzo.
"Masa sih ?" tanya Luna tidak percaya.
"Beneran Sayang.. Kamu mencium kakak waktu di Bali..waktu itu kakak ngajarin kamu melukis. Sampai sekarang kakak masih ingat masa kamu sudah lupa " jawab Kenzo sambil tersenyum.
"Waktu itu kan aku masih kecil kak..jadi belum mengerti " Luna tersipu malu.
"Makanya sekarang kakak mau balas " ujar Kenzo.
Luna tidak dapat mengelak ketika tiba-tiba bibir Kenzo menyentuh bibirnya.
"Kakaaak..ih nakal " Luna mencubit perut Kenzo dengan sekuat tenaga membuat Kenzo mengaduh sambil minta ampun.
Setelah Kenzo meminta ampun barulah Luna melepaskan jepitan tangannya di perut Kenzo.
__ADS_1
"Bibir kamu manis " ujar Kenzo membuat Luna kembali mencubit perutnya dan Kenzo pun kembali mengaduh sambil meminta ampun.
"Kamu itu galak dan pelit..masa minta cium saja tidak boleh " keluh Kenzo.
Meski diselingi candaan namun tidak dapat dipungkiri jika sentuhan bibir keduanya yang hanya sekilas itu telah mampu menghasilkan rasa yang luar biasa bagi keduanya.
"Sudah sore kita pulang..kakak tidak mau Daddy kamu marah kalau kamu terlambat pulang " ujar Kenzo sambil menyalakan mesin mobilnya.
*
Setelah beberapa hari Luna membawa mobil sendiri ke kampus,semua kekhawatiran Kenzo benar-benar terbukti. Waktu kebersamaannya dengan Luna menjadi berkurang.
Sabtu pagi disaat Kenzo sedang menikmati secangkir kopi diteras depan ia melihat Luna pergi dengan mobilnya bersama Abimanyu. Luna tidak sempat melihat keberadaan Kenzo diteras.
Kenzo pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Luna.
"Mau kemana Sayang ?" tanya Kenzo
"*Mau ke rumah Enin Abi ingin nginep "
"Kamu* jangan ikut nginep ya..kan malam ini apel pertama kakak " pinta Kenzo.
"Iya " jawab Luna.
"Ya sudah hati-hati..salam buat semuanya " ucap Kenzo sebelum mengakhiri sambungan telepon.
"Sudah boleh bawa mobil sendiri sama bos besar ?" tanya Dio ketika Luna dan Abi turun dari mobil.
"Sudah punya pacar juga ?" Dio terus bertanya.
"Sudah Om...pacarku memang dekat lima langkah dari rumah " jawab Abi sambil bersenandung.
"Jadi keponakan Om yang cantik ini pacaran sama anak Jepang itu ?" goda Dio.
"Abiii..awas kamu " Luna mengejar Abimanyu hendak mencubitnya namun Abimanyu dengan gesit langsung kabur dan bersembunyi dibalik tubuh kakeknya.
Luna berhenti mengejar Abimanyu ketika Kinanti dan Bunda memanggilnya dari dapur dan meminta Luna membantu mereka memasak.
Luna sama sekali tidak menolak membantu di dapur meskipun di rumah ia tidak pernah membantu memasak karena ada pelayan yang mengerjakan semuanya.
"Waduh bisa marah Daddy nya kalau tau anak gadisnya disuruh ke dapur " Dio menggoda Luna yang sedang memotong sayuran.
"Sayaang jangan ganggu..mending sana urusin Abi sama Alyn " Kinanti mengusir Dio.
"Kak .saran Om kamu ikut kursus masak masakan Jepang saja " Sebelum pergi Dio masih sempat mencolek pipi Luna.
"Ooomm..sana gangguin terus " Luna langsung cemberut.
"Memang Kakak pacaran ya sama anak ganteng yang matanya agak sipit itu ?" tanya Bunda
"Bunda tau anak ganteng segala " Kinanti dan Luna tertawa terkikik.
Meskipun Luna tidak menjawab namun mata bunda cukup jeli melihat rona merah di wajah cucu cantiknya.
__ADS_1
Setelah seharian berada di rumah Bunda, sorenya Luna bersiap untuk pulang karena nanti malam adalah malam pertama Kenzo akan apel ke rumah.
Luna yang sudah siap akan pulang dibuat bingung ketika Mommy dan Daddy nya melarangnya pulang karena mereka akan menyusul ke rumah Bunda dan menginap di sana.
Luna yang tidak pernah membantah akhirnya tidak jadi pulang.Ia menunggu Mommy dan Daddy nya juga adik bungsunya yang masih Baby datang.
Luna tidak lupa mengabari Kenzo jika ia akan menginap.Untungnya Kenzo tidak keberatan meskipun acara wakuncar nya kembali gagal.
Bagas dan Felisha datang pada saat Luna sedang berada di kamar. Bagas menatap Luna yang masih mengenakan baju yang tadi pagi dipakai pada saat pergi.
"Kakak belum mandi ?" tanya Bagas
"Belum Dad..lagi males " jawab Luna sambil tertawa.
"Ya ampun kakak mandi sana jorok banget sih " omel Bagas.
"Buruan mandi..kasian Kenzo nungguin kamu di depan " Felisha mendorong Luna ke kamar mandi.
"Siapa Mom ?" tanya Luna.
"Kenzo...dia nganterin kita kesini karena Daddy lagi males bawa mobil..sekalian dia mau ngapelin kamu " jawab Felisha.
Setelah hampir setengah jam berada dikamar mandi dan berpakaian lengkap Luna pun keluar dari kamar.
Jantung Luna terasa berdegup lebih kencang ketika melihat Kenzo yang terlihat sangat tampan mengenakan celana jeans dan kemeja berwarna navy dengan bagian lengan digulung sampai ke siku.
"Kakak ga bilang mau kesini " ujar Luna sambil duduk disebelah Kenzo.
"Biar surprise..abisnya yang mau diapelin malah nginep disini " jawab Kenzo.
"Tadinya mau pulang..tapi kata Daddy tidak usah..taunya kakak yang nyusul kesini " ujar Luna sambil tersenyum senang.
"Kamu wangi banget Sayang "
"Aku kan baru mandi kak.. tadinya ga akan mandi.Tapi karena Kakak datang jadinya dipaksa mandi sama Mommy " jawab Luna
"Jorok banget sih kamu " omel Kenzo. Luna hanya tertawa.
Acara apel pertama Kenzo kali ini lebih tepat disebut acara kumpul keluarga karena mereka menghabiskan waktu dengan berkumpul dan bersenda gurau dengan keluarga besar Luna.
Ketika jam menunjukkan pukul 10 malam Kenzo pun pamit pulang. Luna mengantarkan Kenzo sampai pria yang sudah resmi berstatus kekasihnya itu ke mobilnya.
"Besok pulang jam berapa ?" tanya Kenzo sebelum masuk kedalam mobil.
"Entahlah.. bagaimana Abi saja. Soalnya dia yang paling susah jika diajak pulang " jawab Luna.
"Sepertinya kakak harus nyogok Abi biar tidak susah kalau diajak pulang " gumam Kenzo. Luna hanya tertawa.
"Kakak pulang dulu ya " ucap Kenzo sambil menarik pinggang Luna kemudian mencium bibirnya sekilas.
"Hati-hati di jalan..jangan ngebut bawa mobilnya " pesan Luna.
Kenzo menjawab dengan mengangguk, Ia pun masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Bunda..meninggalkan Luna yang tampak memegang bibirnya diantara debar jantungnya yang tidak beraturan.
__ADS_1