Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Badai Rumah Tangga


__ADS_3

Felisha memasukan baju-baju Bagas kedalam koper.Besok Bagas akan terbang ke Surabaya untuk urusan pekerjaan.Bagas memang sedang ada projek kerjasama dengan perusahaan besar asal Surabaya.


"Berapa hari disana ?" tanya Felisha setelah selesai paking.


"Tiga hari..tapi kalau lancar mas usahain sebelum tiga hari sudah pulang " jawab Bagas.


"Disana jangan macam-macam..kalau sampai macam-macam aku akan bawa pergi anak-anak jauh dari kamu " ancam Felisha.


"Kamu itu suami mau pergi bukannya di doakan ini malah ngancam " Bagas menjewer telinga Felisha.


"Ya biar kamu tidak macam-macam " jawab Felisha galak.


"Kalau mas Bagas macam-macam mau pilih mana.. dijauhin dari anak-anak atau punya kamu aku sunat ?" tanya Felisha


"Mas tidak mau dua-duanya..Mas cuma ingin satu macam saja " jawab Bagas seraya memeluk Felisha dari belakang.Tangan kiri Bagas menangkup dua benda membusung didada Felisha sedangkan tangan kanannya meluncur kebagian bawah perut Felisha.


"Sok puas-puasin sekarang biar nanti disana tidak pening " Felisha begitu pengertian tau apa yang sedang Bagas inginkan sekarang.


"Istri yang pintar " puji Bagas sambil mencium bahu Felisha yang terbuka karena mengenakan baju tidur dengan tali spaghetti.


Malam itu Felisha memberikan pembekalan yang cukup untuk tiga hari.Felisha tidak mau sampai Bagas mengeluh jika kepalanya pening saat jauh darinya.


Setelah mendapat bekal yang cukup,Bagas pun terkapar diatas tubuh Felisha dengan bermandikan peluh.


Felisha menciumi seluruh wajah Bagas dan terakhir menggigit telinganya dengan gemas.


Bagas sama sekali tidak bergeming karena ia sangat lelah dan akhirnya langsung tertidur diatas tubuh Felisha.


"Sayaang turun..kamu berat " keluh Felisha.


Dengan mata yang masih terpejam Bagas pun menggulingkan tubuhnya turun dari atas tubuh Felisha dan kembali tertidur.


Felisha menutupi tubuhnya dan tubuh Bagas yang polos dengan selimut.Mereka pun tertidur dibawah selimut tebal nya.


"Selama Daddy di Surabaya kalian tidak boleh nakal,harus nurut sama mommy !" pesan Bagas kepada anak-anak Sebelum pergi.


"Kalian harus bantu jagain adik-adik " Bagas menatap dalam pada si kembar.


"Iya dad " jawab si kembar.


"Kalau urusan Daddy di Surabaya selesai kita liburan " janji Bagas.


"Yeeey..luburaaan " mendengar kata liburan Luna langsung berteriak senang.


"Giliran diajak liburan Luna yang paling kenceng suaranya " Bagas mengusap puncak kepala Luna sambil tertawa.


"Semenjak ada dedek Abi kita kan jarang liburan dad " ujar Luna sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Kan kalau dedek Abi masih kecil belum boleh dibawa kemana-mana " Bagas memberi alasan.


"Sekarang juga dedek Abi masih kecil dad..


belum bisa ngomong " kilah Luna


"Sekarang dedek Abi sudah agak besar, jadi sudah bisa dibawa liburan " jawab Bagas.


"Yeeey liburan.. liburan.." Luna loncat-loncat kegirangan.


Sebelum Bagas pergi,Felisha dibuat sedikit kerepotan karena Abimanyu tiba-tiba menangis kencang.Sepertinya bayi itu tau jika Daddy nya akan pergi.Felisha berusaha menenangkan Abimanyu dengan cara menyusuinya.


*


*


*


Sudah empat hari di Surabaya Bagas belum ada tanda-tanda akan pulang.Luna mulai rewel menanyakan Daddy nya.Abi pun kini mulai ikut-ikutan rewel.


"Masih ada yang harus dikerjakan disini, staf yang ikut bersama mas pulang lebih dulu ke Jakarta karena istrinya melahirkan " jawab Bagas saat Felisha bertanya tentang keterlambatannya pulang ke Jakarta.


"Luna merengek terus nanyain Mas..Abi juga ikut-ikutan rewel..mereka kangen Daddy nya " Felisha mengadu.


"Mas juga kangen sama anak-anak..sama kamu lebih kangen lagi..kepala mas mulai pening " keluh Bagas.


"Itu kan buat tiga hari Yang.." jawab Bagas


"Siapa suruh pulangnya mulur " ujar Felisha.


Dihari kelima Bagas di Surabaya,Felisha dibuat shock dengan berita di televisi yang menyiarkan berita tentang seorang pengusaha wanita di Surabaya dan pasangan selingkuhnya menjadi korban penembakan orang tidak dikenal.Keduanya ditemukan dalam keadaan bersimbah darah didalam mobil.


Felisha langsung ambruk ketika disebutkan jika nama salah satu korban penembakan itu adalah Bagas Hadi Pranoto pengusaha asal Jakarta.


Mbak Mia langsung mengamankan Abimanyu karena Felisha terus menangis meraung-raung memanggil-manggil nama Bagas. Beruntung saat itu Luna dan si kembar belum pulang dari sekolah.


Bunda dan Kinanti yang juga melihat berita itu langsung datang ke rumah Felisha.Hari itu juga Luna bersama Dio dan Kinanti langsung terbang ke Surabaya.


Felisha terpaksa membawa Abimanyu karena belum lepas ASI.Sementara Ayah dan Bunda menunggui Luna dan si kembar di rumah.


"Jangan biarkan anak-anak menonton televisi " pesan Dio kepada para pelayan sebelum pergi.


Setelah beberapa jam perjalanan,Felisha dan Dio sampai di rumah sakit tempat para korban penembakan berada. Sementara Kinanti menunggui Abimanyu di hotel yang berada tidak jauh dari rumah sakit.


Menurut keterangan petugas di rumah sakit korban wanita meninggal ditempat sementara pasangannya selamat namun dalam keadaan kritis.


Dokter sudah melakukan operasi pengangkatan proyektil peluru dari tubuh Bagas tadi malam,namun sampai saat ini kondisinya masih kritis.

__ADS_1


Dio memeluk Felisha yang terus menangis ketika melihat kondisi Bagas yang terbaring lemah dengan alat penunjang kehidupan terpasang disekujur tubuhnya.


"Kenapa mas Bagas tega melakukan itu dibelakang aku ?" Felisha terisak dalam pelukan Dio.


"Jangan dulu percaya pada berita yang beredar kita belum tau persis kebenaran nya " Dio berusaha menenangkan Felisha.


Keesokannya Ezra menyusul ke Surabaya.Ia memberi suport kepada Felisha yang tampak sangat terpukul karena selain kondisi Bagas yang masih kritis ditambah oleh kabar yang beredar yang mengatakan jika Bagas selingkuh.


"Ajeng tidak ikut ?" tanya Dio kepada sahabatnya.


"Ajeng di rumah ikut jagain anak-anak " jawab Ezra.


Ezra dan Dio mendatangi kantor polisi untuk mencari tau perkembangan kasus penembakan yang menimpa Bagas.Menurut hasil penyelidikan sementara penembakan itu dilatari oleh motif dendam.


Setelah seminggu berlalu,Dokter mengatakan jika Bagas sudah melewati masa kritisnya.Namun ia masih dalam keadaan belum sadar.


Dio dan Felisha berkonsultasi dengan dokter yang menangani Bagas tentang rencana mereka untuk memindahkan Bagas ke rumah sakit di Jakarta.


Karena kondisi Bagas yang terbilang stabil dokter pun mengijinkan.Keesokannya Bagas pun dipindahkan ke Jakarta dan dirawat disalahsatu rumahsakit di Jakarta.


"Mommy kenapa Daddy di luar kota nya lama ?" tanya Luna suatu malam.


"Pekerjaan Daddy belum selesai sayang " jawab Felisha.


"Nanti kalau sudah selesai kita jadi kan liburannya ?" tanya Luna.


"Iya jadi " jawab Felisha.


Felisha berusaha menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya dari anak-anak.Beruntung Nakula dan Sadewa tidak banyak bertanya karena dari kecil mereka sudah terbiasa ditinggalkan Bagas keluar kota dalam jangka waktu yang lama.


Namun malam itu ketika Felisha memeriksa Nakula dan Sadewa dikamarnya,Felisha terkejut dengan ucapan sikembar.


"Mom..apakah Daddy masih belum sadar juga ?" tanya Nakula.


"Kakak tau kalau Daddy...?"


"Iya mom " pungkas Nakula.


"Aku tau dari teman-teman di sekolah..mereka mengetahui beritanya dari televisi " ujar Sadewa lirih.


"Jangan terlalu percaya dengan berita yang beredar..kita belum tau kebenarannya " Felisha merengkuh kepala sikembar dan memeluknya.


Felisha buru-buru mengusap airmatanya yang nyaris jatuh dari sudut matanya.


"Kami tidak percaya jika Daddy tega melakukan itu " si kembar mulai terisak dalam pelukan Felisha.


Felisha tidak menjawab.Ia pun sana seperti kedua putra kembarnya yang masih tidak percaya jika Bagas tega berselingkuh darinya.

__ADS_1


Meski dilanda rasa kecewa dan sakit hati.Namun Felisha setia menemani Bagas yang masih terbaring koma di rumah sakit. Beruntung ada Ajeng dan Kinanti juga ayah dan bundanya yang ikut membantu menjaga anak-anak di rumah pada saat ia menunggui Bagas di rumah sakit.Dio dan Ezra pun masih setia memantau perkembangan kasus Bagas dari pihak kepolisian.


__ADS_2