Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Setitik Rindu


__ADS_3

Luna membereskan buku-bukunya setelah selesai belajar dan mengerjakan tugas sekolah kemudian ia bersiap untuk tidur.


Setelah ia naik keatas ranjangnya tiba-tiba Bagas dan Felisha datang ke kamarnya.


"Perutnya masih terasa sakit tidak Kak ?" tanya Bagas sambil duduk disisi ranjang.


"Sudah tidak Dad.... sakitnya hanya dihari pertama saja " jawab Luna.


"Syukurlah.. sekarang kakak tidur " jawab Bagas sambil mencium kening Luna sebelum beranjak keluar dari kamar Luna. Kini hanya tinggal Luna dan Felisha yang ada disana.


Setelah Bagas keluar dari kamar Luna, Felisha pun duduk di sisi ranjang persis ditempat yang tadi Bagas duduki.


"Tadi siang Abi bilang katanya kakak suka ada yang kasih coklat ya ?" tanya Felisha lembut.


"Iya Mom " jawab Luna.


"Cerita dong sama Mommy..siapa yang suka kasih kakak coklat " bujuk Felisha.


"Kakak juga tidak tau Mom.. coklatnya suka dititipin lewat Cindy teman sebangku aku " jawab Luna jujur.


"Apakah setiap hari ?" tanya Felisha menyelidik. Luna mengangguk.


"Apakah Kakak seharusnya tidak usah terima Mom ?" tanya Luna.


"Terima saja..tidak baik menolak rejeki. Tapi alangkah baiknya kalau Kakak tau siapa yang selalu menitipkan coklat untuk Kakak..supaya kakak bisa bilang terimakasih " nasehat Felisha.


"Baik Mom..nanti kakak tanya ke Cindy " jawab Luna.


"Oke.. sekarang kakak tidur biar besok tidak kesiangan bangunnya " Felisha menarik selimut hingga menutupi dada Luna.


"Iya mom " Luna langsung memejamkan matanya setelah mendapatkan satu ciuman dari Mommy nya.


Setelah memastikan Luna tertidur, kini giliran Felisha memeriksa Abimanyu. Disana ada Bagas yang juga sedang memeriksa jagoan kecilnya.


"Ssstt..Abi baru saja tidur " bisik Bagas sambil menarik tangan Felisha agar keluar dari kamar Abimanyu.


"Aku mau cium Abi dulu " Felisha mendekat kearah Abimanyu dan menciumi pipinya dengan gemas


"Sudah Sayaang..nanti Abi nya bangun " Bagas menggiring Felisha keluar dari kamar Abimanyu.


Keluar dari kamar Abimanyu, Bagas dan Felisha pun masuk ke kamar mereka.


"Tadi kamu ngomong apa sama Luna ?" tanya Bagas penasaran sambil berbaring diatas kasur memperhatikan Felisha yang sedang memakai skincare nya.


"Biasa lah obrolan para wanita " jawab Felisha membuat Bagas semakin penasaran.


"Kamu itu bikin Mas penasaran saja " gumam Bagas.

__ADS_1


"Tadi itu aku tanya sama Luna siapa yang suka kasih dia coklat " Felisha yang sudah selesai memakai skincare nya naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Bagas.


"Oh ya..memangnya kenapa kalau ada yang kasih coklat " tanya Bagas.


"Masa tidak mengerti sih Yang..kalau ada yang ngasih coklat itu berarti tandanya Luna ada yang suka " jawab Felisha.


"Oh begitu " gumam Bagas.


"Dasar kanebo kering masa tidak mengerti sih


dasar tidak romantis " gumam Felisha.


"Bukannya kamu sudah tau dari dulu kalau Mas itu tidak romantis " jawab Bagas.


"Iya..Mas Bagas itu tidak romantis....tapi mesum " cibir Felisha sambil mencubit ujung hidung Bagas dengan gemas.


"Terus siapa yang suka kasih Luna coklat ?" mereka kembali membahas Luna.


"Kata Luna dikasih kakak kelasnya lewat Cindy teman sebangkunya " jawab Felisha.


"Ternyata putri kita sudah punya pengagum rahasia " ujar Bagas sambil tertawa.


"Iya Sayang.. perasaan baru kemarin aku melahirkan dia..menimang dan menyusui.. Sekarang sudah menjadi gadis remaja " jawab Felisha lirih sambil menyusupkan wajahnya didada Bagas.


"Sayang..ada yang ingin Mas bicarakan sama kamu " bisik Bagas dengan wajah yang serius.


"Tentang apa ?" tanya Felisha.


"Mas bikin aku deg-degan ah " Felisha mengangkat kepalanya kemudian menatap wajah Bagas.


Bagas menarik napas dalam sebelum memulai berbicara. Entah mengapa Felisha merasa jika yang akan Bagas katakan adalah hal yang sangat serius.


"Pada saat Bagus meninggal dia meninggalkan tabungan yang cukup banyak di rekeningnya. Beberapa tahun yang lalu Mas berkonsultasi dengan Dio untuk mengalihkan semua tabungan milik Bagus menjadi milik Luna..maaf Mas baru ngomong sekarang sama kamu " ucap Bagas lirih.


Bagas sebetulnya enggan membahas masa lalu namun Felisha berhak tau.


"Semua terserah Mas Bagas saja " jawab Felisha sambil kembali menyusupkan wajahnya di dada Bagas.


"Aku tidak peduli berapapun uang peninggalan Mas Bagus karena aku dan Luna sudah mendapatkan yang lebih dari cukup dari kamu Sayang " ujar Felisha lirih dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas pastikan kamu dan anak-anak mendapatkan yang terbaik " Bagas mengusap punggung Felisha lembut .Setelah mengatakan semua yang mengganjal dihatinya Bagas pun terlihat lega.


*


Minggu pagi Bagas mengajak Luna dan Abi juga Felisha bersepeda mengelilingi taman komplek tempat tinggal mereka.


"Aku tidak ikut ya Sayang..kan aku mau nyiapin sarapan " Felisha mencari alasan untuk tidak ikut.

__ADS_1


"Yang nyiapin sarapan kan ada pelayan..jangan cari alasan " Bagas menyentil kening Felisha.


"Tapi Sayang..."


"Tidak ada alasan..cepat mandi " pungkas Bagas langsung membopong tubuh Felisha kemudian membawanya ke kamar mandi.


"Kamu itu maksa banget sih Yang " Felisha menggerutu sambil melepaskan semua bajunya dan mulai mandi.


Setelah mandi dan memakai baju olahraga lengkap Bagas dan Felisha pun keluar. Dihalaman Luna dan Abimanyu sudah siap diatas sepedanya masing-masing.


"Tumben Mommy ikut " ujar Aluna.


"Daddy tuh yang maksa " jawab Felisha sambil melirik kearah Bagas.


"Tidak usah menggerutu Sayang " omel Bagas


"Iya .iya " jawab Felisha.


Mereka pun mengayuh sepedanya beriringan mengelilingi komplek perumahan dan bersantai sejenak di taman.


Bagas dan Felisha duduk dibangku taman sambil mengawasi Luna yang sedang menemani Abimanyu bermain.Ketika matahari mulai naik mereka pun memutuskan pulang.


Setelah sampai di rumah, Abimanyu tiba-tiba merengek ingin ke rumah Bunda. Mereka pun akhirnya langsung pergi ke rumah Bunda.Abi berhenti merengek setelah Bagas menuruti keinginannya.


"Kakak tau kenapa kamu ingin ke rumah Enin sekarang..pasti karena di rumah Enin sedang ada dedek Aziel kan ?" tebak Luna.


"Iya kak..kemarin Aunty Ajeng bilang mau ke rumah Alyn hari ini " jawab Abimanyu.


"Pantas saja Abi pengen kesana sekarang.. ternyata pasukannya sedang ngumpul disana " gumam Bagas sambil fokus mengemudi.


Begitu mereka datang, Bagas langsung bergabung dengan Ayah, Dio dan Ezra yang sedang mengobrol di halaman belakang.


Sementara Felisha dan Luna langsung bergabung dengan Ajeng dan Kinanti yang sedang sibuk membantu Bunda memasak untuk makan siang di dapur.


"Kakak mau bantuin masak ?" tanya Kinanti menggoda Luna.


"Boleh Tan..bantuin apa ?" Luna balas bertanya.


"Ngupas bawang bisa ?" tanya Ajeng


"Jangan ngupas bawang dong Aunty..aku tidak kuat pedih " jawab Luna sambil tersipu.


"Ya sudah kalau begitu kakak lebih baik awasi adik-adiknya bermain saja " ujar Bunda


"Iya Nin " jawab Luna sambil beranjak keluar dari dapur.


Luna mengajak Abi, Alyn dan Aziel belajar mewarnai dikamar Nakula dan Sadewa yang kini menjadi kamar Luna sejak kedua kakaknya itu melanjutkan studinya.

__ADS_1


Pada saat mengajari ketiga bocah itu mewarnai tiba-tiba Luna teringat kepada Kenzo yang dulu sering mengajarinya mewarnai.


.


__ADS_2