Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Di Produksi di Jepang vs di Mobil


__ADS_3

Karena Cindy yang masih mengalami mabuk berat akhirnya Sadewa pun memutuskan untuk menginap.


Sementara Luna pun seharian tidak keluar dari kamarnya karena masih merasa pusing.


Kenzo menyuruh Luna untuk istirahat dan membiarkan Kenan dan Ana bersama pengasuh-pengasuh mereka.


"Kakak Luna masih merasa pusing kak ?" Felisha datang untuk melihat kondisi Luna.


"Iya Mom.." jawab Kenzo sambil menunjuk Luna yang meringkuk dibawah selimutnya.


"Mommy..kenapa Mommy Luna dan Bunda sakitnya sama ?" tanya Satria.


"Karena mereka sama nakalnya " jawab Felisha.


"Kalau begitu Aa tidak akan nakal, takut sakit seperti Mommy Luna dan Bunda " jawab Satria.


"Iya..Aa tidak boleh nakal "


Setelah Felisha keluar dari kamar tiba-tiba Luna memanggil Kenzo.


"Ada apa Sayang ?" Kenzo duduk disisi ranjang menghadap kearah Luna.


"Kepala aku pusing banget Sayang.. mau dipijit sama kamu " pinta Luna


Kenzo beringsut mendekat kearah Luna dan mulai memijit kepalanya. Selama Kenzo memijit kepalanya tangan Luna melingkar erat di perut Kenzo dengan manja.


"Badan kamu dingin banget Sayang, sebaiknya kita ke dokter saja " ajak Kenzo khawatir.


" Tidak mau.. orang tuh mabuk darat, mabuk laut..lah aku mabuk naik rollercoaster..kan malu " Luna menolak. Kenzo menahan mulutnya untuk tidak tertawa.


"Kalau malu kamu bilang saja mabuk udara..jangan bilang habis naik rollercoaster " ucap Kenzo nyengir.


"Ga mau ah..nanti juga sembuh " Luna kekeh tidak mau diajak ke dokter.


Kenzo memijit kepala Aluna sampai wanita cantik itu kembali tertidur. Meski sudah tertidur namun Aluna tidak mau melepaskan belitan tangannya di perut Kenzo.


Jika Luna sudah bisa tertidur dengan lelap lain halnya dengan Cindy. Sore itu Sadewa langsung membawa Cindy ke dokter karena Cindy beberapa kali muntah-muntah dan mengeluh kepalanya pusing.


Jam tujuh malam Sadewa dan Cindy pun pulang dari dokter. Felisha dan Bagas merasa lega karena Cindy terlihat lebih segar tidak sepucat saat pergi ke dokter.


"Dokter bilang apa Kak ?" tanya Felisha.


"Dokter bilang..Mommy dan Daddy akan punya cucu lagi " jawab Sadewa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Cindy hamil ?" Felisha melongo.


"Iya Mom..sudah mau delapan minggu " jawab Cindy.


"Syukurlah..Satria pasti senang kalau tau akan punya adik " ujar Bagas.


Karena malam itu Satria sudah tidur di kamar Bagas bersama Alysha akhirnya Sadewa dan Cindy harus menunggu besok untuk memberitahu Satria kalau sebentar lagi keinginan untuk memiliki adik akan terwujud.


Sadewa dan Cindy sudah tidak sabar ingin melihat reaksi putra nya itu jika tau jika di perut bundanya sudah ada calon adiknya.


Mendengar kehamilan Cindy, Felisha tiba-tiba menyuruh pelayan di rumahnya untuk pergi ke apotik.


"Kenapa kamu suruh pelayan ke apotik ?" tanya Bagas


"Aku curiga jangan-jangan kakak Luna juga sedang hamil..dari gejalanya kan sama Yang " jawab Felisha.


"Iya juga sih " jawab Bagas.


"Makanya aku suruh pelayan beli tespek..biar besok pagi bisa dipake " jawab Felisha.


"Pinter juga kamu Sayang " puji Bagas seraya memeluk bahu Felisha.


"Iya dong..istri Bagas Hadi Pranoto harus pintar " jawab Felisha bangga.


Keesokannya Luna yang masih terkapar tidak berdaya setelah mendapat serangan fajar dari si sipit terpaksa membuka matanya ketika dari luar kamarnya terdengar suara Felisha memanggil-manggil.


Setelah memakai kembali baju tidurnya dan menutupi tubuh polos Kenzo dengan selimut Aluna pun membuka pintu kamar.


"Ada apa Mom ?" tanya Luna


"Mumpung masih pagi buruan pake ini " Felisha memberikan beberapa buah tespek kepada Luna.


"Buat apa Mom ?" tanya Luna.


"Ya buat kakak pake lah masa Kenzo.Mommy curiga jangan-jangan kakak hamil seperti Cindy..soalnya kalian kemarin barengan maboknya " jawab Felisha.


"Cindy hamil ?" Luna langsung melotot.


"Iya..kemarin sore Sadewa bawa Cindy ke dokter karena muntah-muntah terus..kata dokter Cindy ternyata hamil..buruan kakak pake siapa tau kakak juga hamil " ujar Felisha bersemangat.


"Iya Mom..kakak akan coba " jawab Luna akhirnya.


"Mommy tunggu di rumah ya takut Daddy nyariin " Felisha buru-buru pulang.

__ADS_1


Meski belum penuhnya siuman namun Luna menuruti perintah mommy nya.


Setelah mencelupkan semua tespek kedalam cairan urin nya Luna yang masih mengantuk langsung kembali ke ranjangnya dan melanjutkan tidur.


Luna tidak sempat melihat hasilnya karena masih sangat mengantuk.


Kenzo yang terbangun satu jam kemudian dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tentu saja kaget mendapati beberapa tespek yang berjajar di dekat westafel..dan semuanya memperlihatkan dua garis merah.


Kenzo yang mengira itu adalah kejutan yang disiapkan Luna untuknya bergegas memburu Luna yang masih bergelung dibawah selimutnya.


Saking bahagianya Kenzo tidak sempat memakai apapun ketika keluar dari kamar mandi.


"Sayang terimakasih kejutannya " Kenzo yang masih dalam keadaan telanjang memeluk dan menciumi seluruh wajah Luna.


Luna yang merasa terganggu dengan ulah suami Sipitnya akhirnya membuka matanya.


"Sayang..aku masih lelah. kalau mau lagi nanti malam saja " oceh Luna.


"Sayang terimakasih kejutannya..Kakak bahagia sekali akhirnya yang kita produksi di Jepang berhasil juga "


"Kamu ngomong apaan sih Yang ? " Luna akhirnya benar-benar siuman.


"Kakak sudah menemukan alat test kehamilan di kamar mandi dan.."


Kenzo belum sempat meneruskan ucapannya karena Luna keburu berlari ke kamar mandi.


"Oh iya..aku belum sempat liat hasilnya "


Kenzo melongo melihat Luna yang baru akan melihat hasilnya. Ternyata istrinya itu belum tau kalau hasilnya ternyata positif.


"Sipiit sayaaang..lihat ini aku positif..aku hamil lagi " Luna keluar dari kamar mandi sambil memperlihatkan beberapa tespek ditangannya.


"Kakak sudah lihat " jawab Kenzo seraya memeluk perut Luna.


"ini di produksi di Jepang..sama seperti kedua kakaknya " ujar Kenzo sambil menciumi perut Luna.


Kebahagiaan keluarga besar Bagas semakin sempurna dengan kehamilan Luna dan Cindy yang bersamaan.


"Daddy curiga sepertinya kalian ke Jepang itu untuk program tambah momongan ya ? buktinya tidak lama setelah pulang dari Jepang kakak Luna hamil " tanya Bagas.


"Tidak juga Dad..kita niatnya memang untuk mengunjungi Mamih dan Papih..cuma karena disana kebetulan sedang musim dingin jadi ya tekdung Dad " jawab Luna sambil nyengir.


Mendengar cerita Luna Sadewa dan Cindy hanya saling pandang sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka tidak ingin ada orang yang tau jika kehamilan Cindy kali ini karena di produksi di dalam mobil. Cukup si Pajero hitam saja yang menjadi saksi proses pembuahan yang Sadewa lakukan hampir setiap malam terhadap Cindy.


__ADS_2