
"Mommy.. daddy.. Luna berlari menyambut kedatangan Bagas dan Felisha. Luna langsung nemplok di gendongan Bagas.
" Daddy.. katanya mau ngajak kita semua ke pantai " Luna menagih janji Bagas sebelum ke Bali.
"Nanti ya sayang daddy nya masih cape " jawab Bagas sambil melirik ke arah Felisha dengan senyum smirk nya. Felisha membuang muka.
"Luna sama kakek sini.. itu daddy nya masih cape " Ayah membujuk Luna agar turun dari gendongan Bagas.Luna pun nurut. Ia pun menghampiri Nakula dan Sadewa yang sedang menonton TV.
Bunda langsung menggiring putri dan menantunya itu ke ruang makan.
"Bunda sama kinanti hari ini sengaja masak banyak.. kata Feli kamu mau pulang siang " ujar bunda
Felisha akan menjawab namun ia urungkan ketika melihat Bagas meletakan satu telunjuk dibibirnya.Melarangnya membuka suara.
"Pekerjaannya baru selesai sore bun " jawab Bagas.
Pekerjaan yang Bagas maksud adalah tentu saja mengeksekusi istrinya.
Felisha mencibir. Bagas pura-pura tidak melihat cibiran Felisha.
Setelah selesai makan malam di rumah mertuanya,Bagas pamit membawa anak dan istrinya pulang.
"Mommy.. aku ngantuk " Luna yang duduk dibelakang bersama kedua kakaknya pindah ke depan duduk dipangkuan Felisha.
Bagas melirik Nakula dan Sadewa yang tidak jauh beda dengan Luna.. mulai mengantuk.
"Kalau kalian ngantuk tidur saja.. nanti daddy bangunkan jika sudah sampai " ujar Bagas kepada Nakula dan Sadewa.Benar saja tak butuh waktu lama Nakula dan Sadewa pun tertidur.
Sesampainya di rumah, Bagas membangunkan kedua putranya. Ia tidak mungkin menggendong satu persatu mereka karena mereka sudah besar.
Felisha menuntun Nakula dan Sadewa ke kamar mereka, sementara Luna digendong oleh Bagas menuju kamar Bagas.
Bagas menurunkan tubuh Luna di ranjang. Kemudian Bagas melepaskan sepatu yang Luna kenakan.
"Dua hari ditinggal ke Bali saya lihat pipinya semakin bulat saja " ujar Bagas sambil mengusap pipi Luna dengan ibu jarinya.
"wajarlah minum susunya juga kuat " jawab Felisha sambil berbaring disebelah Luna.
"Fe.. " panggil Bagas
"Hmmm " jawab Felisha
"Saya ada rencana membuat conecting door ke kamar sebelah "
Felisha yang hampir terlelap kembali membuka matanya.
__ADS_1
"Untuk apa? " tanya Felisha
"untuk kamar Luna " jawab Bagas
"Memangnya kamu mau setiap malam Luna terganggu tidurnya?.. apalagi tadi siang kamu berisik sekali "
"Masa sih.. perasaan bukan aku saja yang berisik.. mas Bagas juga " Felisha tidak mau kalah.
"Makanya kita bikin conecting door ke kamar sebelah. Biar Luna belajar tidur sendiri tapi masih bisa kita awasi " ujar Bagas.
"Terserah mas Bagas saja " jawab Felisha sambil memejamkan matanya. Ia benar-benar lelah setelah seharian energinya terkuras untuk meladeni yang baru pulang dari Bali.Tak butuh waktu lama Felisha pun tertidur.
Bagas memiringkan tubuhnya menghadap kearah Luna dan Felisha. Tangan Bagas terulur mengusap kepala dua wanita yang dulu ia sia-siakan,yang selalu ia abaikan keberadaannya. Namun begitu ia rindukan ketika keduanya perlahan menjauh. Membuat dirinya yakin untuk merengkuhnya kembali dan tak akan pernah ia lepas lagi.
Keesokan nya Bagas menyuruh tukang untuk membuat pintu penghubung antara kamarnya dengan kamar sebelah yang rencananya akan ia pakai untuk kamar Luna. Selama beberapa hari mereka tidur dikamar yang lain.
Bagas dan Felisha tidak mengatakan kepada Luna jika mereka sedang mempersiapkan kamar untuknya. Mereka takut Luna akan menolak. Rencananya Luna akan diberi tau jika kamarnya sudah selesai.
Setelah pembuatan pintu penghubung selesai, Bagas dan Felisha mulai mengisi kamar itu dengan perabot bertema hello kitty.
"Mommy.. aku mau tidur disini " Luna menaiki ranjang barunya. Sepertinya Luna menyukai kamar barunya.
"Luna suka" tanya Bagas. Luna mengangguk.
"Mommy.. baju Luna juga dipindah kesini " Luna menunjuk pada sebuah lemari berwarna putih dan merah muda khas tokoh kucing dari Jepang.
"Sekarang saja mommy.. " Luna merengek sambil menarik-narik tangan Felisha
"Iya mommy pindahin sekarang " Felisha pun menurut.
Felisha dibantu Bagas memindahkan baju-baju Luna kedalam lemari hello kitty nya.
Selagi Felisha dan Bagas memindahkan semua baju Luna, gadis kecil itu loncat-loncat diatas ranjang hello kitty nya.
"Hati-hati sayang nanti jatuh " Bagas mengingatkan Luna
"Tidak akan daddy " jawab Luna sambil terus loncat-loncat.
Setelah lelah Luna pun berhenti, Ia berbaring sambil memeluk boneka kesayangannya. Ketika Felisha dan Bagas selesai memindahkan semua baju Luna, mereka mendapati gadis kecil itu sudah tertidur lelap.
Felisha keluar dari kamar Luna, Ia berjalan menuju teras belakang melihat Nakula dan Sadewa yang sedang berenang.
"Mommy.. Luna kemana? " Tanya Nakula yang naik sejenak untuk meneguk es jeruknya.
"Luna bobo kak " jawab Felisha.
__ADS_1
Nakula kembali menceburkan diri kedalam kolam. Cipratan airnya mengenai wajah Sadewa. Merasa terganggu Sadewa pun membalasnya. Keduanya saling ciprat air sambil tertawa. Felisha pun yang menonton ikut tertawa.
"Ada yang lucu? " tanya Bagas sambil duduk di kursi disebelah Felisha
"Itu anak-anak " jawab Felisha menunjuk kearah Nakula dan Sadewa. Bagas mengarahkan pandangannya mengikuti telunjuk Felisha dengan wajah serius. Sangat bertolak belakang dengan kemarin saat mereka menghabiskan waktu berdua sepulang Bagas dari Bali.Kini Bagas sudah kembali pada pembawaannya yang kaku seperti kanebo kering.
"Kenapa menatap saya seperti itu? " tanya Bagas.
Felisha terhenyak, Ia malu kedapatan sedang menatap kepada Bagas.
"Tidak apa-apa " jawab Felisha. Tidak mungkin ia mengatakan jika Bagas kaku seperti kanebo kering.
"Saya tidak suka kamu menyembunyikan sesuatu.. jika ada yang kamu tidak suka dari saya sebaiknya katakan. Agar saya bisa memperbaiki " ujar Bagas.
Felisha menatap Bagas ragu. Ia takut jika Bagas akan tersinggung dengan ucapannya.
"Fe.. " panggil Bagas
"Eh.. anu..Jika orang yang baru kenal , kesan pertama begitu melihat mas Bagas adalah.. mhh.. angkuh " jawab Felisha hati-hati.
"Kalau menurut kamu? " Bagas balik bertanya
"Ya begitulah " jawab Felisha
"Baiklah.. saya akan memperbaiki diri " ujar Bagas
"Saya ingin kamu nyaman bersama saya "
Nyesss.. hati Felisha seperti disiram air es. Ucapan yang sederhana namun jika diucapkan oleh orang sekaku Bagas cukup memporak-porandakan hatinya.
"Tidak temani anak-anak berenang? " Felisha berusaha mengganti topik pembicaraan.
"Kamu mau menemani ? " bukan menjawab, Bagas malah balik bertanya.
"Tidak.. malu keliatan anak-anak banyak kismark nya " jawab Felisha lirih.
"Maaf.. lain kali saya akan buat ditempat yang tersembunyi " jawab Bagas.
"Maaaass.. kamu tuh " Felisha mencubit perut Bagas.
Bagas meringis, namun tangannya menangkap jemari Felisha dan menggenggamnya erat. Mereka kembali mengawasi Nakula dan Sadewa yang sedang berenang.
Dirasa sudah terlalu lama berenang, Felisha menyuruh Nakula dan Sadewa untuk naik. Si kembar pun nurut. Mereka mengambil handuk yang Felisha sodorkan. Mereka pun mandi dikamar mandi yang berada di dekat kolam renang.
Selesai berenang Nakula dan Sadewa langsung tidur siang dikamar mereka. Suasana menjadi sepi karena anak-anak tidur.
__ADS_1
Bagas dan Felisha pun mengikuti anak-anak tidur siang. Mereka tidur saling berpelukan.