Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Mudik


__ADS_3

Menjelang usia Kenan dan Keana satu tahun Kenzo membawa istri dan anak-anaknya ke Jepang.


Ini adalah untuk yang pertama kalinya si kembar mengunjungi negara tempat kelahiran kakek dan Daddynya.


Dari bandara mereka langsung dijemput oleh sopir keluarga Kenzo.


Begitu sampai mereka langsung disambut oleh Mamih dan Papihnya di teras depan.


"Ya Tuhan cucu kita sudah besar " Mamih dan Papih langsung mengambil si kembar dari gendongan Luna dan Kenzo dan membawanya masuk.


Mamih dan Papih membawa kedua cucunya ke kamar yang sudah mereka siapkan.


Sebuah kamar yang cukup luas dengan dilengkapi aneka mainan yang sengaja disiapkan untuk anak seusia Kenan dan Ana.


Tidak lupa semua lantai dilapisi karpet yang empuk yang sangat aman untuk si kembar yang sedang belajar berjalan.


"Seminggu yang lalu Papih sudah sibuk siapin kamar ini begitu kalian bilang mau kesini " ujar Mamih kepada Luna dan Kenzo.


Sebelum berangkat Mamih berpesan agar Luna tidak usah membawa pakaian dan perlengkapan bayi si kembar Karena Mamih sudah mempersiapkan semuanya dengan lengkap.


Selagi Mamih dan Papih menemani si kembar dikamar barunya, Kenzo menuntun Luna menuju kamar mereka di sebelah kamar si kembar.


"Kangen banget kamar ini " Luna menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuk.


Kamar ini adalah saksi dimana Luna menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk Kenzo suami sipitnya.


Melihat Luna berbaring diatas kasur empuknya Kenzo pun ikut berbaring disebelah tubuh Luna.


"Jadi ingat malam pertama kita disini ya Sayang " gumam Kenzo sambil menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih.


"Dulu kamu masih malu-malu waktu kakak sentuh, sekarang kamu sudah pintar memuaskan suami " sambung Kenzo sambil tertawa.


"Kan kamu yang ngajarin " jawab Luna.


Kenzo memiringkan tubuhnya menghadap kearah Luna.Perlahahan tangan kanannya mempermainkan kancing baju Luna.


"Terimakasih ya Sayang " bisik Kenzo.


"Terimakasih untuk apa ?" tanya Luna sambil menatap lembut kearah Kenzo.


"Telah menjadi istri dan ibu yang terbaik " jawab Kenzo.


"Kakak juga suami yang terbaik bagi aku setiap waktu cinta aku sama kakak tidak pernah berkurang. Malah semakin lebih..dan lebih " balas Luna.


"Kenapa lebih pintar kamu gombalnya ?" tanya Kenzo sambil menekan kening Luna dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Jangan bilang berguru pada Zhifana dan Cindy " sambung Kenzo.


"Tidak.." jawab Luna sambil tertawa.


Suasana kamar tiba-tiba menjadi hening setelah Kenzo berinisiatif melu mat bibir Luna dengan lembut.


Mereka baru saling melepaskan diri setelah terdengar suara Mamih memanggil untuk makan karena pelayan sudah selesai menyiapkan makanan untuk mereka.


"Kalian makan saja biar Mamih yang suapin si kembar " ujar Mamih sambil menyiapkan makanan untuk kedua cucunya.


Rupanya Mamih juga sudah membuatkan makanan khusus untuk kedua cucu mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Setelah mendudukkan si kembar diatas baby chair Mamih pun mulai menyuapi mereka makan.


"Mereka makannya sangat pintar pantas pipinya pada bulat begitu " puji Papih yang sedang makan sambil menonton cucunya makan.


"Iya Pih..Mamih jadi semangat menyuapi mereka makan " jawab Mamih.


"Kak bagaimana kalau kalian tinggal disini saja, biar Kenzo saja yang pulang ke Jakarta " saran Mamih sambil memberi minum si kembar.


"TIDAK BOLEH...aku tidak mau jauh dari istri dan anak-anak aku " Kenzo langsung menolak.


"Mamih ini ada-ada saja..tidak lihat gitu Kenzo sebegitu bucinnya " Papih mentertawakan saran istrinya yang menurutnya konyol.


"Enak saja..disini Papih siapa yang urus " jawab Papih.


"Sama-sama bucin tidak usah saling meledek " ujar Mamih sambil melirik kearah Papih dan Kenzo.


Kedua pria sipit itu tampak melengos sambil tersenyum masam. Luna pun hanya tertawa lucu melihatnya.


"Awas saja kalau kamu mau Mamih bujuk suruh tinggal disini " bisik Kenzo dengan nada mengancam kepada Luna.


"Tidak akan..mana tega aku biarin suami aku yang ganteng ini sendirian di Jakarta " jawab Luna yang langsung membuat Kenzo tersenyum lega.


Setelah makan Mamih dan Papih kembali mengajak Kenan dan Ana bermain. Mereka benar-benar menikmati waktu kebersamaan mereka dengan kedua cucunya itu.


Setelah seharian menghabiskan waktu di rumah, keesokannya Papih dan Mamih mengajak Kenzo dan Luna juga si kembar mengunjungi rumah sanak saudara mereka disana.


Meski terkendala bahasa namun Kenzo dengan sabar menjadi penerjemah untuk Luna.


"Sepertinya aku harus kursus bahasa Jepang " bisik Luna ditelinga Kenzo.


"Boleh..nanti kakak cari tempat kursus bahasa Jepang yang bagus di Jakarta " jawab Kenzo.


"Mamih juga dulu sama seperti kakak, setiap bertemu keluarga Papih tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Setelah kursus lama-lama bisa juga " ujar Mamih.

__ADS_1


"Ditambah disini Papih kan sehari-hari pake bahasa Jepang jadi lebih cepat bisanya " sambung Mamih.


"Tapi kadang kalau ngobrol di rumah Mamih suka pakai bahasa Indonesia dan Papih pakai bahasa Jepang tapi tetap nyambung " ujar Kenzo sambil tersenyum.


Setelah seharian menghabiskan waktu dengan mengunjungi keluarga besar Kenzo, keesokannya mereka mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada disana.


Dua hari sebelum mereka pulang ke Jakartar Kenzo membawa Luna untuk belanja mencari oleh-oleh untuk keluarga mereka di Jakarta.


Setelah hampir seminggu berada di negara kelahiran suaminya Kenzo dan Luna pun kembali ke Jakarta.


Begitu mereka sampai Jakarta ternyata semua sedang berkumpul di rumah Bagas.Cindy dan Sadewa pun datang dari Bandung karena kebetulan Sadewa ada urusan dinas ke Polda Metro jaya selama tiga hari.


Selama Sadewa dan Cindy berada di Jakarta Nakula dan Zhifana juga Arka menginap di rumah Bagas.


Begitu Luna dan Kenzo datang mereka langsung membongkar koper Luna dan Kenzo di rumah Bagas untuk mencari oleh-oleh.


Luna dan Kenzo hanya bisa pasrah melihat Cindy dan Zhifana mengacak-acak isi koper mereka. Sementara Bagas dan Felisha hanya geleng-geleng kepala melihat ulah kedua menantunya sambil menggendong Kenan dan Keana.


"Semua sudah aku siapkan dan aku kasih nama di dalam koper itu " Luna menunjuk koper yang berisi oleh-oleh


"Dari Bandung bawa apa kak ?" tanya Luna kepada Cindy yang terlihat sumringah karena sudah mendapat oleh-oleh bagiannya.


"Ada tuh beli banyak makanan..ada klappertaart kesukaan kamu juga " jawab Cindy.


Karena lelah setelah berjam-jam di pesawat Luna dan Kenzo pun memilih pergi ke dapur untuk mencari klappertaart kesukaan Luna.


"Ngapain kalian berdua malah mojok disini ?" tanya Nakula ketika melihat Luna dan Kenzo yang sedang asik makan klappertaart berdua di dapur.


"Lapar kak..kalo jetlag begini bawaannya lapar " jawab Luna.


"Ada-ada saja " Nakula geleng-geleng kepala mendengar jawaban adiknya yang menurutnya aneh.


"Om Ken.. Tante Una terimakasih " Arka dan Satria muncul di dapur sambil memperlihatkan mobil remote ditangannya. Rupanya kedua bocah tampan itu sudah menemukan oleh-oleh bagiannya.


"Iya Sayang " jawab Luna dan Kenzo.


Arka dan Satria langsung anteng dengan mobil remote mereka, sementara Alysha yang mendapatkan oleh-oleh mainan khas perempuan terlihat bingung mencari teman main.


"Kakak temani aku main " Alysha menarik tangan Cindy dan Zhifana.


"Ayok " jawab Cindy dan Zhifana menuntun adik kecil mereka untuk ditemani bermain.


Abimanyu yang mendapat suka mengkoleksi sepatu terlihat senang mendapat oleh-oleh sepatu dari Luna dan Kenzo.


Luna dan Kenzo baru pulang ke rumah mereka setelah Kenan dan Keana tertidur dalam gendongan Bagas dan Felisha.

__ADS_1


__ADS_2