Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Permintaan Luna


__ADS_3

Setelah dua hari tidak masuk kantor karena Luna demam,hari ini Bagas kembali masuk kantor meski ia harus membujuk Luna dulu untuk mau ditinggal.


Beruntung sebelum Bagas pergi ke kantor Dio datang mengantarkan Kinanti.


"Dari semalam Kinanti merengek ingin kesini.. seperti Luna saja jika sedang ada maunya terus merengek " sungut Dio.


"Tante Kinan " Luna yang masih cemberut karena akan ditinggal Bagas ke kantor langsung berlari memeluk Kinanti.


"Kenapa cuma Tante Kinan yang dipeluk..Om Dio tidak ?" tanya Dio


"Tante Kinan dulu om..sudah itu baru om Dio.. tidak usah rebutan " jawab Luna sok dewasa.


Dio melongo mendengar jawaban gadis kecil itu.Tanpa pikir panjang Dio langsung mengangkat tubuh gadis itu dan menciumi pipi bulatnya dengan gemas.


"Anak siapa sih ini..sudah pinter ngomong ?" Luna pun terkikik dalam gendongan Dio.


"Anak Daddy dong..sudah om geliii " ujar Luna sambil terus tertawa karena Dio menghujani wajah Luna dengan ciuman.


"Kamu tidak disebut Fe..yang diakui cuma Bagas " ledek Dio pada Felisha sambil menurunkan Luna.


"Anak Daddy dong " ulang Bagas bangga.


Felisha dan Kinanti hanya tertawa.Felisha sama sekali tidak menanggapi ledekan Dio.


Setelah menurunkan Luna kini Dio menyapa bayi mungil yang baru saja berada dalam gendongan Kinanti.


"Hallo ganteng..nah kalau dedek Abi nanti kalau sudah besar kalau ditanya pasti bilang anak mommy " Dio mengusap pipi bayi mungil itu dengan jarinya.


Abimanyu membuka matanya merasakan sentuhan lembut jari Dio dipipinya.


"Memang biasanya begitu..anak laki-laki lebih dekat pada ibunya dan anak perempuan lebih dekat pada ayahnya " ujar Kinanti.


"Sudah pantas kalian punya bayi..biar kamu tahu bagaimana rasanya mau pergi kerja ditangisi oleh anak " ujar Bagas..karena itulah yang ia rasakan sekarang ini.


"Doakan saja semoga kami menyusul kalian dan dikaruniai banyak anak " jawab Dio sambil mencium pipi Abimanyu.


"Kakak masa kalah..aku saja sudah punya empat buntut " Felisha mengompori kakaknya.


"Kamu jangan cuma ngomporin dek..tapi doakan juga " ujar Kinanti sambil menimang Abimanyu.


"Iya aku doakan semoga kalian cepet diberi momongan biar rumah bunda tambah rame " jawab Felisha.


Setelah menyapa semua keponakannya Dio pun pamit untuk pergi ke kantor meninggalkan Kinanti di rumah Bagas.Tak lama kemudian Bagas pun pergi ke kantor.


Sepeninggalan om dan Daddy nya,Luna langsung menarik tangan Kinanti dan membawa ke kamarnya.


"Tante kita main boneka sama aku " ajak Luna.


"Oke " jawab Kinanti sambil mengikuti kemana kaki mungil itu melangkah.


Luna pun anteng bermain bersama Kinanti dikamarnya.Mereka baru keluar dari kamar setelah Felisha selesai memandikan Abimanyu.


"Dedek Abi sudah wangi " Luna langsung berlari kearah adiknya dan mencium pipinya.


"Semakin hari semakin mirip Bagas ya Fe " ujar Kinanti menatap kagum pada bayi mungil itu.

__ADS_1


"Ya iyalah mirip bapaknya mbak..kata mas Bagas cuma bibirnya saja yang mirip aku sama Luna " jawab Felisha.


"Tante salah..dedek Abi semuanya mirip aku " Luna memeluk adiknya posesif.


"Nanti kalau sudah besar mau aku ajak main boneka sama masak-masakan " celoteh Luna.


"Jangan dong..dedek Abi kan laki-laki " ujar Felisha


"Kalau tidak boleh main boneka nanti aku main sama siapa ?" mata Luna mulai merah akan menangis.


"Minta dedek bayi saja sama Tante Kinan " bisik Felisha


"Tante...aku ingin adik bayi perempuan " Luna langsung merengek kepada Kinanti.


"Iya..iya nanti Tante buatkan adik bayi untuk Luna " jawab Kinanti akhirnya.


"Nanti kalau om Dio pulang Luna bilang sama om Dio ya minta adik bayi " bisik Felisha lagi


"Aku mau bilangnya sekarang saja..ayo Tante bilang sama om Dio sekarang " Luna kembali merengek kepada Kinanti.


"Gara-gara kamu Fe..Luna jadi merengek sama kakak " sungut Kinanti sambil mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Dio.


"Luna bilang sendiri sama om Dio " Kinanti menyerahkan ponselnya kepada Luna.


" Hallooo oom..Luna ingin adik bayi perempuan. Pokoknya harus sekarang !!" Luna langsung menembak Dio.


Dio hanya bisa melongo mendengar ucapan keponakan lucunya.Namun kemudian Dio tersenyum sambil geleng-geleng kepala.Pikirnya menghadirkan adik bayi bisa secepat itu?


"Kenapa senyum-senyum sendiri ?" tanya Ezra penasaran.


"Ada-ada saja anak itu " Ezra pun akhirnya ikut tersenyum.


Sorenya Dio dan Bagas datang hampir bersamaan.Luna yang masih dalam gendongan Bagas langsung menodong Dio.


"Om..mana adik perempuan untuk Luna ?" tanya Luna.


Dio menggaruk pelipisnya bingung mencari jawaban yang tepat untuk anak itu.


"Tidak bisa langsung ada dong kak..dedek Abi saja diperut mommy nya lama sebelum lahir " ujar Bagas.


"Jadi masih lama ya ?" tanya Luna


"Iya sayang " jawab Dio


"Jangan suka janji sama anak kecil..nanti Luna pasti akan nagih terus.Memori anak itu tajam " ujar Bagas.


"Kenapa tidak minta pada kalian saja ?" tanya Dio


"Usia Abi saja baru dua minggu..kalau aku sih senang-senang saja bikin Feli hamil lagi.Tapi yang kasian Felinya..makanya sekarang giliran kamu yang kasih cucu buat ayah dan bunda. Aku sudah kasih empat cucu loh " jawab Bagas terkesan menuntut.


"Kamu sama saja seperti Ayah dan Bunda, selalu menuntut " gumam Dio.Bagas pun tertawa.


Selama Dio dan Kinanti berada di rumah Felisha,Nakula dan Sadewa langsung menguasai Dio sedangkan Luna menguasai Kinanti.


Luna dan si kembar tidak mengijinkan Dio dan Kinanti pulang, akhirnya malam itu Dio dan Kinanti pun terpaksa menginap.

__ADS_1


Karena Kinanti tidak membawa baju ganti, Felisha pun meminjamkan bajunya untuk Kinanti.Sedangkan Bagas meminjamkan bajunya untuk Dio.


"Sayang bagaimana mereka akan cepat punya momongan kalau anak-anak selalu merecoki mereka berdua " ucap Felisha ketika mereka sudah berada diranjang menjelang tidur.


"Iya juga " jawab Bagas


Malam itu Dio tidur bersama si kembar, sedangkan Kinanti tidur bersama Luna sesuai keinginan gadis kecil itu.


"Bagaimana kalau kita kasih paket liburan buat mereka " saran Bagas sambil mencium lembut aroma tubuh Felisha yang berada dalam pelukannya.


"Ide yang bagus..tapi aku juga mau Mas "


"Kita liburannya nunggu dedek Abi sedikit besar..sabar ya Sayang " jawab Bagas


"Iya " jawab Felisha sambil menyusupkan wajahnya didada Bagas.


"Percuma pergi liburan sekarang karena tidak bisa ngapa-ngapain kamu " bisik Bagas.


"Iya " jawab Felisha lagi.


"Daritadi iya terus " ujar Bagas.tangannya merangkum wajah Felisha agar bisa ia tatap namun Felisha menolak.


"Diam ih..aku mau begini saja..abisnya kamu wangi " ujar Felisha sambil menghirup dalam aroma tubuh suaminya yang menenangkan.


Felisha akhirnya tertidur dalam pelukan Bagas. Wanita itu tidak menyadari jika Bagas sedang merasa tersiksa karena harus menahan hasratnya yang ingin segera tersalurkan.


Wajah Bagas terlihat frustasi manakala Felisha terus bergerak dalam tidurnya.


"Fe..bisa diam tidak tidurnya " gumam Bagas


Tidak ada jawaban dari Felisha karena wanita itu sudah mengarungi alam mimpi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah memastikan Nakula dan Sadewa sudah tidur dengan nyenyak,Dio pun turun dari ranjang si kembar kemudian beranjak menuju lantai bawah tempat Kinanti tidur dikamar Luna.


"Sayang..Luna sudah tidur ?" tanya Dio


"Sssttt..jangan berisik.Luna baru saja tidur " Kinanti meletakkan telunjuknya di bibir.


"Kalau Luna sudah nyenyak aku tunggu di kamar " bisik Dio


"Iya nanti aku nyusul kesana " jawab Kinanti.


Setelah memastikan Luna tidur dengan nyenyak, Kinanti pun menyusul Dio ke kamar yang Felisha siapkan untuk mereka.


Begitu Kinanti masuk,Dio langsung menyergap Kinanti dan menggiringnya ke ranjang.


"Kita bikin adik bayi perempuan untuk Luna, supaya tidak nagih terus " bisik Dio


"Luna dipakai alasan " cibir Kinanti.Dio pun terkekeh.


"Bagas tadi pake bilang kalau kita belum nyumbang cucu buat Ayah dan bunda. Mentang-mentang mereka sudah kasih empat cucu " ujar Dio


"Makanya sekarang kita buat cucu untuk Ayah dan Bunda,jangan kalah sama mereka..harus berhasil " bisik Dio.

__ADS_1


"Iya..harus berhasil " jawab Kinanti.


__ADS_2