Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Rahasia Perusahaan.


__ADS_3

Pagi ini seluruh keluarga berkumpul untuk sarapan. Karena meja makan di rumah Sadewa tidak cukup untuk menampung seluruh anggota keluarga akhirnya sebagian memilih sarapan di ruang keluarga.


Hanya Bagas dan Felisha juga kedua orangtua Cindy dan Sadewa yang sarapan di meja makan.


Pagi itu Sadewa sudah siap dengan pakaian dinasnya karena akan apel pagi di Mako.


"Kak..nanti siang Daddy pulang ke Jakarta " Bagas memberitahu rencana kepulangan mereka hari ini.


"Iya Dad " jawab Sadewa.


"Papa dan Mama juga harus pulang kak..tapi agak sorean biar si Aa tidak terlalu sedih kalau tiba-tiba semua pulang bersamaan " ujar Mama Cindy.


"Iya Ma..biasanya kalau sudah pada ngumpul dan semua pada pulang memang suka rada rewel "


"Kamu ajak main saja kemana " saran Felisha.


"Iya nanti aku suruh Cindy ajak Aa main biar tidak terlalu sedih " jawab Sadewa.


Setelah selesai sarapan Sadewa pun bersiap untuk pergi. Setelah mencium tangan Bagas dan Felisha juga kedua orangtua Cindy Sadewa pun keluar dengan diantar oleh Cindy.


Sebelum pergi Sadewa membawa Satria berputar-putar komplek dengan mobil dinasnya.


"Kakaak aku ikut " Melihat Sadewa membawa Satria ke mobil dinasnya Alysha ingin ikut begitu juga dengan Arka.


Cindy menaikan ketiga bocah itu kedalam mobil dinas Sadewa. Ketiga bocah itu tertawa senang ketika mobil mulai melaju Sadewa menyalakan sirine mobilnya.


Setelah berputar-putar komplek Sadewa pun menurunkan ketiga bocah itu.


"Setelah semua pulang ke Jakarta kamu ajak si Aa jalan-jalan biar tidak sedih ditinggal semua pulang " pesan Sadewa kepada Cindy sebelum pergi.


"Iya Sayang " jawab Cindy sambil mencium tangan Sadewa. Sadewa membalas dengan mencium bibir Cindy sekilas.


"Daddy cuala mobil kak Dewa nguing nguing " Alysha menceritakan suara sirine mobil Sadewa kepada Bagas dengan cadel.


"Itu namanya sirine Sayang " jawab Bagas sambil mengelus rambut ikal putri bungsunya.


Setelah selesai sarapan Bagas dan rombongan bersiap untuk kembali ke Jakarta.


Sebelum pergi orangtua Cindy membawa Satria pergi ke supermarket terdekat agar bocah tampan itu tidak melihat rombongan Bagas yang akan pulang ke Jakarta.


Cindy terlihat menangis dalam pelukan Felisha ketika mereka akan pulang.


"Jelek Lo kalo nangis " ledek Luna.


"Lo belum ngerasain sih bagaimana rasanya jauh dari orangtua.. aku tuh suka iri kalau ngeliat kalian sering pada ngumpul di rumah Mommy "


"Tidak usah menangis..begitu kuliah kamu beres kalian pindah ke Jakarta " ucap Bagas yakin.


"Iya Dad " jawab Cindy sambil mengusap matanya yang basah dengan jarinya.


Cindy masih terlihat mengusap matanya yang basah ketika mobil rombongan Bagas mulai bergerak meninggalkan rumah Setiabudi.


"Kasian juga ya Cindy..dia kelihatan sedih banget kita tinggal pulang " Luna melirik kearah spion dimana terlihat Cindy masih berdiri sambil melambaikan tangan.


"Bukannya tadi kamu malah ledekin dia " jawab Kenzo sambil terkekeh.


"Maksud aku ledekin dia biar terhibur gitu dan tidak nangis lagi " Luna beralasan.


"Oh begitu " jawab Kenzo sambil melirik kearah kaca dimana terlihat Kenan yang sedikit rewel.

__ADS_1


"Kenan kenapa rewel ?" tanya Luna sementara Keana sudah tertidur lelap dipangkuan baby sitter nya.


"Tidak mau mimik dot Bu " jawab baby sitter Kenan.


"Ooh..sini mimik sama Mommy " Luna mengambil Kenan dari kursi belakang.


Luna membuka kancing atas kemejanya kemudian mulai menyusui Kenan. Bayi montok itu pun anteng menghisap sumber kehidupannya.


"Kenan sama seperti Daddy..lebih suka ambil langsung dari sumbernya ya Boy " Kenzo mengusap kaki Kenan dalam pangkuan Luna sambil tersenyum.


"Dasar sipit mesum " cibir Luna sambil menutup dadanya yang terbuka dengan saputangan.


"Tutup ya dek takut diambil Daddy " ucap Luna kepada Kenan.


"Tidak akan..Daddy sudah kenyang semalam " jawab Kenzo sambil tertawa.


"Ssst..Sayang malu ih nanti didengar baby sitter anak-anak di belakang " omel Luna.


Setelah kenyang menghisap sumber kehidupan nya akhirnya Kenan tertidur di pangkuan Luna.


Tiga jam kemudian mereka pun sampai di Jakarta. Begitu keluar tol mobil Nakula mengambil arah berbeda karena mereka memutuskan langsung pulang ke rumahnya. Tinggal mobil Bagas dan Kenzo yang berjalan beriringan menuju rumah.


Setibanya di rumah baby sitter langsung mengambil Kenan untuk ditidurkan di kamar bayi. Semua pun memutuskan untuk beristirahat.


Keesokannya semua kembali sibuk dengan rutinitas masing-masing. Bagas dan Kenzo kembali sibuk dengan urusan pekerjaan sementara para wanita sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak.


Siang ini Luna menemani kedua buah hatinya bermain dikasur lantai. Kenan dan Keana yang sudah pintar merangkak dan sudah mulai bisa duduk membutuhkan pengawasan yang ekstra.


Luna dan kedua pengasuhnya mengawasi si kembar khawatir tangan mungil mereka memasukkan sesuatu kedalam mulut mereka.


Kenan yang lebih aktif dibanding Ana terlihat sibuk dengan bola karetnya sementara Ana tampak anteng dengan boneka kecilnya.


Felisha yang mengetahui jika Luna akan pergi akhirnya ikut membantu mengawasi si kembar bersama Alysha.


Luna pergi dengan mobilnya untuk mengantarkan berkas ke kantor Kenzo.


Setibanya disana tampak Kenzo sudah menunggu berkas itu. Sepertinya itu adalah berkas yang sangat penting sehingga Kenzo tidak menyuruh karyawan nya yang mengambil dan malah meminta Luna yang mengantarkan ke kantor.


"Tunggu ya Sayang..kakak ke ruang meeting dulu " Kenzo pamit buru-buru pergi sambil membawa berkas dari tangan Luna.


"Iya " jawab Luna.


Sepertinya Kenzo sedang sangat sibuk sehingga ia tidak sempat mencium Luna seperti biasanya.


Kenzo berada di ruangan meeting hampir satu jam. Luna terlihat mondar-mandir di ruangan kerja suaminya karena merasa bosan.


"Maaf ya menunggu lama Sayang " Luna tersentak ketika Kenzo tiba-tiba muncul di pintu.


"Sudah selesai meeting nya ?" tanya Luna.


"Sudah..untung kamu datang tepat waktu Sayang..kakak sangat butuh berkas itu " Kenzo memeluk pinggang Luna dan mendekapnya erat.


"Mmuuach..dari tadi belum sempat cium kamu " Kenzo mencium bibir Luna lembut. "Terimakasih ya Sayang sudah mau anterin berkas kesini "


"Iya " jawab Luna.


Meskipun urusannya sudah selesai namun Kenzo tidak memperbolehkan Luna pulang. Kenzo meminta Luna pulang bersamanya sebentar lagi.


"Aku kan bawa mobil sendiri Sayang " ujar Luna.

__ADS_1


"Biar nanti mobil kamu sopir yang ambil kesini " jawab Kenzo sambil membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang.


Sebelum pulang Kenzo menitipkan kunci mobilnya kepada asistennya karena nanti sopirnya akan mengambil mobil Luna ke kantor.


"Sayang pulangnya kita belanja dulu ya.. sepertinya diapers si kembar sudah mau habis " ujar Luna.


"Iya " jawab Kenzo.


Kenzo melajukan mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan. Sebelum turun dari mobil Kenzo terlebih dahulu melepaskan dasi dan jasnya. Kenzo terlihat lebih santai dengan kemeja yang bagian tangannya digulung sampai ke siku.


Begitu turun dari mobil mereka bergandengan tangan menuju ke sebuah swalayan.


Disana Luna mengisi troli dengan banyak diapers karena anak mereka kembar sehingga membutuhkan lebih banyak stok diapers.


Selain itu Luna juga memasukan kebutuhan dapur. Sebagai ibu muda tentu kini Luna sudah faham apa saja keperluan dapurnya.


Setelah memenuhi troli dengan belanjaan mereka pun beranjak menuju kasa untuk melakukan pembayaran.


Ketika melewati toko pakaian anak, Luna menarik tangan Kenzo untuk masuk kesana.


"Aih lucu banget " Luna mulai gelap mata melihat baju anak yang lucu-lucu. Hasrat belanja wanita cantik itu pun tersalurkan disana.


"Kamu tidak beli baju atau tas ?" tanya Kenzo.


"Sudah ah lagi males..lagian aku Sekarang jarang pergi kemana-mana " jawab Luna sambil menarik tangan Kenzo menuju parkiran.


"Kamu tidak mau makan dulu ?" tanya Kenzo.


"Pulang saja..tidak enak ninggalin anak-anak terlalu lama " jawab Luna.


"Baiklah " jawab Kenzo.


Kenzo memasukkan semua belanjaannya kedalam mobil kemudian mereka pun pulang.


"Sayang baju kamu basah " Kenzo menunjuk kearah kemeja bagian dada Luna yang basah.


"Iya rembes " jawab Luna.


"Stok logistik melimpah ya Sayang..cukup untuk bertiga " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Apaan sih.. dasar sipit mesum " cibir Luna sambil memeluk tasnya di dada.


Kenzo tertawa ia sudah terbiasa disebut sipit oleh istrinya itu. Bagi Kenzo itu adalah panggilan kesayangan Luna untuknya.


"Sayang..jalanan lagi sepi, main lagi di mobil yuk !" ajak Kenzo.


"Tidak..tidak..kata kakak Zhi juga kalau memang kebelet lebih baik cari hotel terdekat jangan main di mobil nanti takut ketauan orang lain tidak baik " Luna langsung menolak.


"Kakak Zhi ?..Sayang kamu cerita sama Zhifana kalau kita main di mobil ?" tanya Kenzo dengan mata terbelalak.


"Iya..sama Cindy juga " jawab Luna.


"Ya ampuun Sayang..kenapa cerita ke mereka.. kakak kan jadi malu sayang " omel Kenzo.


"Maaf kak..sudah terlanjur " ucap Luna.


"Lain kali hal yang seperti itu jangan suka diceritakan ke orang lain ya Sayang " nasehat Kenzo. " itu rahasia kita berdua "


"Iya " jawab Luna.

__ADS_1


__ADS_2